Membahas Tentang Seputar Ilmu Agama Islam

Ciri Kemenangan Dicintai Allah

Sajadah Muslim ~ Meraih kemenangan bukan satu perkara yang mudah. Tetapi mempertahankan Kemenganan adalah hal yang lebih sulit lagi dilakukan. Ungkapan ini biasa dipakai untuk memotivasi seorangatlet dalam satu pertandingan atau perlombaan. Memang demikianlah, tidak gampang mendapatkan kemenangan dan lebih susah lagi mempertahankan kemenangan itu. 


Bagi orang beriman, kemenangan adalah hal yang pasti. Ia janji Allah yang mesti  ditepati. Namun kewajiban manusia untuk bermujahadah setiap waktu. 

Ibarat air hujan, semakin banyak dan semakin besar wadah yang dipakai untuk menadah, kian banyak pula tertampung air yang turun dari langit itu. Kian besar perjuangan makin lapang pula peluang meraih kemenangan tersebut. Bahwa segala sesuatu tetap perlu usaha yang sungguh-sungguh. 

Termasuk dalam menjalani hari-hari kemenangan di bulan Syawal. Hendaknya kemenangan itu dirawat selalu. Tidak terjebak dalam euphoria sesaat yang justru bisa melalaikan dan menjadikan manusia tergelincir.

Menodai kemenangan pada saat-saat demikian justru bisa merusak prestasi kemenangan yang telah didapat sebelumnya.  Ibarat panas semusim, seluruhnya langsung lenyap sesaat hanya gara-gara hujan sehari saja.

Firman Allah: “Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-Ankabut [29]: 69)

Ayat di atas menggunakan kata “subul” jamak dari “sabil” atau jalan. Bahwa solusi yang Allah berikan bisa datang dari arah yang tak disangka manusia. Tak pernah diduga bahkan tidak terpikirkan sama sekali. Apalagi matematika di kelas terkadang berbeda jauh dengan “matematika langit”. Akal manusia teralu bodoh dan sangat sempit. Sedang ilmu-Nya begitu luas. Dia Maha Mengetahui apa yang terbaik untuk diberikan kepada manusia.

Ini juga menegaskan soal hidayah yang jadi hak mutlak Allah. Apapun yang dimiliki manusia adalah hadiah dan pemberian dari-Nya semata. Manusia tak boleh sombong apalagi membanggakan diri dan merasa lebih mulia dari orang lain. Semua itu titipan dari Allah. Tugas manusia untuk merawat nikmat itu dan menjaga hidayah-Nya. Caranya, dengan bermujahadah dalam setiap kebaikan dan istiqamah beramal shaleh.

Lebih jauh, iman yang produktif niscaya mendorong pemiliknya untuk berbuat baik. Itu ciri nyata orang mendapat hidayah. Semakin besar cahaya hidayah yang dimiliki makin banyak pula manfaat yang dirasakan orang lain. Tanda berkahnya, ketika kebaikan itu melahirkan kebaikan-kebaikan berikutnya. Ciri diterimanya amalan dan kemenangan yang diberkahi ialah kala amalan dan kemenangan itu membuat orang tersebut kian dekat kepada Allah. Itulah alamat cinta-Nya Allah kepada orang-orang yang gemar melakukan kebaikan


Labels: Seputar-Islam

Thanks for reading Ciri Kemenangan Dicintai Allah. Please share...!

0 Comment for "Ciri Kemenangan Dicintai Allah"

Back To Top