Sangkakala Terompet Kematian Alam Semesta

Sajadah Muslim ~ Beberapa waktu yang lalu kita digemparkan dengan berita di Youtube, 5 Mei 2015, tentang suara keras yang diduga berasal dari langit di kawasan Milton Keynes, Inggris. Menurut sang pengunggah, suara itu seperti suara terompet, ikan paus, dan latar dalam film yang diperankan oleh Tom Cruise yaitu War of the World.


Sebelumnya, suara serupa juga pernah terjadi di Jerman pada tanggal 4 April 2015. Dalam video yang diunggah di Youtube, sang pengunggah (perempuan) sedang merekam video melalui jendelanya dan tiba-tiba suara aneh itu datang.

Ternyata, itu bukan peristiwa paling pertama. Pada tanggal 18 Pebruari 2012, seorang pria asal Montana, Amerika Serikat, mendengar suara terompet sangkakala sekitar pukul 12.40 waktu setempat. Pria bernama Aaron Traylor itu mendengarnya ketika sedang mengajak anak perempuan dan anjingnya bermain di Taman Sekolah Dasar Kellgate. Saat mendengar suara aneh tersebut, dia langsung berpikir kalau kejadian itu berhubungan dengan hari Kiamat. “Bagaimana jika suara ini adalah salah satu suara yang menunjukkan Kiamat?” tuturnya.

Ia menyatakan mengalami mimpi buruk setelah mendengar suara aneh tersebut. “Saya terus mengalami mimpi buruk setelah mengunggah suara aneh yang sangat mengerikan,” ujar Traylor. Istri Traylor sampai membangunkan dia dari tidur ketika bermimpi. “Istri saya bilang saat itu saya berteriak. Sebelumnya, dia tak pernah mendengar saya berteriak,” sambungnya.

Masih banyak lagi kejadian serupa yang menunjukkan bahwa itu adalah suara aneh yang datang dari langit. Pertanyaannya: benarkah itu suara sangkakala Malaikat Israfil yang sangat ditakutkan seluruh alam semesta? Untuk menjawabnya kita harus melihatnya dari sisi agama.

Sangkakala Dalam Islam

Makna yang sebenarnya, sangkakala atau sangka adalah sejenis alat tiup yang terbuat dari cangkang kerang. Alat tiup ini disebut sangkakala karena bernama sangka dan ditiup secara berkala atau bunyian berkala. Pada zaman dahulu sangkakala biasa digunakan dalam saat tertentu, seperti untuk meminta perhatian orang banyak ketika hendak mulai berperang, mengumpul prajurit dan banyak lagi kegunaan sangkakala.

Namun, sangkakala yang dimaksudkan di sini tentu saja bukan itu. Sangkakala di sini adalah sangkakala yang kelak akan ditiup oleh Malaikat Israfil  untk menghancurkan alam semesta dan seisinya, yang tak satu pun tahu persis bentuknya.

Dikisahkan dalam sebuah hadits bahwa tatkala Allah selesai menciptakan alam semesta beserta isinya, maka dibuatlah sangkakala (shur) dan meletakkannya di mulut Israfil. Kemudian dikisahkan Israfil selalu menatap kearah 'Arsy, menanti kapan ia diperintahkan untuk meniup sangkakala tersebut.

Sangkakala terbuat dari cahaya yang bentuknya seperti tanduk. Ukurannya sangat besar dengan garis tengahnya seluas langit dan bumi (alam semesta). Nabi saw, bersabda, “Sesungguhnya Allah menciptakan sangkakala yang mempunyai empat cabang, yaitu cabang di Barat, di Timur, di bawah langit ke tujuh bagian bawah dan di atas langit ketujuh bagian atas.” (HR. Abu Hurairah).

Di dalam sangkakala terdapat pintu-pintu sebanyak bilangan ruh di alam semesta dan di dalamnya ada 70 rumah, yaitu satu diantaranya untuk ruh para nabi, satu rumah untuk ruh para malaikat, satu rumah untuk para jin, satu rumah untuk ruh para manusia, satu rumah untuk ruh para binatang dan hingga 70 macam rumah dengan 70 jenis makhluk. Nabi Saw, menyebutkan bahwa sangkakala akan ditiup 3 (tiga)kali tiupan.

Pertama Nafkhatul faza' (Tiupan Guncangan). Ketika tiupan ini berlangsung, tidak seorang pun mendengarnya kecuali mengangkat lehernya untuk mendengar perkara besar ini. Tiupan pertama ini panjang dan menyebabkan keguncangan dan kepanikan semua yang berada di langit dan di bumi, kecuali orang-orang yang dikehendaki oleh Allah, yaitu para Nabi dan para syahid. Tiupan ini akan menggetarkan dan membuat panik semua yang hidup, sedangkan para Rasul dan syahid adalah hidup di sisi Tuhan mereka, maka Tuhan pun melindungi mereka dari guncangan tiupan ini.

Tiupan ini akan mengguncangkan bumi seguncang-guncangnya, mendatarkan gunung dengan bumi selumat-lumatnya, meletuskan gunung-gunung dengan sangat sehingga menjadi debu  yang bertebaran, membuat laut-laut saling beradu dan mengeluarkan api yang menyala, langit akan pecah secara luar biasa dan hilanglah hukum gravitasi yang biasa kita kenal, bintang-bintang berjatuhan, planet-planet saling bertubrukan, bersatulah matahari dengan bulan dan hilanglah cahaya benda tersebut, setelah itu keadaan semesta kembali seperti sebelum Allah menciptakannya yaitu hanya berupa kabut dan gas (asap).

