Tata Cara Shalat Istisqa untuk Meminta Hujan agar Kabut Asap Karhutla Segera Hilang
Tata Cara Shalat Istisqa untuk Mengatasi Kabut Asap Karhutla
Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dapat mengganggu aktivitas masyarakat, mencemari udara, serta membahayakan kesehatan manusia dan makhluk hidup lainnya. Salah satu ikhtiar batin yang dapat dilakukan umat Islam ketika menghadapi kemarau panjang dan membutuhkan hujan adalah melaksanakan shalat Istisqa.
![]() |
| Ilustrasi shalat Istisqa untuk memohon hujan saat kabut asap karhutla |
Shalat Istisqa merupakan shalat sunah yang dikerjakan untuk memohon kepada Allah SWT agar menurunkan hujan. Ibadah ini menjadi salah satu bentuk doa dan pengharapan kepada Allah SWT agar memberikan rahmat, mengakhiri kekeringan, serta meringankan penderitaan masyarakat yang terdampak kabut asap.
Selain berdoa dan melaksanakan shalat Istisqa, masyarakat juga perlu melakukan ikhtiar nyata untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan, menjaga lingkungan, serta melindungi kesehatan dari paparan asap.
Apa Itu Shalat Istisqa?
Shalat Istisqa adalah shalat sunah yang dilaksanakan untuk memohon turunnya hujan kepada Allah SWT ketika terjadi kemarau panjang atau kondisi yang menyebabkan masyarakat kekurangan air.
Pelaksanaan shalat Istisqa umumnya dilakukan secara berjamaah di lapangan atau tempat terbuka dan dipimpin oleh imam. Shalat ini terdiri atas dua rakaat, kemudian dilanjutkan dengan khutbah dan doa memohon hujan.
Menurut panduan Kementerian Agama Republik Indonesia, shalat Istisqa dilakukan menyerupai shalat Id, dengan tujuh takbir tambahan pada rakaat pertama dan lima takbir tambahan pada rakaat kedua. Shalat ini tidak didahului azan dan iqamah.
Hukum Shalat Istisqa untuk Meminta Hujan
Shalat Istisqa merupakan shalat sunah yang dianjurkan ketika umat Islam membutuhkan hujan akibat kemarau panjang dan kekeringan.
Dalam menghadapi bencana karhutla, pelaksanaan shalat Istisqa dapat menjadi bentuk ikhtiar spiritual untuk memohon rahmat Allah SWT agar hujan turun, udara kembali bersih, dan masyarakat dijauhkan dari berbagai kesulitan.
Namun, turunnya hujan merupakan kehendak Allah SWT. Karena itu, umat Islam hendaknya terus berdoa, bertobat, memperbanyak istighfar, serta melakukan berbagai usaha yang bermanfaat bagi keselamatan bersama.
Waktu Pelaksanaan Shalat Istisqa
Shalat Istisqa biasanya dilaksanakan pada pagi hari, pada waktu yang diperbolehkan untuk shalat sunah, seperti waktu pelaksanaan shalat Id.
Pelaksanaan secara berjamaah dapat dikoordinasikan oleh pengurus masjid, tokoh agama, pemerintah daerah, atau lembaga keagamaan setempat agar berjalan tertib dan sesuai dengan tuntunan ibadah.
Apabila kabut asap karhutla semakin parah, masyarakat dapat bermusyawarah dengan ulama atau pihak berwenang untuk menentukan waktu dan lokasi pelaksanaan yang aman.
Tata Cara Shalat Istisqa Lengkap
Berikut tata cara shalat Istisqa dua rakaat yang dapat dijadikan panduan.
1. Memperbanyak Istighfar dan Bertobat
Sebelum melaksanakan shalat Istisqa, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak istighfar, bertobat kepada Allah SWT, memperbaiki hubungan sesama manusia, bersedekah, dan meninggalkan perbuatan zalim.
Masyarakat juga dapat mengadakan doa bersama serta mengajak warga menjaga alam dan tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan.
Puasa selama tiga hari sebelum shalat Istisqa juga disebutkan dalam sejumlah panduan ulama sebagai amalan yang dianjurkan.
2. Membaca Niat Shalat Istisqa
Shalat Istisqa dikerjakan sebanyak dua rakaat. Niat cukup dihadirkan dalam hati. Berikut contoh lafaz niat yang umum digunakan.
