Rahasia Turunnya Malam Lailatul Qadar

Sajadah Muslim ~ Malam Lailatul Qadar merupakan tanda-tanda kebesaran Allah SWT dan juga salah satu waktu yang sangat istimewa yang diberikan oleh Allah SWT kepada umat Rasulullah SAW. 


Alasannya, pada suatu waktu Nabi Muhammad SAW mengadu kepada Allah SWT, kenapa umur umatku lebih pendek dibandingkan umur umat Nabi-Nabi yang lain, yang bisa mencapai ratusan bahkan ribuan tahun ? Bagaimana umatku bisa mengumpulkan kebajikan untuk bekal di akhirat kelak jika usia umatku pendek ? maka atas sifat rahman dan rahim-Nya, Allah SWT memberikan keistimewaan berupa Lailatul Qadar yang maknanya dijelaskan melalui firmannya di surat Al-Qadr sebagai berikut :

"Inanaa anzalnaahu fii Lailatul Qodr. Lailatul Qodri hoirun mi alfi syahr. Tanazzalul malaaikatu warruhu fiiha. Bi-idzni robbihi min kulli amrin salaam. Hiya hattaa mathla'il fajri". (QS.Al-Qodr 1-5).

Artinya : "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Alquran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu ? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar." (QS Al Qadr: 1-5)

Waktu Turunnya Malam Lailatul Qadar

Pada hakekatnya tidak ada seorang pun yang mengetahui secara pasti kapan terjadinya Lailatul Qadr, suatu malam yang dikisahkan dalam Al-Quran sebagai "malam yang lebih baik dari seribu bulan". Hadist yang diriwayatkan Abu Dawud, menyebutkan bahwa Nabi SAW pernah ditanya tentang Lailatul Qadr dan Beliau menjawab: "Lailatul Qadr ada pada setiap bulan Ramadan." (HR Abu Dawud).

Selanjutnya Rasulullah SAW memberikan beberapa isyarat tentang waktu turunnya Lailatul Qadr dengan bersabda: "Carilah Lailatul Qadr itu pada sepuluh hari terakhir Ramadhan." (Muttafaqun alaihi dari Aisyah radliallahu anha).

Dari Aisyah radliallahu anha ia berkata: "Bila masuk sepuluh hari terakhir bulan Ramadan, Rasulullah SAW mengencangkan kainnya (menjauhkan diri dari menggauli isterinya), menghidupkan malamnya dan membangunkan keluarganya." (HR Bukhari dan Muslim). Dalam shahih lain disebutkan, dari Aisyah radliallahu anha ia berkata: "Bahwasanya Nabi SAW senantiasa beri'tikaf (berdiam diri) pada sepuluh hari terakhir dari Ramadhan, sampai Allah mewafatkan beliau”. Lebih khusus lagi, Rasulullah SAW bersabda: "Carilah Lailatul Qadr itu pada malam-malam ganjil dari sepuluh hari terakhir (bulan Ramadhan)". (HR Bukhari dari Aisyah radliallahu anha).

Tidak diberitahukannya tanggal yang pasti tentang Lailatul Qadr sesungguhnya memiliki beberapa hikmah tersendiri, antara lain untuk memotivasi umat agar terus istiqomah dalam beribadah, mencari rahmat dan ridha Allah, kapan saja dan di mana saja, tanpa harus terpaku pada satu hari saja. Bisa dibayangkan, andaikata Lailatul Qadr tersebut diberitahukan tanggal turunnya secara pasti, maka dimungkinkan orang hanya akan memaksimalkan ibadah pada tanggal yang dimaksud. Sementara, pada tanggal-tanggal selainnya tidak memaksimalkan ibadah.

Baca juga : 

Tanda-Tanda Turunnya Malam Lailatul Qadar

  • Cahaya mentari lemah, cerah tak bersinar kuat keesokannya. Dari Ubay bin Ka’ab radliyallahu’anhu, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: “Keesokan hari malam lailatul qadar matahari terbit hingga tinggi tanpa sinar bak nampan” (HR. Muslim). 
  • Udara dan suasana pagi yang tenang. Ibnu Abbas radliyallahu’anhu berkata : Rasulullah SAW bersabda: “Lailatul qadar adalah malam tentram dan tenang, tidak terlalu panas dan tidak pula terlalu dingin, esok paginya sang surya terbit dengan sinar lemah berwarna merah”. (Hadist Hasan).
  • Bulan nampak separuh bulatan. Abu Hurairah radliyallahu’anhu pernah bertutur : Kami pernah berdiskusi tentang lailatul qadar di sisi Rasulullah SAW, beliau berkata, “Siapakah dari kalian yang masih ingat tatkala bulan muncul, yang berukuran separuh nampan.” (HR. Muslim).
  • Malam yang terang, tidak panas, tidak dingin, tidak ada awan, tidak hujan, tidak ada angin kencang dan tidak ada yang dilempar pada malam itu dengan bintang (lemparan meteor bagi setan). Sebagaimana sebuah hadist, dari Watsilah bin al-Asqo’ dari Rasulullah SAW : “Lailatul qadar adalah malam yang terang, tidak panas, tidak dingin, tidak ada awan, tidak hujan, tidak ada angin kencang dan tidak ada yang dilempar pada malam itu dengan bintang (lemparan meteor bagi setan)” (HR. at-Thobroni dalam al-Mu’jam al-Kabir 22/59 dengan sanad hasan).
  • Orang yang beribadah pada malam tersebut merasakan lezatnya ibadah, ketenangan hati dan kenikmatan bermunajat kepada Rabb-nya tidak seperti malam-malam lainnya.
Terima Kasih Sudah Membaca: Rahasia Turunnya Malam Lailatul Qadar

ARTIKEL TERKAIT:

Sebarkan dan Raih Amalan Shalih :
Posted by: Sajadah Muslim
Sajadah Muslim Updated at: 10:37
 
Comments
1 Comments

+ komentar + 1 komentar

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Sajadah Muslim™ - Copyright © - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger