Membahas Tentang Seputar Ilmu Agama Islam

Cara Malaikat Mencabut Ruh Manusia

Cara Malaikat Mencabut Ruh Manusia ~ Dalam menciptakan malaikat Izrail, Allah swt menjadikannya dari Nur. Ia memiliki kaki sebanyak 70.000 dan memiliki sayap sebanyak 4.000. Seluruh tubuhnya dipenuhi dengan beberapa mata dan lisan, tidak satupun makhluk dari anak cucu Adam as, burung-burung dan semua makhluk yang mempunyai nyawa kecuali dalam pengawasannya.


Dan di dalam malaikat Izrail terdapat wajah, mata, tangan dan telinga yang jumlahnya menurut bilangan seluruh manuasi. Maka ia mencabut ruh dengan tangan itu dan ia melihat dengan wajahnya yang tepat pada muka manusia. Demikianlah cara-cara malaikat Izrail (maut)  mencabut nyawa para makhluk dalam setiap tempat. jika seorang manusia yang telah  meninggal dunia, maka cahaya di wajah orang tersebut akan hilang. Telah di jelaskan dalam riwayat lainnya, bahwa sesungguhnya malaikat Izrail mempunayi 4 wajah yaitu:

Wajah di atas kepalanya

Malaikat Izrail mencabut ruh para Nabi dan para malaikat dari wajah yang berada diatas kepalanya.

Wajah yang berada  di mukanya

Malaikat Izrail mencabut ruh orang-orang mukmin dari wajah yang berada di mukanya.

Wajah yang berada di punggungnya

Malaikat Izrail mencabut ruh orang-orang kafir atas munafik dari wajah yang berada di punggungnya.

Wajah yang berada di kedua telapak kakinya

Malaikat Izrail mencabut ruh pada jin dari wajah yang ada di kedua telapak kakinya.

Malaikat Izrail memiliki 70.000 kaki, yang salah satu kakinya berada di tepi neraka jahanam sedangkan yang lainnya berada  di atas ranjang (tempat tidur) dalam surga. Di katakan pula dalam riwayat yang lain, bahwa karena sangat begitu besarnya malaikat Izrail seandainya seluruh air lautan dan air sungai-sungai yang ada di bumi seluruhnya di tuangkan di atas kepalanya, maka tidaklah menetes sedikit pun air itu akan jatuh ke bumi.

Dan di dalam riwayat yang lain dikatakan pula, bahwa Allah swt, dalam menciptakan bumi seluruhnya dalam malaikat Izrail, yang seperti meja yang telah di letakkan dihadapan seseorang untuk menatap apa yang ada di hadapannya, menurut  apa yang ia sukai. Maka demikian itulah Malaikat Izrail menghadapi seluruh makhluk, maupun dalam membolak-balikkan bumi sebagaimana anak cucu Adam ketika membolak-balikkan sekeping mata uang. Telah di sebutkan dalam  sebuah riwayat, bahwa sesungguhnya malaikat Izrail tidak akan turun kecuali kepada para Nabi dan para Rasul Allah. Malaikat Izrail mempunyai khalifah untuk mencabut nyawa binatang buas dan binatang-binatang lainnya.

Dalam sebuah riwayat juga disebutkan, bahwa apabila Allah swt melenyapkan mata yang berada di jasad malaikat Izrail semuanya dan tinggallah delapan makhluk, mereka itu adalah malaikat Israfil, malaikat Mikail, Malaikat Jibril, Malaikat Izrail dan empat malaikat yang menguasai Arsy.

Malaikat Izrail dalam mengetahui ajal seseorang adalah sesungguhnya apabila telah datang kepadanya catatan mati dan sakit bagi seseorang, maka ia berkata kepada Allah swt; “Wahai Allah Tuhan-Ku, kapan aku harus mencabut ruh orang ini?”. Kemudian Allah swt berfirman: “Wahai Malaikat Maut, itu adalah ilmu ghaib-Ku, tidak ada yang akan tahu, tentang ilmu  tersebut selain tersebut. Sesungguhnya terdapat malaikat  yang diberi kekuasaan atas segala  ruh dan amal perbuatan seseorang. Dan ia akan datang kepada-Mu, lalu berkata: “Wahai malaikat Izrail, telah cukup umur si fulan.” Sedangkan malaikat yang di beri tugas atas riziki dan amal perbuatan manusia, lalu berkata; “wahai malaikat Izrail, telah sempurna riziki dan amal  perbuatan si Fulan.”

