Latest Post

Doa Untuk Istri Selama Hamil dan Melahirkan

Nadzar Untuk Anak Dalam Kandungan

Rabbi innii nadzartu laka maa fii bathnii muharraran fataqabbala minnii innaka antas samii'ul'allim.

Artinya : Ya Rabbi, Sesungguhnya aku nadzarkan kepada-Mu anak yang ada dalam kandunganku menjadi hamba yang shalih lagi berkhidmat. Karena itu , Terimalah nadzarku. Sesungguhnya Engkau Maha mendengar dan Maha mengetahui (QS. Ali Imran ayat : 35)

Doa Untuk Mempermudah Persalinan

Allahumma Yaa Faaijal hammi wa kaasyifal ghammi wa rahmaanad-dunyaa wal aakhirati wa rahiimahumaa. Irham (fulaanah bin fulaan) yughniihaa bihaa'an rahmati jamii'i khalqikawa tufirrij bihaa kurbatahaa wa taksyifu bihaa gdammaha watusayyira wilaadatah.

Artinya : Ya Allah wahai Yang menghilangkan rasa sumpek dan yang menghilangkan kesulitan, Pengasih dunia dan akhirat dan Penyayang dunia dan akhirat. Kasihilah  (fulanah putri fulan, sebut namanya) yang dengannya ia tidak lagi membutuhkan belas kasih lagi dari selain-Mu. Hapuslah kesusahannya, hilangkanlah rasa gundah gelisahnya dan permudahlah proses kelahirannya.    

Doa Untuk Mempermudah Proses Melahirkan Dari Al-Qur'an 

( Surah Alam Nasyrah ayat 1-8 )
  1. Alam nasyrah laka shadrak
  2. Wa waadha'naa'anka wizrak
  3. Alladzii'anqadha dzahrak
  4. Wa rafa'maa laka dzikrak 
  5. Fa inna ma'al 'usri yusraa  
  6. Inna ma'al usri yusraa   
  7. Fa idzaa faraghta fanshab   
  8. Wa ilaa rabbika farghab.
Artinya:
  1. Bukankah kami telah melapangkan untukmu dadamu?
  2. Dan kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu
  3. Yang memberatkan  punggungmu
  4. Dan kami tinggikan bagimu sebutan (nama)-mu
  5. Karena sesungguhnya sesusah, kesulitan itu ada kemudahan
  6.  Sesungguhnya sesusah, kesulitan itu ada kemudahan
  7. Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain
  8. Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.

Doa Bagi Orang Yang Baru Melahirkan

Baarakallahu laka fil mauhuubi laka wasyakartal waahiba wabalagha asyaddahu wa razaqta birrah.

Artinya : Semoga Allah memberkahimu atas anak yang dianugerahkan kepadamu, dan semoga engkau bersyukur kepada Tuhan yang telah memberimu anugerah itu. Dan semoga bayi itu tumbuh dewasa dan engkau dapat pengabdiannya sebagai rezeki.

Amalan-amalan sunnah yang selayaknya dilakukan pada masa persalinan, yaitu:
  1. Menyiapkan nama bagi sang anak 
  2. Memotong rambut kepala dan bersedekah
  3. Memotong hewan aqiqah
  4. Mengusapkan minyak za'faran pada kepala bayi
  5. Mengadakan khitanan bagi anak laki-laki
  6. Memberi makanan daging hewan qurban (aqiqah) kepada para tetangga

Adzan Dan Iqamat

Rasulullah saw bersabda, 'Barangsiapa yang melahirkan anak maka hendaklah pada telinga kanannya dikumandangkan adzan seperti di waktu shalat dan telinga kirinya dikumandangkan iqamat karena itu dapat melindunginya dari gangguan setan.'

Dikatakan bahwa bagian tubuh bayi yang pertama kali berfungsi dengan baik adalah telinga. Al-Quran sendiri memberi penekanan istimewa terhadap fungsi telinga ini. Karena telinga adalah satu-satunya organ yang paling dulu merespons keadaan diluar yang dianggap asing oleh bayi, dan otak pun akan merekam semua yang ditangkap oleh telinga. Karena hadirnya   suara akan memberikan efek pada pikiran bayi.

Maka seyogyanya kehadiran bayi dijauhkan dari kebisingan suara yang dapat mempengaruhi keadaan jiwanya. Nabi saw memerintahkan untuk mengumandangkan adzan dan iqamat pada saat-saat pertama setelah kelahiran. Anak sudah seharusnya mendengar suara tauhid dan seruan shalat sehingga ia memulai hidup dengan nilai ketauhidan dan mengakhirinya dengan keyakinan yang sama.

Memberi  Nama

Nabi saw bersabda, “Pilihlah nama-nama yang baik bagi diri kalian, karena kalian akan dipanggil dengan nama yang  sama di akhirat.

Oleh sebab itu, salah satu sunah yang harus dilakukan pasca ibu melahirkan adalah memberi nama anaknya dengan nama yang baik. Bagusnya nama diperlukan untuk membangkitkan mentalitas anak, sekaligus menghimpun doa dan harapan orangtua pada kehidupan si anak kelak.    

Kewajiban Saat Menyusui

1. Memelihara Ketakwaan dan Hindari Maksiat
Seorang ibu hendaknya berhati-hati menjaga kesopanan dan menjauhi perbuatan yang mengarah pada perbuatan dosa, maksiat serta lebih mengutamakan hubungannya dengan Allah. Seorang ibu yang tengah mengandung dan menyusui bila mengonsumi makanan yang rusak, dapat dipastikan bayi dalam kandungannya rentan terkena penyakit. Demikian pula bayi yang baru dilahirkan, akan dijangkiti penyakit karena Asi yang diasupnya tidak dalam kondisi sehat. Kesehatan ruhani juga menjadi unsur penting karena hal tersebut akan diwariskan secara paksa kepada bayi yang di kandung maupun yang disusuinya. Maka bila asupan kuman spiritual yang masuk, maka bayi akan tumbuh berkembang dengan spiritualitas yang juga cemar.

2. Kendalikan Kondisi  Hati
Kejiwaan seorang ibu sangat dibutuhkan demi tumbuh-kembang janin atau anak yang baru dilahirkannya. Seorang ibu yang lemah, dan memiliki jiwa yang malas serta hati yang mati tidak boleh menyodorkan pada masyarakat anak-anak semacam dirinya, namun ia harus menjaga dan waspada terhadap syarat-syarat ASI, yang ia berikan kepada anaknya. Bila tidak, ibu semacam ini akan mewariskan anak-anak yang kelak akan mendapati banyak masalah baik luar diri maupun lingkungannya

3. Konsumsi Makanan Halal
Islam memberikan perhatian besar terhadap persoalan ini disebabkan kaitannya yang erat dengan kehidupan manusia. ASI yang berasal dari makanan haram dan diberikan kepada sang bayi, pada hakikatnya adalah api yang menyala. Jika seorang bayi hidup dan tubuhnya berkembang dari susu seperti ini, maka sang ibu dan sang ayah telah membawa si anak menuju kesengsaraan di masa depannya. Karena itu para suami khususnya dan para orang tua pada umumnya harus waspada terhadap pendapatan dan asal muasal harta mereka, khususnya pada masa dimana isterinya sedang mengandung. Mereka harus berhati-hati dan menghindari segala hal yang mengarah pada syubhat atau haram pada makanan yang dimasukkan ke rumah-rumah mereka. 

Sumber : Majalah Hidayah oleh Sari Narulita
 
Terima Kasih Sudah Membaca: Doa Untuk Istri Selama Hamil dan Melahirkan
Posted by: Sajadah Muslim
Sajadah Muslim Updated at: 13:55
 

Doa Agar Memiliki Keturunan

Doa Ketika Tak Kunjung Mempunyai Anak

Rabbi laa tadzarnii fardan wa anta khairul waaritsuun.

Artinya: Ya Tuhan kami, jangalah engkau memberikan aku hidup sendiri dan Engkaulah waris yang baik (Al-Anbiya ayat : 89)

Doa Bagi Orang Yang Di Karunai Anak

Baarakallahu laka fil mawhuubi laka wasyakartal waahiba wabalagha asyuddahu wa ruziqta birroh. 
 
Artinya: Semoga Allah memberkahimu dalam anak yang diberikan kepadmu. Hendaknya engkau bersyukur kepada (Allah) Yang Maha Pemberi. Dan semoga ia (anak) dapat mencapai  dewasa sehingga engkau dikaruniai kebaikannya.

Doa Memohon Keturunan Yang Shaleh 1

Rabbi hablii minas-shaalihiin
 
Artinya : Ya Tuhan-Ku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang shaleh (Ash-Shafaat ayat 100)

Doa Memohon Keturunan Yang Shaleh 2

Rabbi innii nadzartu laka maa fii bathnii muharraran fataqabbal minnii innaka antas- samii'ul'aliim. Wa innii u'iidzuhaa bika wa dzurriyyatahaa minasy-syaithaanir rajiim.
 
Artinya: Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menadzarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang shaleh dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). Karena itu terimalah (nadzar) itu dariku. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Mendengar segala doa.

Doa Menyambut Kelahiran Bayi

Ja'alallaahu mubaarokan'alaika wa'ala ummati muhammadin.
 
Artinya : Semoga Allah menjadikan sebagai berkah bagimu dan bagi umat Muhammad.

Doa Untuk Bayi Yang Baru Lahir

Jika bayi yang dilahirkan anak perempuan, Anda bisa baca:

Allahumma inni u'iidzuhaa bika wadzurriyyatahaa minassyaithooni rrojiim.
 
Jika bayi yang lahir laki-laki, kita bisa membaca:

Allahumma inni u'iidzuhuu bika wadzurriyyatahaa minassyaithooni rrojiim.
 
Artinya: Ya, Allah, aku memohon perlindungan kepada-Mu untuknya dan untuk keturunannya dari setan yang terkutuk.

Referensi : Berbagai Sumber
 
Terima Kasih Sudah Membaca: Doa Agar Memiliki Keturunan
Posted by: Sajadah Muslim
Sajadah Muslim Updated at: 14:03
 

Doa Doa Membentuk Keluarga Sakinah

Doa Memohon Jodoh dan Keturunan

Rabbanaa laa tadzarnil fardaw wa anta khairul  Waaritsiin, Rabbil hablil min ladunka zhurriyyatan thayyibatan innaka samii'udd'aa.

Artinya: Ya Tuhanku janganlah Engkau membiarkan dihidupku seorang diri dan Engkaulah pewaris yang paling baik, Ya Tuhanku berilah aku dari sisi-Mu seorang anak yang baik. Sungguh Engkau Maha Pendengar Doa.

Doa Bagi Pengantin

Baarakallahu laka wabaraka' alaika wajama'a bainakumaa fil khoirin.

Artinya: Semoga Allah memberi berkah kepada kalian serta  mengumpulkan kalian berdua (pengantin laki-laki dan perempuan) dalam kebaikkan.

Doa Mengatakan Cinta Kepada Orang Yang Dicintai.

Allahumma a'innii alaa dzikrika wahusni ibaadatik

Artinya: Ya Allah, bantulah aku dalam berzikir kepada-Mu, bersyukur kepada-Mu dan memperbaiki ibadah kepada-Mu.

Doa Pengantin Untuk Dirinya

Allahmumma inni as'aluka khairahaa wa khaira maa jabaltahaa'alaihi wa a'udzuubika min syarrihaa wa syarri maa jabaltahaa.

Artinya: Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikan dari perempuan ini dan apa yang telah Engkau ciptakan dalam wataknya. Dan aku mohon perlindungan kepada-Mu dari kejelekan perempuan ini dan apa yang telah Engkau ciptakan dalam wataknya (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah).

Doa Untuk Memperoleh Kenikmatan Bers#nggama

Allahumma adim fiihinna ladz-dzati wa katstsir fiihinna raghbatii wa qamma'alaihinna dha'fil jalaalan min'indika yaa sayyidii.     

Artinya : Ya Allah teruskanlah kenikmatanku kepadanya dan perbanyaklah hasratku padanya serta kuatkanlah kelemahanku padanya, kekuatan yang berasal dari-Mu wahai Junjunganku.

Doa Saat Orgasm#

Allahumma laa taj'al lisy-syaithaani fiimaa razaqtanaa nashiibaa.

Artinya: Ya Allah, jangan jadikan setan turut andil dalam apa yang Engkau anugerahkan kepadaku.

Doa Ketika Keluar Air Mani

Allahummaj'al nuthfatanaa dzurriyyatan thoyyibatan.

Artinya :  Ya Allah jadikanlah nuthfah kami ini menjadi keturunan yang baik (shalih)

Doa Sesudah Bersetubuh

Alhamdulillaahilladzii kholaqo minal maa'i basyaron.

Artinya: Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan air mani ini menjadi manusia (keturunan)

Lafadz Niat Mandi Setelah Bersenggama

Nawaitu ghusla liraf'iil hadatsil akbari'an jamii'il badanii likhurujil maniyyi minal janaabati fardhon lillaahi ta'aala.
Artinya: Aku berniat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari seluruh tubuhku karena keluar mani dari jinabat fardhu karena Allah Ta'ala.

Sumber : Berbagai Sumber
 
Terima Kasih Sudah Membaca: Doa Doa Membentuk Keluarga Sakinah
Posted by: Sajadah Muslim
Sajadah Muslim Updated at: 16:35
 

Cara Lengkap Shalat Idul Adha dan Bacaan Niatnya

Sajadah Muslim ~ Apakah hukum shalat hari raya Idul Adha ? Shalat hari raya Idul Adha hukumnya sunnat mu'akad dan waktunya mulai terbit matahari hingga tergelincirnya.

Cara Shalat Hari Raya Idul Adha

Bagaimanakah cara shalat hari raya Idul Adha itu? Cara shalat hari raya Idul Adha yaitu:
  • Niat (Menyengaja)
Adapun lafazh niat shalat Idul Adha yaitu:

Ushalli sunnata 'iidil-Adhaa rak'ataini ma'muuman lillaahi Ta'aalaa. Allaahu Akbar.
Artinya: Saya shalat sunnat Idul Adha (hari raya haji) dua rakaat mengikuti imam karena Allah Ta'ala. Allah Maha Besar.
  • Takbiratul ihram, yaitu mengucapkan Allaahu Akbar yang pertama.
  • Membaca doa iftitah.
  • Bertakbir tujuh kali dan setiap selesai takbir di sunnatkan membaca tasbih. Adapun lafazhnya adalah sebagai berikut:
Subhaanallaahi wal-hamdu lillaahi wa laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaahil-'aliyyil-'azhiim.
  • Membaca Al-Fatihah dan surat dari Al-Quran pada rakaat pertama. Setelah selesai, lalu rukuk, i'tidal dan sujud sebagaimana shalat biasa. Kemudian berdiri lagi untuk rakaat yang kedua dengan bertakbir lima kali, dan pada setiap antaranya membaca tasbih.
  • Membaca Al-Fatihah dan surat dari Al-Quran pada rakaat kedua, sesudah itu, lalu ruku', i'tidal, sujud, tahiyat dan salam.

Khutbah Hari Raya Idul Adha

Apakah yang disunnatkan bagi laki-laki setelah selesai shalat hari raya Idul Adha ? Adapun bagi jamaah laki-laki setelah selesai shalat hari raya (Idul Fitri dan Idul Adha) disunnatkan berkhutbah dua kali. Pada khutbah yang pertama hendaklah bertakbir (Allaahu Akbar) 9 kali, dan pada khutbah yang kedua bertakbir 7 kali dengan berturut-turut. Dalam hari raya Idul Adha hendaklah menerangkan hukum qurban dan haji.

Sunnat di Dalam Hari Raya Idul Adha

Ada berapakah hal-hal yang disunnatkan bagi orang yang akan mengerjakan shalat hari raya Idul Adha ? Adapun bagi orang yang akan mengerjakan shalat hari raya Idul Adha disunnatkan enam hal, yaitu:
  • Mandi (membersihkan diri) serta berniat. Adapun lafazh niatnya yaitu: Nawaitul-ghusla min yaumi ''Idil-Adha sunnatan lillaahi Ta'aalaa. Artinya: Saya niat mandi pada hari raya Idul Adha sunnat karena Allah Ta'ala.
  • Berpakaian yang terbagus diantara pakaian yang dimiliki.
  • Memakai harum-haruman.
  • Memotong kuku yang panjang.
  • Menyegerakan datang ke masjid.
  • Bertakbiran.

Waktu Bertakbiran

Kapankah waktu bertakbiran di hari raya Idul Adha ? Waktu bertakbiran di hari Raya Idul Adha yaitu: Hari Raya Haji (Idul Adha) mulai dari shubuh hari Arafah atau tanggal 9 bulan Dzulhijjah hingga waktu Ashar di hari Tasyriq tanggal 13 bulan Dzulhijjah, (dilakukan pada setiap selesai shalat fardhu).

Lafazh Takbiran

Bagaimanakah lafazh takbiran di hari raya Idul Adha ? Lafazh takbiran di hari raya Idul Adha yaitu:
Allaahu Akbar, Allaahu Akbar, Allaahu Akbar, laa ilaaha illallaahu wallaahu Akbar, Allaahu Akbar wa lillaahil-hamd. 3 x

Allaahu Akbar kabiiraa, wal-hamdu lillaahi katsiiraa, wa subhaanallahi bukrataw wa 'ashiila. Laa ilaaha illallaahu wa laa na'budu ilaa iyyaah, mukhlishiina lahud-diina wa lau karihal-kaafiruun. Laa ilaaha illallaahu wahdah, shadaqa wa'dah, wa nashara 'abdah; wa a'azza jundahuu, wa hazamal-ahzaaba wahdah. Laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar Allaah Akbar wa lillaahil-hamd.

Oleh S.A. Zainal Abidin

Baca juga :
Terima Kasih Sudah Membaca: Cara Lengkap Shalat Idul Adha dan Bacaan Niatnya
Posted by: Sajadah Muslim
Sajadah Muslim Updated at: 21:39
 

Tugas Dan Peran Nabi Muhammad saw

Sajadah Muslim ~ Tugas Rasul, sebagaimana termaktub dalam berbagai kitab adalah untuk menyelamatkan manusia dari melampaui ketentuan-ketentuan Allah swt. Karena dengan nafsu duniawi yang dimilikinya, manusia memiliki kecenderungan untuk melampaui ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan Allah swt atas makhluknya. Hal yang mubah saja, jika dilanggar, pasti akan membawa mudharat bagi manusia. Makan, misalkan, kita dianjurkan untuk makan secukupnya, makan saat lapar dan berhenti sebelum kenyang. 


Dalam QS. Al-A'raaf 7:157, Allah berfirman: "Orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi, yang (namanya) tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mengerjakan yang ma'ruf dan melarang mereka dari yang mungkar, menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban dan belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman padanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya, mereka itulah orang-orang yang beruntung."

Maka jika manusia mengimani Muhammad, yang harus dilakukannya adalah sebagaimana tertulis dalak ayat tersebut, mengikuti Rasul, taat kepada Rasul, memuliakan, menolong dan mengikuti Rasul. Allah swt juga berfirman dalam surat Al-Anfal[8]:26 : "Dan ingatlah (hai para muhajirin) ketika kamu masih berjumlah sedikit, lagi tertindas di muka bumi (Mekkah), kamu takut orang-orang (Mekkah) akan menculik kamu, maka Allah memberi kamu tempat menetap (Madinah) dan dijadikan-Nya kamu kuat dengan pertolongan-Nya dan diberi-Nya kamu rezeki dari yang baik-baik agar kamu bersyukur.

Keimanan kepada para utusan Allah swt meniscayakan keimanan kepada Allah swt, sehingga Ia dengan berkah kenabian menyelamatkan mereka yang sedikit itu agar mereka bersyukur kepada Allah swt, bersyukur atas nikmat kenabian Muhammad saw, karena kenabian beliau saw adalah cahaya ilmu yang bertujuan untuk menyelamatkan manusia dari kebodohan dan kegelapan.

Rasulullah saw hadir di tengah kaum jahiliyah yang menyembah berhala buatannya sendiri, yang membanggakan kesesatan, memuliakan mustakbirin, menghina mustadh'afin, ashabiyah yang tinggi dan merendahkan martabat perempuan. Dalam kondisi seperti itu beliau diutus dengan membawa lentera cahaya pengetahuan ilahiyah, untuk menerangi manusia, membagi cahaya itu sehingga manusia mengetahui kebenaran. Muhammad saw diutus untuk menuntun manusia dari lembah gelap menuju cahaya, yang dengannya manusia mengenal hakikat kemakhlukannya.

Oleh karena itu, sebagai pecinta dan pengikut setia Rasulullah saw, kita wajib bersyukur atas kenabian Muhammad saw. Dalam QS. Ali Imran : 64, Allah swt berfirman: "Katakanlah: "Hai ahli kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai Tuhan selain Allah". Jika mereka berpaling Maka katakanlah kepada mereka: "Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)".

Tugas selanjutnya para Rasul adalah untuk mengajak manusia kepada ajaran tauhid dan menjauhi penyembahan terhadap thagut. Di dalam QS. An-Nahl:36, Allah swt berfirman: "Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah petunjuk oleh Allah dan ada pula diantaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul)".

Thagut adalah orang-orang yang melampaui batas, yang menyerupakan dirinya dengan Tuhan, yang dengan kekuasaan dan kekuatannya menginginkan manusia tunduk, taat dan takut padanya. Merekalah para mustakbirin, tiran yang zalim dan despotis walaupun terkadang bermuka manis.

Mengenai tugas Rasulullah saw, Sayyidina Ali bin Abi Thalib mengatakan: "Sesungguhnya Allah swt mengutus Muhammad saw dengan membawa kebenaran guna mengeluarkan umatnya dari penyembahan sesamanya kepada penyembahan Allah swt dari perjanjian dengan hamba-Nya menuju kesetiaan pada-Nya dan dari ketaatan terhadap sesamanya menuju ketaatan kepada Tuhan-Nya serta dari kepemimpinan sesamanya kepada kepemimpinan Allah swt."

Dalam kesempatan yang lain, beliau juga mengatakan: "Allah swt, memilih para Nabi dari keturunan Adam. Dia menjadikan wahyu sebagai perjanjian mereka, dan menjadikan penyampaian risalah sebagai amanat atas mereka. Sebab, sebagian besar hamba-Nya telah mengubah perjanjian Allah atas mereka. Sehingga mereka melupakan hak-Nya dan menjadikan banyak sekutu bagi-Nya, dan para setan menghalangi mereka dari mengenal-Nya dan memalingkan mereka dari ibadah kepada-Nya.

Kemudian Allah mengutus para rasul-Nya ke tengah-tengah mereka dan menebarkan para nabi-Nya di antara mereka untuk membawa mereka kepada perjanjian fitrah-Nya dan mengingatkan mereka terhadap nikmat-Nya yang terlupakan dan menantang mereka dengan tablig (bukti) dan membangkitkan akal mereka yang terpendam, dan memuaskan dahaga mereka dengan tanda-tanda kebesaran yang menakjubkan: atap (langit) di atas mereka yang menjulang, dan hamparan (bumi) yang diletakkan di bawah mereka, rezeki yang menghidupi mereka, ajal yang mengakhiri kehidupan mereka, dan keletihan (kesulitan) yang mendewasakan mereka serta perbagai peristiwa yang silih berganti di antara mereka.

Allah tidak pernah membiarkan hamba-Nya tanpa nabi yang diutus atau kitab yang diturunkan atau hujah (bukti) yang perlu, atau jalan yang lurus. Para rasul yang sedikitnya jumlah mereka atau banyaknya pendusta mereka tidak membuat mereka teledor terhadap misi mereka. Rasul yang datang dahulu mengabarkan rasul yang datang sesudahnya dan rasul yang datang kemudian dikenal lantaran penjelasan rasul sebelumnya. Berdasarkan hal itu abad demi abad berlalu dan silih berganti. Masa berakhir. Para orang tua meninggal dan anak-anak menggantikan (kedudukan mereka). Sehingga Allah mengutus Muhammad Rasulullah saw untuk menunaikan janji-Nya dan menyempurnakan berita-Nya.

Allah mengambil perjanjian-Nya atas para Nabi. Dan tanda-tanda Nabi (yang bersangkutan) begitu populer, dimana kelahirannya begitu mulia. Dan penduduk bumi saat itu memiliki beragam keyakinan, kepentingan yang komplek, kelompok-kelompok yang berpecah belah, diantara mereka ada yang menyerupakan Allah dengan makhluk-Nya atau menisbatkan sifat yang tidak layak bagi-Nya, atau menyekutukan-Nya dengan tuhan lain, sehingga ia menyembahnya dengan meminta tolong padanya.

Lalu dengan nabi itu, Allah menyelamatkan mereka dari kesesatan dan mengentaskan mereka dari jurang kebodohan. Kemudian Allah memutuskan agar Muhammad berjumpa dengan-Nya dan Dia ridha dengan apa yang ada padanya. Allah memuliakan Muhammad saat ia berpisah dari dunia dan mengakhiri cobaannya, dimana Dia mengangkatnya ke sisi-Nya dalam keadaan terhormat. Dan Allah meninggalkan bagi kalian para imam yang menggantikan para Nabi. Sebab, para Nabi tidak mungkin membiarkan umatnya berada dalam kesia-siaan tanpa jalan yang jelas dan tanpa seorang pembimbing yang mengurus urusan mereka."

Jadi tugas Nabi Muhammad adalah: Sebagaimana para Nabi terdahulu, seperti Nabi Nuh, Ibrahim, Luth, Ismail, Ishak, Yaqub, Musa, Daud, Sulaiman, Isa dan Nabi Muhammad saw hanya membawa satu misi yaitu mengajak umat manusia menyembah kepada Allah dan mengajak umat manusia taat kepada hukum Allah (al-Quran).

Baca juga Hal-Hal Mengenai Nabi Muhammad :
Ajaran para Nabi dan Rasul tersebut yaitu: melarang menyembah berhala, melarang berbuat kejahatan kepada seluruh makhluk, melarang berzina, melarang berdusta, melarang mencaci maki, dan lain sebagainya. Begitu juga Nabi Muhammad saw mengajarkan kepada umatnya semua larangan tersebut. Sehingga tercipta kedamaian/Islam bagi yang menjalankannya.

Dan juga para Nabi serta para Rasul mengajar umatnya untuk: beribadah hanya kepada Allah, berkasih sayang kepada seluruh makhluk Allah (kecuali kepada iblis), berdermawan, menghormati kedua orang tua, dan lain sebagainya. Begitu juga Nabi Muhammad saw sama halnya dengan para Nabi dan Rasul yang lain, beliau juga mengajarkan kepada umatnya dalam semua perintah Allah tersebut. Sehingga tercipta damai sejahtera/Islam bagi yang menjalankannya.

Peranan Nabi Muhammad terhadap Al-Quran

Al-Quran secara konsisten menggunakan kosa kata tala, yutla, atlu, yatlu. Kita dapat baca ayat-ayat tersebut dalam QS. 2:129, 2:51, 3:164, 22:45, dan 62:2 serta banyak lagi lainnya. Kesemuanya memberi isyarat akan peranan Nabi Muhammad dalam mengenalkan wahyu ketuhanan ke seluruh masyarakat. Namun demikian bacaan saja di rasa belum cukup jika tak disertai perintah. Tanggung jawab Nabi Muhammad terhadap kalamullah dapat dilihat dalam ayat-ayat berikut, dimana pertama dapat dilihat dalam doa Nabi Ibrahim.

Ayat-ayat tersebut menunjukkan kepedulian Nabi Muhammad dalam merekam hafalan Al-Quran. Beliau tampak tergesa-gesa dalam melalap hafalan sebelum senyap, lidahnya sibuk mengikuti kalimat berikutnya. Ia diberi peringatan untuk tidak perlu tergesa-gesa karena semua ayat akan merasuk ke dalam hati, Allah berjanji akan memelihara Al-Quran sepanjang masa.

Silih Berganti Membaca Al-Quran Bersama Malaikat Jibril

Dalam memelihara ingatan Nabi Muhammad secara konstan, Malaikat Jibril berkunjung kepadanya setiap tahun. Hal ini dapat dilihat dalam hadist-hadist berikut:

Fatimah berkata, "Nabi Muhammad saw memberitahukan kepadaku secara rahasia, Malaikat Jibril hadir membacakan Al-Quran padaku dan saya membacakannya sekali setahun. Hanya tahun ini Ia membacakan seluruh isi kandungan Al-Quran selama dua kali. Saya tidak berpikir lain kecuali, rasanya, masa kematian sudah semakin dekat.

Ibn 'Abbas melaporkan bahwa Nabi Muhammad berjumpa Ramadhan hingga akhir bulan, masing-masing membaca Al-Quran silih berganti.

Abu Hurairah berkata bahwa Nabi Muhammad dan Malaikat Jibril membaca Al-Quran bergantian tiap tahun, hanya pada tahun kematiannya mereka membaca bergantian dua kali.

Ibn Mas'ud melaporkan serupa dengan di atas, dengan tambahan, "Manakala Nabi Muhammad dan Malaikat Jibril selesai membacanya, lalu memberi giliran saya membaca untuk Nabi Muhammad dan beliau memberi penghargaan akan keindahan bacaan saya.

Nabi Muhammad, Zaid bin Thabit, dan Ubayy bin Ka'b membaca secara bergiliran setelah sesi terakhir dengan Malaikat Jibril. Nabi Muhammad juga membaca di depan Ubayy dua kali dalam tahun kematiannya.

Tugas Nabi Muhammad terhadap wahyu teramat padat: beliau sangat instrumental dalam penerimaan ketuhanan (divine reception) sebagai pengawas ketepatan kompilasi, memberi keterangan yang diperlukan, pemacu masyarakat luas dalam pengenalan dan penyebarluasan, dan sebagai mahaguru para sahabat. Tentunya Allah tidak perlu turun ke bumi menjelaskan ayat ini dan hal itu dengan keterangan, adalah tugas Kami untuk menjelaskan "bukannya, "ini tugasmu Muhammad untuk memberi penjelasan," berarti Allah memberi letigimasi sepenuhnya akan kefasihan Nabi Muhammad pada seluruh ayat-ayatnya, bukan melalui perkiraan, melainkan sebagai inspirasi Allah sendiri. Adalah sama benarnya dalam masalah kompilasi Al-Quran.

Demikian pula setelah menghafalnya, tugas membaca, kompilasi, pengajaran, dan penerangan menyatu dalam tugas utama sepanjang kenabian, tugas yang beliau laksanakan penuh kesetiaan mendapat persetujuan Allah swt dalam upaya yang ia lakukan.

Oleh DR. Sukring, M.Pd.I
Terima Kasih Sudah Membaca: Tugas Dan Peran Nabi Muhammad saw
Posted by: Sajadah Muslim
Sajadah Muslim Updated at: 10:30
 

Panduan Lengkap Tata Laksana Haji dan Umrah

Sajadah Muslim ~ Apakah pengertian Haji itu ? Pengertian Haji menurut bahasa yaitu menyengaja. Pengertian Haji menurut istilah syara' yaitu suatu amal Ibadah yang dilakukan dengan sengaja mengunjungi Ka'bah (Baitullah) di Mekkah dengan maksud beribadah secara ikhlas mengharap keridhaan Allah dengan syarat, rukun dan dikerjakan pada waktu. tertentu. Adapun yang diwajibkan mengerjakan ibadah haji itu ialah orang Islam baik laki-laki maupun perempuan yang mampu yakni cukup hartanya untuk ongkos berangkat dan pulang serta ongkos-ongkos untuk yang ditinggalkannya, dan dalam keadaan sehat, baligh, aqil, serta aman perjalannya.


