Tata cara sholat hajat perlu diketahui oleh setiap Muslim yang ingin memohon pertolongan kepada Allah SWT ketika memiliki keinginan, kebutuhan, atau sedang menghadapi kesulitan hidup. Sholat hajat merupakan sholat sunnah yang dikerjakan sebagai bentuk ikhtiar ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah.
![]() |
| tata cara sholat hajat lengkap 2 rakaat, niat, doa setelah sholat hajat, dan waktu pelaksanaan |
Dalam artikel ini, kita akan membahas tata cara sholat hajat 2 rakaat secara lengkap, mulai dari niat sholat hajat, urutan gerakan dan bacaan sholat, doa setelah sholat hajat dalam bahasa Arab, latin, dan artinya, hingga waktu pelaksanaannya.
Apa Itu Sholat Hajat?
Sholat hajat adalah sholat sunnah yang dikerjakan ketika seseorang memiliki kebutuhan atau keinginan yang ingin dimohonkan kepada Allah SWT. Hajat tersebut bisa berkaitan dengan urusan dunia maupun akhirat, seperti memohon kemudahan dalam pekerjaan, kelancaran belajar, kesehatan, ketenangan hati, atau petunjuk dalam mengambil keputusan.
Sholat ini menjadi salah satu bentuk ikhtiar seorang Muslim untuk mendekatkan diri kepada Allah sambil tetap berusaha melakukan hal-hal yang diperlukan untuk mencapai tujuannya.
Dalam pembahasan fikih, sholat hajat dikenal sebagai salah satu sholat sunnah. Tata cara pelaksanaannya pada dasarnya mengikuti tata cara sholat sunnah pada umumnya.
Niat Sholat Hajat 2 Rakaat
Sebelum melaksanakan sholat hajat, seorang Muslim perlu menghadirkan niat untuk mengerjakannya karena Allah SWT. Niat pada dasarnya berada di dalam hati, sedangkan bacaan niat secara lisan dapat digunakan untuk membantu menghadirkan niat tersebut.
Berikut bacaan niat sholat hajat 2 rakaat.
Bacaan Arab:
أُصَلِّي سُنَّةَ الْحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
Bacaan Latin:
Ushallii sunnatal haajati rak'ataini lillaahi ta'aalaa.
Artinya:
"Aku niat melaksanakan sholat sunnah hajat dua rakaat karena Allah Ta'ala."
Niat tersebut dibaca ketika hendak memulai sholat. Yang terpenting adalah kesengajaan di dalam hati untuk melaksanakan sholat sunnah hajat karena Allah SWT.
Tata Cara Sholat Hajat Lengkap 2 Rakaat
Sholat hajat dapat dilaksanakan sebanyak 2 rakaat. Berikut urutan tata cara sholat hajat yang dapat dijadikan panduan bagi pemula.
1. Berwudhu dan Menyiapkan Diri
Sebelum sholat, berwudhulah untuk menyucikan diri dari hadas kecil. Pastikan pakaian dan tempat sholat bersih, aurat tertutup, serta arah kiblat sudah benar.
Pilih tempat yang tenang agar dapat melaksanakan sholat dengan khusyuk dan tidak terganggu.
2. Membaca Niat Sholat Hajat
Berdirilah menghadap kiblat, kemudian hadirkan niat di dalam hati untuk mengerjakan sholat sunnah hajat dua rakaat karena Allah SWT.
3. Takbiratul Ihram
Angkat kedua tangan sesuai tuntunan sholat, lalu ucapkan:
اللَّهُ أَكْبَرُ
Allahu akbar.
Artinya: Allah Maha Besar.
Setelah takbiratul ihram, lanjutkan sholat dengan membaca doa iftitah jika mengamalkannya.
4. Membaca Surah Al-Fatihah
Bacalah Surah Al-Fatihah pada rakaat pertama. Setelah itu, lanjutkan dengan membaca surah atau ayat Al-Qur'an yang dihafal.
Tidak ada satu surah tertentu yang wajib dibaca secara khusus dalam setiap pelaksanaan sholat hajat. Karena itu, bacalah ayat Al-Qur'an yang dikuasai dengan benar.