Kedua, Nafkhatus Sa'aq (Tiupan Kematian). Setelah tiupan pertama. Allah memerintahkan  'Shur' pada kali yang kedua. Pada tiupan kedua ini, maka matilah semua makhluk yang berada di langit dan di bumi  (termasuk para nabi dan syahid) kecuali mereka yang dikehendaki oleh Allah, yaitu Jibril, Mikail, Israfil, Izrail dan empat malaikat pembawa Arsy.

Kemudian Allah memerintahkan malaikat maut untuk mencabut nyawa Jibril, Mikail, Israfil dan para malaikat pembawa Arsy yang empat, maka tidak ada yang tersisa kecuali Allah dan malaikat maut. Kemudian Allah berkata kepada malaikat maut, “Wahai malaikat maut, kamu adalah salah satu dari makhluk-makhluk-Ku, maka sekarang matilah kamu.”

Dengan demikian, matilah malaikat maut dan tidak ada yang tersisa kecuali Allah Yang Maha Perkasa, Yang Hidup, Yang tidak pernah mati, Yang Awal Yang tidak ada sebelumnya sesuatu apa pun. Yang Akhir Yang tidak ada sesudahnya sesuatu apapun. Kemudian Allah berkata, “Akulah Raja. Akulah Penguasa, Di manakah raja-raja bumi? Di manakah para penguasa? Di manakah  orang-orang yang sombong? Dan untuk siapakah kekuasaan pada hari ini? Maka Dzat menjawab dengan berkata. “Bagi Allah yang Maha Esa lagi Perkasa.”

Keadaan alam semesta akan tetap seperti di atas selama 40 hari sebagaimana yang diterangkan oleh hadits shahih yang diriwayatkan oleh Bukhari Muslim dari Abu Hurairah. “Antara dua tiupan adalah 40”. orang-orang bertanya; “40 harikah wahai Abu Hurairah?' Ia menjawab; “Saya  tidak tahu dan saya enggan untuk menjawab.” Mereka bertanya lagi; “40 tahunkah?” Abu Hurairah menjawab. “Saya tidak tahu dan saya enggan untuk menjawab.” Mereka  bertanya lagi; “40 bulankah?” Ia menjawab. “Saya tidak tahu dan saya enggan untuk menjawab.”

Setelah itu Allah menurunkan hujan dari langit seperti gerimis atau bayangan (naungan) yang mana dengannya tumbuhlah semua jasad makhluk dan sesungguhnya semua manusia akan hancur kembali kecuali “ekor yang terakhir” (tulang yang ada di punggung paling bawah), darinyalah tumbuh tubuh atau jasad dan tersusun kembali. Setelah sempurna penciptaan tersebut. Allah menghidupkan Israfil sebagai makhluk yang dihidupkan, kemudian memerintahkan untuk berseru dengan mengatakan. “Wahai tulang-tulang yang hancur, sendi-sendi yang terputus, bagian-bagian yang terpisah dan rambut-rambut yang tercabik sesungguhnya Allah memerintahkan kamu untuk bersatu kembali untuk keputusan keadilan.  

Ketiga. Nafkhatul Ba'ats (Tiupan Kebangkitan). Di dalam sangkakala terdapat lubang-lubang yang banyak sesuai dengan jumlah ruh atau nyawa semua makhluk, maka Israfil pun meniupnya dan terbangkitlah semua ruh ke jasadnya masing-masing. Arwah kaum Mukminin akan terbang dengan memencarkan nur (cahaya) sedangkan arwah kaum kafir akan menimbulkan kegelapan, kemudian Allah berkata, “Demi kebesaran dan keperkasaan-Ku semua ruh harus benar-benar kembali kepada jasadnya yang dulunya ia huni di dunia.”

Maka bersemayamlah setiap ruh di jasadnya dan setiapnya akan bangun dari kuburnya masing-masing, sedangkan kepalanya masih bergelimang tanah dan berkatalah orang-orang kafir. “Ini adalah hari yang sulit.” sedangkan  orang-orang  Mu'min berkata; “Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan kesedihan dari kami.”

Seorang ulama Yahudi datang kepada Nabi dan berkata; “Hai Muhammad saw atau hai Abdul Qasim! Pada hari  Kiamat, Allah  menggenggam langit dengan satu jari tangan, bumi dengan satu jari, gunung dan pepohonan dengan satu jari, air dan tanah dengan satu jari, begitu pula semua makhluk yang lain dengan satu jari. Kemudian Dia menggoyangkan mereka semua sambil berfirman;  “Akulah Raja, Akulah Raja!” 

Rasulullah tertawa kagum mendengar perkataan orang alim itu. Beliau membenarkan keterangan orang itu, kemudian membacakan ayat; ”Dan mereka  tidak mengagungkan Allah dengan pengangungan yang semestinya, padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari Kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya. Maha Suci Tuhan dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan.” (Shahih  Muslim No. 4992).

Demikian tentang sangkakala Israfil yang akan ditiupkan untuk menghancurkan semesta. Dengan demikian, suara-suara yang belakangan menghebohkan banyak orang di dunia maya, sesungguhnya hanyalah kejadian alam biasa, bukan suara sangkakala  malaikat.......!!!!!!.

Oleh Eep Khunaefi
 
Terima Kasih Sudah Membaca: Sangkakala Terompet Kematian Alam Semesta

ARTIKEL TERKAIT:

Sebarkan dan Raih Amalan Shalih :
Posted by: Sajadah Muslim
Sajadah Muslim Updated at: 21:24
 
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Sajadah Muslim™ - Copyright © - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger