Membahas Tentang Seputar Ilmu Agama Islam

Allah Dekat Kepada Hamba-Hamba-Nya

Sajadah Muslim ~ Sesungguhnya Allah dekat kepada hamba-hamba-Nya. Allah berfirman : “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran”. (QS. Al-Baqarah : 186).


Tidak ada satupun pembatas yang dapat menghalangi seorang hamba untuk langsung bermunajat, mengadukan dan meminta kebutuhannya kepada Tuhannya, sehingga ia mesti kembali kepada makam-makam, menjadikan penghuninya sebagai perantara dan menyeru mereka, supaya memberikan syafaat di sisi Allah. Dan mereka meminta kepada penghuni makam tersebut sesuatu yang tidak dimilikinya, dan meminta apa yang tidak sanggup dilakukannya.

Tetapi yang mesti dilakukan oleh seorang manusia ialah kembali kepada Tuhannya dan meminta langsung kepada-Nya, serta bertawassul kepada-Nya dengan cara yang disyariatkan. Yaitu dengan cara mendekatkan diri (taqarrub) kepada-Nya dengan ketaatan dan amal shaleh, serta berdoa kepada-Nya dengan (menyebut) nama-nama-Nya yang mulia dan sifat-sifat-Nya yang agung. Di samping itu meyakini bahwa sesungguhnya Allah-lah yang mampu memuliakan, menghidupkan, mematikan, memberi rezki, mendatangkan manfaat dan mengatur semua urusan kehidupan, serta meyakini bahwa hanya di tangan Allah segala kemanfaatan dan kemudharatan. Dan meyakini bahwa tidak seorangpun manusia bagaimanapun tinggi kedudukannya di sisi Allah dan di kalangan manusia yang dapat mendatangkan kemudharatan atau mendatangkan kemanfaatan kepada seseorang, kecuali sesuatu yang telah dituliskan Allah baginya.

Rasulullah SAW bersabda : “Ketahuilah, bahwa jika umat ini bersatu untuk memberi manfaat kepadamu, niscaya mereka tidak akan mampu memberikan manfaat kecuali sesuatu yang telah dituliskan Allah bagimu. Dan seandainya mereka bersatu untuk mendatangkan mudharat kepadamu, niscaya mereka tidak akan mampu memberi mudharat, kecuali sesuatu yang telah dituliskan Allah atas dirimu”.

Baca juga : 
Kalau seandainya seluruh umat bersatu untuk memberi manfaat atau mendatangkan mudharat, kemudian mereka tidak mampu melakukannya selain sesuatu yang memang sudah dituliskan Allah, maka tentu saja satu orang, baik yang masih hidup ataupun yang sudah mati, lebih baik mampu lagi untuk melakukannya. Sesungguhnya dia tidak akan dapat memberi manfaat atau mendatangkan mudharat kepada seseorang kecuali sesuatu yang memang sudah dituliskan oleh Allah baginya. Kalau begitu, apa alasannya (kita) berdoa kepada orang yang tidak dapat memberi manfaat dan mendatangkan mudharat ? Bukankah ini merupakan puncak kebodohan dan kesesatan ? Demi Allah, ini adalah puncak kebodohan dan kesesatan.

Oleh sebab itu, setiap orang yang terlihat ke dalam bentuk-bentuk kemusyrikan, bidah dan khurafat seperti thawaf di kuburan, mengagungkannya, serta meminta bantuan dan tolak bala kepada penghuni-penghuninya, harus bertobat kepada Allah. Karena amalan ini pada hakikatnya adalah menyekutukan Allah yang dapat menyebabkan pelakunya kekal abadi di dalam neraka. Mudah-mudahan Allah melindungi kita. Allah SWT berfirman : “Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolong-pun” (QS. Al-Maidah : 72).

Kemudian hendaknya ia mengikhlaskan ibadah hanya kepada Allah, tiada sekutu bagi-Nya dalam segala urusan hidupnya, kalau memang ia benar-benar seorang muslim. Dan jangan sekali-kali berpaling kepada makhluk, siapapun orangnya, dalam berdoa (meminta) dan (ibadah) lainnya, yang tidak mampu melakukannnya kecuali Allah saja. Hendaknya ia konsekuen kepada Kitabullah dan sunnah Rasulullah SAW. Dan sebaiknya dia menjauhi para pelaku bidah dan syirik, supaya tidak terpengaruh oleh mereka, kemudian mengikuti amalan mereka dan akhirnya binasa serta merugi bersama mereka di dunia dan akhirat. Wallahu a’lam
Labels: Tauhid

Thanks for reading Allah Dekat Kepada Hamba-Hamba-Nya. Please share...!

0 Comment for "Allah Dekat Kepada Hamba-Hamba-Nya"

Back To Top