Tata Cara Sholat Istikharah 2 Rakaat, Niat, Doa, dan Waktu Terbaiknya
Sholat istikharah adalah salah satu sholat sunnah yang dianjurkan bagi umat Islam ketika hendak menentukan pilihan atau mengambil keputusan penting dalam kehidupan. Misalnya, saat memilih pasangan hidup, menentukan pekerjaan, memilih tempat tinggal, atau mempertimbangkan keputusan besar lainnya.
![]() |
| Tata cara sholat istikharah 2 rakaat lengkap dengan niat dan doa |
Dengan melaksanakan sholat istikharah, seorang muslim memohon petunjuk dan kebaikan kepada Allah SWT agar diberikan pilihan yang terbaik menurut-Nya.
Lantas, bagaimana tata cara sholat istikharah yang benar? Kapan waktu terbaik untuk melaksanakannya? Berikut penjelasan lengkap mengenai niat sholat istikharah, tata cara 2 rakaat, doa setelah sholat istikharah, hingga tanda-tanda memperoleh petunjuk.
Apa Itu Sholat Istikharah?
Sholat istikharah adalah sholat sunnah yang dilakukan untuk memohon petunjuk kepada Allah SWT ketika menghadapi suatu pilihan atau perkara yang belum diketahui mana yang terbaik.
Kata istikharah berasal dari bahasa Arab yang berkaitan dengan permohonan kebaikan. Melalui sholat ini, seorang muslim menyerahkan urusannya kepada Allah SWT, memohon agar dimudahkan apabila pilihan tersebut baik, serta dijauhkan apabila pilihan itu buruk.
Sholat istikharah bukan hanya dilakukan ketika menghadapi persoalan besar. Sholat ini juga dapat dilakukan ketika seseorang membutuhkan pertimbangan dalam urusan yang diperbolehkan oleh syariat Islam.
Namun, istikharah tidak diperlukan untuk menentukan apakah kewajiban agama harus dilaksanakan atau apakah sesuatu yang jelas haram boleh dilakukan. Dalam perkara tersebut, ketentuan agama sudah menjadi pedoman.
Niat Sholat Istikharah
Sholat istikharah dikerjakan sebanyak dua rakaat. Sebelum melaksanakan sholat, seseorang cukup menghadirkan niat di dalam hati untuk menunaikan sholat sunnah istikharah karena Allah SWT.
Berikut lafaz niat sholat istikharah yang umum digunakan:
Arab:
أُصَلِّي سُنَّةَ الْاِسْتِخَارَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Ushalli sunnatal istikharati rak'ataini lillahi ta'ala.
Artinya:
"Aku berniat sholat sunnah istikharah dua rakaat karena Allah Ta'ala."
Perlu diketahui, niat pada dasarnya berada di dalam hati. Melafalkan niat bukanlah syarat sah sholat, sehingga seseorang dapat langsung berniat dalam hati sebelum memulai sholat.
Tata Cara Sholat Istikharah 2 Rakaat
Tata cara sholat istikharah pada dasarnya sama dengan sholat sunnah dua rakaat lainnya. Berikut langkah-langkah yang dapat diikuti.
1. Berwudhu dan Menyiapkan Diri
Sebelum sholat, pastikan tubuh, pakaian, dan tempat sholat suci dari najis. Berwudhulah dengan benar, menutup aurat, serta menghadap kiblat.
Pilih tempat yang tenang agar lebih mudah berkonsentrasi dan menghayati doa.
2. Membaca Niat Sholat Istikharah
Niatkan di dalam hati untuk melaksanakan sholat sunnah istikharah dua rakaat karena Allah SWT.
Jika ingin melafalkan niat sebagaimana yang umum diajarkan, Anda dapat menggunakan lafaz niat yang telah disebutkan sebelumnya.
3. Melaksanakan Rakaat Pertama
Mulailah dengan takbiratul ihram, kemudian membaca doa iftitah jika biasa membacanya, dilanjutkan dengan Surah Al-Fatihah.
Setelah membaca Al-Fatihah, bacalah surah atau ayat Al-Qur'an yang mudah dihafal. Tidak ada surah tertentu yang wajib dibaca dalam sholat istikharah.
Selanjutnya, lakukan rukuk, iktidal, sujud, duduk di antara dua sujud, lalu sujud kembali sebagaimana tata cara sholat pada umumnya.
4. Melaksanakan Rakaat Kedua
Berdirilah untuk rakaat kedua, kemudian bacalah Surah Al-Fatihah dan surah atau ayat Al-Qur'an yang mudah dihafal.
Setelah itu, lakukan rukuk, iktidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan sujud kembali.
Lanjutkan dengan duduk tasyahud akhir, membaca tahiyat akhir dan shalawat, kemudian mengucapkan salam.
5. Membaca Doa Setelah Sholat Istikharah
Setelah selesai sholat dua rakaat, berdoalah kepada Allah SWT dengan doa istikharah yang diajarkan Rasulullah SAW.
Doa tersebut berisi permohonan agar Allah memilihkan perkara yang terbaik, memudahkan jika perkara itu baik, serta menjauhkan dan menggantinya dengan kebaikan apabila perkara tersebut buruk.
Ketika membaca doa, hadirkan persoalan yang sedang dipertimbangkan dalam hati. Pada bagian doa yang berkaitan dengan perkara yang dimohonkan, sebutkan atau niatkan pilihan yang sedang Anda hadapi.
Bacaan Doa Sholat Istikharah Arab, Latin, dan Artinya
Doa istikharah diriwayatkan dalam hadis sahih dari Jabir bin Abdullah RA. Rasulullah SAW mengajarkan doa ini kepada para sahabat ketika mereka menghadapi suatu urusan.
Berikut bacaan doa istikharah yang dapat dipelajari.
Bacaan Doa Istikharah dalam Bahasa Arab
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِكَ، وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلَا أَقْدِرُ، وَتَعْلَمُ وَلَا أَعْلَمُ، وَأَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ.
اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ خَيْرٌ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي، فَاقْدُرْهُ لِي وَيَسِّرْهُ لِي، ثُمَّ بَارِكْ لِي فِيهِ.
وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الْأَمْرَ شَرٌّ لِي فِي دِينِي وَمَعَاشِي وَعَاقِبَةِ أَمْرِي، فَاصْرِفْهُ عَنِّي وَاصْرِفْنِي عَنْهُ، وَاقْدُرْ لِيَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ، ثُمَّ أَرْضِنِي بِهِ.
Catatan: Teks di atas merupakan bagian doa istikharah yang lazim dikutip. Untuk bacaan lengkap sesuai riwayat, Anda dapat mempelajari hadis Jabir bin Abdullah RA dalam Sahih al-Bukhari.
Bacaan Doa Istikharah Latin
Allahumma inni astakhiruka bi'ilmika, wa astaqdiruka biqudratika, wa as'aluka min fadhlikal 'azhim. Fa innaka taqdiru wa la aqdiru, wa ta'lamu wa la a'lamu, wa anta 'allamul ghuyub.
Allahumma in kunta ta'lamu anna hadzal amra khairun li fi dini wa ma'asyi wa 'aqibati amri, faqdurhu li wa yassirhu li, tsumma barik li fihi.
Wa in kunta ta'lamu anna hadzal amra syarrun li fi dini wa ma'asyi wa 'aqibati amri, fashrifhu 'anni wash-rifni 'anhu, waqdur liyal khaira haitsu kana, tsumma ardhini bihi.
Pada bagian "hadzal amra", maksudnya adalah perkara yang sedang Anda mohonkan petunjuknya. Hadirkan perkara tersebut dalam hati atau sebutkan sesuai kebutuhan ketika membaca doa.
