Tata Cara Sholat Dhuha Lengkap: Niat, Bacaan, Doa, dan Keutamaannya
Sholat Dhuha merupakan salah satu sholat sunnah yang dianjurkan bagi umat Islam. Sholat ini dikerjakan pada waktu pagi hari setelah matahari terbit hingga menjelang waktu Dzuhur. Selain menjadi bentuk ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, sholat Dhuha juga menjadi kesempatan untuk memperbanyak doa dan memohon keberkahan dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Bagi Anda yang ingin melaksanakan ibadah ini, penting untuk mengetahui tata cara sholat Dhuha yang benar, mulai dari niat, jumlah rakaat, bacaan sholat, hingga doa setelah sholat Dhuha.
Artikel ini membahas panduan sholat Dhuha lengkap untuk pemula agar lebih mudah dipahami dan diamalkan.
Pengertian Sholat Dhuha
Sholat Dhuha adalah sholat sunnah yang dikerjakan pada waktu Dhuha, yaitu ketika matahari telah naik setelah terbit hingga menjelang matahari tergelincir ke arah barat atau sebelum masuk waktu Dzuhur.
Sholat ini termasuk ibadah sunnah yang memiliki banyak keutamaan. Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk melaksanakan berbagai amalan sunnah, termasuk sholat Dhuha.
Sholat Dhuha dapat dikerjakan sendiri dengan jumlah rakaat minimal dua rakaat. Pelaksanaannya dilakukan seperti sholat sunnah pada umumnya, dengan niat, takbiratul ihram, membaca surah Al-Fatihah, rukuk, sujud, hingga salam.
Waktu Pelaksanaan Sholat Dhuha
Waktu sholat Dhuha dimulai setelah matahari terbit dan naik beberapa derajat, yaitu sekitar 15–20 menit setelah waktu terbit matahari. Waktu pelaksanaannya berakhir menjelang masuk waktu Dzuhur.
Waktu yang dianggap utama untuk mengerjakan sholat Dhuha adalah ketika matahari sudah terasa panas, sebagaimana dijelaskan dalam hadis tentang sholatnya orang-orang yang kembali kepada Allah.
Sebagai gambaran, jika matahari terbit pukul 06.00, sholat Dhuha dapat mulai dikerjakan sekitar pukul 06.15–06.20. Waktu pastinya perlu disesuaikan dengan jadwal matahari terbit di daerah masing-masing.
Hindari mengerjakan sholat pada waktu-waktu yang dilarang, termasuk ketika matahari baru terbit sebelum naik, saat matahari tepat di tengah langit menjelang Dzuhur, dan ketika matahari sedang terbenam.
Jumlah Rakaat Sholat Dhuha
Sholat Dhuha dapat dikerjakan minimal dua rakaat. Sholat ini juga bisa dikerjakan empat, enam, delapan, atau lebih rakaat sesuai kemampuan dan tuntunan yang diikuti.
Berikut gambaran jumlah rakaat sholat Dhuha:
- 2 rakaat: pilihan paling sederhana untuk memulai.
- 4 rakaat: dapat dikerjakan dalam dua kali salam.
- 6 rakaat: dikerjakan sesuai kemampuan, biasanya dua rakaat setiap salam.
- 8 rakaat: salah satu jumlah rakaat yang dikenal dalam riwayat pelaksanaan sholat Dhuha oleh Rasulullah SAW.
Untuk praktik yang mudah, kerjakan dua rakaat terlebih dahulu. Jika ingin menambah rakaat, Anda dapat mengerjakannya dua rakaat demi dua rakaat dengan salam pada setiap dua rakaat.
Niat Sholat Dhuha
Niat sholat Dhuha dilakukan di dalam hati ketika hendak memulai sholat. Melafalkan niat bukan syarat sah sholat, tetapi sebagian orang melafalkannya untuk membantu menghadirkan niat.
Berikut lafaz niat sholat Dhuha yang umum digunakan.
