Tata Cara Shalat Tarawih Di Bulan Ramadhan

Sajadah Muslim ~ Yang dimaksud dengan shalat Tarawih adalah shalat sunnah yang dikerjakan pada malam bulan Ramadhan. Mengenai hukumnya shalat tarawih adalah sunnah sebagaimana telah diterangkan diatas, bahwa shalat selain shalat fardhu (lima waktu) hukumnya adalah sunnah. 


Adapun mengenai waktu mengerjakan shalat tarawih adalah sesudah melaksanakan shalat Isya sampai terbit fajar (masuk waktuh subuh). Mengenai cara mengerjakan shalat tarawih ialah sama seperti shalat-shalat sunnah yang lain, hanya saja berbeda lafaz niatnya dan cara pelaksanaannya.

Tata Tertib Mengerjakan Shalat Sunnah Tarawih

Dikerjakan tiap dua rakaat salam, sesudah selesai diakhiri dengan shalat witir satu atau tiga rakaat. Dan bisa dikerjakan secara berjamaah atau sendirian. Apabila dikerjakan secara berjamaah, maka pelaksanaannya adalah sebagaimana diterangkan dibawah ini :
  1. Sesudah selesai jamaah Isya, para jamaah bersama Bilal membaca : SUBHAANAL MALIKIL MA’BUUDI SUBHAANAL MALIKIL MAUJUUDI SUBHAANAL MALIKIL HAYYIL LADZI LAA YANAAMU WA LAA YAMUUTU WA LAA YAFUUTU ABADAN. SUBBUUHUN QUDDUUSUN ROBBUNAA WA ROBBUL MALAA’IKATT WAR RUHI. SUBHAANALLAAHI WAL HAMDU LILLAAHI WA LAA ILAAHA ILLAALLAAHU WALLAAHU AKBARU. WALAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLAA BILLAAHIL ‘ALIYYIL ‘ADHIIMI. Artinya : “Maha Suci Dzat Penguasa yang disembah, Maha Suci Dzat Penguasa Yang maujud, Maha Suci Penguasa Yang Hidup, Dzat tidak pernah tidur dan tidak pernah mati serta tidak hilang selama-lamanya. Maha Suci Maha Qudus, Tuhan Kami Tuhannya para Malaikat dan ruh. Maha Suci Allah dan segala puji bagi Allah dan tidak ada Tuhan kecuali hanya Allah dan Allah Maha Besar dan tidak ada dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung"
  2. Kemudian Bilal membaca Shalawat seperti ini : ALLAAHUMMA SHOLLI’ ALAA SAYYIDINAA MUHAMMADIN. Artinya : “Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad”.
  3. Yang dijawab oleh para Jamaah : ALLAHUMMA SHOLLI WA SALLIM ‘ALAIHI. Artinya : "Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan keselamatan kepada beliau”.
  4. Selanjutnya Bilal membaca Shalawat lagi : ALLAHUMMA SHOLL ‘ALAA SAYYIDINA WA MAULAANAA MUHAMMADIN. Artinya : “Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami dan pemimpin kami Nabi Muhammad”.
  5. Yang kemudian dijawab oleh para jamaah : ALLAHUMMA SHOLLI WA SALLIM ‘ALAIHI. Artinya : “Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan keselamatan kepada beliau”.
  6. Kemudian Bilal membaca Shalawat lagi : ALLAHUMMA SHOLLI ‘ALAA SAYYIDINAA WA NABIYYINAA WA HABIIBINAA WA SYAFII’INAA WA DZUKHRINAA WA MAULAANAA MUHAMMADIN. Artinya : “Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami, Nabi kami, kekasih kami, Yang Mensyafaati kami (besok) pertaruhan kami dan pemimpin kami Nabi Muhammad”.
  7. Para jamaah menjawab : ALLAHUMMA SHOLLI WA SALLIM ‘ALAIHI. Artinya : “Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan salam kepada Beliau”.
  8. Kemudian Bilal berseru untuk pertanda siap mengerjakan Shalat Tarawih : ASHOLAATU SHUNNATAT TAROOWIHI ROKA’TAINI JAAMI’ATAN ROHIMAKUMULLAHU. Artinya : “Shalat Tarawih dua rakaat dengan berjamaah semoga Allah member rahmat kepada kalian”.
  9. Para jamaah menjawab : LAA ILAAHA ILLAALLAAHU MUHAMMADUN RASULULLAAHI SHOLLALLAAHU ‘ALAIHI WA SALLAMA. Artinya : "Tidak ada Tuhan kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, semoga Allah melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada Beliau”.
  10. Kemudian Bilal berseru : ASHOLAATU JAAMI’ATUN. Artinya : "Shalat itu (dikerjakan) secara berjamaah”. Setelah mendengar seruan Bilal, maka para jamaah bangkit berdiri menghadap kiblat untuk mengerjakan shalat tarawih secara berjamaah.
  11. Sesudah shalat tarawih dua rakaat yang pertama selesai, maka Bilal bersama para jamaah membaca kalimat ini : FADL-LAN MINALLAAHI WANI’MATAN WA MAGHFIROTAN WA ROHMATAN YAA WAASI’AL MAGHFIROTI YAA ARHAMAR ROOHIMIINA. Artinya : “Keutamaan dari Allah, nikmat-Nya, ampunan-Nya, dan rahmat-Nya (semoga dicurahkan pada kita). Wahai Dzat Yang Luas pengampunan-Nya, Wahai Dzat paling Kasih diantara semua kasih”.
