Kehidupan Manusia Dalam Alam Akhirat

Sajadah Muslim ~ Sesungguhnya apabila telah tiba hari Kiamat, maka ditiuplah sangkakala untuk membangkitkan semua makhluk dari alam kuburnya tanpa terkecuali, baik itu hamba-Nya yang senentiasa diberkahi dan dirahmati maupun hambanya yang senantiasa dimurkai dan dilaknati untuk di hisab amal perbuatannya.


Dalam suatu riwayat diceritakan, jika telah tiba hari Kiamat Allah Swt berfirman;  wahai Israfil bangun dan tiuplah sangkakala dengan tiupan yang membangkitkan, maka Malaikat Israfil  meniupnya  seraya memanggil: Wahai ruh-ruh yang keluar dan tulang-tulang yang sudah hancur, jasad-jasad yang sudah  busuk, otot-otot  yang sudah terputus-putus, kulit-kulit yang sudah koyak dan rambut yang sudah rontok bangkitlah kalian semua untuk menghadapi penghisaban amal perbuatanmu. Maka bangkitlah semua dengan perintah Allah Swt.

Maka mereka semua sama menunggu (dengan melihat) ke langit yang benar-benar telah berjalan, dan melihat ke bumi yang benar-benar telah diganti, dan kepada unta-unta bunting telah ditinggalkan, dan kepada binatang-binatang liar telah dikumpulkan dan kepaca lautan telah dijadikan meluap, dan kepada ruh-ruh yang telah dipertemukan dan kepada Malaikat Zabaniyah telah didatangkan dan kepada surga yang telah didekatkan, maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakannya, Allah swt berrfirman dalam surat Yasin ayat 52 yang artinya; “Mereka berkata; Aduhai celakalah kami siapakah yang membangkitkan kami dan dari tempat tidur kami (kubur)? Inilah yang dijanjikan (Tuhan) Yang Maha Pemurah dan benarlah Rasul-Rasul-Nya.”

Kemudian orang-orang kafir dikeluarkan dari kuburnya dalam keadaan tanpa alas kaki dan telanjang bulat.

Rasulullah saw pernah ditanya, makna apakah yang terkandung dalam firman Allah swt (Yaitu hari yang pada waktu itu ditiupkan sangkakala lalu kamu dikumpulkan dengan berkelompok –kelompok) Maka Nabi saw, menangis (karena mendengar pertanyaan itu) Kemudian beliau berkata; Wahai orang-orang yang bertanya, sesungguhnya kamu bertanya kepadaku tentang perkara yang dahsyat (besar), dan sesungguhnya waktu itu adalah hari kiamat, yang dimana dari beberapa kaum dari umatku dikumpulkan menjadi 12 (dua belas) kelompok yaitu :

Adapun bagian yang pertama adalah Mereka dikumpulkan dalam  bentuk kera, kelompok mereka ini adalah orang-orang yang sudah memfitnah, sebagian manusia yang lain.

Kelompok yang kedua adalah Mereka dikumpulkan dalam bentuk babi (celeng) mereka ini adalah orang-orang yang ahli makan barang haram.

Kelompok yang ke tiga adalah Mereka dikumpulkan dalam keadaan buta dan bingung dan mereka dipegang oleh manusia yang lain. Mereka ini adalah orang-orang yang suka melanggar hukum (Syariat).

Kelompok yang keempat; Mereka di kumpulkan dalam keadaan tuli dan bisu. Mereka itu adalah orang-orang yang selalu menyombongkan diri dengan amal perbuatannya.

Kelompok yang ke lima; Mereka dikumpulkan dengan keadaan mulutnya mengalir nanah, dan mereka sama menanam lidahnya. Mereka itu adalah para ulama yang menyimpang dalam perkataan mereka dengan perbuatannya.