Tulisan Arab:
أُصَلِّي سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Ushallii sunnatadh-dhuhaa rak'ataini lillaahi ta'aalaa.
Artinya:
"Aku niat sholat sunnah Dhuha dua rakaat karena Allah Ta'ala."
Niat tersebut dapat digunakan ketika hendak mengerjakan sholat Dhuha dua rakaat. Jika mengerjakan lebih banyak rakaat, niatkan dalam hati untuk melaksanakan sholat sunnah Dhuha karena Allah SWT.
Tata Cara Sholat Dhuha Lengkap
Tata cara sholat Dhuha pada dasarnya sama seperti sholat sunnah dua rakaat lainnya. Berikut langkah-langkah sholat Dhuha yang bisa diikuti oleh pemula.
Langkah 1: Membaca Niat Sholat Dhuha
Berdirilah menghadap kiblat dengan tubuh yang tenang. Hadirkan niat di dalam hati untuk melaksanakan sholat sunnah Dhuha dua rakaat karena Allah SWT.
Langkah 2: Takbiratul Ihram
Angkat kedua tangan sesuai tuntunan sholat, lalu ucapkan:
اللّٰهُ أَكْبَرُ
Latin: Allaahu akbar.
Artinya: Allah Mahabesar.
Setelah takbiratul ihram, letakkan tangan sesuai tuntunan yang biasa Anda ikuti dan mulailah membaca doa iftitah jika mengamalkannya.
Langkah 3: Membaca Doa Iftitah
Doa iftitah dibaca setelah takbiratul ihram dan sebelum membaca surah Al-Fatihah. Hukum membacanya adalah sunnah, bukan rukun sholat.
Salah satu doa iftitah yang umum dibaca adalah:
اللّٰهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللّٰهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا
Latin:
Allaahu akbaru kabiiraa, walhamdu lillaahi katsiiraa, wa subhaanallaahi bukratan wa ashiilaa.
Artinya:
"Allah Mahabesar dengan sebesar-besarnya, segala puji bagi Allah sebanyak-banyaknya, dan Mahasuci Allah pada waktu pagi dan petang."
Doa iftitah memiliki beberapa versi yang diriwayatkan. Anda dapat membaca salah satu doa iftitah yang sahih dan biasa diamalkan.
Langkah 4: Membaca Surah Al-Fatihah
Bacalah surah Al-Fatihah setelah doa iftitah. Surah Al-Fatihah merupakan bacaan pokok dalam setiap rakaat sholat.
Setelah selesai membaca Al-Fatihah, Anda dapat membaca surah pendek dari Al-Qur'an.
Langkah 5: Membaca Surah Pendek
Setelah Al-Fatihah, bacalah surah pendek yang dihafal. Tidak ada surah tertentu yang wajib dibaca dalam sholat Dhuha.
Beberapa surah yang dapat dibaca antara lain:
- Surah Asy-Syams.
- Surah Ad-Dhuha.
- Surah Al-Ikhlas.
- Surah Al-Kafirun.
- Surah pendek lainnya yang dihafal.
Membaca surah Ad-Dhuha atau Asy-Syams diperbolehkan, tetapi keduanya tidak wajib dan bukan syarat sah sholat Dhuha.
Langkah 6: Rukuk
Setelah membaca surah, lakukan rukuk dengan membungkukkan badan dan meletakkan kedua tangan pada lutut.
Bacaan rukuk yang umum dibaca sebanyak tiga kali:
سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ وَبِحَمْدِهِ
Latin:
Subhaana rabbiyal 'azhiimi wa bihamdih.
Artinya:
"Mahasuci Tuhanku Yang Mahaagung dan dengan memuji-Nya."
Langkah 7: Iktidal
Bangkit dari rukuk menuju posisi berdiri tegak sambil membaca:
سَمِعَ اللّٰهُ لِمَنْ حَمِدَهُ
Latin:
Sami'allaahu liman hamidah.
Artinya:
"Allah mendengar orang yang memuji-Nya."
Setelah berdiri tegak, bacalah:
رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ
Latin:
Rabbanaa wa lakal hamd.
Artinya:
"Ya Tuhan kami, bagi-Mu segala puji."
Langkah 8: Sujud Pertama
Turunlah untuk melakukan sujud dengan meletakkan anggota sujud pada tempatnya sesuai tuntunan sholat.
Bacaan sujud yang umum dibaca sebanyak tiga kali:
سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ
Latin:
Subhaana rabbiyal a'laa wa bihamdih.
Artinya:
"Mahasuci Tuhanku Yang Mahatinggi dan dengan memuji-Nya."
Langkah 9: Duduk di Antara Dua Sujud
Bangkit dari sujud pertama dan duduk dengan tenang. Salah satu bacaan yang dapat dibaca adalah:
رَبِّ اغْفِرْ لِي، وَارْحَمْنِي، وَاهْدِنِي، وَعَافِنِي، وَارْزُقْنِي
Latin:
Rabbighfir lii, warhamnii, wahdinii, wa 'aafinii, warzuqnii.
Artinya:
"Ya Tuhanku, ampunilah aku, rahmatilah aku, berilah aku petunjuk, sehatkanlah aku, dan berilah aku rezeki."
Langkah 10: Sujud Kedua
Lakukan sujud kedua sebagaimana sujud pertama. Bacalah tasbih sujud yang sama, lalu bangkit untuk melanjutkan rakaat kedua.
Dengan demikian, rangkaian rakaat pertama telah selesai.
Langkah 11: Melaksanakan Rakaat Kedua
Berdirilah untuk rakaat kedua. Bacalah surah Al-Fatihah, kemudian surah pendek yang dihafal.
Setelah itu, lakukan rukuk, iktidal, sujud pertama, duduk di antara dua sujud, dan sujud kedua seperti pada rakaat pertama.
Langkah 12: Tasyahud Akhir
Setelah sujud kedua pada rakaat kedua, duduklah untuk membaca tasyahud akhir.
Bacaan tasyahud akhir yang umum diajarkan dimulai dengan:
التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلّٰهِ
Latin:
Attahiyyaatul mubaarakaatush-shalawaatuth-thayyibaatu lillaah.
Artinya:
"Segala penghormatan, keberkahan, sholat, dan kebaikan adalah milik Allah."
Lanjutkan dengan bacaan tasyahud dan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW sesuai lafaz yang dipelajari.
Langkah 13: Salam
Akhiri sholat dengan mengucapkan salam sambil menoleh ke kanan, kemudian ke kiri.
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّٰهِ
Latin:
Assalaamu 'alaikum wa rahmatullaah.
Artinya:
"Semoga keselamatan dan rahmat Allah tercurah kepada kalian."
Setelah salam, berarti sholat Dhuha dua rakaat telah selesai.
Jika ingin mengerjakan empat rakaat atau lebih, lanjutkan dengan dua rakaat berikutnya dan akhiri masing-masing dua rakaat dengan salam.
Doa Setelah Sholat Dhuha
Setelah menyelesaikan sholat Dhuha, Anda dianjurkan untuk berzikir dan berdoa kepada Allah SWT. Anda dapat memohon ampunan, kesehatan, kemudahan urusan, serta rezeki yang halal dan berkah.
Salah satu doa yang populer dibaca setelah sholat Dhuha adalah sebagai berikut.
Tulisan Arab:
اللّٰهُمَّ إِنَّ الضُّحَاءَ ضُحَاؤُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاؤُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ
اللّٰهُمَّ إِنْ كَانَ رِزْقِي فِي السَّمَاءِ فَأَنْزِلْهُ، وَإِنْ كَانَ فِي الْأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ، وَإِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ، وَإِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ، وَإِنْ كَانَ بَعِيدًا فَقَرِّبْهُ، بِحَقِّ ضُحَائِكَ وَبَهَائِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ، آتِنِي مَا آتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِينَ
Latin:
Allaahumma innadh-dhuhaa'a dhuhaa'uka, wal-bahaa'a bahaa'uka, wal-jamaala jamaaluka, wal-quwwata quwwatuka, wal-qudrata qudratuka, wal-'ishmata 'ishmatuka.
