Membahas Tentang Seputar Ilmu Agama Islam

Bahagia Bersama Keluarga Dalam Bencana Covid-19

Sajadah Muslim ~ Bahagia, kata yang kerap didengar dibaca, bahkan diucapkan, dan kata itulah yang banyak dicari dan diinginkan oleh semua orang.

Membuktikannya pun mudah, hampir semua orang dalam kehidupan ini rela berjuang, bekerja dan berbuat lebih banyak  untuk memperoleh kebahagiaan baik untuk diri sendiri maupun untuk keluarganya.


Saat seseorang bekerja, hakikatnya bukan uang semata yang dicari namun hasil letih dan keringatnya yang membahagiakan, lebih dan letih itu mengundang senyum bagi keluarga dan sekitarnya.

Saat seseorang lulus dari pendidikannya bukan ijazah yang ia kejar, namun proses pengorbanan yang panjang dan dilalui dengan penuh pengorbanan untuk memberikan kebanggaan pada kedua orang tuanya. Karena bahagia memang tergantung sejauh mana perjuangan dan pengorbanan yang dijalani.

Namun tidak sedikit manusia gagal dalam meraih kebahagian, walaupun orang lain beranggapan hidupnya yang sudah sangat bahagia.

Kebahagiaan terletak di hati, bukan materi, kebahagiaan bisa membawa ketentraman jiwa yang auranya terpancar merekah, kondisi sulitpun ia dapat merasakan kebahagiaan dan ketenangan.

Secara prinsip, bahagia itu sederhana alias simpel, menikmati dan mensyukuri segala nikmat yang Allah berikan itu bahagia. Waktu yang dilalui disyukuri sebagai sebuah anugerah yang diberikan oleh Allah itu nilainya bahagia.

Kesempatan hidup yang diberikan sebagai masa yang ia tak ingin sia-siakan, kesehatan dalam diri sebagai karunia yang mahal, ia jaga dengan sebaik-baiknya. Dirinya jauh dari kesibukan untuk mengeluh dan menyalahkan situasi dan keadaan itu pula bahagia.

Orang seperti itu akan selalu bahagia, maka jangan heran saat kondisi yang rumit, getir dan susah pun dia menemukan kebahagiaan.

Sosok Nabi Ayyub, yang dirundung penyakit yang berkepanjangan, harta benda yang dimiliki ludes tak tersisa, anak dan keluarganya meninggalkan dirinya, dia masih menemukan juga kebahagiaan dengan bersyukur dan berzikir atas ujian yang menimpa dirinya.

Memang tidak ringan, tapi bisa dan kita pun bisa walaupun mungkin bobotnya tidak sedahsyat yang dialami oleh Nabi Ayyub.

Tetapi, kita sama-sama menghadapi situasi sulit seiring dengan mewabahnya virus Covid-19, situasi yang menjadikan Ramadhan tahun ini benar-benar berbeda dengan ramadhan pada tahun-tahun yang telah lalu, bahkan ratusan tahun yang telah silam.

Kondisi karantina wilayah dimana-mana dan terbatas dalam ruang gerak. Hanyalah orang-orang yang memiliki kecerdasan hati yang mampu memanfaatkan kondisi itu untuk memaknai keutamaan akhir Ramadhan dengan sebaik-baiknya.

Masa “Lockdown” ini diisi dengan membaca Al-Qur’an lebih giat, menghafal lebih banyak, ibadah yang semakin dikencangkan, untaian taubat senantiasa dipanjatkan dan kepedulian terhadap sesama juga tidak ditinggalkan, bahkan lebih ditingkatkan. Inilah Lockdown yang sempurna dan tak sia-sia “Lockdown” tetap mendatangkan kebahagiaan bagi diri sendiri dan sesama.

Terlebih kala Ramadhan memang harus tinggal bersama dengan keluarga, maka situasi dan kondisi ini pun sangat membahagiakan intensitas lebih banyak, sehingga keluarga lebih mesra dan hangat. Bermain, bercanda, bercengkrama dan beribadah bersama keluarga lebih banyak dan berkualitas.

Pada sisi lain, keterbatasan tatap muka dimanfaatkan dengan mengoptimalkan media teknologi untuk silaturahim dengan  sanak saudara untuk menanyakan kabar, keadaan dan lainnya.

Keakraban dan kebersamaan dapat dirajut dan dirasakan dalam segala kondisi jika ia senantiasa berpikir positif. Hanyalah orang yang bersyukur yang dapat memiliki cara pandang kebaikan dalam kehidupannya.

Covid-19, banyak memberikan pelajaran untuk kita terus hidup dengan cara bersih, beribadah yang yang semaksimal mungkin.

Akhirnya mumpung masih dalam balutan bulan suci Ramadhan yang agung, mari kita selalu memaksimalkan untuk berbuat baik kepada orang lain, dan beribadah, serta terpanggil untuk bersedekah badan berbagi terhadap sesama insan.

Sumber: Majalah Mulia, Berbagi Kemuliaan Hidup

Labels: Seputar-Islam

Thanks for reading Bahagia Bersama Keluarga Dalam Bencana Covid-19. Please share...!

0 Comment for "Bahagia Bersama Keluarga Dalam Bencana Covid-19"

Back To Top