Membahas Tentang Seputar Ilmu Agama Islam

Tata Cara Sholat Jumat Lengkap: Niat, Syarat, Rukun Khutbah, dan Bacaannya

Sholat Jumat merupakan ibadah wajib bagi laki-laki muslim yang memenuhi syarat. Sholat ini dilaksanakan secara berjamaah pada waktu Zuhur di hari Jumat dan didahului dengan dua khutbah. Berbeda dengan sholat Zuhur yang terdiri dari empat rakaat, sholat Jumat dikerjakan sebanyak dua rakaat dengan mengikuti imam.


Bagi umat Islam, memahami tata cara sholat Jumat sangat penting agar ibadah dapat dilaksanakan dengan tertib dan sesuai tuntunan syariat. Mulai dari membaca niat sholat Jumat, mempersiapkan diri sebelum berangkat ke masjid, mendengarkan khutbah, hingga melaksanakan sholat dua rakaat, semuanya perlu diketahui dengan baik.

Artikel ini membahas tata cara sholat Jumat lengkap beserta niat, bacaan, syarat wajib, rukun khutbah Jumat, dan hal-hal yang harus diperhatikan oleh jamaah.

Pengertian Sholat Jumat

Sholat Jumat adalah sholat fardu dua rakaat yang dilaksanakan secara berjamaah pada hari Jumat setelah penyampaian dua khutbah dan pada waktu yang telah ditentukan.

Sholat Jumat memiliki kedudukan penting dalam Islam karena menjadi salah satu bentuk ketaatan kepada Allah SWT sekaligus sarana mempererat persaudaraan antarsesama muslim.

Perintah melaksanakan sholat Jumat terdapat dalam Al-Qur'an, tepatnya Surah Al-Jumu'ah ayat 9, yang memerintahkan orang-orang beriman untuk bersegera mengingat Allah ketika panggilan sholat Jumat telah diserukan dan meninggalkan jual beli.

Oleh karena itu, umat Islam yang memenuhi syarat wajib melaksanakan sholat Jumat hendaknya mempersiapkan diri dan tidak sengaja menunda keberangkatan ke masjid tanpa alasan yang dibenarkan.

Hukum Sholat Jumat bagi Laki-Laki Muslim

Hukum sholat Jumat adalah fardu ain bagi laki-laki muslim yang memenuhi syarat wajibnya. Kewajiban ini tidak berlaku dengan ketentuan yang sama bagi semua orang, karena terdapat kelompok yang memperoleh keringanan berdasarkan syariat.

Secara umum, sholat Jumat diwajibkan bagi laki-laki muslim yang telah baligh, berakal sehat, tidak memiliki uzur syar'i, serta memenuhi ketentuan tempat tinggal dan kewajiban Jumat menurut fikih.

Adapun perempuan, anak yang belum baligh, orang sakit yang memiliki uzur, dan musafir memiliki ketentuan tersendiri. Rincian kewajiban dan keabsahan sholat Jumat dapat berbeda sesuai keadaan seseorang dan pendapat fikih yang diikuti.

Bagi orang yang memiliki uzur sehingga tidak wajib melaksanakan sholat Jumat, kewajiban sholat Zuhur tetap perlu diperhatikan sesuai ketentuan syariat.

Syarat Wajib dan Syarat Sah Sholat Jumat

Sebelum memahami tata cara sholat Jumat, penting untuk mengetahui syarat wajib dan syarat sahnya.

A. Syarat Wajib Sholat Jumat

Secara umum, syarat wajib sholat Jumat meliputi:

1. Beragama Islam.

2. Berjenis kelamin laki-laki.

3. Sudah baligh atau dewasa menurut syariat.

4. Berakal sehat.

5. Tidak memiliki uzur syar'i yang menggugurkan kewajiban Jumat.

6. Bermukim atau memenuhi ketentuan tempat tinggal yang mewajibkan Jumat menurut fikih.

Rincian syarat wajib, terutama mengenai musafir, orang sakit, dan status bermukim, dijelaskan lebih lanjut dalam berbagai pembahasan fikih.

