Membahas Tentang Seputar Ilmu Agama Islam

Ketika Doa Belum Terkabul, Ini Cara Islam Mengajarkan Kesabaran

Pernahkah kamu merasa sudah berdoa setiap hari, tetapi keinginanmu belum juga terwujud? Kamu sudah berusaha, beribadah, dan memohon kepada Allah SWT, tetapi keadaan seolah belum berubah.

Ilustrasi seorang Muslim berdoa kepada Allah SWT

Jika pernah merasakan hal tersebut, jangan buru-buru berputus asa. Dalam Islam, doa, kesabaran, ikhtiar, dan tawakal merupakan bagian penting dalam menjalani kehidupan.

Ketika doa belum terkabul, bukan berarti kita harus berhenti berharap kepada Allah. Ada banyak hal yang perlu kita renungkan agar hati tetap tenang dan langkah tetap terarah.

Jangan Berputus Asa Ketika Doa Belum Terkabul

Setiap manusia tentu memiliki harapan. Ada yang berdoa agar mendapatkan pekerjaan, memperoleh rezeki yang halal, dipertemukan dengan jodoh yang baik, atau diberikan kemudahan dalam menghadapi masalah.

Namun, tidak semua harapan terwujud sesuai dengan waktu yang kita inginkan.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an:

"Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah." (QS. Az-Zumar: 53, bagian dari ayat).

Ayat tersebut mengingatkan kita agar tidak kehilangan harapan terhadap rahmat dan ampunan Allah.

Ketika menghadapi kesulitan, seorang Muslim hendaknya tetap berdoa, memperbaiki diri, dan mencari jalan keluar dengan cara yang baik.

Jangan menjadikan penantian sebagai alasan untuk meninggalkan ibadah. Sebaliknya, jadikan masa sulit sebagai kesempatan untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Bersabar Bukan Berarti Berhenti Berusaha

Salah satu kesalahpahaman tentang sabar adalah menganggap bahwa sabar berarti hanya menunggu tanpa melakukan apa pun.

Padahal, kesabaran juga diperlukan ketika seseorang terus berusaha meskipun hasilnya belum terlihat.

Jika ingin mendapatkan pekerjaan, teruslah mencari kesempatan dan meningkatkan kemampuan. Jika ingin memperbaiki keadaan ekonomi, pelajari cara mengelola keuangan dan berusahalah mencari rezeki yang halal.

Jika sedang menghadapi persoalan keluarga, cobalah menyelesaikannya dengan komunikasi yang baik dan sikap yang bijaksana.

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 153 bahwa orang-orang yang beriman diperintahkan untuk memohon pertolongan dengan sabar dan salat.

Dengan demikian, sabar bukanlah alasan untuk menyerah. Sabar adalah kekuatan untuk tetap berada di jalan yang benar ketika kehidupan terasa sulit.

Percayalah Bahwa Pengetahuan Manusia Terbatas

Terkadang, kita sangat menginginkan sesuatu karena merasa itulah yang paling baik bagi kehidupan kita.

Namun, manusia tidak selalu mengetahui seluruh akibat dari pilihan yang diinginkannya.

Dalam QS. Al-Baqarah ayat 216, Allah SWT mengingatkan bahwa sesuatu yang kita sukai belum tentu baik bagi kita, dan sesuatu yang tidak kita sukai belum tentu buruk bagi kita.

Ayat ini mengajarkan kita untuk tidak terburu-buru menilai kehidupan hanya berdasarkan apa yang terjadi hari ini.

Ketika sebuah rencana gagal, kita boleh mengevaluasi diri dan mencoba kembali. Ketika sebuah kesempatan hilang, kita dapat mencari kesempatan lain.

Kita tidak perlu menganggap bahwa setiap kegagalan pasti membawa keberhasilan yang lebih besar. Akan tetapi, kita tetap dapat belajar, memperbaiki langkah, dan berharap kepada rahmat Allah.

Tetap Berdoa dan Memperbaiki Diri

Doa merupakan bentuk penghambaan seorang Muslim kepada Allah SWT. Melalui doa, kita memohon pertolongan, petunjuk, ampunan, dan kebaikan dalam kehidupan.

Namun, doa juga perlu disertai ikhtiar yang sungguh-sungguh.

Jangan hanya meminta rezeki, tetapi melupakan usaha untuk mencarinya secara halal. Jangan hanya meminta kehidupan yang baik, tetapi enggan memperbaiki kebiasaan yang merugikan diri sendiri.

Mulailah dengan langkah sederhana, seperti menjaga salat, memperbanyak istigfar, berbuat baik kepada orang tua, membantu sesama, dan menjauhi perbuatan yang dilarang agama.

Kita juga perlu memahami bahwa tidak semua doa harus berakhir sesuai dengan keinginan kita. Karena itu, tetaplah memohon petunjuk Allah agar dapat mengambil keputusan yang baik.

Memahami Arti Tawakal kepada Allah

Tawakal adalah berserah diri kepada Allah setelah melakukan usaha yang semestinya.

Tawakal bukan berarti mengabaikan tanggung jawab atau menyerahkan seluruh persoalan tanpa berusaha menyelesaikannya.

Sebagai contoh, seseorang yang sedang mencari pekerjaan tetap perlu mengirimkan lamaran, belajar menghadapi wawancara, dan meningkatkan keterampilannya. Setelah berusaha, ia menyerahkan hasilnya kepada Allah sambil terus memperbaiki langkah.

Sikap tawakal membantu kita menerima kenyataan tanpa kehilangan semangat untuk berusaha.

Ketika hasil tidak sesuai harapan, kita dapat melakukan evaluasi, berdoa kembali, dan mencari jalan yang lebih baik.

Dengan demikian, hati tidak sepenuhnya bergantung pada hasil yang kita inginkan, tetapi tetap berpegang pada keyakinan bahwa Allah mengetahui segala sesuatu.

Jangan Membandingkan Perjalanan Hidup dengan Orang Lain

Di era media sosial, kita sering melihat orang lain mendapatkan pekerjaan, menikah, membeli rumah, atau meraih kesuksesan.

Tanpa disadari, hal tersebut dapat membuat kita merasa tertinggal.

Padahal, kita hanya melihat sebagian kecil dari kehidupan orang lain. Kita tidak selalu mengetahui perjuangan, kesulitan, dan pengorbanan yang mereka alami.

Setiap orang memiliki keadaan dan tanggung jawab yang berbeda.

Daripada terus membandingkan diri dengan orang lain, lebih baik fokus memperbaiki kehidupan kita sendiri. Syukuri nikmat yang ada, evaluasi kekurangan, dan tetap berusaha mencapai tujuan dengan cara yang halal.

Ingatlah bahwa nilai seorang Muslim tidak hanya diukur dari banyaknya harta atau pencapaian duniawi, tetapi juga dari iman, akhlak, dan amal salehnya.

Kesimpulan

Ketika doa belum terkabul, jangan langsung berprasangka buruk kepada Allah SWT. Tetaplah berdoa, bersabar, memperbaiki diri, dan melakukan ikhtiar yang terbaik.

Tidak semua hal berjalan sesuai dengan rencana kita. Namun, kita tetap dapat memilih untuk menghadapi keadaan dengan iman, kebijaksanaan, dan tanggung jawab.

Semoga Allah SWT memberikan ketenangan kepada hati yang sedang gelisah, memudahkan urusan yang sulit, melapangkan rezeki yang halal, dan membimbing kita agar senantiasa berada di jalan yang diridai-Nya.

Aamiin ya Rabbal 'alamin.

Semoga artikel Islami ini bermanfaat dan menjadi pengingat bagi kita semua untuk tidak pernah berhenti berdoa dan berusaha. Jika bermanfaat, bagikan kepada keluarga dan sahabat agar semakin banyak orang mendapatkan kebaikan.

Doa Pembuka Rezeki dari Segala Arah, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

Setiap orang tentu menginginkan rezeki yang lancar, kehidupan yang berkah, serta hati yang tenang dalam menjalani kehidupan. Dalam Islam, salah satu ikhtiar yang dapat dilakukan untuk memohon kelapangan rezeki adalah berdoa kepada Allah SWT, disertai usaha yang halal dan tawakal.

Doa Islami Pembuka Rezeki

Doa pembuka rezeki menjadi salah satu bacaan yang banyak dicari umat Islam ketika ingin memohon kecukupan, kemudahan dalam pekerjaan, dan keberkahan dalam kehidupan sehari-hari.

Namun, perlu dipahami bahwa doa bukanlah jaminan seseorang akan langsung memperoleh kekayaan. Doa merupakan bentuk ibadah dan permohonan kepada Allah SWT, sedangkan hasilnya mengikuti kehendak dan hikmah-Nya.

Lantas, apa saja doa memohon rezeki yang memiliki dasar dalam Al-Qur'an dan hadis? Berikut bacaan Arab, latin, arti, serta amalan yang dapat dilakukan untuk menjemput rezeki yang halal dan berkah.

Doa Memohon Rezeki yang Halal dan Baik

Salah satu doa yang dapat diamalkan untuk memohon kecukupan dari Allah SWT adalah doa agar diberikan sesuatu yang halal dan dijauhkan dari yang haram.

Bacaan doa Arab:

اللَّهُمَّ اكْفِنِي بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ، وَأَغْنِنِي بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

Latin:

Allahummakfini bihalalika 'an haramika, wa aghnini bifadhlika 'amman siwaka.

Artinya:

“Ya Allah, cukupkanlah aku dengan yang halal sehingga aku terhindar dari yang haram, dan cukupkanlah aku dengan karunia-Mu sehingga aku tidak bergantung kepada selain-Mu.”

Doa ini diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib RA dalam Sunan at-Tirmidzi nomor 3563. Riwayat ini dinilai hasan oleh Imam at-Tirmidzi.

Doa tersebut mengajarkan bahwa rezeki yang baik bukan hanya tentang jumlah harta, melainkan juga tentang cara mendapatkannya. Seorang Muslim hendaknya berusaha memperoleh penghasilan melalui jalan yang halal dan menjauhi praktik yang dilarang agama.