Lafaz niat shalat Istisqa:
أُصَلِّي سُنَّةَ الْاِسْتِسْقَاءِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُومًا لِلَّهِ تَعَالَى
Latin:
Ushallī sunnatal-istisqā'i rak'ataini ma'mūman lillāhi ta'ālā.
Artinya:
"Aku berniat shalat sunah Istisqa dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta'ala."
Bagi imam, kata ma'mūman dapat diganti dengan imāman. Niat juga dapat dilakukan dalam hati menggunakan bahasa yang dipahami.
3. Tata Cara Rakaat Pertama
Berikut urutan shalat Istisqa pada rakaat pertama:
1. Berniat shalat Istisqa dan melakukan takbiratul ihram.
2. Membaca doa iftitah.
3. Melakukan tujuh kali takbir tambahan.
4. Membaca Surah Al-Fatihah.
5. Membaca surah Al-Qur'an yang dianjurkan, misalnya Surah Al-A'la.
6. Melakukan rukuk.
7. Bangkit dari rukuk atau iktidal.
8. Melakukan sujud pertama dan duduk di antara dua sujud.
9. Melakukan sujud kedua.
10. Berdiri untuk melanjutkan rakaat kedua.
4. Tata Cara Rakaat Kedua
Pada rakaat kedua, tata caranya adalah sebagai berikut:
1. Berdiri dari rakaat pertama.
2. Melakukan lima kali takbir tambahan.
3. Membaca Surah Al-Fatihah.
4. Membaca surah Al-Qur'an yang dianjurkan, misalnya Surah Al-Ghasyiyah.
5. Melakukan rukuk dan iktidal.
6. Melakukan dua kali sujud sebagaimana shalat biasa.
7. Duduk untuk membaca tasyahud akhir.
8. Mengakhiri shalat dengan salam.
Dengan demikian, shalat Istisqa dilaksanakan sebanyak dua rakaat dengan tujuh takbir tambahan pada rakaat pertama dan lima takbir tambahan pada rakaat kedua, di luar takbiratul ihram.
5. Mendengarkan Khutbah Shalat Istisqa
Setelah shalat selesai, imam atau khatib menyampaikan khutbah sesuai tuntunan shalat Istisqa.
Isi khutbah dapat berupa ajakan untuk bertobat, memperbanyak istighfar, bersyukur atas nikmat Allah SWT, menjaga lingkungan, serta memohon agar hujan diturunkan sebagai rahmat bagi seluruh makhluk.
Khatib kemudian memimpin doa memohon hujan dengan penuh kerendahan hati dan harapan kepada Allah SWT.
Doa Meminta Hujan agar Kabut Asap Karhutla Segera Hilang
Salah satu doa yang dapat dibaca untuk memohon turunnya hujan adalah doa berikut.
Doa meminta hujan dalam bahasa Arab:
اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا
Latin:
Allāhumma aghitsnā, Allāhumma aghitsnā, Allāhumma aghitsnā.
Artinya:
"Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami. Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami. Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami."
Doa tersebut merupakan permohonan agar Allah SWT memberikan hujan dan pertolongan kepada umat-Nya.
Doa Memohon Hujan sebagai Rahmat
Umat Islam juga dapat membaca doa berikut agar hujan yang turun membawa manfaat dan tidak menimbulkan bencana.
Bahasa Arab:
اللَّهُمَّ اسْقِنَا غَيْثًا مُغِيثًا مَرِيئًا مَرِيعًا نَافِعًا غَيْرَ ضَارٍّ
Latin:
Allāhummasqinā ghaithan mughītsan marī'an marī'an nāfi'an ghaira dhārrin.
Artinya:
"Ya Allah, turunkanlah kepada kami hujan yang menolong, baik, menyuburkan, dan bermanfaat, bukan hujan yang membahayakan."
Doa ini dapat menjadi salah satu bentuk permohonan agar hujan membawa kebaikan bagi manusia, tumbuhan, hewan, dan lingkungan.
Doa agar Kabut Asap Karhutla Segera Berakhir
Selain doa dalam bahasa Arab, umat Islam dapat berdoa menggunakan bahasa Indonesia karena Allah SWT mengetahui setiap permohonan hamba-Nya.
"Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, kami memohon rahmat dan pertolongan-Mu. Turunkanlah hujan yang membawa berkah bagi bumi kami. Padamkanlah kebakaran hutan dan lahan yang sedang terjadi, hilangkanlah kabut asap yang mengganggu kehidupan masyarakat, serta lindungilah kami, keluarga kami, dan seluruh makhluk hidup dari bahaya asap dan kekeringan.
Ya Allah, berikanlah kesehatan kepada mereka yang terdampak, kuatkanlah para petugas yang berjuang memadamkan api, dan bukakanlah hati kami agar senantiasa menjaga alam serta menjauhi perbuatan yang merusak lingkungan.
Jadikanlah hujan yang Engkau turunkan sebagai rahmat, sumber kehidupan, dan jalan keluar dari kesulitan yang kami hadapi. Ampunilah dosa-dosa kami dan kabulkanlah doa kami. Aamiin ya Rabbal 'alamin."
Doa berbahasa Indonesia tersebut merupakan contoh doa pribadi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
Amalan yang Dianjurkan Saat Memohon Hujan
Selain melaksanakan shalat Istisqa, umat Islam dapat melakukan beberapa amalan berikut.
1. Memperbanyak istighfar
Memohon ampun kepada Allah SWT merupakan salah satu amalan yang dianjurkan ketika menghadapi kesulitan dan membutuhkan pertolongan-Nya.
2. Bertobat dan memperbaiki diri
Momentum shalat Istisqa dapat menjadi kesempatan untuk meningkatkan ketakwaan, memperbaiki hubungan sosial, dan meninggalkan perbuatan yang merugikan orang lain.
3. Bersedekah dan membantu masyarakat terdampak
Bantuan berupa kebutuhan pokok, air bersih, masker yang sesuai untuk paparan partikel, dan dukungan kepada kelompok rentan dapat meringankan beban masyarakat.
4. Menjaga hutan dan lahan
Masyarakat hendaknya tidak membuka lahan dengan cara membakar, segera melaporkan titik api kepada petugas, serta mendukung upaya pencegahan dan pemadaman karhutla.
5. Melindungi kesehatan dari kabut asap
Kurangi aktivitas di luar ruangan saat kualitas udara memburuk, tutup celah masuknya asap bila memungkinkan, dan ikuti arahan petugas kesehatan. Gunakan respirator yang sesuai, seperti N95 atau KN95, jika harus berada di lingkungan berasap. Kelompok rentan perlu mendapat perhatian khusus.
Pentingnya Ikhtiar Bersama untuk Mengatasi Karhutla
Shalat Istisqa merupakan ikhtiar spiritual untuk memohon turunnya hujan. Namun, hujan tidak dapat dijadikan satu-satunya cara mengatasi kebakaran hutan dan lahan.
Pencegahan kebakaran, penegakan aturan, pemadaman oleh petugas, pengelolaan lahan tanpa bakar, dan perlindungan kesehatan masyarakat tetap harus dilakukan.
Apabila kabut asap masih pekat, masyarakat sebaiknya mengikuti informasi kualitas udara dan imbauan resmi dari pemerintah setempat. Jangan menunggu hujan turun untuk melakukan tindakan pencegahan terhadap bahaya asap.
Kesimpulan
Tata cara shalat Istisqa untuk meminta hujan dilaksanakan sebanyak dua rakaat, dengan tujuh takbir tambahan pada rakaat pertama dan lima takbir tambahan pada rakaat kedua. Setelah shalat, rangkaian ibadah dapat dilanjutkan dengan khutbah, istighfar, dan doa memohon turunnya hujan.
Dalam menghadapi kabut asap akibat karhutla, shalat Istisqa menjadi salah satu bentuk ikhtiar umat Islam untuk memohon rahmat Allah SWT agar hujan turun, kekeringan berakhir, dan masyarakat terhindar dari bahaya.
Semoga Allah SWT memberikan pertolongan, menurunkan hujan yang membawa berkah, memadamkan kebakaran hutan dan lahan, serta melindungi seluruh masyarakat dari dampak kabut asap.
Aamiin ya Rabbal 'alamin.
Referensi untuk pembaca:
- Kementerian Agama RI, Kantor Kemenag Kota Denpasar: Tata Cara Shalat Istisqa.
- Majelis Ulama Indonesia: Panduan Lengkap Shalat Istisqa: Hukum, Waktu, dan Tata Caranya.
- NU Online: Shalat Istisqa Meminta Hujan Lengkap dengan Cara Pelaksanaannya.