Apabila orang tersebut orang termasuk orang yang beruntung, maka jelaslah nama orang tersebut tertulis di dalam kitab orang yang berada di sisi Malaikat Izrail berupa tulisan cahaya putih. Dan apabila orang tersebut orang yang celaka, maka jelaslah nama orang tersebut  dalam tulian yang hitam, lalu tidaklah sempurna pengetahuan malaikat Izrail, sehingga ia kejatuhan daun dari pohon yang berada di bawah Arsy, yang mana telah tertulis dalam daun itu nama orang yang dalam waktu ini harus dicabut ruhnya.

Di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ka’ab Al- Akhbar, telah disebutkan, bahwa sesungguhnya Allah swt, telah menciptakan sebuah pohon di bawah Arsy, sedangkan di atas pohon tersebut terdapat daun-daun yang jumlahnya sebanyak makhluk. Dan apabila telah  sampai ajal seseorang dan umurnya tinggal 40 hari, maka jatuhlah daun tersebut diatas pangkuan malaikat Izrail, dari daun yang jatuh itulah, ia mengetahui bahwa ia diperintahkan untuk mencabut ruh yang tertulis nama pemiliknya. Dan setelah itu para malaikat  mengatakan; “Dia dalam keadaan mati di langit, akan tetapi hidup di atas bumi selama 40 hari.”

Dalam riwayat yang lain mengatakan, bahwa malaikat Mikail turun dengan membawa buku kepada malaikat Izrail disisi Allah swt, yang tertulis di dalam buku itu nama seseorang yang ruhnya hendak dicabut, tempat ruh itu dicabut dan sebab-sebab ruh itu dicabut. Abu Laits ra, berkata; “Sesungguhnya telah turun dua tetes air dari bawah Arsy atas nama pemiliknya, salah satu tetes tersebut berwarna hijau, sedangkan yang satunya lagi berwarna putih. dan apabila telah jatuh tetes yang berwarna hijau terhadap sebuah nama, maka diketahui  bahwasanya  dia termasuk orang yang celaka. Dan apabila telah jatuh tetes yang berwarna putih, maka diketahui bahwasanya dia termasuk orang yang beruntung.

Adapun untuk mengetahui tempat kematian seseorang, maka dikatakan bahwa Allah swt, telah menciptakan malaikat yang diberi kekuasaan atas nama orang yang dilahirkan, malaikat itu bernama “Malaikat Arham.”
Ketika menciptakan seseorang dalam rahim. Allah swt memerintahkan kepada Malaikat Arham, untuk memasukkan tanah dari bumi kematian  seseorang ke dalam sperma pada rahim ibunya. Maka berkelilinglah seorang hamba tersebut kemana saja yang ia kehendaki di dunia, kemudian kembali ke tempat yang mengambil tanah semula, maka matilah ia disitu. Hal ini sebagaimana yang tercantum dalam Al-Qur’an surat Ali Imran ayat 154: “Katakanlah, sekiranya kamu berada  di rumah-mu niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu keluar (juga) ke tempat mereka terbunuh.”

Berkaitan dengan firman Allah swt, di atas, ada sebuah cerita. Yaitu sesungguhnya malaikat Izrail pernah menampakkan diri pada masa yang lampau dengan wujud seorang laki-laki. Pada suatu hari malaikat Izrail masuk ke dalam rumah Nabi Sulaiman as, maka malaikat Izrail melihat pada seorang pemuda yang berada di dekat Nabi Sulaiman as. Ia berkata: “Wahai Nabi Sulaiman, sesungguhnya aku menghendaki agar Engkau memerintahkan kepada angin agar membawaku ke negeri Cina.” Maka Nabi Sulaiman memerintahkan kepada angin dan dibawalah pemuda itu  ke negeri Cina.

Ketika Malaikat Izrail kembali kepada Nabi Sulaiman, maka Nabi Sulaiman bertanya kepada Malaikat Izrail; “Apa sebabnya Tuan (malaikat Izrail) melihat seorang pemuda yang berada di dekat saya?”. Malaikat Izrail menjawab: “Sesungguhnya aku diperintahkan oleh Allah swt untuk mencabut ruhnya hari ini di negeri Cina, padahal aku melihat ia sedang berada di sisimu, maka aku merasa heran dengan kejadian ini.”

Kemudian Nabi Sulaiman memberitahukan kepada Malaikat Izrail dan menceritakan keadaannya bahwa pemuda itu telah meminta kepadanya untuk memerintahkan angin agar membawanya ke negeri Cina. Mendengar cerita itu, malaikat Izrail pun berkata; “Maka sekarang aku akan mencabut  ruhnya pada hari ini di negeri Cina.”

Telah dijelaskan dalam sebuah riwayat, bahwa sesungguhnya malaikat Izrail memiliki pembantu-pembantu, yang sama berdiri  di hadapan seseorang ketika malaikat Izrail itu hendak mencabut nyawanya. Apakah kamu tidak mengetahui, bahwa sesungguhnya telah diceritakan, yaitu ada seorang laki-laki  yang lisannya selalu berdo’a dengan kalimat: “Ya  Allah, ampunilah  dosa-dosa-ku  dan malaikat-malaikat yang menjaga matahari.”

Kemudian malaikat yang menjaga matahari meminta izin  kepada Allah swt, untuk mendatangi  orang tersebut. Dan ketika malaikat yang menjaga  matahari turun kepadanya, maka berkatalah kepada orang tersebut; “Sesungguhnya kamu adalah yang paling banyak mendo’akan  kepadaku, maka apa yang kamu butuhkan sekarang?” Orang itu pun  menjawab: “Yang  aku butuhkan sekarang adalah agar kamu membawaku ke tempatmu, karena sesungguhnya aku menginginkan agar kamu bertanya mengenai diriku kepada malaikat Izrail agar kamu memberitahukan kepadaku tentang dekatnya ajalku.”

Seorang Rawi berkata: “Maka malaikat penjaga matahari membawa orang tersebut dan mendudukannya di tempat matahari. Kemudian  pergilah malaikat penjaga matahari kepada malaikat Izrail dan menjelaskan  kepadanya: “Sesungguhnya ada seorang anak Adam yang pada lisannya selalu berdo’a dan membaca kalimat ini pada shalat secara rutin. Dan dia meminta kepadaku agar aku memohon kepadamu agar mau memberitahukan kepadanya kapan ajalnya tiba, agar ia dapat mempersiapkannya.”

Adapun kalimat yang dibaca pada setiap shalatnya adalah sebagai berikut : “Ya Allah, ampunilah dosa-dosa-Ku dan malaikat-malaikat yang menjaga matahari.” Kemudian malaikat Izrail melihat bukunya, lalu ia berkata : “sangat jauh sekali, sesungguhnya kawanmu itu mempunyai amalan yang agung dan ia tidak akan mati, hingga ia itu duduk ditempat dudukmu dari tempat matahari.”

Maka malaikat penjaga matahari berkata: “Benar, ia telah duduk ditempatku dari matahari.” Lalu malaikat Izrail berkata: “Dia akan mati di tangan utusan-utusan-Ku di tempat itu dan mereka sama tidak mengetahuinya.

Di dalam sebah hadits pernah disebutkan, bahwa Rasulullah saw telah bersabda : “Ajal semua binatang terletak di dalam dzikir Allah swt, dan apabila mereka meninggalkan dzikir kepada Allah Swt, maka Allah swt akan  mencabut ruhnya. Dan tidak ada urusan apapun bagi malaikat  Izrail.”

Telah dikatakan, bahwa sesungguhnya Allah swt, adalah Dzat yang mencabut beberapa ruh, hanya saja hal itu dipasrahkan oleh Allah swt, kepada malaikat Izrail, sebagaimana disandarkannya mati kepada orang yang membunuh dan mati yang disebabkan karena sakit. Hal ini dijelaskan dalam Al-Quran surat Az-Zumar ayat 42: “Allah memegang jiwa orang yang ketika matinya dan (memegang) jiwa orang yang belum mati di waktu tidurnya, maka Dia  tahanlah jiwa orang yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan.”

Oleh Abu Khalid, MA
Labels: Kematian

Thanks for reading Cara Malaikat Mencabut Ruh Manusia. Please share...!

0 Comment for "Cara Malaikat Mencabut Ruh Manusia"

Back To Top