Doa Memohon Kebaikan dan Rezeki dari Allah SWT

Al-Qur'an juga mengajarkan doa singkat yang dibaca oleh Nabi Musa AS ketika beliau membutuhkan pertolongan dan kebaikan dari Allah SWT.

Bacaan doa Arab:

رَبِّ إِنِّي لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ

Latin:

Rabbi inni lima anzalta ilayya min khairin faqir.

Artinya:

“Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku.”

(QS. Al-Qasas: 24)

Doa ini terdapat dalam kisah Nabi Musa AS ketika beliau tiba di Madyan. Setelah membantu dua perempuan memberi minum ternak mereka, Nabi Musa AS berlindung di tempat teduh dan menyampaikan permohonan kepada Allah SWT.

Kisah tersebut memberikan pelajaran bahwa seorang hamba boleh memohon pertolongan dan kebaikan kepada Allah ketika menghadapi kesulitan.

Doa ini dapat dibaca ketika memohon kemudahan pekerjaan, pertolongan dalam menghadapi persoalan hidup, maupun kebaikan lain yang dibutuhkan. Namun, ayat ini merupakan doa memohon kebaikan secara umum, bukan janji bahwa kekayaan akan datang seketika setelah membacanya.

Doa Memohon Rezeki yang Baik Setelah Salat Subuh

Ada pula doa sahih yang secara khusus memohon rezeki yang baik. Doa ini diriwayatkan dari Ummu Salamah RA dan dibaca oleh Rasulullah SAW setelah salat Subuh.

Bacaan doa Arab:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا

Latin:

Allahumma inni as'aluka 'ilman nafi'an, wa rizqan thayyiban, wa 'amalan mutaqabbalan.

Artinya:

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amal yang diterima.”

(HR. Ibnu Majah nomor 925)

Hadis ini dinilai sahih oleh sejumlah ahli hadis kontemporer.

Doa tersebut mengandung tiga permohonan penting, yaitu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amal yang diterima Allah SWT.

Ketiganya saling berkaitan dalam kehidupan seorang Muslim. Ilmu membantu seseorang menentukan jalan yang benar, rezeki yang baik mendukung kehidupan, sedangkan amal yang diterima menjadi tujuan penting dalam beribadah kepada Allah SWT.

Doa ini dapat dibaca setelah salat Subuh karena terdapat riwayat yang menyebutkan waktu tersebut. Tidak perlu menetapkan jumlah bacaan khusus yang tidak memiliki dasar.

Amalan Pembuka Rezeki yang Dianjurkan dalam Islam

Selain berdoa, terdapat sejumlah amalan yang memiliki dasar dalam Al-Qur'an dan hadis serta dapat dijadikan bagian dari ikhtiar mencari rezeki yang berkah.

Memperbanyak istigfar

Allah SWT berfirman dalam QS. Nuh ayat 10–12 bahwa Nabi Nuh AS mengajak kaumnya memohon ampun kepada Allah. Dalam ayat-ayat tersebut disebutkan pula karunia berupa hujan, harta, anak-anak, kebun, dan sungai.

Ayat ini menunjukkan hubungan antara istigfar, ketakwaan, dan karunia Allah dalam konteks seruan Nabi Nuh AS kepada kaumnya.

Membaca istigfar hendaknya disertai kesungguhan untuk bertobat dan memperbaiki diri, bukan sekadar mengulang bacaan dengan anggapan bahwa hasil finansial tertentu pasti diperoleh.

Menjaga salat lima waktu

Salat merupakan kewajiban utama bagi umat Islam. Allah SWT berfirman dalam QS. Taha ayat 132 agar keluarga diperintahkan mendirikan salat dan bersabar dalam melaksanakannya. Ayat tersebut juga menyebutkan bahwa Allah memberikan rezeki.

Menjaga salat membantu seorang Muslim membangun kedisiplinan, ketenangan batin, dan ketaatan kepada Allah SWT.

Bertakwa kepada Allah SWT

Allah SWT berfirman:

“Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya. Dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya.”

(QS. At-Talaq: 2–3)

Ayat ini merupakan pengingat tentang keutamaan takwa dan tawakal. Namun, ayat tersebut bukan jaminan bahwa setiap orang akan langsung mendapatkan uang atau menjadi kaya.

Takwa mencakup menjalankan perintah Allah, menjauhi larangan-Nya, serta menjaga kejujuran dalam pekerjaan dan transaksi.

Bersedekah sesuai kemampuan

Sedekah merupakan salah satu amalan yang dianjurkan dalam Islam. Allah SWT berfirman dalam QS. Saba' ayat 39 tentang infak dan bahwa Allah adalah sebaik-baik pemberi rezeki.

Bersedekah tidak harus menunggu kaya. Seseorang dapat membantu orang lain sesuai kemampuan, baik dengan uang, makanan, tenaga, maupun bentuk pertolongan yang bermanfaat.

Lakukan sedekah dengan ikhlas, tanpa memaksakan diri hingga mengabaikan kebutuhan pokok dan tanggung jawab keluarga.

Bekerja dengan jujur dan sungguh-sungguh

Berdoa perlu disertai ikhtiar. Bagi orang yang sedang mencari pekerjaan, ikhtiarnya dapat berupa memperbarui keterampilan, mengirim lamaran, dan memperluas jaringan yang baik.

Bagi pedagang, ikhtiar dapat dilakukan dengan menjaga kualitas barang, memberikan informasi yang jujur kepada pembeli, dan menghindari penipuan.

Islam mengajarkan bahwa mencari penghasilan melalui jalan yang halal merupakan bagian penting dari tanggung jawab seorang Muslim.

Kapan Waktu yang Baik untuk Membaca Doa Pembuka Rezeki?

Pada dasarnya, seorang Muslim boleh berdoa kepada Allah SWT kapan saja selama tidak melanggar ketentuan syariat.

Beberapa waktu yang dapat dimanfaatkan untuk berdoa antara lain:

  • Setelah salat fardu, dengan tetap membedakan doa umum dan zikir yang memiliki tuntunan khusus.
  • Pada waktu sahur atau sepertiga malam terakhir.
  • Ketika sujud dalam salat.
  • Setelah salat Subuh untuk membaca doa memohon ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amal yang diterima.

Tidak ada keharusan membaca seluruh doa di atas pada waktu yang sama. Pilihlah doa yang mudah dihafal, pahami maknanya, dan amalkan secara konsisten.

Hindari mempercayai klaim bahwa membaca doa tertentu sebanyak angka khusus pasti membuat seseorang kaya dalam waktu singkat apabila tidak ada dalil yang dapat dipertanggungjawabkan.

Mengapa Rezeki Setiap Orang Berbeda?

Ada orang yang memperoleh pekerjaan dengan mudah, sementara orang lain harus berjuang lebih lama. Ada pula orang yang memiliki penghasilan besar, tetapi masih menghadapi berbagai persoalan kehidupan.

Perbedaan keadaan tersebut mengingatkan kita bahwa rezeki tidak hanya berbentuk uang. Kesehatan, waktu yang bermanfaat, keluarga yang mendukung, ilmu, kesempatan berbuat baik, dan ketenangan hati juga merupakan nikmat yang patut disyukuri.

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Ankabut ayat 62 bahwa Allah melapangkan dan membatasi rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki.

Karena itu, jangan menjadikan keadaan ekonomi orang lain sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan hidup. Tetaplah berusaha, belajar, dan memperbaiki cara mengelola penghasilan.

Jika sedang mengalami kesulitan keuangan, selain berdoa, buatlah perencanaan anggaran, utamakan kebutuhan pokok, dan carilah bantuan yang tepercaya apabila diperlukan.

Kesimpulan: Doa, Ikhtiar, dan Tawakal dalam Menjemput Rezeki

Doa pembuka rezeki dapat menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus memohon kecukupan, kebaikan, dan keberkahan dalam kehidupan.

Di antara doa yang dapat diamalkan adalah doa memohon kecukupan dengan rezeki halal, doa Nabi Musa AS dalam QS. Al-Qasas ayat 24, serta doa memohon ilmu yang bermanfaat dan rezeki yang baik setelah salat Subuh.

Selain berdoa, umat Islam dianjurkan untuk menjaga salat, memperbanyak istigfar, bertakwa, bersedekah sesuai kemampuan, dan bekerja melalui jalan yang halal.

Ingatlah bahwa tidak ada doa yang boleh dipromosikan sebagai jaminan kekayaan instan tanpa dasar yang sahih. Hasil dari setiap ikhtiar berada dalam ketetapan Allah SWT.

Semoga Allah SWT melapangkan rezeki kita, mencukupkan kebutuhan keluarga, menjauhkan kita dari penghasilan yang haram, serta memberikan keberkahan dalam setiap nikmat yang diterima.

Aamiin ya Rabbal 'alamin.

Jika artikel ini bermanfaat, bagikan kepada keluarga dan sahabat agar semakin banyak orang mengenal doa memohon rezeki yang baik dan berkah.

7 Doa Meminta Turun Hujan dalam Islam, Lengkap dengan Arab, Latin dan Artinya

Doa meminta turun hujan merupakan salah satu doa yang dapat dipanjatkan umat Islam ketika musim kemarau berlangsung panjang dan hujan tidak kunjung turun. Dalam Islam, hujan merupakan rahmat Allah SWT yang sangat penting bagi kehidupan manusia, hewan, tumbuhan, dan seluruh makhluk hidup.

7 Doa Meminta Turun Hujan dalam Islam

Ketika terjadi kekeringan, umat Islam dianjurkan untuk berdoa, memperbanyak istigfar, bertobat, dan memohon pertolongan kepada Allah SWT. Salah satu ikhtiar yang dapat dilakukan bersama masyarakat adalah melaksanakan salat istisqa, yaitu salat sunah untuk memohon turunnya hujan.

Lantas, apa saja doa meminta hujan yang dapat diamalkan? Berikut kumpulan doa meminta turun hujan dalam Islam, lengkap dengan tulisan Arab, latin, arti, serta amalan yang dianjurkan saat musim kemarau.

Doa Meminta Turun Hujan yang Diajarkan Rasulullah SAW

Salah satu doa memohon hujan yang diriwayatkan dalam hadis sahih adalah doa yang dipanjatkan Rasulullah SAW ketika meminta hujan kepada Allah SWT.

Bacaan Arab:

اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا

Bacaan latin:

Allahumma aghitsna, Allahumma aghitsna, Allahumma aghitsna.

Artinya:

“Ya Allah, turunkanlah hujan pertolongan kepada kami. Ya Allah, turunkanlah hujan pertolongan kepada kami. Ya Allah, turunkanlah hujan pertolongan kepada kami.”

Doa ini dapat dibaca ketika masyarakat mengalami kekeringan atau membutuhkan hujan. Bacalah dengan penuh keikhlasan dan harapan agar Allah SWT memberikan pertolongan serta mencukupkan kebutuhan air bagi seluruh makhluk-Nya.

Doa ini diriwayatkan dalam hadis sahih tentang istisqa, di antaranya dalam Sahih al-Bukhari.

Doa Memohon Hujan yang Bermanfaat

Selain memohon agar hujan turun, umat Islam juga dianjurkan memohon agar hujan membawa manfaat dan keberkahan.

Berikut doa yang diajarkan Rasulullah SAW ketika melihat hujan turun.

Bacaan Arab:

اللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا

Bacaan latin:

Allahumma shayyiban naafi'an.

Artinya:

“Ya Allah, turunkanlah hujan yang bermanfaat.”

Doa ini diriwayatkan dalam hadis sahih dan secara khusus dibaca ketika hujan turun. Ketika hujan belum turun, umat Islam dapat membaca doa memohon hujan, seperti Allahumma aghitsna, sambil berharap agar hujan yang nantinya turun membawa manfaat bagi kehidupan.

Doa Meminta Hujan dan Rahmat Allah SWT

Umat Islam juga boleh memanjatkan doa dengan bahasa sendiri untuk meminta hujan dan rahmat Allah SWT.

Berikut contoh doa dalam bahasa Arab.

Bacaan Arab:

اللَّهُمَّ اسْقِنَا الْغَيْثَ، وَارْحَمْنَا بِرَحْمَتِكَ، وَاجْعَلْهُ غَيْثًا نَافِعًا مُبَارَكًا

Bacaan latin:

Allahummasqinal-ghaitsa, warhamna birahmatika, waj'alhu ghaithan naafi'an mubaarakan.

Artinya:

“Ya Allah, berilah kami hujan, rahmatilah kami dengan rahmat-Mu, dan jadikanlah hujan itu sebagai hujan yang bermanfaat dan penuh berkah.”

Perlu diketahui bahwa bacaan di atas merupakan contoh susunan doa, bukan kutipan hadis yang secara khusus dinisbatkan kepada Rasulullah SAW.

Doa ini dapat dijadikan salah satu bentuk permohonan kepada Allah agar memberikan air yang cukup, menyuburkan tanah, dan menjauhkan masyarakat dari kesulitan akibat kekeringan.

Doa Istisqa untuk Memohon Turunnya Hujan

Doa istisqa adalah doa memohon hujan kepada Allah SWT ketika terjadi kekeringan atau kebutuhan air yang mendesak. Permohonan ini dapat dilakukan secara pribadi maupun melalui salat istisqa berjemaah.

Salah satu doa yang dapat dipanjatkan adalah:

Bacaan Arab:

اللَّهُمَّ أَغِثْنَا غَيْثًا نَافِعًا

Bacaan latin:

Allahumma aghitsna ghaithan naafi'an.

Artinya:

“Ya Allah, berilah kami hujan yang membawa manfaat.”

Bacaan ini merupakan doa singkat dengan makna yang baik. Untuk menjaga ketepatan sumber, susunan tersebut tidak perlu dianggap sebagai kutipan hadis tertentu tanpa rujukan yang jelas.

Ketika musim kemarau berlangsung panjang, umat Islam dapat memperbanyak doa, memohon ampun kepada Allah SWT, serta mengikuti pelaksanaan salat istisqa sesuai tuntunan agama.

Doa Istigfar agar Mendapat Rahmat dan Pertolongan Allah

Salah satu amalan yang dianjurkan ketika menghadapi kesulitan adalah memperbanyak istigfar atau memohon ampun kepada Allah SWT.

Dalam Surah Nuh ayat 10–12, terdapat penjelasan tentang ajakan Nabi Nuh AS kepada kaumnya untuk memohon ampun kepada Allah. Ayat tersebut juga menyebutkan turunnya hujan yang melimpah sebagai salah satu karunia Allah.

Berikut bacaan istigfar yang dapat diamalkan sehari-hari.

Bacaan Arab:

أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ

Bacaan latin:

Astaghfirullaahal-'azhiim wa atuubu ilaih.

Artinya:

“Aku memohon ampun kepada Allah Yang Mahaagung dan bertobat kepada-Nya.”

Istigfar dapat dibaca kapan saja, termasuk ketika musim kemarau. Namun, tidak ada jumlah bacaan tertentu yang dapat dijamin secara khusus akan menyebabkan hujan turun.

Doa Meminta Hujan dalam Bahasa Indonesia

Selain menggunakan bahasa Arab, umat Islam juga dapat berdoa menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa lain yang dipahami.

Berikut contoh doa memohon hujan yang dapat dibaca saat terjadi kekeringan.

“Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, limpahkanlah rahmat-Mu kepada kami. Turunkanlah hujan yang bermanfaat dan penuh berkah. Suburkanlah tanah kami, cukupkanlah kebutuhan air bagi manusia, hewan, dan tumbuhan, serta jauhkanlah kami dari kekeringan yang berkepanjangan.

Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami, bimbinglah kami agar senantiasa bersyukur atas nikmat-Mu, dan berikanlah pertolongan kepada masyarakat yang sedang mengalami kesulitan air. Amin ya Rabbal 'alamin.”

Doa tersebut merupakan contoh doa dalam bahasa Indonesia, bukan bacaan khusus yang diriwayatkan dari Rasulullah SAW. Umat Islam dapat memanjatkan doa dengan kata-kata sendiri selama isinya baik dan tidak bertentangan dengan ajaran Islam.

Amalan yang Dianjurkan agar Memohon Hujan

Selain membaca doa meminta turun hujan, terdapat beberapa amalan yang dapat dilakukan ketika musim kemarau berlangsung panjang.

Memperbanyak istigfar dan bertobat

Memohon ampun kepada Allah merupakan amalan yang dianjurkan dalam Al-Qur'an. Umat Islam dapat memperbanyak istigfar sebagai bentuk penghambaan dan upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Melaksanakan salat istisqa

Salat istisqa adalah salat sunah yang dilakukan untuk memohon hujan. Pelaksanaannya dapat dilakukan secara berjemaah sesuai tuntunan fikih dan arahan ulama setempat.

Bersedekah dan membantu sesama

Membantu masyarakat yang kesulitan memperoleh air bersih merupakan perbuatan terpuji. Sedekah juga menjadi salah satu bentuk kepedulian terhadap sesama, khususnya warga yang terdampak kekeringan.

Menjaga sumber air dan lingkungan

Selain berdoa, masyarakat perlu melakukan ikhtiar nyata, seperti menghemat penggunaan air, memperbaiki kebocoran, menjaga sumber mata air, dan menampung air hujan ketika tersedia.

Doa dan ikhtiar sebaiknya dilakukan secara beriringan agar masyarakat dapat menghadapi musim kemarau dengan lebih baik.

Kapan Waktu yang Baik untuk Berdoa Meminta Hujan?

Pada dasarnya, umat Islam dapat berdoa meminta hujan kapan saja. Doa juga dapat dipanjatkan pada waktu-waktu yang baik untuk berdoa, seperti ketika sujud dalam salat dan pada sepertiga malam terakhir.

Jika kekeringan meluas dan masyarakat membutuhkan hujan, pelaksanaan salat istisqa dapat menjadi salah satu ikhtiar ibadah bersama. Masyarakat dapat berkoordinasi dengan pengurus masjid, tokoh agama, atau pemerintah setempat.

Hal terpenting adalah memanjatkan doa dengan ikhlas, tetap berusaha, dan tidak menganggap doa tertentu sebagai jaminan bahwa hujan akan turun pada waktu yang telah ditentukan.

Kesimpulan

Doa meminta turun hujan merupakan salah satu bentuk ikhtiar umat Islam untuk memohon rahmat dan pertolongan Allah SWT ketika menghadapi musim kemarau. Salah satu doa yang diriwayatkan dari Rasulullah SAW adalah Allahumma aghitsna, yang berarti memohon hujan pertolongan kepada Allah.

Selain berdoa, umat Islam dianjurkan memperbanyak istigfar, melaksanakan salat istisqa, bersedekah, serta membantu masyarakat yang mengalami kekeringan.

Semoga Allah SWT menurunkan hujan yang bermanfaat, melimpahkan keberkahan kepada bumi, mencukupkan kebutuhan air seluruh makhluk hidup, dan melindungi kita dari bahaya kekeringan. Amin ya Rabbal 'alamin.


Berdoa Dengan Ayat-Ayat Pilihan

Surat Al-Fatihah ayat 1-7

Bismillahir rahmaani ar-rahim, Alhamdullilahi rabbil'aalamiin, Arrahmanirrahim, Maaliki yaumid-diin, Iyyaka na'budu wa iyyaaka nasta'iin, Ihdinash shiraathal mustaqiim, Shiraathalladziina an'amta 'alaihim ghairil maghdhuubi 'alaihim wa  laddhaaliin.

Artinya : “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang, Segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam, Yang menguasai Hari Pembalasan, Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan, Tunjukilah kami jalan yang lurus, Yaitu jalan orang – orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.”

Surat Al-Baqarah ayat 1-5

Alif Laam Miim. Dzaalikal kitaabu laa raiba fiihi hudal lil muttaqiin, Alladziina yu'minuuna bilghaibi wa yuqiimuunash shalata wa mimmaa razaqnaahum yunfiquun, Walladziina yu'minuua bimaa unzila ilaika wamaa unzila min qablika wa bil aakhirati yuuqinuun, Ulaa'ika'alaa hudan mir-rabbihim wa ulaa'ika humul muflihuun.