Allaahumma in kaana rizqii fis-samaa'i fa anzilhu, wa in kaana fil-ardhi fa akhrijhu, wa in kaana mu'assaran fayassirhu, wa in kaana haraaman fathahhirhu, wa in kaana ba'iidan faqarribhu, bihaqqi dhuhaa'ika wa bahaa'ika wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatinii maa aataita 'ibaadakash-shaalihiin.
Artinya:
"Ya Allah, sesungguhnya waktu Dhuha adalah waktu Dhuha-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kecantikan adalah kecantikan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, kekuasaan adalah kekuasaan-Mu, dan perlindungan adalah perlindungan-Mu.
Ya Allah, jika rezekiku berada di langit, turunkanlah. Jika berada di bumi, keluarkanlah. Jika sulit, mudahkanlah. Jika haram, sucikanlah. Jika jauh, dekatkanlah. Dengan hak waktu Dhuha-Mu, keindahan-Mu, kecantikan-Mu, kekuatan-Mu, dan kekuasaan-Mu, berikanlah kepadaku apa yang Engkau berikan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh."
Catatan penting: Doa di atas populer dalam buku-buku panduan sholat Dhuha, tetapi tidak diketahui sebagai doa khusus yang ditetapkan melalui hadis sahih dari Rasulullah SAW. Doa tersebut boleh dibaca sebagai doa umum selama maknanya baik, tanpa meyakini bahwa lafaznya wajib atau merupakan bacaan khusus yang pasti berasal dari Nabi.
Anda juga boleh berdoa menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa lain untuk memohon kebaikan dunia dan akhirat.
Keutamaan Sholat Dhuha
Sholat Dhuha memiliki sejumlah keutamaan berdasarkan hadis-hadis yang menjelaskan tentang ibadah sunnah ini.
a. Menjadi Sedekah bagi Persendian
Dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa setiap persendian manusia memiliki kewajiban sedekah. Tasbih, tahmid, tahlil, amar makruf, dan nahi mungkar termasuk bentuk sedekah. Dua rakaat sholat Dhuha mencukupi sebagai sedekah bagi persendian.
b. Mengikuti Anjuran Rasulullah SAW
Dalam hadis riwayat Abu Hurairah, Rasulullah SAW berpesan agar ia menjaga tiga amalan, salah satunya sholat Dhuha.
Hadis ini menunjukkan bahwa sholat Dhuha merupakan amalan sunnah yang patut dijaga secara rutin sesuai kemampuan.
c. Menjadi Sarana Mendekatkan Diri kepada Allah
Sholat Dhuha memberi kesempatan untuk beribadah pada pagi hari sebelum menjalani kesibukan. Melalui sholat dan doa, seorang Muslim dapat memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT.
d. Melatih Konsistensi dalam Beribadah
Membiasakan sholat Dhuha, meskipun hanya dua rakaat, dapat membantu membangun rutinitas ibadah yang lebih teratur. Hal yang penting adalah melakukannya dengan ikhlas dan tidak menganggap jumlah rakaat tertentu sebagai kewajiban.
Apakah Sholat Dhuha Harus Membaca Surah Ad-Dhuha?
Tidak. Membaca surah Ad-Dhuha setelah Al-Fatihah bukan syarat sah sholat Dhuha.
Anda boleh membaca surah apa pun dari Al-Qur'an yang dihafal. Surah Al-Ikhlas, Al-Kafirun, Asy-Syams, Ad-Dhuha, dan surah-surah lainnya dapat dibaca selama sesuai dengan ketentuan bacaan sholat.
Apakah Sholat Dhuha Boleh Dikerjakan Setiap Hari?
Ya, sholat Dhuha boleh dikerjakan setiap hari selama berada dalam waktunya. Sholat ini termasuk ibadah sunnah yang dapat dilakukan secara rutin sesuai kemampuan.
Bagi pemula, mulailah dengan dua rakaat agar lebih mudah membangun kebiasaan. Setelah terbiasa, Anda dapat menambah jumlah rakaat sesuai kemampuan dan tuntunan yang diikuti.
Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Sholat Dhuha
Agar pelaksanaan sholat Dhuha lebih tepat, perhatikan beberapa hal berikut:
- Mengerjakan sholat terlalu awal. Tunggu hingga matahari terbit dan naik sekitar 15–20 menit.
- Menganggap niat harus dilafalkan. Niat di dalam hati sudah mencukupi.
- Menganggap surah tertentu wajib dibaca. Tidak ada surah khusus yang menjadi syarat sah sholat Dhuha.
- Menganggap doa setelah sholat harus menggunakan satu lafaz tertentu. Anda boleh berdoa dengan doa yang baik, termasuk menggunakan bahasa sendiri.
- Terburu-buru saat rukuk dan sujud. Lakukan setiap gerakan dengan tenang dan memenuhi ketentuan sholat.
- Menganggap sholat Dhuha wajib. Sholat Dhuha adalah sholat sunnah, bukan sholat fardu.
Kesimpulan
Tata cara sholat Dhuha pada dasarnya sama seperti sholat sunnah dua rakaat lainnya. Pelaksanaannya dimulai dengan niat, takbiratul ihram, membaca Al-Fatihah dan surah pendek, rukuk, iktidal, sujud, tasyahud akhir, lalu salam.
Sholat Dhuha dapat dikerjakan minimal dua rakaat pada pagi hari setelah matahari naik hingga menjelang waktu Dzuhur. Setelah sholat, Anda dapat memperbanyak zikir dan doa untuk memohon ampunan, keberkahan, serta kemudahan dalam menjalani kehidupan.
Semoga panduan tata cara sholat Dhuha lengkap ini dapat membantu kita melaksanakan ibadah dengan lebih baik dan istiqamah.
Wallahu a'lam bish-shawab.
FAQ Seputar Sholat Dhuha
Sholat Dhuha minimal berapa rakaat?
Sholat Dhuha minimal dua rakaat. Jika ingin menambah, Anda dapat mengerjakannya dua rakaat demi dua rakaat dengan salam pada setiap dua rakaat.
Jam berapa waktu sholat Dhuha dimulai?
Sholat Dhuha dimulai setelah matahari terbit dan naik sekitar 15–20 menit. Waktu tepatnya bergantung pada waktu terbit matahari di daerah masing-masing.
Apakah sholat Dhuha harus membaca doa khusus setelah salam?
Tidak. Tidak ada satu doa khusus yang wajib dibaca setelah sholat Dhuha. Anda dapat membaca doa yang baik dan memohon kepada Allah SWT sesuai kebutuhan.
Apakah sholat Dhuha boleh dilakukan dua rakaat saja?
Boleh. Dua rakaat sudah mencukupi sebagai sholat Dhuha dan merupakan pilihan yang baik bagi pemula.
Apakah boleh sholat Dhuha tanpa membaca surah Ad-Dhuha?
Boleh. Setelah Al-Fatihah, Anda dapat membaca surah pendek lainnya yang dihafal. Membaca surah Ad-Dhuha bukan syarat sah sholat.
Apakah sholat Dhuha bisa dilakukan setelah jam 10 pagi?
Bisa, selama belum masuk waktu Dzuhur dan belum berada pada waktu terlarang untuk sholat. Jam 10 pagi umumnya masih termasuk waktu Dhuha, tetapi tetap sesuaikan dengan waktu setempat.
Apakah sholat Dhuha boleh dikerjakan sebelum berangkat kerja?
Boleh. Selama waktunya sudah masuk, Anda dapat mengerjakan sholat Dhuha sebelum berangkat kerja atau memulai aktivitas harian.