Sebagaimana firman Allah swt dalam surat Al-Baqarah ayat 44 

Yang ketujuh; Mereka dikumpulkan dengan keadaan telapak kakinya berada didahi mereka dengan diikatkan pada jambul kepalanya, mereka (baunya) lebih busuk dari pada bangkai. Mereka itu adalah orang-orang yang mengikutkan atau mengumbar hawa nafsunya.

Kedelapan; Mereka dikumpulkan dalam keadaan mabuk yang jatuh bangun ke kanan dan ke kiri. Mereka itu orang-orang yang mencegah pada hak Allah Swt.

Kesembilan; Mereka dikumpulkan dimana pada dirinya terdapat celaan yang terbuat dari tembaga merah. Mereka itu, adalah orang-orang yang suka mengadu domba.

Kesebelas; Mereka dikumpulkan dalam keadaan mabuk. Mereka itu adalah orang-orang yang sama berbicara di dalam masjid dengan membicarakan urusan keduniawian.

Dan yang kedua belas; Mereka dikumpulkan dalam wujud babi (celeng). Mereka itu adalah orang-orang yang memakan barang riba. Sebagaimana yang telah diterangkan dalam firman Allah swt dalam surat Ali Imran ayat 130. “Janganlah kamu memakan riba dengan berbuat ganda.”

Dan didalam hadits yang lain, dari Mu’adz bin Jabal ra, dari Rasulullah saw bahwa beliau bersabda; Ketika terjadi hari Kiamat, yaitu hari kerugian, hari kesengsaraan, hari pembalasan, maka Allah swt mengumpulkan umatku dari kubur mereka dibagi menjadi 12 (dua belas)golongan yaitu:

Golongan pertama; Mereka dikumpulkan dari kuburnya, dengan keadaan tidak mempunyai tangan dan kaki. Kemudian ada pemanggil dari hadapan Allah swt. Mereka ini adalah orang-orang yang senantiasa menyakitkan tetangga, dan mereka ini mati sebelum bertaubat.

“Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaikan sedangkan kamu melupakan diri kamu sendiri.”
Golongan kedua, Mereka dikumpulkan dari kuburnya dengan bentuk binatang. Ada riwayat yang mengatakan bahwa binatang itu adalah babi (celeng). Kemudian ada pemanggil dari hadapan Allah swt. Mereka ini adalah orang-orang yang meremehkan shalat, dan mereka mati sebelum bertaubat.

Golongan ketiga, Mereka dikumpulkan dari kuburnya, dalam keadaan perutnya besar bagaikan gunung, yang didalamnya dipenuhi oleh ular dan kalajengking, mereka itu seperti keledai. Kemudian ada pemanggil dari hadapan Allah Swt; Mereka ini adalah orang-orang yang enggan mengeluarkan zakat, dan mereka mati sebelum bertaubat.

Golongan keempat, Mereka dikumpulkan dari kuburnya, dari mulut mereka mengalir darah sedangkan ususnya kenser di bumi, dan api keluar dari mulutnya. Kemudian ada pemanggil dari hadapan Allah Swt. Mereka ini adalah orang-orang yang berdusta dalam berjualan dan pembelian dan mereka mati sebelum bertaubat.

Golongan kelima, Mereka dikumpulkan dari kuburnya, dalam keadaan bau busuk, bau mereka lebih busuk dari bangkai. Kemudian ada pemanggil dari hadapan Allah Swt. Mereka ini adalah orang-orang yang menyembunyikan kemaksiatannya dengan samar dari hadapan manusia yang lain tidak takut kepada Allah dan mereka mati sebelum bertaubat.

Golongan keenam, Mereka dikumpulkan dari kuburnya dalam keadaan terpotong tenggorokkannya dari tengkunya. Kemudian ada pemanggil dari hadapan Allah swt. Mereka ini adalah orang-orang yang memberikan kesaksian dengan kebohongan dan dusta dan mereka mati sebelum bertaubat.

Golongan ketujuh, Mereka dikumpulkan dari kuburnya dalam keadaan tidak mempunyai lidah, dan dari mulutnya mengalir darah dan nanah. Kemudian ada pemanggil dari hadapan Allah Swt. Mereka ini adalah orang-orang yang tidak memberikan persaksian yang benar dan mereka mati sebelum bertaubat.

Golongan kedelapan, Mereka dikumpulkan dari kuburnya dengan menundukkan kepalanya, sedangkan kaki mereka berada di atas kepalanya, serta dari farji (kemaluannya) mengalir sungai nanah yang bercampur darah. Kemudian ada pemanggil dari hadapan  Allah Swt. Mereka ini adalah orang-orang yang ahli zina, dan mereka mati sebelum bertaubat.

Golongan kesembilan, Mereka dikumpulkan dari kuburnya dalam keadaan hitam wajahnya dan melotot matanya serta perutnya dipenuhi api. Kemudian ada pemanggil dari hadapan Allah Swt. Mereka ini adalah orang-orang yang memakan harta anak yatim dengan aniaya, dan mereka mati sebelum bertaubat.

Golongan kesepuluh, Mereka dikumpulkan dari kuburnya dalam keadaan berpenyakit kusta dan belang. Kemudian ada pemanggil dari hadapan Allah swt,. Mereka ini adalah orang-orang yang mendurhakai kedua orang tuanya, dan mereka mati sebelum bertaubat.

Golongan kesebelas,  Mereka dikumpulkan dari kuburnya dalam keadaan buta hatinya dan giginya seperti tanduk sapi. Sedangkan  bibir mereka sama kenser diatas dadanya dan lidahnya juga  kenser diatas perutnya, dan perutnya kenser diatas paha mereka, serta dari perut mereka keluar kotoran. Kemudian ada pemanggil dari hadapan Allah Swt. Mereka ini adalah orang-orang yang meminum arak (khamer) dan mereka mati sebelum bertaubat.

Dan adapun golongan yang kedua belas, Mereka dikumpulkan dari kuburnya, dimana sajah mereka bersinar seperti bulan, pada bulan purnama, mereka ini melewati shirathal  seperti kilat yang menyambar. Kemudian ada pemanggil dari hadapan Allah Swt. Mereka ini adalah orang-orang yang beramal shalih dan senantiasa menjauhi kemasyatan, serta menjaga shalat lima waktu beserta berjama’ah dan mereka mati dalam dalam keadaan bertaubat. Serta kembali mereka adalah  ke surga. Mereka dalam pengampunan, keridhaan dan rahmat serta kenikmatan, karena sesungguhnya mereka ini sama ridha pada Allah dan Allah Swt, juga ridha kepada mereka. Sebagaimana yang telah diterangkan dalam firman-Nya dalam surat Fushilat ayat 30 yang artinya :

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan; Tuhan kami adalah Allah, kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka Malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan) janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih, dan bergembiralah dengan surga yang telah dijanjikan oleh Allah kepadamu.”

Demikianlah keadaan mayit setelah dibangkitkan dari alam kubur yang telah dikelompok-kelompokkan dan digolongkan berdasarkan tingkat amal perbuatannya yang telah dilakukan pada waktu hidup di dunia. Yang intinya apabila ia pada waktu hidup di dunia senantiasa beramal shalih atau mengerjakan amal kebajikan, maka ia akan ditempatkan di surga Allah SWT. Dan sebaliknya apabila ia pada waktu di dunia senantiasa mengerjakan amal keburukan, maka ia akan ditempatkan di neraka, dengan adzab yang pedih dan mensengsarakan..................!!!!

Oleh Abu Khalid, MA
Terima Kasih Sudah Membaca: Kehidupan Manusia Dalam Alam Akhirat

ARTIKEL TERKAIT:

Sebarkan dan Raih Amalan Shalih :
Posted by: Sajadah Muslim
Sajadah Muslim Updated at: 17:30
 
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Sajadah Muslim™ - Copyright © - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger