Sajadah Muslim

Membahas Tentang Seputar Ilmu Agama Islam

Jika Wanita Menerima Pinangan Setelah Di Pinang

Sajadah Muslim ~ Bagaimana hukumnya wanita menerima pinangan yang sebelumnya sudah  dipinang orang lain ?


Jawabannya ialah :

Dalam masalah ini, ulama 'Jumhur telah sepakat menetapkan pengharaman terhadap wanita yang menerima pinangan sedang dalam pinangan orang lain. Menurut Al Khathabi, larangan ini untuk pengarahan, bukan untuk pengharaman yang membatalkan 'aqad. Dan yang demikian ini kebanyakan pendapat ahli fiqih.         
                                       ,    .
Mereka beralasan sebuah hadits yang bersumber dari 'Uqbah bin Amir ra bahwa Nabi saw pernah bersabda : "Orang mukmin itu saudara orang mukmin lainnya. Tidak dihalalkan bagi seorang mukmin untuk berjual-beli atas jual-beli saudaranya, dan dia tidak boleh meminang atas pinangan saudaranya hingga ia membatalkannya". (HR. Ahmad dan Muslim)

Walhasil, wanita menerima pinangan yang berusaha membatalkan pinangan pertama, karena ada orang lain yang meminangnya. Sehingga ia berbuat semaunya sendiri terhadap si peminang pertama. Nah, dengan perbuatan ini dia dikategorikan sebagai wanita yang telah berbuat dosa besar, yang harus dijauhi. Dan Allah Yang Maha Tahu keadaannya.

Oleh Ustadz Labib Mz
 

Khutbah Jumat: Menyambut Hari Proklamasi

Sajadah Muslim ~ Alhamdulillahil wahidil ahad, aladzi lam yalid wa lam yuulad wa lam yakullahu kufuwwan ahad, ahmaduhu subhanahu wata’ala wa asykuruhu, allahumma sholli wa sallim wa barik ‘ala sayyidina Muhammad wa ‘ala alihi wa ash habihi wa man tabi’ahum ila yaumil qiyamah, amma ba’du.


 
Kaum Muslimin Sidang Jum'at Yang Berbahagia
 
Puji dan syukur kita persembahkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan nikmat iman dan kemerdekaan kepada bangsa Indonesia, yang alhamdulillah kita kaum Muslimin adalah penduduk mayoritas di negeri tercinta kita ini.

Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi besar kita Muhammad SAW beserta kepada sekalian sahabat dan keluarganya yang telah memberikan tauladan dan contoh yang sebaik-baiknya kepada kita sebagaimana hidup sebagai Muslim yang baik.

Kemudian dari pada itu marilah kita mempertinggi kualitas iman dan taqwa kita, mudah-mudahan kita mendapat keselamatan di dunia dan di akhirat.

Kaum Muslimin Sidang Jum'at Yang Berbahagia

Sebagaimana yang kita maklumi bersama bahwa pada saat ini kita sedang berada dalam suasana menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia, kemerdekaan bangsa Indonesia adalah momentum yang amat membahagiakan, karena dalam masa penjajahan tidak banyak yang dapat  kita perbuat untuk kejayaan bangsa, tanah air dan agama kita. Karena kekayaan bumi  ini sementara  justru lebih banyak dinikmati oleh bangsa yang menjajah kita. Golongan yang terdidik dan terpelajar   dapat dihitung dengan jari, kehidupan beragama juga  amat menyedihkan karena  yang diizinkan   oleh penjajah hanyalah spritual, tetapi ajaran Islam berkaitan dengan ilmu, politik dan perjuangan, tidak pernah diberi peluang.

Justru itu proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17-08-1945  yang  bertepatan   dengan bulan suci ramadhan, sungguh amat membahagiakan seluruh bangsa Indonesia dan khususnya ummat Islam, kemerdekaan kita juga disambut hangat oleh umat  Islam  seluruh dunia, Karena jumlah ummat Islam Indonesia adalah yang terbanyak  diseluruh dunia. Maka berlomba-lombalah negeri Muslim memberikan pengakuan. Menurut hukum international tiga saja negara  yang mengakui kita,  maka  kita  sudah  resmi sebagai negara yang merdeka. Mesir adalah  negara  Muslim yang pertama kali mengakui kemerdekaan kita.

Kaum Muslimin Sidang Jum'at Yang Berbahagia

Kemerdekaan adalah sunnatullah yang menjadi kehendak dan keinginan Allah SWT. Hal itu dapat kita baca dalam Al-Qur'an surat Al-Qashash ayat 5 :

“Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di muka bumi, dan hendak mengajarkan mereka orang-orang yang mewarisi bumi dan kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi”.

Ayat ini amat tepat dengan kondisi bangsa Indonesia pada saat­saat menjelang kemerdekaan sampai sesudah proklamasi kemerdekaan dan hingga masa sekarang ini, dan semoga kemerdekaan kita tidak terusik atau tidak terganggu lagi oleh bangsa-bangsa penjajah. Masa penjajahan di Indonesia  yaitu masa sebelum kita merdeka adalah sama dengan nasib Nabi dan ummat  Islam  dalam  periode   Makkah ummat Islam adalah warga negara kelas dua yang selalu dalam keadaan takut, tidak bebas  berubah. Jadi periode Makkah adalah masa penjajahan, dan hijrahnya Nabi dari Makkah ke Madinah  pada  hakekatnya adalah proklamasi  kemerdekaan  ummat  Islam.  Hijrahnya  Nabi  adalah  bahwa ummat   Islam   sudah   punya tanah air,  punya   negara,  jadi   periode Madinah   adalah   periode   kemerdekaan, periode pelaksanaan agama Islam,  periode  pembangunan  dan periode  keamanan   dan ketentraman. Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam surat an-Nur ayat 55 :

"Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman diantara kamu dan mengerjakan amal shaleh, bahwa Dia akan sungguh­sungguh menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana ia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa. Dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang  telah diridhai-Nya untuk mereka dan Dia  benar-benar menukar keadaan mereka, setelah mereka berada dalam keadaan ketakutan menjadi aman sentosa''.