B. Syarat Sah Sholat Jumat

Sholat Jumat harus memenuhi ketentuan agar sah dilaksanakan. Secara umum, ketentuannya mencakup:

  1. Dilaksanakan pada waktu Jumat yang telah ditentukan, yaitu dalam rentang waktu Zuhur.
  2. Didahului dua khutbah Jumat yang memenuhi ketentuan.
  3. Dilaksanakan secara berjamaah.
  4. Memenuhi ketentuan jumlah jamaah dan tempat pelaksanaan menurut mazhab yang diikuti.
  5. Memenuhi syarat sah sholat, seperti suci dari hadas dan najis, menutup aurat, serta menghadap kiblat.

Perlu diketahui bahwa terdapat perbedaan pendapat ulama mengenai beberapa rincian syarat sah sholat Jumat, termasuk jumlah minimal jamaah. Karena itu, pelaksanaannya sebaiknya mengikuti ketentuan fikih yang digunakan oleh masjid dan otoritas keagamaan setempat.

Persiapan Sebelum Sholat Jumat

Agar ibadah berjalan dengan baik, ada beberapa persiapan yang dianjurkan sebelum berangkat ke masjid.

1. Mandi Sebelum Berangkat ke Masjid

Mandi pada hari Jumat merupakan amalan yang sangat dianjurkan. Dengan mandi, tubuh menjadi bersih dan segar ketika mengikuti ibadah berjamaah.

2. Membersihkan Diri

Pastikan tubuh, pakaian, dan tempat yang digunakan untuk sholat dalam keadaan bersih. Merapikan rambut, memotong kuku, serta menjaga kebersihan badan juga termasuk kebiasaan baik yang dianjurkan.

3. Memakai Pakaian Bersih dan Sopan

Gunakan pakaian yang bersih, menutup aurat, dan pantas untuk beribadah. Jika memungkinkan, kenakan pakaian terbaik yang tidak berlebihan.

4. Menggunakan Wewangian

Bagi laki-laki, memakai wewangian sebelum pergi ke masjid dianjurkan selama tidak mengganggu jamaah lain.

5. Berwudhu

Berwudhu dilakukan untuk menghilangkan hadas kecil sebelum sholat. Jika seseorang memiliki hadas besar, ia harus mandi wajib terlebih dahulu sebelum melaksanakan sholat.

6. Berangkat Lebih Awal

Usahakan datang ke masjid sebelum khutbah dimulai. Selain memberikan kesempatan untuk beribadah, datang lebih awal membantu jamaah mendapatkan tempat yang nyaman dan tidak mengganggu orang lain.

7. Melaksanakan Sholat Tahiyatul Masjid

Ketika memasuki masjid, jamaah dapat melaksanakan sholat tahiyatul masjid sebanyak dua rakaat sebelum duduk, selama tidak ada ketentuan lain yang perlu diperhatikan sesuai keadaan saat itu.

Bacaan Niat Sholat Jumat

Niat merupakan bagian penting dalam sholat. Niat sholat Jumat dilakukan bersamaan dengan takbiratul ihram dan ditujukan untuk melaksanakan sholat fardu Jumat karena Allah SWT.

Niat pada dasarnya berada di dalam hati. Melafalkan niat sebelum sholat dapat dilakukan sebagai sarana membantu menghadirkan niat, tetapi bukan syarat tersendiri yang harus diucapkan dengan suara keras.

A. Niat Sholat Jumat sebagai Makmum

Bagi jamaah yang mengikuti imam, bacaan niat yang lazim diajarkan adalah:

أُصَلِّي فَرْضَ الْجُمُعَةِ مَأْمُومًا لِلَّهِ تَعَالَى

Latin:

Ushalli fardhal jumu'ati ma'mūman lillāhi ta'ālā.

Artinya:

"Saya berniat sholat fardu Jumat sebagai makmum karena Allah Ta'ala."

B. Niat Sholat Jumat sebagai Imam

Bagi orang yang bertindak sebagai imam, niat yang lazim digunakan adalah:

أُصَلِّي فَرْضَ الْجُمُعَةِ إِمَامًا لِلَّهِ تَعَالَى

Latin:

Ushalli fardhal jumu'ati imāman lillāhi ta'ālā.

Artinya:

"Saya berniat sholat fardu Jumat sebagai imam karena Allah Ta'ala."

Niat tersebut merupakan lafaz yang umum digunakan dalam pembelajaran fikih. Yang terpenting adalah adanya niat dalam hati untuk melaksanakan sholat Jumat sesuai kedudukan masing-masing.

Tata Cara Sholat Jumat Lengkap

Berikut urutan pelaksanaan sholat Jumat dari awal hingga selesai.

Langkah 1: Datang ke Masjid dan Menjaga Adab

Datanglah ke masjid dengan tenang, menjaga kebersihan, dan tidak mengganggu jamaah lain. Jika khutbah belum dimulai, jamaah dapat melakukan sholat sunnah, membaca Al-Qur'an, berzikir, atau berdoa.

Langkah 2: Mendengarkan Azan dan Bersiap Mengikuti Khutbah

Ketika azan dikumandangkan, jamaah dapat menjawab azan sesuai tuntunan. Setelah itu, persiapkan diri untuk menyimak khutbah Jumat dengan tenang.

Tata cara pelaksanaan azan dan khutbah dapat mengikuti kebiasaan masjid setempat sepanjang sesuai ketentuan syariat.

Langkah 3: Mendengarkan Dua Khutbah Jumat

Khutbah Jumat terdiri dari dua bagian yang disampaikan oleh khatib sebelum sholat dimulai. Di antara khutbah pertama dan khutbah kedua, khatib duduk sejenak.

Ketika khutbah berlangsung, jamaah hendaknya diam dan mendengarkan dengan saksama. Hindari berbicara, bermain ponsel, atau melakukan kegiatan yang mengganggu konsentrasi jamaah lain.

Langkah 4: Berdiri dan Meluruskan Saf

Setelah khutbah selesai dan ikamah dikumandangkan, jamaah berdiri untuk melaksanakan sholat Jumat. Pastikan saf tertata rapi, lurus, dan rapat tanpa mengganggu kenyamanan orang lain.

Langkah 5: Membaca Niat dan Takbiratul Ihram

Berdirilah menghadap kiblat dan hadirkan niat melaksanakan sholat fardu Jumat sebagai makmum. Setelah imam memulai sholat, ikuti takbiratul ihram sesuai ketentuan sholat berjamaah.

Makmum harus mengikuti gerakan imam dan tidak mendahuluinya.

Langkah 6: Melaksanakan Rakaat Pertama

Pada rakaat pertama, gerakan sholat dilakukan dengan urutan berikut:

  1. Takbiratul ihram.
  2. Membaca doa iftitah jika mengikuti tuntunan yang membacanya.
  3. Membaca Surah Al-Fatihah sesuai ketentuan bagi makmum.
  4. Mendengarkan atau mengikuti bacaan imam sesuai ketentuan sholat berjamaah.
  5. Melakukan rukuk dengan tumakninah.
  6. Bangkit dari rukuk atau iktidal.
  7. Melakukan sujud pertama.
  8. Duduk di antara dua sujud.
  9. Melakukan sujud kedua.
  10. Berdiri untuk melanjutkan rakaat kedua setelah menyelesaikan rakaat pertama.

Sholat Jumat dilaksanakan dua rakaat, sehingga gerakannya menyerupai sholat Subuh dalam jumlah rakaat, tetapi memiliki ketentuan khusus sebagai sholat Jumat berjamaah yang didahului dua khutbah.

Langkah 7: Melaksanakan Rakaat Kedua

Pada rakaat kedua, imam melanjutkan bacaan dan gerakan sholat dengan urutan berikut:

  1. Membaca Surah Al-Fatihah sesuai ketentuan sholat berjamaah.
  2. Membaca surah atau ayat Al-Qur'an setelah Al-Fatihah oleh imam.
  3. Melakukan rukuk dengan tumakninah.
  4. Bangkit dari rukuk atau iktidal.
  5. Melakukan sujud pertama.
  6. Duduk di antara dua sujud.
  7. Melakukan sujud kedua.
  8. Duduk untuk tasyahud akhir.

Makmum mengikuti setiap gerakan imam dengan tertib dan tidak mendahului gerakannya.

Langkah 8: Membaca Tasyahud Akhir

Setelah sujud kedua pada rakaat kedua, jamaah duduk untuk membaca tasyahud akhir beserta shalawat kepada Nabi Muhammad SAW sesuai bacaan yang dipelajari.

Langkah 9: Mengucapkan Salam

Sholat Jumat diakhiri dengan salam sesuai tuntunan sholat. Dengan demikian, rangkaian sholat Jumat dua rakaat telah selesai.

Langkah 10: Berzikir dan Berdoa

Setelah sholat, jamaah dapat membaca zikir, istigfar, shalawat, dan doa. Jamaah juga dapat melaksanakan sholat sunnah setelah Jumat sesuai tuntunan yang diikuti.

Rukun Khutbah Jumat

Khutbah Jumat merupakan bagian penting dalam pelaksanaan sholat Jumat. Dalam fikih mazhab Syafi'i, terdapat lima rukun khutbah Jumat yang perlu dipenuhi.

1. Membaca Hamdalah

Khatib wajib memuji Allah SWT pada khutbah pertama dan khutbah kedua. Contoh lafaz yang umum digunakan adalah:

الْحَمْدُ لِلَّهِ

Latin: Alhamdulillāh.

Artinya: Segala puji bagi Allah.

2. Membaca Shalawat kepada Nabi Muhammad SAW

Khatib membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW pada kedua khutbah.

Contoh lafaz:

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ

Latin: Allāhumma shalli 'alā Muhammad.

Artinya: Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Nabi Muhammad.

3. Berwasiat untuk Bertakwa

Khatib menyampaikan nasihat agar jamaah senantiasa bertakwa kepada Allah SWT. Nasihat ini disampaikan pada khutbah pertama dan kedua.

4. Membaca Ayat Al-Qur'an

Khatib membaca ayat Al-Qur'an pada salah satu dari kedua khutbah. Ayat tersebut sebaiknya berkaitan dengan pesan atau tema yang disampaikan.

5. Mendoakan Kaum Muslimin

Pada khutbah kedua, khatib mendoakan kaum muslimin dengan doa yang sesuai tuntunan.

Selain memenuhi rukun, khutbah Jumat juga memiliki persyaratan lain mengenai pelaksanaan, kesinambungan, dan keadaan khatib. Karena itu, penyusunan khutbah perlu memperhatikan ketentuan fikih yang berlaku.

Amalan Sunnah Sebelum dan Sesudah Sholat Jumat

Selain melaksanakan sholat Jumat, terdapat beberapa amalan yang dianjurkan untuk menghidupkan hari Jumat.

Amalan Sebelum Sholat Jumat

  • Mandi pada hari Jumat.
  • Membersihkan badan dan mengenakan pakaian bersih.
  • Memakai wewangian bagi laki-laki.
  • Datang lebih awal ke masjid.
  • Membaca Al-Qur'an dan memperbanyak zikir.
  • Memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
  • Menyimak khutbah dengan sungguh-sungguh.

Amalan Sesudah Sholat Jumat

  • Membaca zikir dan istigfar.
  • Memperbanyak shalawat.
  • Berdoa memohon kebaikan kepada Allah SWT.
  • Melaksanakan sholat sunnah setelah Jumat sesuai tuntunan yang diikuti.
  • Melanjutkan aktivitas sehari-hari dengan tetap menjaga kewajiban ibadah.

Amalan-amalan tersebut membantu umat Islam memanfaatkan hari Jumat untuk meningkatkan keimanan dan memperbaiki akhlak.

Hal-Hal yang Harus Diperhatikan Saat Sholat Jumat

Agar pelaksanaan sholat Jumat berjalan tertib, perhatikan beberapa hal berikut.

  1. Jangan sengaja datang terlambat. Usahakan tiba sebelum khutbah dimulai agar dapat mengikuti rangkaian ibadah dengan lengkap.
  2. Jangan berbicara ketika khutbah berlangsung. Jamaah hendaknya menjaga ketenangan dan mendengarkan khatib.
  3. Jangan mendahului imam. Semua gerakan sholat berjamaah harus mengikuti imam.
  4. Jaga kebersihan masjid. Hindari meninggalkan sampah atau mengganggu kenyamanan jamaah lainnya.
  5. Pahami ketentuan bagi makmum masbuk. Jika terlambat dan baru bergabung ketika sholat berlangsung, ikuti imam sesuai gerakannya. Apabila tidak mendapatkan satu rakaat penuh bersama imam, terdapat ketentuan fikih untuk menyempurnakan sholat menjadi Zuhur empat rakaat. Untuk menentukan keadaan secara tepat, perhatikan apakah makmum sempat mendapatkan rukuk rakaat kedua bersama imam dan tanyakan kepada ustaz atau pengurus masjid jika ragu.
  6. Jangan menganggap sholat Jumat sama dengan sholat Zuhur biasa. Sholat Jumat memiliki ketentuan khusus, termasuk pelaksanaan dua khutbah dan sholat berjamaah dua rakaat.

Pertanyaan yang Sering Diajukan tentang Sholat Jumat

Berapa rakaat sholat Jumat?

Sholat Jumat terdiri dari dua rakaat dan dilaksanakan secara berjamaah setelah dua khutbah.

Apa niat sholat Jumat sebagai makmum?

Niat yang lazim digunakan adalah Ushalli fardhal jumu'ati ma'mūman lillāhi ta'ālā, yang artinya, "Saya berniat sholat fardu Jumat sebagai makmum karena Allah Ta'ala." Niat pada dasarnya dilakukan di dalam hati.

Apakah khutbah Jumat wajib didengarkan?

Jamaah hendaknya diam dan menyimak khutbah Jumat dengan sungguh-sungguh. Berbicara atau melakukan aktivitas yang mengganggu perhatian selama khutbah sebaiknya dihindari.

Kapan waktu pelaksanaan sholat Jumat?

Sholat Jumat dilaksanakan pada waktu Zuhur, yaitu setelah matahari tergelincir dari titik tengah langit menurut ketentuan waktu sholat.

Apakah perempuan wajib sholat Jumat?

Perempuan tidak diwajibkan melaksanakan sholat Jumat sebagaimana laki-laki yang memenuhi syarat. Perempuan tetap melaksanakan sholat Zuhur, kecuali jika ia mengikuti sholat Jumat yang sah, yang menurut ketentuan fikih dapat menggugurkan kewajiban Zuhur.

Bagaimana jika terlambat datang saat sholat Jumat?

Jika terlambat, jamaah harus segera mengikuti imam. Ketentuan penyempurnaan sholat bergantung pada bagian sholat yang berhasil didapatkan bersama imam. Jika tidak mendapatkan satu rakaat bersama imam, sholat disempurnakan menjadi empat rakaat sholat Zuhur menurut ketentuan fikih.

Apakah membaca niat sholat Jumat harus dengan suara keras?

Tidak. Niat pada dasarnya dilakukan di dalam hati. Melafalkan niat sebelum takbiratul ihram merupakan praktik yang digunakan sebagian umat Islam untuk membantu menghadirkan niat, bukan syarat wajib yang harus dilafalkan dengan suara keras.

Kesimpulan

Tata cara sholat Jumat dimulai dengan mempersiapkan diri, berangkat ke masjid, mengikuti dua khutbah, kemudian melaksanakan sholat berjamaah sebanyak dua rakaat dan mengakhirinya dengan salam. Setelah itu, jamaah dapat melanjutkan dengan zikir, doa, serta sholat sunnah sesuai tuntunan yang diikuti.

Memahami niat sholat Jumat, syarat wajib, syarat sah, rukun khutbah, dan urutan gerakan sholat membantu umat Islam melaksanakan ibadah dengan lebih tertib dan khusyuk.

Semoga panduan tata cara sholat Jumat lengkap ini bermanfaat dan dapat menjadi referensi bagi umat Islam yang ingin memperdalam pengetahuan tentang ibadah Jumat.

Wallahu a'lam bish-shawab.

Labels: Shalat

Thanks for reading Tata Cara Sholat Jumat Lengkap: Niat, Syarat, Rukun Khutbah, dan Bacaannya. Please share...!

0 Comment for "Tata Cara Sholat Jumat Lengkap: Niat, Syarat, Rukun Khutbah, dan Bacaannya"

Back To Top