Arti Doa Sholat Istikharah
"Ya Allah, sesungguhnya aku memohon pilihan yang terbaik kepada-Mu dengan ilmu-Mu, aku memohon kemampuan dengan kekuasaan-Mu, dan aku memohon kepada-Mu sebagian dari karunia-Mu yang agung. Sesungguhnya Engkau Mahakuasa, sedangkan aku tidak berkuasa. Engkau Maha Mengetahui, sedangkan aku tidak mengetahui, dan Engkau Maha Mengetahui segala perkara gaib.
Ya Allah, apabila Engkau mengetahui bahwa perkara ini baik bagiku dalam agamaku, kehidupanku, dan akibat urusanku, maka tetapkanlah perkara itu untukku, mudahkanlah bagiku, kemudian berkahilah aku di dalamnya.
Namun, apabila Engkau mengetahui bahwa perkara ini buruk bagiku dalam agamaku, kehidupanku, dan akibat urusanku, maka jauhkanlah perkara itu dariku dan jauhkanlah aku darinya. Tetapkanlah kebaikan untukku di mana pun kebaikan itu berada, kemudian jadikanlah aku ridha menerimanya."
Terjemahan di atas merupakan terjemahan makna doa. Redaksi terjemahan dapat berbeda antara satu sumber dengan sumber lainnya.
Kapan Waktu Terbaik untuk Sholat Istikharah?
Sholat istikharah dapat dilaksanakan pada berbagai waktu ketika sholat sunnah diperbolehkan. Banyak orang memilih mengerjakannya pada malam hari karena suasananya lebih tenang dan membantu meningkatkan kekhusyukan.
Namun, sholat istikharah tidak harus dilakukan pada malam Jumat atau pada hari tertentu.
Jika ingin melaksanakannya pada malam hari, Anda dapat memilih waktu setelah sholat Isya hingga sebelum Subuh, dengan memperhatikan waktu-waktu yang dilarang untuk sholat sunnah.
Waktu sepertiga malam terakhir juga sering dipilih untuk berdoa karena merupakan waktu yang utama untuk berdoa dan memohon kepada Allah SWT.
Apakah Sholat Istikharah Harus Tidur Terlebih Dahulu?
Tidak. Sholat istikharah tidak mensyaratkan seseorang harus tidur terlebih dahulu setelah melaksanakannya.
Anda boleh beristirahat atau tidur setelah sholat, tetapi tidur bukan bagian wajib dari tata cara istikharah.
Begitu pula, tidak ada ketentuan bahwa jawaban istikharah harus datang melalui mimpi. Petunjuk dapat hadir melalui berbagai keadaan, pertimbangan yang semakin jelas, kemudahan atau hambatan, serta hasil ikhtiar yang dijalani dengan tetap menggunakan akal sehat dan pertimbangan yang matang.
Apakah Jawaban Sholat Istikharah Harus Melalui Mimpi?
Salah satu anggapan yang sering muncul adalah bahwa orang yang melaksanakan sholat istikharah harus mendapatkan mimpi tertentu sebagai jawaban.
Anggapan tersebut tidak tepat. Tidak ada ketentuan bahwa seseorang wajib bermimpi setelah melaksanakan sholat istikharah.
Istikharah merupakan bentuk permohonan kepada Allah agar diberikan kebaikan dalam mengambil keputusan. Karena itu, seseorang tidak perlu menunggu mimpi sebelum melanjutkan pertimbangannya.
Setelah istikharah, tetaplah mencari informasi, mempertimbangkan manfaat dan risiko, meminta nasihat orang yang tepercaya, serta mengambil keputusan dengan penuh tanggung jawab.
Jangan pula menganggap setiap mimpi, perasaan, atau kejadian sebagai tanda pasti dari Allah. Petunjuk istikharah tidak selalu dapat ditentukan melalui satu tanda khusus.
Apakah Sholat Istikharah Boleh Diulang?
Sholat istikharah boleh dilakukan kembali apabila seseorang masih membutuhkan doa dan petunjuk dalam urusan yang dihadapinya.
Namun, tidak ada jumlah pengulangan tertentu yang wajib dilakukan. Tidak pula ada ketentuan bahwa seseorang harus melaksanakan istikharah selama tujuh malam agar memperoleh jawaban.
Lakukanlah istikharah dengan penuh pengharapan kepada Allah, kemudian lanjutkan ikhtiar, musyawarah, dan pertimbangan yang baik.
Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan Setelah Sholat Istikharah
Agar istikharah menjadi bagian dari ikhtiar yang baik, perhatikan beberapa hal berikut.
- Tetap berusaha dan mencari informasi. Jangan hanya menunggu tanda tanpa melakukan langkah nyata.
- Mintalah nasihat orang yang tepercaya. Pertimbangkan masukan dari orang yang berpengalaman dan memahami persoalan Anda.
- Gunakan pertimbangan yang rasional. Periksa manfaat, risiko, serta konsekuensi dari pilihan yang tersedia.
- Jangan memaksakan hasil tertentu. Istikharah bukan sarana untuk meminta pembenaran atas keputusan yang sudah ditetapkan.
- Bertawakallah kepada Allah SWT. Setelah berikhtiar dan mengambil keputusan dengan pertimbangan yang baik, serahkan hasilnya kepada Allah.
Kesimpulan
Tata cara sholat istikharah cukup sederhana, yaitu melaksanakan sholat sunnah dua rakaat, kemudian berdoa memohon petunjuk dan kebaikan kepada Allah SWT.
Sholat ini dapat dilakukan ketika menghadapi pilihan yang diperbolehkan dalam Islam, seperti urusan pekerjaan, pendidikan, pernikahan, maupun keputusan penting lainnya.
Ingatlah bahwa sholat istikharah tidak mengharuskan seseorang memperoleh jawaban melalui mimpi. Setelah melaksanakannya, tetaplah berikhtiar, meminta nasihat, mempertimbangkan berbagai pilihan, dan bertawakal kepada Allah SWT.
Semoga Allah SWT senantiasa membimbing kita untuk memilih jalan yang terbaik bagi agama, kehidupan, dan masa depan kita. Aamiin.
FAQ Seputar Sholat Istikharah
Sholat istikharah berapa rakaat?
Sholat istikharah yang diajarkan dalam hadis dikerjakan sebanyak dua rakaat di luar sholat wajib.
Apakah sholat istikharah harus membaca surah tertentu?
Tidak ada surah tertentu yang wajib dibaca dalam sholat istikharah. Setelah membaca Al-Fatihah, Anda dapat membaca surah atau ayat Al-Qur'an yang mudah dihafal.
Kapan doa istikharah dibaca?
Doa istikharah umumnya dibaca setelah menyelesaikan sholat dua rakaat. Dalam hadis Jabir RA, Nabi Muhammad SAW mengajarkan agar seseorang melaksanakan dua rakaat selain sholat wajib, kemudian membaca doa istikharah.
Bolehkah sholat istikharah untuk memilih jodoh?
Boleh. Sholat istikharah dapat dilakukan ketika mempertimbangkan calon pasangan atau keputusan pernikahan, selama perkara yang dipertimbangkan berada dalam ranah pilihan yang diperbolehkan oleh syariat.
Apakah sholat istikharah harus dilakukan pada malam hari?
Tidak harus. Sholat istikharah dapat dilakukan pada waktu sholat sunnah diperbolehkan. Malam hari merupakan salah satu pilihan, tetapi bukan syarat.
Berapa kali sholat istikharah harus dilakukan?
Tidak ada jumlah pengulangan tertentu yang wajib. Seseorang dapat melakukannya kembali jika masih membutuhkan petunjuk dan ingin memohon kebaikan kepada Allah SWT.