Artinya : “Allif Laam Miin. Kitab (Al-Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa, Yaitu mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian rezeki yang  kami anugerahkan kepada mereka, Dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al-Qur'an) yang telah diturunkan kepadamu dan kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat, Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka dan merekalah  orang-orang  yang beruntung.”

Surat Al-Baqarah ayat 163-164

Wa ilaahukum ilaahuw waahidul laa ilaaha illaa huwa ar-rahmaanur-rahiim. Inna fil khalqis samaawaati wal ardhi wakhtilaafil laili wan nahaari walfulkil-latii tajrii fil bahri bimaa yan'fa'un naasa wamaa anzalallahu minas-samaa'i min maa'in fa ahyaa bihil ardha ba'da mautihaa wa batstsa fiihaa min kulli daabbatin wa tashri-ifir riyaahi was-sahaabil musakhkhari bainas-samaa'i wal ardhi la aayaatin liqaumiy ya'qiluun

Artinya : “Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera  yang berlayar di laut membawa apa yang berguna manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (keringnya) dan Dia sebarkan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; Sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.”

Surat Al-Baqarah ayat 255-257

Allahu laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuumu laa ta'khudzu sinatuw walaa naumun lahuu maa fis samaawaati wamaa fil ardhi man dzalladzii yasyfa'u 'indahu illa bi idznihi ya'lamu maa baina aidihiim wa maa khalfahum walaa yuhiithuuna bi syai'in min'ilmihii illaa bimaa sya'a wasi'a kursiyyuhus samaawaati wal ardha walaa ya'uuduhuu  hifdzhuhumaa wa huwal'aliyyul'adziim.

Artinya: Allah tidak ada Tuhan (yang berhak) disembah melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur, kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya, kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

Laa ikraaha  fid diini qad tabayyanar rusydu minal ghayyi famay-yakfur bit-thaaghuuti wa yu'min billahi faqadis tamsaka bil 'urwatil wutsqaa lan fishaama lahaa wallahu samii'un 'adziim.

Artinya : Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam), sesungguhnya telah jelas jalan yang benar dari pada jalan yang  sesat. Karena itu barang siapa yang ingkar kepada Tgagut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Allahu waliyyu al-ladziina aamanuu yukhrijuhum minadzdzhulumati ila an-nuuhri wal-ladziina kafaruu auliyaa'uhumut thaaghuutu yukhrijuhum minan naari iladz-dzhulumaati ulaa'ika as-haabun naari hum fiihaa khaaliduun.

Artinya :  Allah pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah setan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka  kekal di dalamnya.

Surat Al-Baqarah ayat 284-286

Lillahi maa fis-samaa'i wamaa fil ardhi wa in tubduu maa fil anfusikum au tukhfuuhu yuhaasibkum bihillahu fayaghfiru liman yasyaa'u wa yu'adzdzibu man yasyaa'u wallahu'alaa kulil-syai'in qadiir.

Artinya : Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikannya, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya dari menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Aamanar-rasuulu bimaa unzila ilaihi min rabbihi wal mu'minuun. Kullun aamana billahi wamalaa'ikatihi  wa kutubihi wa rusulihi laa nufarriqu baina ahadin min rusulihi wa qaaluu sami'naa wa atha'naa ghufraanaka rabbanaa wa ilaikal mashiir.

Artinya : Rasul telah beriman Al-Qur'an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman semuanya beriman kepada Allah, malaikat -malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan) : “Kami tidak membeda-bedakan antara seorang pun (dengan yang lain)  dsri rasul-Nya; dan mereka mengatakan “Kami  dengar dan kami taat.' (Mereka berdoa): “Ampunilah dosa kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali.”

Laa yukallifullahu nafsun illa wus'ahaa lahaa maa kasabat wa'alaihaa maktasabat rabbanaa laa tu'aakhidznaa in nasiinaa au akhtha'naa rabbanaa wala tahmil'alainaa ishran kamaa hamaltahuu'alalladziina min qablinaa rabbanaa walaa tuhammilnaa maa laa thaaqata lanaa bihi wa'fu'annaa waghfir lanaa wafhamnaa anta maulaana fanshurnaa'alal qaumil kaafiriin.

Artinya : Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebaikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya (mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.

Surat Ali Imran ayat 18

Syahidallahu annahu laa ilaaha illaa huwa wal malaa'ikatu waulul'ilmi qaaimam bil qisthi laa ilaaha illa huwal'azizul hakiim.

Artinya : Allah menyatakan bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Surat Ali Imran ayat  26-27

Qulillahumma maalikul mulki tu'til mulka man tasyaa'u watudzillu man tasyaa'u biyadikal khairi innaka 'alaa kulli syai'in qadiir.

Artinya : Katakanlah, “Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebijakan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Tuulijul laila fin nahaari wa tuulijun nahaara fil laili wa tukhrijul hayya minal mayyiti wa tuhkrijul mayyiti minal hayyi wa tarzuqu man tasyaa'u bigha  iri hisaab.

Artinya : Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rezeki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas).

Surat Ali Imran ayat  190-195

Inna fil khalqis samawaati wal ardhi wakhtilaafil laili wan nahaari la aayatin li ulil albaab.

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal.

Alladziina yadzkurrunallahu qiyaamaw wa qu'uudaw  wa'alaa junuubihim wa yatafakkaruuna fil khalqis samawaati wal ardhi rabbanaa maa khalagta haadzaa baathilan subhannaka fuqinaa'adzaaban-naar.

Artinya : Yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkat): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.

Rabbanaa innaka man tudkhilin naara faqad akhzaithahu wamaa lidzdzhaalimiina min anshaar.

Artinya : Ya Tuhan kami, sesungguhnya barang siapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh telah Engkau hinakan ia dan tidak ada bagi orang-orang yang zhalim seorang penolong pun.

Rabbanaa innanna sami'naa munaadiyan yunaadil lil iimaani in aamanuu birabbikum fa aamanna rabbanaa faghfirlanaa dzunuubanaa wa kaffir'annaa sayyi'aatinaa wa tawaffanaa ma'al abraar.

Artinya : Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman (yaitu) “Berimanlah kamu kepada Tuhan-Mu. “Maka kami pun beriman, Ya Tuhan kami ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang berbakti.

Rabbanaa wa aatinaa maa wa'adtanaa'alaa rusulika walaa yaumal qiyaamati innaka laa tukhliful mii'aad.

Artinya : Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantaraan rasul-rasul-Mu. Dan janganlah Engkau hinakan kami di Hari Kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji.

Sumber : Ayat-Ayat Suci Al-Quran
 

Doa-Doa Pengobatan Keluarga

Doa Menghindarkan Dari Gangguan Makhluk Halus, Setan dan Santet

'Auudzu bi kalimaatillahi at-taamaati min ghadhabihi wa 'iqaabihi wa syarri'ibaadihi wa min hamazaatis-syayaathiini waan-yahdhuruun.

Pengobatan Dengan Shalat Untuk Sakit Perut

Dari Abu Hurairah berkata: Nabi saw berangkat ke masjid pada pagi hari, aku mengikutinya, aku shalat kemudian duduk, beliau menoleh padaku sambil menanyakan apa perutmu sakit? Aku menjawab: Ya, Rasulullah, Beliau lantas berkata; Bangun, shalatlah, karena itu shalat adalah obat.

Doa Sakit Panas

Allahummarhamnaa jildir raqiqi wa adzmi ad-daqiiqi min syiddatil hariiq ya umma milldam, in kunti aamanti billahi falaa tashda'ii ar-ra'sa walaa tuntinii-ifama walaa ta'kulii-llahma walaa tasyrabiid-dama wa tahawwalii'anni ilaa manit-takhadza ma'a Allah ilaahan aakhara.

Doa Untuk Orang Yang Sakit Pada Tubuh

A'uudzu billahi wa biqudratihi min syarri maa ajidu wa uhaadziru.
 
Artinya: Aku berlindung dengan keagungan dan kekuasaan Allah, dari kejahatan yang kutemukan dan kukhawatirkan.

Doa Untuk Menyembuhkan Bisul dan Luka-Luka

Bismillahi turbatu ardhinaa biriiqati ardhinaa biriiqati ba'dhinaa liyasyfiya saqiimanaa bi idzni rabbinaa.
 
Artinya : Dengan nama Allah, debu tanah kami, dengan ludah tanah kami dengan ludah  sebagian dari kami, untuk menyembuhkan orang yang sakit di antara kami dengan izin Tuhan kami.

Doa Untuk Menyembuhkan Rasa Was-was

Aamantu billahi wa rusulihi allahu ahad, allahu ahad, allahus shamad, lam yalid walam yuulad, wa lam yakun-lahuu kufuwan ahad.
 
Artinya: Aku beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, Allah Maha Esa, Allah tempat bergantung, Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tiada seorang pun menyamai-Nya.

Doa Meredam Amarah

A'uudzu billahi minasy-syaithaanir-rajiim
 
Artinya : Aku berlindung kepada Allah dari godaan syetan yang terkutuk.

Doa Untuk Mengobati Luka Bakar / Orang Terbakar

Adzhabil-ba'sa rabban-naasi, isyfi antaas-syaafil laa syifaa'a illaa syifaa'uka syifaa'an laa yughaadiru saqaman.
 
Artinya : Ya Allah, Tuhan manusia, singkirkanlah penyakitnya dan sembuhkanlah dia karena sesungguhnya Engkau adalah Yang Menyembuhkan. Tiada kesembuhan selain dengan kesembuhan-Mu; kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit lagi.

Doa Untuk Sulit Kencing, Kencing Batu atau Kencing Yang Terasa Sakit

Rabbanaallahul-ladzii fis-samaa'i taqaddasa ismuka fis-samaa'i wal ardhi rahmatuka fis-samaa'i faj'al rahmataka fil ardhi ighfir lanaa huubanaa wa khathaayaanaa anta rabbuthtahyyibiin, fa anzil syifaa'an min syifaa'ika wa rahmatan min rahmatika'alaa haadzal-waj'i.
 