Hasil proklamasi kemerdekaan adalah persis apa yang telah di firmankan oleh Allah SWT, yaitu kita merdeka, kita dapat mengamalkan agama kita dan kita merasakan keamanan yang hakiki. Karenanya  adalah wajar  bila  kita perhatikan dengan baik firman Allah SWT dalam surat Ibrahim ayat 7:

"Sesungguhnya jika kamu bersyukur maka kami  akan menambah nikmat kepadamu".

Bila kita pandai mensyukuri nikmat maka Allah akan memberikan nikmat yang lebih banyak lagi, tetapi bila kita tidak mau bersyukur maka kita akan dikenakan siksa oleh Allah SWT.

Menurut para ulama untuk mensyukuri nikmat ada 5 urutan­urutannya:
  1. Kita menyebut nama Allah dan menyebutkan kebaikan­kebaikannya dengan mengucapkan alhamdulillah berarti kita telah menyebut nama Allah dan memuji kepada-Nya. Menurut Nabi kita Muhammad SAW induk dari memuji kepada Allah adalah "alhamdulillah" dan di dalam kata ini sudah tersirat doa ya Allah tambahkanlah nikmat-Mu kepadaku.
  2. Kita meyakini bahwa pemberi nikmat adalah Allah SWT jadi semua nikmat adalah bersumber dari Allah SWT.
  3. Kita menggambarkan dalam pikiran kita betapa besar nikmat Allah yang telah diberikan kepada kita. Katakanlah dengan nikmat kemerdekaan kita bisa memerintah negara kita   sendiri, kita memiliki tanah air, yang seterusnya akan diwarisi oleh generasi­generasi mendatang dan manfaat-manfaat lainnya.
  4. Dengan selesai menggambarkan besarnya nikmat kemerdekaan lalu kita gembira dan bahagia.
  5. Dan langkah terakhir adalah membuktikan kegembiraan kita dengan mengerjakan ketaatan kepada Allah SWT, seperti rajin beribadah, tolong menolong mendirikan rumah-rumah ibadah, gedung sekolah dsb.
Kaum Muslimin Sidang Jum'at Yang Berbahagia

Dalam menjaga dan mempertahankan eksistensi dan kelangsungan kita yang kaya dan indah ini, maka ada baiknya kita angkat salah satu ayat suci Al-Qur'an dalam surat al-Imran ayat 200:

"Wahai sekalian orang-orang yang beriman hendaklah kamu sekalian bersabar dan saling menyabarkan dan jagalah  batas-batas negaramu dan  bertaqwalah kepada Allah,  mudah-mudahan  kamu  mendapat kebahagiaan".

Ayat ini menuntut kita untuk mengerjakan 4 amalan, yaitu :
  • Kita diperintahkan oleh Allah SWT untuk bersabar. Dan ada Hadits Nabi yang mengatakan bahwa sabar itu ada tiga komponennya yaitu sabar dalam menghadapi musibah dan kesulitan, sabar dalam taat kepada Allah dan sabar dalam menjaga diri kita agar tidak melakukan dosa dan kejahatan.
  • Kita diperintahkan agar kita saling menyabarkan, jadi  kita saling menyabarkan, sehingga dengan demikian terciptalah ketahanan iman,  ketahanan ibadah, ketahanan ekonomi  dan   ketahanan nasional.
  • Kita diperintahkan untuk menjaga batas-batas negara atau tanah air kita, supaya tidak  dimasuki  oleh  musibah  baik  secara  tertutup (infiltrasi) maupun secara terbuka (agressi).
  • Kita diperintahkan untuk bertaqwa, karena taqwa mengundang kemakmuran lahir batin dari Allah SWT seperti firman-Nya dalam surat Al-A'raf ayat 96 : "Andai  kata penduduk negeri ini benar-benar beriman dan betaqwa kepada Allah SWT pasti akan kami bukakan berkat dari langit berkat dari dalam bumi".
Pada akhirnya marilah kita sekalian mensyukuri nikmat kemerdekaan dengan melaksanakan Amar Ma'ruf Nahi Munkar, mengerjakan semua perintah Allah SWT dan meninggalkan semua larangannya.

Penutup

Oleh Drs. KH. Marwan Aidid
 

Kultum: Jihadun Nafs Tak Berarti Memasung Diri

Sajadah Muslim ~ Alhamdulillah hilladzi akramnaa bil iimaan, wa a’azzanaa bil islam, wa rafa’na bil ihsan, ahmaduhu subhanahu wata’ala wa asykuruh, allahumma shollia wasallim wa barik ‘ala sayyidina Muhammad wa ‘ala alihi wa shahbihi wa mantabi’ahum bi ihsani ila yaumiddin, amma ba’du.

 
Kepada yang terhormat paraustadz dan ustadzah, para bapak, ibu, hadirin dan hadirat sekalian yang saya muliakan. 
                           .
Sebelum saya melanjutkan apa yang ingin saya sampaikan dalam kesernpatan yang mulia, melalui mimbar kultum kali ini, marilah terlebih dahulu kita panjatkan puja dan puji syukur kehadirat. Illahi..

Rabbi, yang senantiasa memberikan rahmat taufiq dan petunjuk-Nya kepada kita sehingga pada saat ini, kita bisa bertatap muka di tempat ini, tanpa ada suatu halangan apapun. 

Hadirin dan hadirat sekalian yang saya hormati.

Sebagian umat Islam ada yang entah sadar atau tidak cenderung menggembosi spirit Islam dengan cara memanipulasi pemahaman ajaran Islam. Konsep-konsep Islam yang pada dasarnya memberi andil besar dalam membangkitkan spirit, telah menjadi virus yang melumpuhkan jiwa. Misalnya, konsep tentang jihadun nafs disalah artikan menjadi sibuk dengan diri sendiri. Padahal konsep jihadun nafs ini sebenarnya dimaksudkan untuk menggalang kekuatan spiritual  dalam keadaan yang disukai ataupun yang tidak disukai. Dengan jihadun  nafsu, diharapkan terhimpun  kekuatan besar yang sangat potensial di dalam diri manusia. Karena segala bentuk keinginan yang tidak sejalan dengan tujuan terlebih dulu telah ditundukkan.