Ibadah haji hukumnya wajib dikerjakan hanya sekali seumur hidup, dan sunnat mengulangi beberapa kali bagi yang mampu. Adapun dalil yang mewajibkan ibadah haji adalah firman Allah di dalam kitab suci Al-Quran surat Ali Imran ayat 97: "Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah, barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.

Rukun Haji

Ada berapakah rukun haji itu ? Rukun haji itu ada enam yaitu:
  1. Berniat, yaitu menyengaja berhaji dengan meninggalkan semua yang dilarang atau diharamkan dalam haji, adapun lafazh niatnya yaitu: "Nawaitul-hajja wa ahramtu bihii lillaahi Ta'aalaa." Artinya: "Saya niat mengerjakan haji dengan berihram karena Allah Ta'ala.
  2. Ihram, yaitu memakai kain yang tidak berjahit, tidak boleh menutup kepala (berkupiah) bagi laki-laki, dan tidak boleh menutup wajah serta telapak tangan bagi perempuan tetapi dibolehkan memakai sandal atau selop.
  3. Wuquf di padang Arafah, yaitu berhenti di padang Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah mulai waktu zhuhur sampai saat terbit fajar pada tanggal 10 Dzulhijjah.
  4. Thawaf ifadhah (Thawaf untuk haji) yaitu mengelilingi Ka'bah tujuh kali dimulai dari hajar aswad.
  5. Sa'i, yaitu lari-lari kecil antara bukit Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali.
  6. Tahallul, yaitu mencukur atau menggunting rambut kepala sedikitnya tiga helai rambut untuk kepentingan ihram.

Thawaf

Syarat Thawaf. Ada berapakah syarat dalam thawaf itu ? Syarat Thawaf itu ada enam, yaitu:
  1. Suci dari dua hadats dan najis (berwudhu).
  2. Menutup aurat.
  3. Menjadikan Ka'bah selalu berada di sebelah kiri.
  4. Memulai thawaf dari hajar aswad.
  5. Mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh kali.
  6. Thawaf itu di dalam Masjidil Haram.

Lafazh Niat Thawaf

Bagaimanakah lafazh niat thawaf itu ? Adapun lafazh niat thawaf yaitu: "Nawaitu an athuufa bi haadzal-baiti (Thawaafal-hajji / Thawaafal-'umrati) sab'an kaamilan lillaahi Ta'aalaa, bismillaahi Allaahu Akbar, Allaahu Akbar, Allaahu Akbar." Artinya: "Sengaja saya thawaf di baitullah ini (thawaf haj/thawaf umrah) tujuh kali keliling yang sempurna karena Allah Ta'ala. Dengan nama Allah, Allah yang Maha Besar 3x.

Bacaan Dalam Thawaf

Bagaimanakah bacaan di dalam thawaf ? Adapun bacaan di dalam thawaf yaitu: "Subhaanallaahi wal-hamdu lillaahi, wa laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar; Laa haula wa laa quwwata illaa billaahil-'aliyyil-'adhiim. Rabbanaa aatinaa fid-dun-yaa hasanatan wa fil-aakhirati hasanatan wa qinaa adzaaban-naar." Artinya: "Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar. Tiada daya (untuk memperoleh manfaat) dan tiada kemampuan (untuk menolak bahaya) kecuali bersumber dari Allah yang Maha Tinggi dan Maha Agung. Ya Allah, ya Tuhan kami berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan hindarkanlah kami dari siksa neraka."

Sa'i

Syarat Sa'i. Ada berapakah syarat dalam Sa'i itu ? Syarat Sa'i itu ada tiga, yaitu:
  1. Sesudah thawaf rukun dan thawaf Qudum.
  2. Mulai dari Shafa dan diakhiri di Marwah.
  3. Tujuh kali yaiti dari Shafa ke Marwah kemudian kembali dari Marwah ke Shafa dihitung satu kali.

Lafazh Niat Sa'i

Bagaimanakah lafazh niat Sa'i itu ? Lafazh niat Sa'i yaitu: "Nawaitu an as'aa maa bainash-shafaa wal-marwata (sa'yal-hajji / sa'yal-umrati) sab'an kaamilan lillaahu Ta'aalaa, bismillaahi Allaahu Akbar, Allaahu Akbar, Allaahu Akbar." Artinya: "Sengaja saya Sa'i (berlari-lari kecil) antara Shafa dan Marwah (sa'i haji / sa'i umrah) tujuh kali sempurna karena Allah Ta'ala. Dengan nama Allah, Allah yang Maha Besar 3x."

Bacaan di Dalam Sa'i

Bagaimanakah bacaan di dalam Sa'i ? Adapun bacaan di dalam Sa'i yaitu:

Ketika keluar dari pintu Shafa membaca: "Bismillaahir-rahmaanir-rahiim, innash-shafaa wal-marwata min sya'aa'irillaah, abda'u bimaa bada'allaahu bihi." Artinya: "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, bahwasanya Shafa dan Marwah itu sebagian dari syi'ar (agama) Allah, saya mulai dengan apa yang dimulai Allah dengannya."
 
Kemudian sesudah itu naik ke atas tangga Shafa sambil membaca: "Allaahu Akbar, laa ilaaha illallaahu wahdahuu laa syariika lah, lahul-mulku wa lahul-hamdu yuhyii wa yumiitu wa huwa 'alaa kulli syaiin qadiir. Laa ilaaha illallaahu wahdah, anjaza wa'dah, wa nashara 'abdah, wa a'azza jundahuu wa hazamal-ahzaaba wahdah. Allaahumma innii a'uudzubika min 'idhaalid-daa'i wa khaibatir-rajaa'i wa syamaatatil-a'daa'i wa zawaalin ni'mati wa nuzuulin niqmah." Artinya: "Allah Maha Besar tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, untuk-Nya segala kerajaan dan bagi-Nya segala pujian. Dia yang menghidupkan dan mematikan dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tidak ada Tuhan selain Allah, telah menepati janji-Nya, Dia menolong hamba-nya, dan Dia mengusir musuh nabi-Nya dengan sendiri-Nya. Ya Allah saya berlindung kepada-Mu dari penyakit yang berbahaya, putus asa (putus harapan), diolok-olok musuh, hilangnya nikmat dan turunnya siksa."

Wajib Haji

Ada berapakah wajib haji itu ? Wajib haji itu ada empat, yaitu:
  1. Ihram dari miqat yaitu memakai pakaian ihram yang dimulai dari batas waktu dan tempat yang ditentukan, misalnya orang Indonesia dimulai dari Jeddah.
  2. Bermalam di Muzdalifah meskipun sebentar sesudah lewat pukul 12 malam, yaitu pada malam ke-10 Dzulhijjah.
  3. Bermalam di Mina yaitu mulai malam ke-11 hingga 13 Dzulhijjah.
  4. Melempar jumrah yang tiga yaitu pada hari 10 Dzulhijjah melempar Jumratul-uqba saja dengan tujuh batu. Dan pada hari 11-12 dan 13 Dzulhijjah dalam hari tersebut melempar jumrah yang tiga yaitu Jumratus-shughra, Jumratul-wustha, dan Jumratul uqba, adapun melemparnya itu dengan tujuh batu di setiap jumrah.
Keterangan: Apabila ketinggalan salah satu dari rukun haji maka tidak sah hajinya, wajib mengulangi lagi. Tetapi apabila ketinggalan salah satu dari wajib haji, sah hajinya tetapi wajib membayar "dam" misalnya ketinggalan melempar Jumratul-uqba, wajiblah dibayar dengan menyembelih seekor kambing.

Sunnat Haji

Ada berapakah sunnat haji itu ? Sunnat haji tu ada empat, yaitu:
  1. Membaca talbiah dan Dzikir.
  2. Thawaf qudum (mulai tiba di Mekkah).
  3. Shalat Sunnat Thawaf.
  4. Thawaf wada'.

Lafazh Talbiah

Bagaimanakah lafazh Talbiah ? Lafazh Talbiah yaitu: "Labbaikallaahumma labbaik, labbaika laa syariika laka labbaik, innal-hamda wan-ni'mata laka wal-mulka laa syariika lak." Artinya: "Aku datang memenuhi panggilan-Mu ya Allah, aku datang memenuhi panggilan-Mu, aku datang memenuhi panggilan-Mu tidak ada sekutu bagi-Mu, aku datang memenuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat dan segenap kekuasaan adalah milik-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu."

Macam-Macam Haji

Ada berapakah macam mengerjakan haji itu ? Mengerjakan haji itu ada tiga macam yaitu:
  1. Haji Ifrad, yaitu mendahulukan haji dari pada umrah.
  2. Haji Tamattu', yaitu mendahulukan umrah dari pada haji.
  3. Haji Qiran, yaitu mengerjakan haji bersama-sama dengan umrah. Adapun bagi orang-orang yang mengerjakan haji tamattu' dan haji qiran wajib membayar denda (dam), yaitu memotong seekor kambing, dibagi-bagikan kepada fakir miskin di negeri itu juga.

Umrah

Apakah pengertian umrah itu ? Pengertian umrah menurut bahasa yaitu ziarah, menengok atau datang. Pengertian umrah menurut istilah syara' yaitu mengunjungi Baitullah (Ka'bah) untuk beribadah kepada Allah dengan syarat dan rukun tertentu. Dan boleh dilaksanakan pada bulan apa saja. Ada berapakah rukun umrah itu ? Rukun umrah itu ada 5 yaitu:
  1. Berniat yaitu menyengaja umrah, adapun lafazh niatnya yaitu: "Nawaitul-'umrata wa ahramtu biha lillaahi Ta'aalaa." Artinya: "Saya niat mengerjakan umrah dengan berihram karena Allah Ta'ala.
  2. Ihram, yaitu memakai kain yang tidak berjahit.
  3. Thawaf tujuh kali.
  4. Sa'i antara Shafa dan Marwah 7 kali.
  5. Tahallul (mencukur atau menggunting ramput kepala).

Larangan Bagi Orang Yang Ihram

Ada berapakah yang diharamkan bagi orang yang sedang ihram ? Adapun yang diharamkan bagi orang yang sedang ihram ada 10, yaitu:
  1. Memakai kain yang berjahit seperti jas, celana dan sebagainya.
  2. Menutup kepala (berkupiah) bagi laki-laki dan menutup wajah dan kedua telapak tangan bagi perempuan.
  3. Memakai minyak wangi di badan atau di pakaian dan memakai minyak rambut.
  4. Mencukur atau menggunting rambut
  5. Memotong kuku.
  6. Menyisir rambut, di khawatirkan rontok.
  7. Memotong pohon atau rumput dan menyembelih (membunuh) binatang buruan.
  8. Menikah.
  9. Bersetubuh, atau melakukan sesuatu yang menimbulkan syahwat kepadanya.
  10. Bermusuh-musuhan (cekcok) ketika berhaji.

Pelanggaran Terhadap Larangan Ihram dan Fidyahnya

Bagaimanakah hukuman orang melanggar larangan Ihram ? Hukuman bagi orang yang melanggar larangan Ihram ialah wajib membayar fidyah (denda), sesuai dengan larangan yang dilanggarnya, karena fidyahnya itu berbeda antara yang satu dengan yang lainnya, yaitu:
  1. Orang-orang yang membunuh binatang buruan, wajib menyembelih binatang yang sama, atau memberi makanan kepada fakir miskin, seharga binatang yang dibunuhnya.
  2. Orang yang bersetubuh dengan sengaja wajib menyempurnakan hajinya dan wajib qadla' pada tahun berikutnya. Selain itu orang tersebut diwajibkan membayar dam dan menyembelih seekor unta dan jika tidak mampu, maka menyembelih lembu atau kerbau dan jika tidak mampu, maka menyembelih 7 ekor kambing. Dan apabila hal ini juga tidak dapat dilakukan, maka ia wajib menaksir harga unta yang semestinya disembelih itu, kemudian harganya digunakan untuk membeli makanan dan dibagi-bagikan kepada fakir miskin. Apabila hal ini masih juga tidak dapat dikerjakan, maka setiap nilai satu mud, wajiblah diganti dengan berpuasa sehari. Dengan demikian hanya perbuatan jima' saja yang membatalkan haji dan harus di qadla'
  3. Orang yang merusak pohon-pohon di tanah suci (Mekkah), wajiblah menyembelih seekor lembu (sapi), atau sedekah makanan menurut seharga lembu itu, diberikan kepada fakir miskin.
  4. Orang yang menikah (kawin) tidak sah nikahnya.
  5. Selain dari empat yang tersebut itu maka orang yang melanggar larangan-larangan di waktu ihram, seperti memakai minyak wangi, menutup kepala, memotong kuku, dsb, wajib baginya membayar fidyah, yaitu menyembelih seekor kambing disedekahkan kepada fakir miskin, atau memberi makanan sebanyak 12 kati beras (gandum).
Demikianlah peraturan-peraturan Allah Ta'ala yang telah diwajibkan kepada semua kaum muslimin dan muslimat untuk mengerjakannya. Mudah-mudahan seluruh ummat Islam dapat memenuhi serta takut kepada Allah. Amin yaa Rabbal-'aalamiin.