5. Rukuk dan I'tidal
Setelah membaca Al-Fatihah dan surah Al-Qur'an, lakukan rukuk dengan tuma'ninah. Kemudian bangkit dari rukuk menuju posisi i'tidal sambil membaca bacaan yang disyariatkan.
Pastikan setiap gerakan dilakukan dengan tenang dan tidak tergesa-gesa.
6. Sujud Pertama, Duduk di Antara Dua Sujud, dan Sujud Kedua
Lakukan sujud pertama, kemudian duduk di antara dua sujud, lalu lanjutkan dengan sujud kedua.
Laksanakan setiap gerakan dengan tuma'ninah serta bacaan sholat sebagaimana biasanya.
7. Berdiri untuk Rakaat Kedua
Setelah sujud kedua pada rakaat pertama, berdirilah untuk melanjutkan rakaat kedua.
Bacalah Surah Al-Fatihah, kemudian surah atau ayat Al-Qur'an yang dihafal. Setelah itu, lakukan rukuk, i'tidal, sujud pertama, duduk di antara dua sujud, dan sujud kedua.
8. Tasyahud Akhir
Setelah menyelesaikan sujud kedua pada rakaat kedua, duduklah untuk membaca tasyahud akhir beserta shalawat kepada Nabi Muhammad SAW sesuai bacaan yang biasa diamalkan.
9. Mengucapkan Salam
Akhiri sholat dengan mengucapkan salam sesuai tuntunan sholat.
Dengan demikian, sholat hajat dua rakaat telah selesai dilaksanakan.
Doa Setelah Sholat Hajat Arab, Latin, dan Artinya
Setelah selesai sholat hajat, seorang Muslim dapat berzikir, membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, memuji Allah, lalu memanjatkan doa sesuai kebutuhan yang diharapkan.
Salah satu doa yang dicantumkan dalam pembahasan sholat hajat oleh Majelis Ulama Indonesia adalah doa memohon rahmat, ampunan, kebaikan, dan kemudahan dalam memenuhi kebutuhan yang diridai Allah.
Bacaan doa:
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ الْحَلِيمُ الْكَرِيمُ، سُبْحَانَ اللَّهِ رَبِّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ، الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، أَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ وَالْغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ وَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، لَا تَدَعْ لِي ذَنْبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ، وَلَا هَمًّا إِلَّا فَرَّجْتَهُ، وَلَا حَاجَةً هِيَ لَكَ رِضًا إِلَّا قَضَيْتَهَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ
Bacaan Latin:
Laa ilaaha illallaahul haliimul kariim. Subhaanallaahi rabbil 'arsyil 'azhiim. Alhamdu lillaahi rabbil 'aalamiin. As'aluka muujibaati rahmatika wa 'azaa'ima maghfiratika wal-ghaniimata min kulli birrin was-salaamata min kulli itsmin. Laa tada' lii dzanban illaa ghafartahu, wa laa hamman illaa farrajtahu, wa laa haajatan hiya laka ridhan illaa qadhaitahaa, yaa arhamar raahimiin.
Artinya:
"Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Penyantun lagi Maha Pemurah. Mahasuci Allah, Tuhan pemilik Arasy yang agung. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam. Aku memohon kepada-Mu hal-hal yang mendatangkan rahmat-Mu, ketetapan ampunan-Mu, kesempatan memperoleh segala kebaikan, dan keselamatan dari setiap dosa. Janganlah Engkau membiarkan dosa bagiku kecuali Engkau mengampuninya, janganlah Engkau membiarkan kesusahan kecuali Engkau melapangkannya, dan janganlah Engkau membiarkan suatu kebutuhan yang Engkau ridai kecuali Engkau memenuhinya, wahai Tuhan Yang Maha Penyayang."
Catatan: redaksi doa dan transliterasi dapat berbeda antar-sumber. Bagi yang ingin mempelajari asal-usul dan penjelasan doa lebih lanjut, silakan merujuk pada sumber keislaman yang dicantumkan di bagian akhir artikel.
Doa Memohon Hajat dengan Bahasa Sendiri
Selain membaca doa yang dikenal dalam literatur keislaman, setelah sholat Anda dapat memohon kepada Allah menggunakan bahasa sendiri dengan kalimat yang sopan dan penuh harap.
Contohnya:
"Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, ampunilah dosa-dosaku, berikanlah aku petunjuk dan kekuatan untuk menjalani kehidupan ini. Jika keinginan yang aku mohonkan baik bagi agama, kehidupan, dan akhiratku, mudahkanlah jalannya dan berikanlah keberkahan di dalamnya. Jika keinginan tersebut tidak baik bagiku, jauhkanlah aku darinya dan gantilah dengan sesuatu yang lebih baik menurut-Mu. Aamiin."
Sampaikan hajat secara jelas dan tetaplah berharap kepada Allah dengan penuh kerendahan hati. Doa tidak harus menggunakan susunan kalimat yang panjang; yang penting adalah ketulusan dan adab dalam berdoa.
Kapan Waktu Sholat Hajat yang Baik?
Sholat hajat dapat dilakukan pada waktu yang diperbolehkan untuk melaksanakan sholat sunnah. Sebagian orang memilih malam hari karena suasananya lebih tenang sehingga lebih mudah berkonsentrasi ketika beribadah dan berdoa.
Namun, perlu diperhatikan bahwa terdapat waktu-waktu ketika sholat sunnah dilarang atau tidak dianjurkan menurut ketentuan fikih yang diikuti.
Jika ingin melaksanakan sholat hajat pada malam hari, Anda dapat memilih waktu setelah sholat Isya hingga sebelum masuk waktu Subuh, dengan tetap memperhatikan waktu terlarang dan ketentuan fikih setempat.
Tidak ada keharusan bahwa sholat hajat hanya boleh dilakukan pada malam Jumat, malam tertentu, atau jam tertentu.
Apakah Sholat Hajat Harus 2 Rakaat?
Sholat hajat dapat dilaksanakan sebanyak dua rakaat. Panduan Kementerian Agama RI dan NU Online menjelaskan tata cara sholat hajat dua rakaat, dengan pembahasan lain dalam literatur fikih mengenai jumlah rakaat yang lebih banyak.
Bagi pemula, melaksanakan dua rakaat dengan benar, tenang, dan khusyuk dapat menjadi pilihan yang sederhana.
Yang perlu diperhatikan adalah jangan meyakini bahwa jumlah rakaat tertentu atau bacaan surah tertentu pasti menjamin terkabulnya setiap keinginan. Beribadahlah berdasarkan tuntunan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Keutamaan Sholat Hajat
Berikut beberapa nilai ibadah yang dapat diperoleh ketika melaksanakan sholat hajat.
1. Mendekatkan Diri kepada Allah
Sholat dan doa menjadi sarana seorang hamba untuk mengingat Allah, mengakui keterbatasan dirinya, serta memohon pertolongan-Nya.
2. Membiasakan Diri Berdoa
Ketika memiliki masalah atau kebutuhan, seorang Muslim diajak untuk kembali memohon petunjuk dan pertolongan Allah, bukan hanya mengandalkan kemampuan diri sendiri.
3. Menumbuhkan Kesabaran dan Tawakal
Sholat hajat dapat menjadi kesempatan untuk menenangkan hati, memperkuat harapan, dan belajar menyerahkan hasil kepada Allah setelah melakukan ikhtiar yang baik.
4. Mengiringi Usaha dengan Ibadah
Doa dan sholat bukan pengganti usaha. Jika memiliki keinginan untuk memperoleh pekerjaan, misalnya, tetaplah mencari lowongan, memperbaiki kemampuan, dan mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh.
Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Sholat Hajat
Agar ibadah dilakukan dengan baik, perhatikan beberapa hal berikut:
- Niatkan sholat karena Allah SWT.
- Pastikan bersuci, menutup aurat, dan menghadap kiblat.
- Laksanakan gerakan dan bacaan sholat dengan benar serta tuma'ninah.
- Berdoalah dengan rendah hati dan penuh harap.
- Jangan menganggap sholat hajat sebagai jaminan bahwa keinginan akan terkabul persis seperti yang diminta.
- Tetap lakukan usaha yang halal dan baik sesuai dengan kebutuhan.
- Hindari mempercayai janji yang tidak memiliki dasar kuat, misalnya bahwa bacaan tertentu pasti membuat keinginan terwujud dalam hitungan hari.
Pertanyaan yang Sering Diajukan tentang Sholat Hajat
1. Bagaimana tata cara sholat hajat yang benar?
Tata cara sholat hajat dua rakaat dimulai dengan berwudhu, menghadirkan niat, takbiratul ihram, membaca Al-Fatihah dan surah Al-Qur'an, melakukan rukuk serta sujud, melanjutkan rakaat kedua, membaca tasyahud akhir, lalu salam. Setelahnya, Anda dapat berzikir dan berdoa.
2. Apakah sholat hajat boleh dilakukan setiap hari?
Sholat hajat dapat dikerjakan ketika memiliki kebutuhan yang ingin dimohonkan kepada Allah, selama pelaksanaannya tidak bertepatan dengan waktu yang dilarang untuk sholat menurut ketentuan fikih yang diikuti.
3. Apakah sholat hajat harus tidur terlebih dahulu?
Tidak ada keharusan tidur terlebih dahulu untuk melaksanakan sholat hajat. Sholat hajat berbeda dari sholat tahajud yang berkaitan dengan ibadah malam dan pembahasan tidur sebelum pelaksanaannya.
4. Apakah doa setelah sholat hajat harus menggunakan bahasa Arab?
Tidak harus seluruh doa menggunakan bahasa Arab. Anda dapat membaca doa yang dikenal dalam sumber keislaman, lalu memohon kepada Allah dengan bahasa yang Anda pahami. Perhatikan ketentuan doa di dalam sholat dan doa setelah salam karena pembahasannya dapat berbeda.
5. Apakah sholat hajat pasti membuat keinginan terkabul?
Tidak tepat menjanjikan bahwa sholat hajat pasti membuat setiap keinginan terwujud sesuai waktu dan bentuk yang diminta. Sholat hajat merupakan bentuk ibadah dan permohonan kepada Allah. Seorang Muslim hendaknya tetap berikhtiar, bersabar, dan bertawakal terhadap hasilnya.
Kesimpulan
Tata cara sholat hajat dua rakaat pada dasarnya sama seperti sholat sunnah lainnya, yaitu dimulai dengan niat dan takbiratul ihram, dilanjutkan dengan bacaan serta gerakan sholat, kemudian diakhiri dengan salam.
Setelah sholat, Anda dapat berzikir, membaca shalawat, dan memanjatkan doa sesuai kebutuhan kepada Allah SWT. Lakukan ibadah dengan ikhlas, tetap berusaha melalui jalan yang baik, dan serahkan hasilnya kepada Allah.
Semoga penjelasan mengenai niat sholat hajat, tata cara sholat hajat, doa setelah sholat hajat, dan waktu pelaksanaannya ini bermanfaat bagi pembaca. Semoga Allah memberikan kemudahan, petunjuk, dan kebaikan dalam setiap urusan kita. Aamiin.
Referensi
- Kementerian Agama Republik Indonesia — "Cara Shalat Hajat Lengkap dengan Niat dan Doanya" (https://kemenag.go.id/en/islam/cara-shalat-hajat-lengkap-dengan-niat-dan-doanya-f4HUj).
- NU Online — "Tata Cara Shalat Hajat" (https://islam.nu.or.id/shalat/tata-cara-shalat-hajat-gtI67).
- Majelis Ulama Indonesia — "Niat dan Doa Sesudah Shalat Hajat Lengkap Arab, Latin dan Terjemah" (https://mui.or.id/public/baca/bimbingan/niat-dan-doa-sesudah-shalat-hajat-lengkap-arab-latin-dan-terjemah).
Catatan untuk penerbit: Periksa kembali penulisan Arab dan transliterasi sebelum publikasi. Tambahkan identitas penulis atau editor yang benar-benar melakukan peninjauan, serta tanggal pembaruan jika artikel diperbarui.
Thanks for reading Tata Cara Sholat Hajat Lengkap: Niat, Doa, dan Waktu Pelaksanaan. Please share...!

0 Comment for "Tata Cara Sholat Hajat Lengkap: Niat, Doa, dan Waktu Pelaksanaan"