Jihadun nafs merupakan cara yang sangat efektif untuk mencapai kekuatan yang terkonsentrasi pada kesatuan dan integritas diri. Ia juga merupakan sebuah bentuk kesatuan keinginan, keterpaduan program yang bersinergi potensial untuk mencapai suatu tujuan. Antara unsur-unsur jiwa tidak terjadi benturan, pikiran dan perbuatan menjadi sejalan, keinginan pikiran dan kemauan hati menjadi setujuan. Hal inilah yang akan menimbulkan kekuatan spiritual yang bisa terwujud menjadi kekuatan aktual.

Hadirin dan hadirat sekalian yang saya hormati.

Dalam kenyataanya, memang terdapat banyak orang yang tertindas oleh nafsunya, karena nafsu bisa menjadi tiran dan bahkan bisa dijadikan sebagai tuhan, oleh orang yang diperbudaknya. Perhatikan peringatan Allah swt. Dalam firman-Nya: 

"Apakah kamu tidak melihat orang yang  menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya  petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?'' (QS.AI-Jatsiyah : 23).

Manusia, sebagaimana yang digambarkan dalam ayat tersebut, nyata-nyata dalam kesesatan yang  besar dan hidupnya tidak akan efektif, waktunya akan habis terserap hanya untuk memenuhi  keinginan nafsunya, energinya akan habis buat melayani nafsunya belaka, bahkan orang lain pun  bisa  tertindas  dan  terseret oleh kejahatannya. Na'udzu billahi min dzalik.

Oleh sebab itu, Islam perlu mencanangkan jihadun nafs. Manusia dituntut untuk berusaha dan berjuang membersihkan dirinya (jihadun nafs)  dengan sungguh-sungguh dari keinginan-keinginan nafsu yang akan memperbudaknya.

Sebagai anugerah Tuhan, nafsu tidak harus dibabat, dipasung dan dibasmi habis. Tetapi harus dikendalikan, diarahkan dan dikelola sehingga menjadi kekuatan  dan energi  positif. Dengan cara itu  keinginan yang baik bisa tersalurkan dan yang kurang baik atau bahkan tidak baik bisa dinetralkan    lalu diperbaiki.

Jihadun nafs, tidak berarti menutup diri rapat-rapat dari pergaulan dunia luar, karena khawatir nafsunya akan bergolak  dan  tak mampu mengendalikannya, tidak pula dengan memenjarakan dan memasung diri di balik dinding tebal yang memisahkan dirinya dari dunia luar, bukan demi menyusun kekuatan baru dan juga bukan hendak melakukan perlawanan,  tetapi  menyerah untuk  selama-lamanya. Apalagi sampai menyakiti dirinya, mengebiri segala keinginan, memasung segala naluri kemanusiaannya, tanpa memberi saluran sedikitpun dalam kehidupan luas yang harus dikelola dengan baik, sebagaimana mandat yang diembannya sebagi khalifatullah fil ardh. Kita harus berani   bertandang  ke gelanggang  menyandang  Islam dengan tawaran-tawaran  yang menawan. Selamat berjuang. 

Hadirin dan hadirat sekalian yang saya hormati.

Mengakhiri kultum di kesempatan kali ini, marilah kita berdoa semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan karunia serta petunjuk-Nya kepada  kita,  sehingga kita mampu mengisi hidup ini dengan nilai-nilai positif yang bermanfaat, amin. Demikianlah, terirna kasih atas perhatiannya dan  mohon  maaf  atas  kesalahan dan kurang lebihnya. Hadanallah waiyyakum ajma'in,  was salamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Oleh : Ustadz Abdullah Farouk & Ustadz MS. Ibnu Hasan
 

Kultum: Mutu Dan Nilai Hidup Seseorang

Sajadah Muslim ~ Alhamdulillahil wahidil ahad, aladzi lam yalid wa lam yuulad wa lam yakullahu kufuwwan ahad, ahmaduhu subhanahu wata’ala wa asykuruhu, allahumma sholli wa sallim wa barik ‘ala sayyidina Muhammad wa ‘ala alihi wa ash habihi wa man tabi’ahum ila yaumil qiyamah, amma ba’du.

 
Kepada yang terhormat para ulama, para pejabat pemerintah, para bapak, ibu hadirin dan hadirat yang saya muliakan.

Sebelum saya melanjutkan apa yang ingin saya sampaikan dalam kesempatan yang mulia, melalui mimbar kultum kali ini, marilah terlebih dahulu kita panjatkan puja dan puji syukur kehadirat Illahi Rabbi, yang senantiasa memberikan rahmat, taufiq dan petunjuk-Nya kepada kita sehingga pada saat ini, kita bisa berkumpul  di tempat ini, tanpa ada suatu halangan apapun.

Kemudian, semoga shalawat dan salam senantiasa dicurahkan kepada baginda Muhammad saw. Seorang Nabi yang terakhir dan termulia di antara sekalian para Nabi. Dan sebab beliau kita dapat mengetahui yang hak dan yang batil, yang halal dan yang haram, antara jalan menuju ke surga dan jalan menuju ke neraka.
Hadirin dan hadirat sekalian yang saya hormati.

Hidup dan kehidupan kita ini adalah anugerah dan karunia Illahi yang harus kita syukuri dan kita isi dengan nilai-nilai positif yang bermutu dan bernilai ibadah, sebelum ajal datang menjemput. Nilai dan mutu hidup seseorang tidaklah ditentukan oleh panjangnya umur dari tahun ke tahun yang dilaluinya, tetapi ditentukan oleh amal kebajikan yang dilakukan sepanjang hayatnya. Hari demi hari, tahun demi tahun silih berganti sepanjang rentang perjalanan waktu yang dilaluinya merupakan lembaran sejarah hidup yang harus kita abadikan dengan amal-amal bakti, kesalehan dan ketakwaan yang bernilai tinggi. Karena nilai tertinggi bagi seseorang dihadapan Tuhan adalah di dasarkan atas ketakwaanya.

Sebagaimana firman Allah : “Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu  di sisi Allah  ialah orang yang paling bertakwa diantara kamu.” (QS: Al-Hujurat: 13)

Hadirin dan hadirat sekalian yang saya hormati.

Adalah para Nabi dan Rasul serta para ulama dan orang-orang saleh telah mengisi hidup mereka dengan nilai-nilai tinggi yang bermanfaat dan dikenang  sepanjang masa.  Jasad mereka boleh hancur di dalam kubur, tetapi hasil perjuangan mereka akan terus dikenang dan dirasakan manfaatnya sepanjang kehidupan manusia. Bangunan yang megah, gedung-gedung  tinggi pencakar langit yang begitu indah dan mengagumkan akan dapat hancur berantakan hilang digoncang oleh gempa bumi yang sangat dahsyat. Tetapi Kebajikan dan amal saleh yang telah dibangun, dan ditanam oleh mereka akan tetap terus harum dan dirasakan manfaatnya serta diabadikan dalam lembaran sejarah.

Oleh karena itu, marilah kita isi hidup kita ini dengan nilai-nilai positif yang berguna dan bermanfaat, dengan semboyan hidup mulia atau mati syahid. Berjihad  dan berjuang  menegakkan kebenaran agama Allah. Seorang penyair menyatakan:

"Bangkitlah engkau untuk membela dan memperjuangkan pendirian (kebenaran). Sesungguhnya hidup ini adalah, menegakkan akidah dan perjuangan."

Hadirin dan hadirat sekalian yang saya hormati.

Mengakhiri kultum di kesempatan kali ini, marilah kita berdo'a semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan karunia serta petunjuk-Nya kepada kita, sehingga kita mampu mengisi hidup ini dengan nilai-nilai positif yang bermanfaat, amin. Demikianlah, kurang lebihnya mohon  maaf. Billahi  taufiq wal hidayah, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Oleh Ustadz Abdullah Farouk & Ustadz MS. Ibnu Hasan
 

Perihal Tentang Perkawinan Dalam Islam

Sajadah Muslim ~ Perkawinan (Nikah) menurut bahasa artinya adalah menghimpun dan mengumpulkan. Seperti orang berkata : Pohon­-pohon itu bergoyang-goyang dan berhimpun satu sama lain.

Sedang menurut arti istilah adalah suatu akad yang isinya memperbolehkan masing-masing  dari dua sejoli untuk saling menikmati sesamanya, dengan cara yang diizinkan oleh agama. Disebut demikian,  karena ia mengumpulkan (menghimpun) dua orang menjadi satu.


Dalam agama Islam telah disyariatkan, baik dari Al Qur'an atau  Hadits yang menganjurkan kaum muslimin yang punya kesanggupan dan kemauan agar menikah. Namun demikian, seperti dikemukakan pada ahli hukum Islam (fuqaha). Dimana melakukan pernikahan itu tampaknya bisa menjadi wajib dan sunah disamping bisa menjadi mubah, makruh dan bahkan bisa haram sesuai kondisi orang yang akan melakukannya di samping memperhatikan tujuan dari perkawinan itu sendiri.

Bagi orang yang punya keinginan (nafsu) untuk kawin, juga mempunyai kemampuan untuk melakukannya, maka ia wajib menikah jika ia  sendiri merasa khawatir akan berbuat dosa, terutama zina jika ia tidak menikah. Dan hukum nikah menjadi sunah bagi orang yang telah mempunyai kemampuan dan kemauan untuk  itu  tetapi  tidak dikhawatirkan akan berbuat zina sekiranya ia tidak kawin.

Adapun perkawinan yang hukumnya haram ialah, perkawinan yang  dilakukan oleh orang yang tidak mempunyai keinginan dan tidak mempunyai kemampuan untuk melakukan serta tidak    bertanggung jawab untuk menunaikan kewajiban­kewajibannya dalam berumah tangga.   Perkawinan yang demikian akan  membuat kehidupan rumah   tangganya  menjadi  terlantar  dan menyalahi  tujuan mulai    dari  pensyariatan nikah itu sendiri.

Termasuk ke dalam  nikah yang diharamkan ialah, perkawinan yang  dilakukan dengan maksud akan menganiaya seseorang, seperti mengawini seorang  wanita dengan tujuan hanya  agar  si wanita  itu tidak dapat  menikah  dengan  lelaki lain.

Adapun bagi orang  yang  mempunyai  kemampuan untuk menikah tetapi ia sanggup menahan diri dari perbuatan dosa s*ksual terutama jika ia tidak melakukan nikah, maka hukumnya menjadi makruh sekiranya ia tidak  mempunyai keinginan yang kuat untuk dapat memenuhi  kewajiban dengan  baik sebagai suami atau  istri.

Dan hukum perkawinan menjadi mubah bagi orang yang mempunyai kemampuan untuk melakukannya, tetapi  jika tidak melakukan ia tidak khawatir akan berbuat zina dan apabila melakukannya  juga ia tidak akan menterlantarkan istrinya.

Jika tentang masalah perkawinan ini diperhatikan, maka akan tahu bahwa perkawinan itu bukan sekedar  pelampiasan nafsu b*rahi antara dua orang yang berlainan jenis dengan sah. Namun banyak hal-hal  yang harus diketahui  dalam  masalah  ini, terutama dalam kehidupan rumah tangga. Dimana seolah berlangsungnya perkawinan, masing-masing antara suami-istri mempunyai hak dalam aturan hidup berumah tangga. Disamping ada Iarangan yang  harus dijauhi dan ada perintah  yang harus dilaksanakan.

Oleh Ustadz Labib Mz
 

Hukum Bersenggama Saat Beribadah Haji

Sajadah Muslim ~ Bagaimana hukumnya jika suami menyet*(u)buhi istri saat beribadah haji ??


Jawabannya ialah :

Dalam hal ini ada hadist yang bersumber dari ‘Usman bin ‘Affan ra, bahwa ia berkata : “Rasulullah saw bersabda: “Orang yang sedang ihram tidak boleh menikah dan tidak boleh dinikahkan serta tidak boleh melamar”. (HR. Jama’ah kecuali Bukhari).

Ulama Jumhur berpendapat, bahwa suami harus menyembelih seekor unta, begitu juga istri. Namun, jika istri dipaksa oleh suaminya, maka unta yang disembelih istri itu merupakan tanggungan suami.

Dalam Kitab Al Muwaththa’ telah disebutkan, bahwa Ibnu ‘Abbas ra pernah ditanya tentang seorang laki-laki yang menyet*(u)buhi istrinya ketika di Mina. Maka dia diperintahkan agar menyembelih seekor unta yang gemuk.

Walhasil, berdasarkan alasan-alasan diatas, maka suami yang menyet*(u)buhi istrinya dikala menjalani ibadah haji dikenakan denda, tanpa mengulangi hajinya diwaktu yang akan datang.

Oleh Ustadz Labib Mz
 

Khutbah Jumat: Keutamaan Berdoa

Sajadah Muslim ~ Alhamdulillah wa syukrulillah wa sholatu wa sallamu‘ala rasulillah sayyidina wamaulana Muhammadin wa ‘ala alihi wa shahbihi wa mawwalah, amma ba’dah.


Kaum Muslimin Sidang Jum'at Yang Berbahagia

Puji dan syukur pertama-tama kita persembahkan kehadirat Allah SWT, Tuhan yang senantiasa mengabulkan doa hambanya yang amat kritis.

Shalawat dan salam kepada Nabi besar Muhammad SAW serta kepada sekalian sahabat dan keluarganya dan semua umatnya yang mengikutinya dengan baik sampai dipadang mahsyar.

Kemudian dari pada itu marilah kita meningkatkan iman dan takwa kita kepada Allah SWT demi keselamatan dan kebahagiaan kita di dunia dan akhirat.

Kaum Muslimin Sidang Jum 'at Yang Berbahagia

Doa adalah permohonan, permintaan dan harapan hamba yang ditujukan kepada Allah SWT yang maha pemurah. Doa adalah amat penting karena doa itu hakekatnya adalah pengakuan bahwa diri kita lemah dan juga dalam doa itu kita mengakui bahwa Allah itu maha kuat maha pemurah dan semua sifat-sifat kesempurnaan. Itulah sebabnya Nabi Muhammad SAW dalam sebuah hadist diriwayatkan oleh Musannif bin Abisyaebah bersabda : 

“Doa itu adalah intinya ibadah”.

Bila  hadist  ini  diterjemahkan secara harfiah  adalah doa  itu otaknya ibadah. Bahkan shalat sebagai tiang agama Islam atau ibadah yang terpenting dalam agama Islam, artinya adalah doa. Doa itu diperintahkan oleh Allah SWT kepada kita sekalian dan Allah menjamin  bahwa doa dan permintaan kita akan dikabulkan. Dalam surat Ghafir ayat 60 Allah SWT berfirman: 

“Berdoalah kepadaku niscaya saya akan kabulkan kepada kamu sekalian”.

Para ulama berkata bahwa semua doa yang disampaikan kepada Allah pasti diterima, hanya ada yang segera, ada yang jangka menengah dan ada juga yang nanti diberikan oleh Allah kepada hambanya dihari kemudian seperti kita memohon surga maka memang nanti dihari kemudiaan baru diberikan.

Pada hakekatnya doa itu membuat jiwa  kita menjadi  kuat, optimis dan tidak akan frustasi. Doa juga adalah energi, sugesti dan kekuatan rohani yang dibutuhkan dalam hidup kita.

Di dalam sebuah Hadits Rasullah SAW bersabda: 

“Doa itu adalah senjata orang mukmin dan liang agama serta cahaya langit dan bumi”.

Kaum Muslimin sidang Jum'at Yang berbahagia

Manusia adalah makhluk yang menghadapi banyak problem, urusan dan kesulitan, karena itu doa amat kita butuhkan dalam mengatasi kesulitan dan mencapai cita-cita kita. 

Sebagai senjata orang mukmin kita dapat mempergunakannya kapan dan dimana saja, sebagai tiang agama tidak boleh ditinggalkan. Doa juga adalah cahaya langit dan bumi karena memperhubungkan kita dengan Allah SWT, itulah sebabnya dalam berdoa hendaknya kita memakai doa-doa yang mu’tabar, dan lebih afdhal lagi doa itu terpilih dari ayat-ayat suci Al Quran. Dalam Al Quran banyak ditemukan doa dari Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul Allah SWT. Seperti doa Nabi Muhammad SAW doa yang paling banyak beliau pakai adalah yang terdapat pada surat Al Baqarah ayat 201 :

“Ya Tuhan kami berikanlah kepada kami semua kebahagiaan di dunia dan semua kebaikan di akhirat dan jauhkanlah kami dari api neraka”.

Kaum Muslimin Sidang Jum'at Yang Berbabagia

Bila ada seorang hamba yang tidak berdoa atau malas berdoa ia akan dimurkai oleh Allah SWT dalam sebuah Hadits  diriwayatkan oleh Tarmizi Rasullah SAW bersabda:

“Barang siapa yang tidak pernah berdoa kepada Allah SWT, Allah murka kepadanya”.

Tentu kita ingin mengetahui mengapa di murkai oleh Allah SWT?  alasannya  adalah  karena  orang yang tidak   berdoa   ia menganggap dirinya kuat, mampu, kaya dan ia mengangggap bahwa Allah itu lemah, kikir, tidak berkuasa. Dalam membahas doa ini juga kita mengetahui bahwa dalam berdoa itu ada waktu-waktu yang amat makbul  bila  kita  berdoa  didalamnya.  Adapun  waktu-waktu  yang makbul  adalah  malam  Lailatul  Qadri pada  Bulan  Ramadhan, hari Arafah,  malam Jum'at dan hari Jum'at, dua  pertiga malam,  fajar sebelum  subuh  sesudah shalat  lima waktu   dan waktu-waktu lain yang ditentukan oleh Rasulullah SAW.

Kaum Muslimin Sidang Jum'at Yang Berbahagia

Dalam berdoa ini ada juga yang disebut tempat yang makbul. Walaupun ada Hadits Nabi Muhammad SAW  bahwa  seluruh  muka bumi  adalah  masjid atau tempat  shalat bagi beliau,  yang berarti semua tempat makbul untuk berdoa.  Akan tetapi  berdasarkan Hadits-Hadits beliau maka  tempat-tempat yang makbul, atau amat makbul yaitu di Makkatul Mukarromah seperti Multazam, di bawah pancuran,  dalam Masjidil haram, di  Zam-Zam, Shofa  dan  Marwah, Arafah.  Menurut para  ulama, disekitar Ka'bah ada 15 tempat yang makbul.  Sedang  di Madinah adalah  di  dalam  Masjid  Nabawi dan lebih khusus lagi  di Raudhah  yaitu  antara  Mimbar  dan  Makam  Nabi  Muhammad  SAW. Juga  di dalam membahas doa ini ada juga  yang  disebut keadaan yang makbul.  Adapun  situasi atau keadaan  dimana  doa amat makbul  adalah pada  saat  sujud  terakhir,   sesudah  khatam  Al Qur'an, dan  pada  saat minum air zam-zam, pada saat  kita  hadir  di   Ka'bah,  pada  saat berkumpulnya umat Islam, di  majelis  dzikir,  dan  keadaan  lain  yang ada Haditsnya  dari Rasulullah  SAW.

Kaum Muslimin Sidang Jum'at Yang Berbahagia

Dalam masalah doa ada  yang   disebut   orang   yang   makbul doanya.  Adapun  orang  yang  makbul  doanya  adalah  orang  yang  tidak ada  lagi  yang  menolongnya,  orang  yang  madhlum  atau  orang  yang teraniaya,  pemimpin  yang adil, orang yang shaleh,  anak shaleh,  orang­ orang yang musafir.

Begitu juga  dalam  uraian tentang doa ini ada nama-nama Allah yang  disebut  ISMUL AZAM  atau  nama  Allah  yang  agung.  Menurut para  ulama  semua  Asmaul  Husnah  yang jumlahnya 99 itu  amat  baik dipakai  berdoa.  Tetapi  nama  Allah  yang  paling  utama  adalah  Allah, Rahman,  Rahiim, AI   Hayyul   Qayyum, Lathiif  dan  Dzul  Jalali  wal Ikraam. 

Kaum Muslimin Sidang Jum'at Yang Berbahagia

Adab-adab berdoa ini juga amat penting oleh karena bila tidak dipenuhi, doa kita tidak akan diterima oleh Allah SWT, antara lain: makanan dan minuman kita hendaknya yang halal, pakaian dan badan kita dalam keadaan suci atau thaharah, dalam berdoa didahului oleh shalat, puji-pujian kepada Allah dan shalawat kepada Nabi, doa kita lebih makbul  bila kita dalam  keadaan berwudhu, menghadap kiblat, mengangkat kedua tangan, khusyu dan sebagainya.
Pada bagian akhir khutbah ini masih ada beberapa hal yang penting untuk kita  ketahui  berdasarkan  Hadits-Hadits Nabi SAW. Dalam sebuah Hadits beliau bersabda: 

"Tidak ada yang dapat menolak takdir melainkan doa dan tidak ada yang menambah umur melainkan amal shaleh".

Umur seseorang itu adalah takdir Allah. Akan tetapi melalui doa umur  seseorang bisa  diperpanjang, dan kalau ini terjadi, maka berarti bahwa yang menyebar takdir adalah Allah sendiri.  Dalam sebuah doa Nabi yang disebut doa Nurun Nubuwwah beliau sendiri pemah meminta agar usianya di tambah, diberi kesehatan dan agar hajatnya diberikan oleh Allah. Tetapi mohon perpanjangan umur hendaklah  dengan  niat  untuk  taat,  beribadah doa  berdzikir kepada Allah SWT.

Dalam Hadits tadi juga disebutkan bahwa tidak ada yang dapat menambah  umur  melainkan  amal kebaikan. Maksudnya dengan banyak berbuat amal kebaikan beramal shaleh, maka umur kita menjadi berkah dan bermakna. Tetapi juga memang masuk akal bahwa bila kita banyak berbuat amal shaleh, maka orang yang kita  tolong akan mendoakan kita Insya Allah akan diterima oleh Allah yang maha pemurah. Apatah lagi bila yang kita tolong adalah orang-orang fakir miskin, dan teraniaya. Begitu juga silaturrahmi adalah amal yang amat di senangi oleh Allah SWT. 

Marilah kita sekalian rajin beribadah, rajin berdoa disertai kerja keras Insya Allah doa kita akan terkabul. Amin ya Rabbal 'Alamin.

Penutup

Oleh Drs. KH. Marwan Aidid
 

Hukum Wanita Pergi Haji Tanpa Izin Suami

Sajadah Muslim ~ Ada sebuah pertanyaan yang sering dilontarkan oleh para calon jamaah haji, Bolehkah wanita berhaji tanpa izin suami ?


Jawabannya ialah :

Bila haji itu wajib baginya, yakni haji yang pertama kali. Suami tidak berhak untuk tidak memberi izin atau melarang istrinya berhaji. Namun bila haji itu sunnah baginya, maka sang suami berhak untuk   tidak  memberi izin atau melarang istrinya berhaji.

Jadi, dalam masalah wajib, tidak seorangpun yang berhak menghalanginya. Sebagaimana suami tidak berhak melarang istrinya shalat fardhu. Dimana pada dasarnya, manusia tidak boleh taat kepada makhluk yang mengajak berbuat maksiat kepada Allah SWT.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah saw bersabda : "Janganlah sekali-kali laki-laki berkhalwat dengan seorang wanita tanpa disertai mahramnya dan janganlah wanita bepergian kecuali bersama mahramnya". Lalu ada seorang laki-Iaki berdiri dan berkata : "Wahai Rasulullah sesungguhnya istriku akan pergi haji, dan sesungguhnya aku sudah menetapkan untuk ikut dalam peperangan ini dan ini". Beliau bersabda : "Pergilah dan tunaikanlah haji bersama istrimu". (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits ini menyatakan, bahwa suami tidak berhak melarang atau menghalangi istri pergi haji dalam  rangka memenuhi kewajiban untuk berbakti kepada Allah.

Oleh Ustadz Labib Mz
 

Khutbah Jumat: Amar Ma’ruf Nahi Munkar

Sajadah Muslim ~ Alhamdulillahil wahidil ahad, aladzi lam yalid wa lam yuulad wa lam yakullahu kufuwwan ahad, ahmaduhu subhanahu wata’ala wa asykuruhu, allahumma sholli wa sallim wa barik ‘ala sayyidina Muhammad wa ‘ala alihi wa ash habihi wa man tabi’ahum ila yaumil qiyamah, amma ba’du.

 
Kaum Muslimin Sidang Jum'at Yang Berbabagia

Puji dan syukur pertama-tama kita persembahkan kehadirat Allah SWT yang senantiasa meneguhkan kedudukan ummat Islam dimuka bumi karena mereka menegakan shalat mengeluarkan zakat memerintahkan yang baik dan mencegah yang munkar.

Kemudian kita  susul  dengan  shalawat  dan  salam  kepada  Nabi besar kita Muhammad  SAW yang telah memberikan  contoh  yang baik dalam mengerjakan kebajikan dan mencegah kemungkaran. Kemudian dari pada itu mari  kita  tingkatkan taqwa kepada Allah SWT  demi untuk  keselamatan kita di dunia dan di akhirat, dan mudah-mudahan kita  tidak mati sebelum  menjadi Muslim yang taat dan patuh kepada Allah SWT.

Marilah kita meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT, sebagai bekal untuk memperoleh kebahagiaan yang abadi dan kebaikan yang hakiki. 

Ada dua kata yang perlu kita ketahui sebelum khutbah kita berlanjut, yaitu kata ma'ruf  dan  munkar. Secara sederhana dapat diketahui bahwa yang ma'ruf itu artinya yang sudah diketahui kebaikannya, dan munkar artinya yang harus ditolak karena keburukannya. Tetapi secara syariat bahwa yang  dimaksud ma'ruf adalah yang sesuai dengan kitab suci Al-Qur'an dan cocok dengan akal. Sedangkan yang munkar adalah yang bertentangan dengan Al-Qur'an dan akal.

Kaum Muslimin Sidang Jum'at Yang Berbahagia

Ayat yang paling tegas memuat perintah amar ma'ruf nahi munkar adalah ayat 104 dari surat Ali Imran yaitu:

"Dan hendaklah ada diantara kamu sekalian satu jamaah (kelompok) yang menyeru kepada kebajikan, memerintahkan yang ma'ruf dan mencegah kemungkaran dan mereka itulah orang-orang yang beruntung".

Menurut para ulama huruf lam yang terletak diawal ayat ini adalah lam amr atau lam perintah. Dan apabila perintah, maka hukumnya  wajib.  Jadi  wajib  ada  satu jamaah  ummat  Islam  yang bertugas mengajak kepada kebajikan memerintahkan yang ma'ruf dan melarang kemungkaran mereka itu pasti beruntung  di dunia dan di akhirat.

Sesungguhnya ayat inilah yang menjadi rujukan dakwah Islamiyah. Bila kita pelajari buku-buku dakwah Islamiyah maka definisi dakwah adalah:

"Dakwah ialah mengajak manusia kepada kebajikan memerintahkan kepada yang ma'ruf dan melarang dari kemungkaran agar mereka berbahagia di dunia dan di akhirat”.

Jadi hakekat dakwah Islamiyah adalah amar ma'ruf nahi munkar.

Kaum Muslimin Sidang Jum'at Yang Berbahagia

Amar ma'ruf nahi munkar adalah amal yang amat dicintai oleh Rasulullah SAW dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Said dari Qatadah, ketika beliau masih di Makkah pernah didatangi oleh seseorang yang langsung bertanya kepada Nabi Muhammad Saw apakah engkau yang menganggap dirimu sebagai Rasul Allah? Nabi menjawab Ya!  orang  itu  bertanya  lagi : amal apakah yang paling dicintai oleh Allah? Nabi menjawab: beriman kepada Allah. Orang itu bertanya lagi kemudian apa lagi? Nabi menjawab: silaturrahmi. Orang itu bertanya lagi lalu apa? Nabi menjawab : Amal ma'ruf nahi munkar.

Amar ma'ruf nahi munkar wajib kita lakukan bila tidak maka Allah  akan  menyiksa  kita  walau  kita  berdoa tetap  tidak  diterima. Dalam sebuah Hadits Rasulullah yang diriwayatkan oleh Huzaifah beliau bersabda:

"Demi Allah yang nyawaku dalam tanganNya kamu harus amar ma 'ruf dan nahi munkar atau (bila tidak) Allah SWT akan memberikan siksaan dari sisiNya kepada kamu kemudian pasti kamu akan berdoa maka Allah SWT tidak menerima doa kamu''.

Hadits ini bernada ancaman, bahwa bila kita tidak amar ma'ruf nahi munkar kita akan di azab oleh Allah SWT dan doa kita tidak akan terkabul. 

Kaum Muslimin Sidang Jum'at Yang Berbahagia

Dalam surat Al hajj ayat 41 Allah SWT memberikan gambaran atau profil ummat Islam bila diberikan kesempatan untuk hidup disuatu belahan bumi dengan firman-Nya :

"Orang-orang yang  apabila kami teguhkan kedudukannya di muka bumi  mereka menegakkan shalat  mengeluarkan zakat serta amar ma'ruf nahi munkar".

Ayat ini lahirnya menggembirakan kita karena kedudukan kita diperkuat. Tetapi tersirat juga didalam ayat ini bahwa bila kita tidak menegakan shalat dan mengeluarkan zakat serta melaksanakan amar ma'ruf nahi munkar maka kita akan diazab oleh Allah SWT.

Kaum Muslimin Sidang Jum'at Yang Berbahagia

Umat Islam adalah umat yang terakhir di bangkitkan oleh Allah SWT, karena itu maka jarak atau periode risalah Rasulullah SAW adalah sampai hari kiamat, ruang lingkup dakwahnya global, universal mencakup seluruh ummat manusia, itulah sebabnya Allah menyebut  umat  Islam sebagai umat  yang terbaik. Dalam surat Ali Imran ayat 110 Allah SWT berfirman :

"Kamu sekalian ummat yang  terbaik yang dikeluarkan di tengah­tengah manusia karena kamu amar ma'ruf nahi munkar dan beriman kepada Allah SWT".

Amar ma'ruf mencakup iman, ibadah, ilmu dan akhlak. Bahkan semua  yang baik sejalan dengan Al-Qur'an sesuai dengan akal. Begitu pula mungkar adalah mencakup kufur, syirik, khamar, narkoba, judi, zina dan semua yang bertentangan dengan Al Qur'an dan akal manusia.

Kata sebagian orang bahwa kita  umat Islam telah cukup banyak melakukan amar ma'ruf.

Contoh:

Rumah sakit  Islam, masjid, madrasah, pondok  pesantren, rukun-rukun Islam  telah mendapatkan porsi perhatian kita, akan tetapi  nahi  munkar belum  banyak  kita  perhatikan.  Ternyata  disekitar  kita masih banyak sekali kemungkaran mulai dari perjudian, miras, prostitusi, korupsi, penipuan  masih merajalela. Oleh karena itu pada bagian akhir dari khutbah ini akan kami titik beratkan pada   nahi  munkar, bagaimana ancaman Allah dan Rasulnya bila kemungkaran terus berlanjut.

Dalam AI-Qur'an surat Al Maidah ayat 78 Allah menegaskan bahwa orang-orang kafir dari bani Israil  dilaknat dan dikutuk oleh Allah sesuai lisan Daud dan Isa bin Maryam yang demikian itu karena mereka durhaka dan melampaui  batas.

Pada ayat 79 Allah SWT berfirman:

"Adalah mereka itu tidak saling melarang kemungkaran yang mereka lakukan sungguh buruk apa yang telah mereka lakukan".

Dari kedua ayat tersebut kita dapat mengetahui bahwa orang­orang kafir Bani Israil itu dilaknat   oleh Allah SWT karena mereka tidak melakukan nahi munkar, olehnya ayat tersebut dicantumkan   oleh Allah SWT dalam Al Qur'an sebagai pelajaran bagi kita umat Islam, bahwa  kita  tidak  tegas  melarang kemungkaran, adanya itu kita pun akan dilaknat, dikutuk dan disiksa oleh Allah SWT.  Dalam  sebuah Hadits  yang  diriwayatkan dari Ibnu Abbas, Rasulullah SAW pernah ditanya: 

"Apakah suatu negeri bisa dihancurkan oleh Allah padahal banyak yang shaleh? Nabi menjawab:  Ya, lalu beliau ditanya: Apakah sebabnya ya Rasulullah? Beliau menjawab: karena mereka diam saja dan membiarkan kedurhakaan kepada Allah SWT".

Kaum Muslimin Sidang Jum'at Yang Berbabagia

Dalam konteks inilah gempa dan Tsunami yang terjadi di Aceh dan Sumatra Utara pada tanggal 26 Desember 2004 dikaitkan musibah tersebut terjadi bukan karena mereka kufur dan musyrik, tetapi karena akhlak yang rusak seperti pertumpahan darah, dendam, korupsi dsb.

Tetapi juga mengandung hikmah, bahkan Bangsa Indonesia tambah bersatu, utuh dan Aceh bertaubat Nasuha, memperbaiki diri dan bangkit kembali dengan ridha Allah swt. Amin..

PENUTUP

Oleh Drs. KH. Marwan Aidid
 

Wanita Enggan Mengeluarkan Zakat Perhiasan

Sajadah Muslim ~ Apakah wanita yang punya perhiasan itu wajib mengeluarkan zakat ?


Jawabannya ialah :

Pada awal permulaan Islam, perhiasan dari emas dan perak diharamkan bagi para wanita, dari itu harus dikeluarkan zakat. Namun kemudian perhiasan emas dan perak diperbolehkan. Dari itu, zakat harus dikeluarkan pada perhiasan yang berlebih dan yang disimpan.

Dalam hal ini ada sebuah hadits yang bersumber dari Amr bin Syu'aib, dari ayahnya, dari kakeknya, bahwasanya ada dua orang wanita datang kepada Nabi saw dan ditangannya ada gelang dari emas, lalu beliau bertanya kepada kedua wanita itu. "Apakah kamu berdua sudah mengeluarkan zakat perhiasan ini?" Wanita itu menjawab: “Tidak". Beliau bersabda : "Apakah kamu suka jika Allah menciptakan gelang bagimu dari api neraka pada hari kiamat". (HR. Abu Daud, Tirmidzi  dan Nasa'i)         
                                          
Walhasil, dengan beralasan hadits diatas, maka bagi wanita yang tidak mengeluarkan zakat perhiasannya akan mendapat dosa. Dari itu, wanita muslimah hendaknya memperhatikan zakat perhiasannya. Hal tersebut lebih baik demi mendekatkan diri kepada Allah dan sebagai jalan menuju ketaqwaan di sisi-Nya.

Oleh Ustadz Labib Mz
 
Back To Top