Oleh S.A. Zainal Abidin
 
Baca Juga :
Terima Kasih Sudah Membaca: Panduan Lengkap Tata Laksana Haji dan Umrah
Posted by: Sajadah Muslim
Sajadah Muslim Updated at: 18:08
 

Kelebihan Manusia Dibanding Makhluk Lainnya

Sajadah Muslim ~ Manusia pada hakekatnya sama saja dengan makhluk hidup lainnya, yaitu memiliki hasrat dan tujuan. Ia berjuang untuk meraih tujuannya dengan didukung oleh pengetahuan dan kesadaran. Perbedaan diantara keduanya terletak pada dimensi pengetahuan, kesadaran dan keunggulan yang dimiliki manusia dibanding dengan makhluk lain.


Manusia sebagai salah satu makhluk yang hidup di muka bumi merupakan makhluk yang memiliki karakter paling unik. Manusia secara fisik tidak begitu berbeda dengan binatang sehingga para pemikir menyamakan dengan binatang. Letak perbedaan yang paling utama antara manusia dengan makhluk lainnya adalah dalam kemampuannya melahirkan kebudayaan. Kebudayaan hanya manusia saja yang memilikinya, sedangkan binatang hanya memiliki kebiasaan-kebiasaan yang bersifat instinktif.

Dibanding dengan makhluk lainnya, manusia mempunyai kelebihan. Kelebihan itu membedakan manusia dengan makhluk lainnya. Kelebihan manusia adalah kemampuan untuk bergerak dalam ruang yang bagaimana pun, baik di darat, di laut, maupun di udara. Sedangkan binatang hanya mampu bergerak di ruang yang terbatas. Walaupun ada binatang yang bergerak di darat dan di laut, namun tetap saja mempunyai keterbatasan dan tidak bisa melampui manusia. Mengenai kelebihan manusia atau makhluk lain dijelaskan dalam Al-Quran surah Al-Isra ayat 70: "Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan."

Diantara karakteristik manusia adalah:
  1. Aspek Kreasi
  2. Aspek Ilmu
  3. Aspek Kehendak
  4. Pengarahan Akhlak
Selain itu Al Ghazali juga mengemukakan pembuktian dengan kenyataan faktual dan kesederhanaan langsung, yang kelihatannya tidak berbeda dengan argumen-argumen yang dibuat oleh Ibnu Sina (wafat 1037) untuk tujuan yang sama, melalui pembuktian dengan kenyataan faktual. Al Ghazaly memperlihatkan bahwa, diantara makhluk-makhluk hidup terdapat perbedaan-perbedaan yang menunjukkan tingkat kemampuan masing-masing. Keistimewaan makhluk hidup dari benda mati adalah sifat geraknya. Benda mati mempunyai gerak monoton dan didasari oleh prinsip alam. Sedangkan tumbuhan makhluk hidup yang paling rendah tingkatannya, selain mempunyai gerak yang monoton, juga mempunyai kemampuan bergerak secara bervariasi. Prinsip tersebut disebut jiwa vegetatif.

Jenis hewan mempunyai prinsip yang lebih tinggi dari pada tumbuh-tumbuhan, yang menyebabkan hewan, selain kemampuan bisa bergerak bervariasi juga mempunyai rasa. Prinsip ini disebut jiwa sensitif. Dalam kenyataan manusia juga mempunyai kelebihan dari hewan. Manusia selain mempunyai kelebihan dari hewan. Manusia juga mempunyai semua yang dimiliki jenis-jenis makhluk tersebut, disamping mampu berpikir dan serta mempunyai pilihan untuk berbuat dan untuk tidak berbuat. Ini berarti manusia mempunyai prinsip yang memungkinkan berpikir dan memilih. Prinsip ini disebut an nafs al insaniyyat. Prinsip inilah yang betul-betul membedakan manusia dari segala makhluk lainnya. Kelebihan-kelebihan tersebut tidak diberikan Allah kepada makhluk lain selain manusia dan telah pula menyebabkan mereka memperoleh kemuliaan-Nya.

Baca juga : 
Namun demikian, kemuliaan manusia erat kaitannya dengan komitmen mereka menjaga kelebihan-kelebihan tersebut dengan cara menggunakannya secara optimal dan seimbang sesuai dengan sistem yang telah dirancang Tuhan Pencipta mereka. Manusia adalah makhluk Allah yang paling mulia selama mereka memanfaatkan secara optimal tiga keistimewaan/kelebihan yang mereka miliki yakni, Spiritual, Emotional dan Intellectual dalam diri mereka sesuai misi dan visi penciptaan mereka. Namun, apabila terjadi penyimpangan misi dan visi hidup, mereka akan menjadi makhluk yang paling hina, bahkan lebih hina dari binatang dan Iblis bilamana mereka kehilangan kontrol atas ketiga keistimewaan yang mereka miliki.

Penyimpangan misi dan visi hidup akan menyebabkan derajat manusia jatuh di mata Tuhan Pencipta dan di dunia, pola hidup mereka lebih buruk dari pada binatang dan Iblis. Allah menjelaskan dalam firman-Nya QS. Al-A'raf ayat 179: "Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakan untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai."

Peran yang hendaknya dilakukan seorang khalifah sebagaimana yang telah ditetapkan Allah, diantaranya adalah:
  1. Belajar (QS. Al-Alaq : 1 dan Al-Mukmin : 54)
  2. Belajar yang dinyatakan pada ayat pertama surat Al Alaq adalah mempelajari ilmu Allah yaitu Al-Quran.
  3. Mengajarkan ilmu (Al Baqarah : 31-39)
  4. Ilmu yang diajarkan oleh khalifatullah bukan hanya ilmu yang dikarang manusia saja, tetapi juga ilmu Allah.
  5. Membudayakan ilmu (Al Mukmin : 35)
Ilmu yang telah diketahui bukan hanya untuk disampaikan kepada orang lain melainkan dipergunakan untuk dirinya sendiri dahulu agar membudaya. Seperti apa yang telah dicontohkan oleh Nabi SAW.

Oleh Dr. Sukring, M.Pd.I
Terima Kasih Sudah Membaca: Kelebihan Manusia Dibanding Makhluk Lainnya
Posted by: Sajadah Muslim
Sajadah Muslim Updated at: 11:10
 
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Sajadah Muslim™ - Copyright © - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger