Membahas Tentang Seputar Ilmu Agama Islam

Biji Dalam Tanah Dan Hati Yang Lemah Lembut

Sajadah Muslim ~ Umumnya orang memandang bahwa tindakan memukul, manganiaya adalah kekerasan. Padahal ucapan pun, bahkan hati bisa saja tidak lemah lembut, ketika apa yang dihasilkan berakibat pada terjadinya kerusakan.


Betapa sering saat di jalan raya, kita temui seorang driver menekan klakson motor atau mobil dengan begitu kencang dan bertubi-tubi, hingga memancing emosi pengguna jalan lainnya. Sebagian malah ada yang membuka  kaca sekedar untuk memaki dan sebagainya. Mengapa banyak hati begitu keras di era sekarang?

Bukankah Islam mendorong umatnya untuk berperilaku lemah lembut? Sesungguhnya Allah sangat menyukai sikap yang lemah lembut dalam segala urusan (HR Bukhari)

Berkaitan dengan kelemah lembutan hati, Imam Ghazali dari dalam tanah, lantas ia berkata. Sesungguhnya orang yang mengenal engkau (memahamimu biji-bijian) niscaya ia akan berbuat lemah lembut dalam perkara penghidupanmu.

Kita ketahui biji-bijian di sekitar kita adalah “bakal” makhluk yang tidak punya daya apa-apa. Bahkan kala ditabur di atas tanah, pertumbuhannya sangat pelan dan tentu saja dalam kurun tertentu dirinya belum memilik kekuatan berarti. Bahkan tersengat cahaya matahari yang bagi tumbuhan lain adalah biasa, baginya adalah beban berat.

Para petani sangat mengerti arti sebuah biji-bijian di dalam tanah yang sedang menggeliat untuk tumbuh. Oleh karena itu, umumnya petani memiliki kepekaan tinggi dalam interaksi dengan tanaman yang mereka pelihara. Mereka hadir untuk merawat tak sekedar berbekal pengetahuan, tapi rasa kepakaan dan tentu saja kelemah lembutan hati.

Dalam realitas kehidupan manusia sendiri, kelembutan hati hanya akan diperoleh manakala seseorang benar-benar mengerti tentang siapa Allah sebagai Rabb.

Imam Ghazali menegaskan bahwa manusia tidak dapat menghindar dari berbuat kasar, rakus, tamak dan keras melainkan dengan memiliki keyakinan yang kokoh perihal Allah telah mengatur dan menetapkan takdir atas rezeki setiap hamba-Nya, bahkan seluruh makhluk-Nya.

Orang yang demikian akan sadar dan yakin bahwa rezeki dan yakin bahwa rezeki Allah untuk hamba datang dari segi yang tidak disangka-sangka itu lebih banyak dan bisa  datang kapan saja. Prinsipnya jelas, mesti ada taqwa kepada-Nya.

“Siapa saja yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Allah akan  menjadikan jalan keluar bagi orang itu. Allah memberi rezeki kepadanya dari segi yang tidak pernah disangka-sangka.” (QS Ath-Thalaq ayat 2-3).

Oleh karena itu, meneguhkan iman, memperhatikan ciptaan-Nya, dalam hal ini biji-bijian yang di dalam tanah, serta kisah-kisah penuh hikmah akan menjadikan akal kita bekerja maksimal dan optimal untuk mendorong diri kita menjadi pribadi yang lemah lembut.

“Sesungguhnya  kelembutan tidak terjadi pada sesuatu kecuali akan mengindahkannya dan tidaklah tercabut dari sesuatu kecuali akan memburukkannya.”

Kelembutan tutur kata dan perbuatan merupakan landasan dalam membangun keharmonisan antar sesama, kunci dalam menasihati dan penyelesai permasalahan serta penyebab datangnya kebaikan, Rasulullah Saw bersabda: “barang siapa  yang tidak memiliki kelemah lembutan maka tidak dihampiri  kebaikan “ (HR Muslim).


Labels: Seputar-Islam

Thanks for reading Biji Dalam Tanah Dan Hati Yang Lemah Lembut. Please share...!

0 Comment for "Biji Dalam Tanah Dan Hati Yang Lemah Lembut"

Back To Top