Artinya : Tuhan kami adalah Allah yang ada di atas langit Maha suci nama-Mu di langit dan di bumi. Kalau rahmat-Mu berada di langit, maka jadikanlah rahmat itu juga berada di bumi. Ampunilah kami atas kelancangan dan kesalahan-kesalahan kami. Engkaulah Tuhan orang-orang yang baik. Turunkanlah rahmat dari sisi-Mu, dan kesembuhan dari kesembuhan-Mu atas penyakit ini.

Doa Untuk Orang Yang Sakit Mata

Allahumma matti'nii bibasharii waj'alhul waaritsa minnii wa arinii fil'aduwwi tsa'riss wanshurnii'alaa man dzhalamii.
 
Artinya: Ya Allah, anugerahkanlah nikmat kepada diriku dengan pendengaran dan penglihatanku, dan jadikanlah keduanya sebagai ahli waris dariku. Tolonglah aku dari orang yang menzhalimi diriku dan balaskanlah diriku atas orang itu.

Doa Untuk Orang Sakit Demam

Bismillahil kabiiri na'uudzu billahi adziim min syarri kulli'rqin na'aarin wa min syarri harrin-naar.
 
Artinya : Dengan nama Allah Yang Maha Besar, kami berlindung kepada Allah Yang Maha Agung dari kejahatan setiap peluh yang mengganggu dan dari panasnya api.

Doa Untuk Menyembuhkan Orang Sakit Dada 

Allahumma innil as'aluka yaa qaadhiyaal-umuuri wa yaa syaafiyas-shudhuuri kamaa tujiiru fil buhuuri an tujiiranii min 'adzaabis-sa'iiri wa min da'watits-tsubuuri wa min fitnatilqubuuri.
 
Artinya : Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu wahai yang menentukan segala perkara, wahai yang menyembuhkan segala macam penyakit hati, sebagaimana Engkau menyelamatkan orang yang ada di laut, maka selamatkanlah diriku ini dari adzab api neraka yang menyala-nyala dari doa kebinasaan (seperti ucapan 'celakalah aku') dan dari adzab kubur.

Doa Bagi Orang Yang Putus Asa dan Ingin Bunuh Diri

Allahumma ij'alil hayaata ziyaadatan lii fii kulli khairin waj'alil mauta raahatan lii min kulli syarr.
 
Artinya : Ya Allah, jadikanlah kehidupan ini sebagi tambahan kebaikkan bagi diriku, dan jadikanlah kematian sebagai rehat bagiku dari segala macam kejahatan.

Referensi : Berbagai Sumber
 

Doa-Doa Yang Patut Di Ajarkan Kepada Anak

Doa  Melihat Tanaman Berbuah

Allahumma baarik lanaa fii tsamarinaa wa baarik lanaa fil madiinatinaa wa baarik lanaa fii  shaa'inaa wa baarik lanaa fil muddinaa.
 
Artinya : Ya Allah berolamlah berkah kepada kami dalam buah kami. Berikanlah berkah  pada  kota kami. Dan berikanlah berkah kepada setiap sha' buah-buahan kami dan berikanlah berkah kepada setiap mudd buah-buahan kami.

Doa Ketika Turun Hujan, Ketika Badai Dan Ketika Mendengar Suara Halilintar

Alhamdulillah rabbi'aalamiin, arrahmaanirrahiim, maaliki yaumid-din, laa ilaaha illallahu yaf'alu maa yuriid, allahumma anta laa ilaaha illallahu yaf'alu maa yurrid, allahumma antallahu laa ilaaha ilaa antal ghaniyyu wa nahnul fuqaraa'u, anzil'alainal ghaitsa waj'al maa anzalta lanaa quwwatan wa balaaghan ilaahiinin. Allahumma agitsnaa, Allahumma agitsnaa, Allahumma  agitsnaa, Allahumma-sqinaa ghaitsan mugiitsan marii'an murii'an naafi'an ghaira dhaa-rrin'aajilan ghaira aa-jilin.
 
Artinya: Segala puji bagi Allah Tuhan alam semesta.Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Yang Menguasai Hari Pembalasan. Tiada Tuhan selain Allah yang melakukan apa saja yang Dia kehendaki. Ya Allah, Engkaulah Allah yang tiada Tuhan selain Allah yang melakukan apa yang Dia kehendaki.

Ya Allah, Engkaulah Allah yang tiada Tuhan selain Engkau yang Maha kaya dan kami semua miskin. Turunkanlah hujan kepada kami, dan jadikanlah yang Engkau turunkan kepada kami itu sebagai kekuatan bagi kami dan menjadi penyampai hingga waktu yang ditentukan.

Doa Ketika Melihat Gumpalan Awan

Allahumma innaa na'uudzu bika min syarri maa arsala bihi.
 
Artinya : Ya Allah, sesungguhnya kami memohon perlindungan kepada-Mu dari kejahatan yang timbul dari apa yang Engkau kirimkan.

Doa Saat Turun Hujan

Allahumma shayyiban naafi'an, Allahumma shayyiban naafi'an.
 
Artinya : Ya Allah, jadikanlah ia sebagai hujan yang berguna.

Doa Ketika Terjadi Angin Kencang

Allahumma innii as'aluka min khairi haadzihi ar-riihi wakhairi maa fiihaa wa khairi maa amarta bihi wa a'uudzu bika min syarrihaa wa syarri maa fiihaa wa syarri maa amarta bih.
 
Artinya : Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kebaikan angin ini dan kebaikkan yang terkandung di dalamnya dan kebaikkan yang Engkau perintahkan. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatannya dan dari kejahatan yang terkandung di dalamnya dan kejahatan yang Engkau perintahkan.

Doa Ketika Melihat Bulan Sabit (Dibaca 3 Kali)

Allahu Akbar, Allahumma ahillahu'alainaa bil amni wal iimaani wassalamati wal islaami wat-taufilqi lima tuhibbu wa tardhaa, rabbi wa rabbukallahu hilaalun khairunwa rusydun, Allahumma innii as'aluka min khairi haadzas syhari wa khairil wadari wa a'udzu bika min syarrihi.
 
Artinya : Allah Maha besar, Ya Allah, datanglah ia kepada kami sebagai pertanda keamanan dan keimanan, keselamatan dan Islam, serta restu untuk sesuatu yang Engkau cintai dan ridhai. Hanya Allah-lah Tuhanku dan Tuhan-Mu.

Ia adalah bulan sabit yang baik dan pemberi petunjuk, ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikkan bulan ini dan kebaikkan takdir-Mu, aku berlindung kepada-Mu dari kejahatannya (Dibaca 3 kali).

Doa Penutup Majlis

Subhaanaka Alahumma wa bihamdika asyhadu a-laa ilaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaik.
 
Artinya : Maha suci Engkau ya Allah dan dengan memuji-Mu aku bersaksi tidak ada Tuhan selain Engkau, aku memohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.

Doa Ketika Telinga Berdengung

Dzakarallahu bi-khairin man dzakaranii
 
Artinya : Semoga Allah menyebut dengan baik orang yang membicarakanku.

Doa Untuk Membalas Orang Yang Telah Berbuat Baik

Baraka-allahu laka fii ahlika wa maalik.
 
Artinya: Semoga Allah memberikan berkah kepada-Mu pada keluarga dan harta bendamu.

Doa Ketika Melihat Sesuatu Yang Mengejutkan

Maa Syaa'a-Allahu laa quwwata illa billahi lam yadhurruh.
 
Artinya: Apa yang dikehendaki Allah pasti terjadi, tidak ada kekuatan kecuali atas pertolongan Allah swt, maka sesuatu itu tidak akan membahayakan.

Doa Ketika Melihat Langit

Rabbanaa maa khalaqta haadzaa baathillan subhaanaka faqinaa'adzaaba an-naar.
 
Artinya : Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Maha suci Engkau, lindungilah kami dari adzab neraka.

Referensi : Berbagai Sumber
 

Doa-Doa Ketika Terlilit Utang

Doa Agar Utang-Utang Cepat Lunas

Allahumma maalikul mulki tu'til mulka man tasyaa'u wa tanzil'ul mulka mimman-tasyaa'u wa tu'izzu man tasya'u wa tudzillu man tasyaa'u biyadikal khairi innaka 'alaa kulli syai'in qadir. Tuulijul-laila fin-nahaari wa tuulijun-nahaara fil-laili wa tukhrijul-hayya minal mayyiti wa tukhrijul mayyita minal hayyi  wa tarzuuqu man tasyaa'u bi-ghairi hisaabin. Laa ilaaha illaa anta rahmaanad dunyaa wal-aakhirati wa rahiimahumaa tu'thiman tasyaa'u wa tamna'u man tasyaa'u, irhamnii rahmatan min 'indik. Aghninii'an ramhatim-min siwaak.

Artinya : Katakanlah wahai Tuhan yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Ditangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha kuasa atas segala sesuatu. Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dan yang mati. Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rezeki siapa yang Engkau kehendaki tanpa batas. (QS. Ali Imran ayat 26-27).

Doa Ketika Berutang

Allahummakfinil bihalaalika 'an haroomika waghninii bi-fadhlika'amman siwaak

Artinya : Ya Allah cukupkanlah aku dengan yang halal, dan terhindar dari yang diharamkan Engkau. Dan kayakanlah aku dengan keutamaan (karunia-Mu) dan terhindar dari karunia yang bukan dari-Mu.

Referensi Saya : Berbagai Sumber
 

Doa Pembuka Rezeki Keluarga

Doa Untuk Memperbaiki Keadaan

Allahumma-ghfir lanaa warhamnaa wardha'anna wa taqabbal minnaa wa aadkhilnal jannata wa najjina minan-naari wa ashlih lanaa sya'nana kullahu.

Artinya :  Ya Allah, ampunilah kami dan berikanlah rahmat-Mu kepada kami. Ridhailah segala amal  usaha kami dan terimalah ia. Masukkanlah kami ke surga dan selamatkanlah kami dari api neraka. Perbaikilah keadaan kami ini semuanya.

Doa Untuk Mendapatkan Tambahan Rezeki

Allahumma innii a'uudzu bika minal hammi wal hazani wa a'uudzubika minal'ajzi wal kasali wa a'uudzu bika minal jubni wal bukhli wa a'uudzu bika min ghalabatid daini wa qahrir-rijaal.

Artinya : Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kesusahan dan kesedihan dan aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan dan aku berlindung kepada-Mu dari kepengecutan dan kekikiran dan aku berlindung kepada-Mu dari lilitan utang dan paksaan orang-orang.

Doa Untuk Memperluas Rezeki

Allahummaj'al ausi'rizqika 'alayya 'inda kibari sinnii wan qithaa'i'umril.
 
Artinya : Ya Allah jadikanlah rezeki-Mu yang paling lapang untuk diriku ketika aku tua renta nanti dan ketika umurku hampir habis.

Referensi Saya : Berbagai Sumber
 

Sakinah Dengan Doa Nabi Ibrahim

Doa Nabi Ibrahim as 1


Rabbij'alni muqiimash solaati wa min dzuriyyatii, robbana wa taqabbal du'aa'i. Robbanagfir lii wa liwaalidayya wa lil mu'miniina yauma yaqumul hisaab.

Artinya: Ya Tuhanku, jadikanlah Aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku. Ya Tuhan kami, beri ampunlah Aku dan kedua ibu bapaku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat)". ( QS. Ibrahim ayat 40-41 )

Penjelasan : Doa diatas (Doa-doa Nabi Ibrahim as) baik sekali dibaca dalam berbagai kesempatan, agar diri kita dan keluarga kita serta anak keturunan kita senantiasa taat beribadah kepada Allah, khususnya menjalankan ibadah shalat yang Allah wajibkan.

Dalam Al-Qur'an dikisahkan bahwa doa tersebut dibaca oleh Nabi Ibrahim ketika ia baru saja memohon agar kota Mekkah dijadikan kota yang aman, tenteram dan anak keturunannya diselamatkan dari kemusyrikan.

Doa Nabi Ibrahim as 2

Rabbanaa innii askantu min dzurriyyati biwaadin ghairi dziizar'in 'inda baitikal muharrami rabbanaa liyuqiimus shalaata faj'al af'idatan minannaasi tahwii warzuqhum minats- tsamaraati la'allahum yashkuruun.

Artinya : Ya Tuhan kami, Sesungguhnya Aku Telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, Ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, Maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezkilah mereka dari buah-buahan, Mudah-mudahan mereka bersyukur. (QS. Ibrahim ayat 37). 

Doa Nabi Ibrahim Untuk Orang Tuanya

Rabbanaaghfir lii wa liwaalidayya wa lilmu'miniina wal mu'minaati yauma yaquumul hisaab.

Artinya : “Ya Tuhan kami, ampunilah aku dan kedua ibu- bapakku dan orang – orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat).” (QS. Ibrahim ayat 41).

Dalam doa yang diungkapkan Nabi Ibrahim ini terdapat tiga permintaan ampunan: yaitu permintaan ampun untuk diri sendiri, kedua orang tua, dan untuk kaum mukminin dan mukminat pada hari dihisabnya manusia, yakni pada hari seluruh amal manusia diputar kembali oleh Allah Swt untuk dimintai pertanggung jawaban.

Doa tersebut juga salah satu bukti kebaikan Nabi Ibrahim as, kepada orang tuanya. Beliau mendoaka orang tuanya. Bahkan, ketika beliau diusir oleh ayahnya dari kampung halamannya karena Ibrahim tak mau menghentikan dakwahnya, Ibrahim tetap berjanji akan mendoakan orang tuanya. Saat Ibrahim diusir oleh ayahnya sendiri, beliau menyatakan. “Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu, aku akan meminta ampun bagimu kepada Tuhanku. Sesungguhnya Dia sangat baik kepadaku.” (QS. Maryam ayat 47).

Pada ayat lain beliau memohon, “... dan ampunilah bapakku, karena sesungguhnya ia adalah termasuk golongan orang-orang yang sesat.” (QS. Asy- yu'ara ayat 86).

Namun permohonan Ibrahim itu ditolak Allah karena orang musyirik, termasuk para orang tua yang musyrik, tidak boleh dimohonkan ampun, karena sudah pasti dosa-dosa mereka tidak akan diampuni oleh Allah Swt.

Lalu mengapa Ibrahim memohonkan ampun orang tuanya? Hal itu dia lakukan sebelum nyata baginya bahwa orang tuanya termasuk musuh Allah swt, karena menyekutukan-Nya , Allah swt. “Dan permintaan ampun dari Ibrahim (kepada Allah) untuk bapaknya, tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah diikrarkannya kepada bapaknya itu. 

Maka tatkala jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya itu adalah musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri daripadanya.” (QS. Ibrahim ayat 114).

Bahkan dalam ayat lain, Allah menyatakan sikap Nabi Ibrahim mendoakan orang tuanya yang musyrik dan kafir tidak layak dicontoh. “Sesungguhnya telah ada suri teladan yang baik bagimu pada Ibrahim  dan orang-orang  yang bersama  dengan dia kecuali perkataan Ibrahim kepada bapaknya: “Sesungguhnya aku akan memohonkan ampunan bagi kamu dan aku tiada dapat menolak sesuatu pun dari kamu (siksaan) Allah.” (QS. Al – Mumtahanah ayat 4).

Selain itu, doa-doa Nabi Ibrahim as, yang diabadikan Allah swt  dalam Al-Qur'an, Nabi Ibrahim as selalu  menyertakan anak, keturunan dan orang tuanya dalam doanya. Sehingga tidak heran jika nabi-nabi setelahnya adalah keturunan beliau, termasuk Nabi Muhammad saw.

Pada doa-doanya Nabi Ibrahim as, dengan sengaja, menempatkan anak dan keturunannya pada tempat yang baik dan mendukung bagi anak dan keturunannya untuk  lebih rajin ibadah kepada Allah swt. Sekalipun al-Haram adalah wilayah yang tak memiliki tanaman, Ibrahim tetap menempatkan keturunannya disana, karena di tempat itulah anaknya dapat lebih dekat kepada Allah swt, antara lain melaksanakan shalat.

Kandungan doa yang dipanjatkan lainnya adalah tentang pentingnya menegakkan shalat. Karena shalat adalah kunci keselamatan dan kebahagiaan dunia dan akhirat. Shalat  termasuk sarana paling utama mendekatkan diri kepada Alah swt.

Kemudian Nabi Ibrahim juga memohon kepada Allah agar anak-anak dan keturunannya dilimpahkan rezeki. Sebagai manusia biasa, Nabi Ibrahim as tidak ingin anaknya terlantar dan sengsara, sehingga beliaupun selalu menyertakan dalam doanya agar anak-anak dan keturunannya diberi rezeki.

Referensi Saya : Berbagai Sumber

Doa Saat Keluarga Menghadapi Masalah

Doa Nabi Luth As

Rabbin shurnii'alal qaumil munaafiqiin
Artinya : “Ya Tuhanku tolonglah aku dari kaum yang berbuat kerusakan.” (QS. Asysyu'araa ayat 169).

Doa Menolak Firasat Buruk

Allahumma laa thaira illaa thairuka walaa khaira illaa khairuka walaa ilaaha ghairuka.
Artinya  : “Ya Allah  tidak ada kesialan kecuali kesialan yang Engkau tentukan, dan tidak ada kebaikan kecuali kebaikan yang Engkau tentukan dan tidak ada Tuhan yang berhak disembah dengan benar selain Engkau.”

Doa Ummu Salamah
Inna lillahi wa inna ilaihi raaji'uun. Allahumma jurnii fiimushiibatii wa akhluf lii khairan minhaa.
Artinya : Segala sesuatu adalah milik Allah dan akan kembaali pada-Nya. Ya Allah, berilah ganjaran terhadap musibah yang menimpaku dan berilah ganti dengan yang lebih baik.

Doa Memohon Ampunan, Tawakal dan Terhindar Dari Fitnah

Rabbanaa 'alaika tawakkalnaa wa ilaika anabnaa wallaikal mashiir. Rabbanaa laa taj'alnaa fitnatal-lilladziina kafaruu waghfir lanaa rabbanaa innaka antal'aziizul hakiim.
Artinya : Ya Tuhan kami, hanya kepada Engkaulah kami bertawakal dan hanya kepada Engkaulah kami bertaubat dan hanya kepada Engkaulah kami kembali. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi orang-orang kafir. Dan ampunilah kai ya Tuhan kami. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (Al- Mumtahanah: 4-5)

Doa Melepaskan Diri Dari Kesulitan

Laa ilaaha illa anta subhaanaka innii kuntu minadzzhaalimiin
Artinya : Tidak ada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang – orang yang zhalim ( Al-Anbiya: 87)

Doa Meredam Amarah

A'udzubillahi minasy-syaithaanirrajiim
Artinya : Aku berlindung kepada Allah dari godaan syetan yang terkutuk.

Doa Untuk Keadaan Takut, Gelisah dan Bingung

Hasbunallahu wani'mal wakiil ni'mai maulaa wa ni'man-nashiir.
Artinya : Cukuplah Allah sebagai penolong kami, dan Dialah sebaik – baik tempat bersandar.

Doa Untuk Memperoleh Suasana Aman Dari Ketakutan

Yaa Hayyu Ya Qayyum, birahmatika astaghitsu
Artinya : Wahai yang Maha hidup dan Yang Maha berdiri sendiri, dengan rahmat-Mu aku memohon perlindungan.

Doa Menghadapi Malapetaka Yang Dahsyat

Laa ilaaha illallahul haliimul kariim. Subhaana rabbi'arsyil'adzhiim, Alhamdulillah rabbil' aalamiin.
Artinya : Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha lembut lagi Maha mulia. Maha suci Allah Tuhan Arsy yang agung. Segala puji bagi Allah Tuhan alam semesta.

Doa Memudahkan Perkara Yang Sulit

Allahumma laa sahla illaa maa ja'altahu sahlan wa anta taj'alul huzna sahlaa.
Artinya; Ya Allah, tiada perkara yang mudah kecuali yang Engkau jadikan mudah, dan Engkaulah yang menjadikan kesedihan sebagai sesuatu yang mudah.

Doa Untuk Memperbaiki Keadaan

Allahumma innaa na'uudzubika minal faqri wal qillqti na'udzubika min adzlima au udzlama.
Artinya : Ya Allah, kami berlindung kepada-Mu dari kefakiran, kekurangan. Dan kami berlindung kepada-Mu dari mendzalimi dan didzalimi. (HR. Abu Dawud dan An-Nisa'i).

Doa Untuk Mempertajam Mata Batin

Allahumma arinil umuura kamaa hiya walaa taj'alnii minal ghaafillin
Artinya : Ya Allah tunjukkanlah kepadaku segala sesuatu   sebagaimana adanya dan jangan jadikan aku termasuk orang- orang yang lalai.

Doa Untuk Mendamaikan Suami-Istri I

Bismillahirrahmaanirrahiim. Ibraahiima khaliilullah, muusaa kalilmullah, lisaa ruuhullah, wa muhammadun hablibullah wa rasuuuih.
Artinya : Dengan menyebut nama Allah Yang Maha pengasih lagi Maha penyayang. Ibrahim adalah sahabat Allah, Musa adalah yang diajak bicara oleh Allah, Isa adalah Ruh Allah dan Muhammad  adalah kekasih dan utusan Allah.

Doa Untuk Mendamaikan Suami-Istri II

Wa ulqiyat mahabbatu (fulaan bin fulan ila fulaanah binti fulaanah) kamaa alqayta baina Aadama wa hawa wa baina yuusufa wa zulaikha wa baina Muusaa wa Shafuura wa baina Muhammadin wa Khadijatal kurba. Wa baina Ali wa Faathimataz  Zahra'i wa shalawaatullahi 'alaihim ajma'iin. Wa ashlih bainahumma ishlaahan fiihi shamadan mu'aajalan.
Artinya: Sambungkanlah kecintaan (Fulan bin Fulan kepada Fulaanah binti Fulaanah; sebutkan nama pasangan suami-istri)
Sebagaimana Engkau sambungkan antara Adam dan Hawwa antara  dan antara  Yusuf dan  Zulaikha. Antara Musa dan Shafur dan antara Muhammad dan Khadijah al- Kubra.Dan diantara Ali dan Fatimah az-Zahra , semoga shalawat Allah tercurah atas mereka semua. Damaikanlah di antara  keduanya  dalam kedamaian yang kekal dan abadi.

Doa Nabi Nuh Untuk Keluarganya

Rabbighfilil waliwaa lidayya wa liman dakhala bainii ma'minan walilmu'miniina wal mu'minaati walaa taruddi minal mu'miniina iljadziira.
Artinya : Ya Tuhanku, ampunilah aku dan ibu-bapakku orang yang masuk ke rumahku dengan iman dan seluruh kaum mukmin dan mukminaah. Dan janganlah Engkau tambahkan kepada orang-orang zhalim itu selain kebinasaan.

Doa Keluarga Menjadi Ahli Ibadah & Tetap Mendirikan Sholat Sampai Akhir Hayat               

Rabbij'alni muqiimas shalaati wa min dzurriyyatii. Rabbanaa wataqabbal du'aa.
Artinya:  Ya Tuhan kami, jadikanlah anak dan cucu kami orang-orang yang tetap mendirikan shalat. Ya Tuhan kami, kabulkanlah doa kami.
Pesan :
Karena cinta dan demi cinta langit dan bumi diciptakan. Dan di atas dasarnya diwujudkan. Demi cinta seluruh planet beredar dan dengannya pula semua gerak mencapai tujuannya serta bersambung awal dan akhirnya. Dengan cinta, semu jiwa meraih harapannya dan mendapatkan idamannya serta terbebaskan dari segala yang meresahkannya (Ibnul Qayyim Al- Jauziyah).
Referensi : Berbagai Sumber
 

Doa Keluarga untuk Mensyukuri Nikmat Allah

Doa Syukur Nikmat

Alhamdu lillaahilladzi bini'matihi tatimmush shaalihati 

Artinya : “Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala amal shalih yang sempurna”.

Doa Nabi Sulaiman as

Rabi auzi'nii an asykura ni'matakallati an amta 'alayya wa'alaa waalidayya wa an a'mala shaalihaan tardhaahu wa adkhilnii birahmatika fii'ibaadikas shaalihini

Artinya : “Ya Tuhan kami berilah aku ihlam untuk selalu mensyukuri nikmatmu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku, dan kepada kedua ibu-bapakku dan mengerjakan amal shaleh yang Engkau ridhai dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-Mu yang shaleh”. (QS. An-Naml ayat 19).
Pesan :
Perlu dicatat bahwa sakinah, bukan sekedar apa yang terlihat pada ketenangan lahir, yang tercermin pada kecerahan air muka, karena yang ini bisa muncul dari keluguan, ketidaktahuan, atau kebodohan. Tapi sakinah terlihat pada kecerahan air muka yang disertai dengan kelapangan dada, budi bahasa yang halus, yang dilahirkan dari ketenangan bathin akibat menyatunya pemahaman dan kesucin hati, serta bergabungnya kejelasan pandangan dengan tekad yang kuat (M. Quraisy Syihab).
Oleh Sari Narulita, Doa dan Zikir untuk Keluarga Sakinah
 

Doa-Doa Untuk Orang Tua dan Anak

Doa Keturunan Yang Bertaqwa

Rabbanaa hablanaa min azwaajinaa wa dzurryyatinaa wa qurrati a'yuni waj'alnaa lil muttaqiina imaamaa.
 
Artinya: “Ya Tuhan kami, berilah kami istri dan keturunan yang menjadi penyejuk hati. Jadikanlah kami pimpinan bagi orang-orang yang bertaqwa.”

Doa Perlindungan Untuk Orang Tua

Allahummaghfirlii waliwaadiyya warham humma kamaa rabbayaanii shagiiraa.
 
Artinya: “Ya Allah, ampunilah aku, kedua ibu-bapakku dan kasihanilah keduanya sebagaimana mereka mengasihiku sejak kecil.”

Doa Memohon Ampunan Untuk Kedua Untuk Orang Tua

Rabbanagh firlii waliwaalidayya walil mu'miniina yaumal hisaab
 
Artinya : Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu-bapakku dan sekalian orang -  orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat). (QS. Ibrahim ayat 41)

Doa Perlindungan Untuk Anak

A'udzu bikalimaatillaht at-taammati min kulli syaithaaniw wahammatiw wamin kulii 'ainillaammah.

Artinya: Aku memohon perlindungan untuk keduanya kepada Allah dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari setiap syetan setiap hewan berbahaya dan setiap pandangan yang berbahaya.

Doa Memohon Keselamatan Keluarga 1

Rabbi najjinii wa ahlii min maa ya'lamuun
 
Artinya : “Ya Tuhanku selamatkanlah aku beserta keluargaku dari (akibat) perbuatan yang mereka kerjakan. (Asy Syu'ara ayat 169)

Doa Memohon Keselamatan Keluarga 2   

Rabbanaa taqabbal minnaa innaka antas-samii'ul 'aliim Rabbanaa waj'alnaa muslimaini laka wamin dzurriyyatinaa ummatan muslimatal laka wa arinaa manasikanaa watub'alainaa innaka'antattawwabur rahiim.
 
Artinya : Ya Tuhan kami terimalah dari (amalan) kami. Sesungguhnya Engkau yang Maha Mendengar lagi Maha mengetahui. Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) diantara anak-cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadah haji kami. Dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Penerima Taubat  lagi Maha Penyayang. ( QS. Al-Baqarah ayat 127-128 )

Doa Memohon Lingkungan Yang Baik

Rabbanaa akhrijnaa min haadzihil qaryatidz-dzaalimi ahluhaa waj'al lanaa min ludunka waliyyaw waj'al lanaa milladunka nashiiraa.
 
Artinya : Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini yang zhalim penduduknya dan berilah kami pelindung dari sisi Engkau dan berilah kami penolong dari sisi Engkau. (QS. An-Nisaa ayat 75).

Doa Memohon Keluarga Yang Baik

Rabbanaa hablanaa min azwaajinaa wa dzuriyyatinaa qurrata a’yuniw waj’alnaa lilmuttaqiina imaamaa.
 
Artinya : Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami) dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertaqwa. (QS. Al-Furqaan ayat 74).

Oleh Sari Narulita
 

Doa-Doa Untuk Seorang Istri

Doa Istri Untuk Suaminya

Jama'allahu bainii wa bainika fii daarihi wa qurbi jiwaarihi.

Artinya : Semoga Allah mengumpulkan antara aku dan engkau di surga-Nya dan di dekat haribaan-Nya.

 

Zikir Yang Di Wasiatkan Nabi Saw, Kepada Kaum Wanita

Subhaanallahi adada maa khalaqa fis samaa'i wa subhaanallahi' adada maa khalaqa fil ardhi wa subhaanallahi adada maa khalaqa dzaalika wa subhaanallahi adada maa huwa khaaliqun allahu akbaru mitslu dzaalika walhamdu lillahi mitslu dzaalika. Walaa ilaaha illallahu mitslu dzaalik. Walaa haula walaa quwwata illa billaahi mitslu dzaalik.
 
Artinya : Maha suci Allah sesuai dengan jumlah ciptaan-Nya di langit. Maha suci Allah sesuai dengan jumlah ciptaan-Nya di bumi. Maha suci Allah sesuai dengan jumlah ciptaan-Nya diantara itu. Maha suci  Allah sesuai dengan jumlah apa yang diciptakan-Nya. Allah Maha besar seperti itu. Segala puji bagi  Allah seperti itu. Dan tiada Tuhan Pengatur selain Allah seperti itu. Dan tiada daya dan kekuatan kecuali dari Allah seperti itu.

Zikir Wanita Saat Masuk Pasar

Laa ilaaha illallahu wahdahu laa syariika lah. Lahul mulku walahul hamdu yuhyii wayumiitu wahuwa hayyun laa yamuut. Biyadihil khairu kulluhu wahuwa 'alaa kulli syai’in qadir.
 
Artinya : Tiada Tuhan Pengatur selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan pujian. Dia menghidupkan dan mematikan dan Dia Maha hidup dan tidak mati.  Ditangan-Nya segala kebaikan dan Dia Maha kuasa atas segala sesuatu.

Zikir Wanita Bercermin

Allahumma kamaa hassanta khalqii fahassin khulqii.
 
Artinya : Ya Allah, sebagaimana Engkau memperindah rupaku maka perindahlah akhlakku.

Zikir Wanita Ketika Mendengar Adzan Maghrib

Allahumma inna haadza iqbaalu lailika wa idbaaru nahaarika wa ashwatu du'aatika faghfirlii. 
 
Artinya : Ya Allah, waktu malam-Mu telah tiba dan waktu siang-Mu telah berlalu dan (terdengar) suara para penyeru-Mu. Maka ampunilah aku.

Zikir Wanita Setelah Shalat Maghrib

Yaa muqallibal quluub tsabbit quluubana'alaa diinika.
 
Artinya : Wahai yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hati kami di atas agama-Mu.

Zikir Yang Sering Dibaca Rasulullah SAW Menurut Penuturan Beliau

Allahumma inniia'udzu bika min fitnatinnari wa'adzaabinnaari wa fitnatil qabri wa'adzaabilqabri wa syarri fitnatilghinaa wa syarri fitnatil faqri, allahumma innii a'udzuu bika min syarri fitnatil maslihid dajjali, allahummaghsil qalbii bimaa'i ats-tsaljii walbaradi wanaqqi qalbii minal khathaayaa kamaa naqqayta ats-tsauba al-abyadha minad danasi wa baa'id bainii wa baina khathaayaaya kamaa baa'adta baina al-masyriqi wal maghribi, Allahumma innii a'uudzu bika minal kasali wal ma'tsami wal maghrami.
 
Artinya : Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari fitnah neraka dan siksanya serta fitnah kubur dan siksanya. Aku juga berlindung kepada-Mu dari fitnah kekayaan dan fitnah kefakiran. Aku berlindung pula kepada-Mu dan fitnah al-Masiih ad-Dajjal. Ya Allah bersihkanlah dosaku dengan air salju serta air dingin, dan sucikanlah hatiku dari berbagai kesalahan sebagaimana Engkau bersihkan pakaian putih dari kotoran. Jauhkanlah antara aku dan dosaku sebagaimana Engkau menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa malas dan dosa serta maksiat.

Sumber : Majalah Hidayah oleh Sari Narulita
 

Doa Untuk Istri Selama Hamil dan Melahirkan

Nadzar Untuk Anak Dalam Kandungan

Rabbi innii nadzartu laka maa fii bathnii muharraran fataqabbala minnii innaka antas samii'ul'allim.

Artinya : Ya Rabbi, Sesungguhnya aku nadzarkan kepada-Mu anak yang ada dalam kandunganku menjadi hamba yang shalih lagi berkhidmat. Karena itu , Terimalah nadzarku. Sesungguhnya Engkau Maha mendengar dan Maha mengetahui (QS. Ali Imran ayat : 35)

Doa Untuk Mempermudah Persalinan

Allahumma Yaa Faaijal hammi wa kaasyifal ghammi wa rahmaanad-dunyaa wal aakhirati wa rahiimahumaa. Irham (fulaanah bin fulaan) yughniihaa bihaa'an rahmati jamii'i khalqikawa tufirrij bihaa kurbatahaa wa taksyifu bihaa gdammaha watusayyira wilaadatah.

Artinya : Ya Allah wahai Yang menghilangkan rasa sumpek dan yang menghilangkan kesulitan, Pengasih dunia dan akhirat dan Penyayang dunia dan akhirat. Kasihilah  (fulanah putri fulan, sebut namanya) yang dengannya ia tidak lagi membutuhkan belas kasih lagi dari selain-Mu. Hapuslah kesusahannya, hilangkanlah rasa gundah gelisahnya dan permudahlah proses kelahirannya.    

Doa Untuk Mempermudah Proses Melahirkan Dari Al-Qur'an 

( Surah Alam Nasyrah ayat 1-8 )
  1. Alam nasyrah laka shadrak
  2. Wa waadha'naa'anka wizrak
  3. Alladzii'anqadha dzahrak
  4. Wa rafa'maa laka dzikrak 
  5. Fa inna ma'al 'usri yusraa  
  6. Inna ma'al usri yusraa   
  7. Fa idzaa faraghta fanshab   
  8. Wa ilaa rabbika farghab.
Artinya:
  1. Bukankah kami telah melapangkan untukmu dadamu?
  2. Dan kami telah menghilangkan daripadamu bebanmu
  3. Yang memberatkan  punggungmu
  4. Dan kami tinggikan bagimu sebutan (nama)-mu
  5. Karena sesungguhnya sesusah, kesulitan itu ada kemudahan
  6.  Sesungguhnya sesusah, kesulitan itu ada kemudahan
  7. Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain
  8. Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.

Doa Bagi Orang Yang Baru Melahirkan

Baarakallahu laka fil mauhuubi laka wasyakartal waahiba wabalagha asyaddahu wa razaqta birrah.

Artinya : Semoga Allah memberkahimu atas anak yang dianugerahkan kepadamu, dan semoga engkau bersyukur kepada Tuhan yang telah memberimu anugerah itu. Dan semoga bayi itu tumbuh dewasa dan engkau dapat pengabdiannya sebagai rezeki.

Amalan-amalan sunnah yang selayaknya dilakukan pada masa persalinan, yaitu:
  1. Menyiapkan nama bagi sang anak 
  2. Memotong rambut kepala dan bersedekah
  3. Memotong hewan aqiqah
  4. Mengusapkan minyak za'faran pada kepala bayi
  5. Mengadakan khitanan bagi anak laki-laki
  6. Memberi makanan daging hewan qurban (aqiqah) kepada para tetangga

Adzan Dan Iqamat

Rasulullah saw bersabda, 'Barangsiapa yang melahirkan anak maka hendaklah pada telinga kanannya dikumandangkan adzan seperti di waktu shalat dan telinga kirinya dikumandangkan iqamat karena itu dapat melindunginya dari gangguan setan.'

Dikatakan bahwa bagian tubuh bayi yang pertama kali berfungsi dengan baik adalah telinga. Al-Quran sendiri memberi penekanan istimewa terhadap fungsi telinga ini. Karena telinga adalah satu-satunya organ yang paling dulu merespons keadaan diluar yang dianggap asing oleh bayi, dan otak pun akan merekam semua yang ditangkap oleh telinga. Karena hadirnya   suara akan memberikan efek pada pikiran bayi.

Maka seyogyanya kehadiran bayi dijauhkan dari kebisingan suara yang dapat mempengaruhi keadaan jiwanya. Nabi saw memerintahkan untuk mengumandangkan adzan dan iqamat pada saat-saat pertama setelah kelahiran. Anak sudah seharusnya mendengar suara tauhid dan seruan shalat sehingga ia memulai hidup dengan nilai ketauhidan dan mengakhirinya dengan keyakinan yang sama.

Memberi  Nama

Nabi saw bersabda, “Pilihlah nama-nama yang baik bagi diri kalian, karena kalian akan dipanggil dengan nama yang  sama di akhirat.

Oleh sebab itu, salah satu sunah yang harus dilakukan pasca ibu melahirkan adalah memberi nama anaknya dengan nama yang baik. Bagusnya nama diperlukan untuk membangkitkan mentalitas anak, sekaligus menghimpun doa dan harapan orangtua pada kehidupan si anak kelak.    

Kewajiban Saat Menyusui

1. Memelihara Ketakwaan dan Hindari Maksiat
Seorang ibu hendaknya berhati-hati menjaga kesopanan dan menjauhi perbuatan yang mengarah pada perbuatan dosa, maksiat serta lebih mengutamakan hubungannya dengan Allah. Seorang ibu yang tengah mengandung dan menyusui bila mengonsumi makanan yang rusak, dapat dipastikan bayi dalam kandungannya rentan terkena penyakit. Demikian pula bayi yang baru dilahirkan, akan dijangkiti penyakit karena Asi yang diasupnya tidak dalam kondisi sehat. Kesehatan ruhani juga menjadi unsur penting karena hal tersebut akan diwariskan secara paksa kepada bayi yang di kandung maupun yang disusuinya. Maka bila asupan kuman spiritual yang masuk, maka bayi akan tumbuh berkembang dengan spiritualitas yang juga cemar.

2. Kendalikan Kondisi  Hati
Kejiwaan seorang ibu sangat dibutuhkan demi tumbuh-kembang janin atau anak yang baru dilahirkannya. Seorang ibu yang lemah, dan memiliki jiwa yang malas serta hati yang mati tidak boleh menyodorkan pada masyarakat anak-anak semacam dirinya, namun ia harus menjaga dan waspada terhadap syarat-syarat ASI, yang ia berikan kepada anaknya. Bila tidak, ibu semacam ini akan mewariskan anak-anak yang kelak akan mendapati banyak masalah baik luar diri maupun lingkungannya

3. Konsumsi Makanan Halal
Islam memberikan perhatian besar terhadap persoalan ini disebabkan kaitannya yang erat dengan kehidupan manusia. ASI yang berasal dari makanan haram dan diberikan kepada sang bayi, pada hakikatnya adalah api yang menyala. Jika seorang bayi hidup dan tubuhnya berkembang dari susu seperti ini, maka sang ibu dan sang ayah telah membawa si anak menuju kesengsaraan di masa depannya. Karena itu para suami khususnya dan para orang tua pada umumnya harus waspada terhadap pendapatan dan asal muasal harta mereka, khususnya pada masa dimana isterinya sedang mengandung. Mereka harus berhati-hati dan menghindari segala hal yang mengarah pada syubhat atau haram pada makanan yang dimasukkan ke rumah-rumah mereka. 

Sumber : Majalah Hidayah oleh Sari Narulita
 
Back To Top