  12. Setelah itu Bilal membaca : ASH SHOLLATU JAAMI’AH. Setelah terdengar seruan Bilal tersebut, maka para jamaah bangkit untuk mengerjakan shalat tarawih yang kedua. Yaitu mengerjakan shalat dua rakaat dengan niat yang sama.
  13. Sesudah shalat tarawih yang kedua (rakaat keempat) selesai, maka Bilal bersama para jamaah membaca kalimat ini : LAA ILAAHA ILLALOOHU WAHDAHU LAA SYARIIKALAHU LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU YUHYII WA YUMIITU WAHUWA’ALAA KULLI SYAI-IN QODIIR. Artinya : “Tidak ada Tuhan yang patut disembah kecuali hanya Allah Yang Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya kekuasaan dan bagi-Nya (pula) segala puji, Dzat yang menghidupkan dan mematikan dan Dialah Dzat Yang Maha Kuasa atas sgala sesuatu”.
  14. Kemudian Bilal berseru : AL BADRUL MUNIIRRU SAYYIDUNAA MUHAMMADUN SHOLLUU ‘ALAIHI. Artinya : “(Bagaikan) bulan purnama yang memancarkan sinar, (yaitu) junjungan kami Nabi Muhammad. Oleh karena itu bershalawatlah kamu semua kepada beliau”.
  15. Kemudian para jamaah menjawab : ALLAAHUMMA SHOLLI WA SALLIM ‘ALAIHI. Seperti diatas selanjutnya semua para jamaah bangkit untuk mengerjakan shalat Tarawih dua rakaat dengan niat yang sama.
  16. Sesudah shalat tarawih yang ketiga (rakaat yang keenam) selesai, maka Bilal membaca : FADL-LAN MINALLAAHI WA NI’MAH……dan seterusnya sepert diatas. Selanjutnya Imam dan para jamaah bangkit berdiri untuk mengerjakan shalat dua rakaat dengan niat yang sama.
  17. Sesudah shalat Tarawih yang keempat (rakaat yang kedelapan) selesai, maka Bilal dan para jamaah membaca : SUBHAANAL MALIKILMA’BUUDISUBHAANALMALIKILMAUJUUDI…..dan seterusnya, kemudian membaca shalawat seperti di atas. Sesudah itu Bilal berseru : AL-KHOLIIFATUL UULAA AMIIRUL MU’MINIINA SAYYIDUNAA ABUU BAKRINISH SHIDIIQI. Artinya : “Khalifah yang pertama, Pimpinan orang-orang mu’min junjungan kami Abu Bakar Ash Shiddiq ra”. Dan para jamaah menjawab : RODLIYALLAHU ‘ANHU. Artinya : “Semoga Allah ridho kepadanya”.
  18. Sesudah shalat tarawih yang keempat (rakaat yang kedelapan) selesai, maka Bilal membaca shalawat seperti di atas, yang djawab oleh para jamaah seperti di atas pula. Kemudian Bilal berseru : ASH SHOLAATU JAAMI’AH seperti diatas, lalu Imam bersama para jamaah bangkit berdiri untuk mengerjakan shalat dua rakaat dengan niat yang sama.
  19. Sesudah shalat tarawih yang kelima (rakaat kesepuluh) selesai, maka Bilal membaca shalawat, yang dijawab oleh para jamaah seperti di atas, dan kita lanjutkan sampai pada rakaat yang kedua belas, setelah berdoa Bilal berseru : AL KHOLIIFATUTS TSAANIYATU AMIIRUL MU’MINIINA SAYYIDUNAA’UMAROBNL KHOTHTHOOBI. Artinya : “Khalifah yang kedua, pemimpin orang-orang mu’min junjungan kami ‘Umar bin Khatab”. Dan para jamaah menjawab : RODLIYALLAAHU ‘ANHU.
  20. Kemudian Bilal berseru seperti di atas : “ASH SHOLAATU JAAMI’AH”, dan para jamaah bangkit berdiri untuk shalat dua rakaat dengan niat yang sama sampai pada rakaat yang keenam belas.
  21. Sesudah rakaat yang keenam belas selesai, maka Bilal membaca shalawat seperti di atas, yang dijawab oleh para jamaah, kemudian Bilal berseru : ALKHOLIIFATUTS TSAALITSAT AMIIRUL MU’MINIINA SAYYIDUNA ‘UTSMAANABNI ‘AFFAANA. Artinya : “Khalifah yang ketiga Amirul mu’minin junjungan kami Utsman bin Affan”. Dan para jamaah menjawab : “RODLIYALLAAHU ‘ANHU”. Kemudian Bilal bersama para jamaah bangkit berdiri untuk mengerjakan shalat dua rakaat dengan niat yang sama setelah shalat Tarawih yang kesembilan (rakaat yang kedelapan belas) selesai, maka Bilal membaca shalawat seperti di atas, yang dijawab oleh para jamaah seperti di atas pula, kemudian Bilal berseru : AL KHOLIIFATUR ROOBI’ATU AMIIRUL MU’MINIINA SAYYIDUNAA ‘ALIYYUBNU ABII THOOLIBIN. Artinya : “Khalifah keempat Amirul Mu’minin junjungan kami Ali bin Abu Thalib”. Dan para jamaah menjawab : KARROMALLAAHU WAJHAHU. Artinya : “Semoga Allah memuliakan padanya”. Selanjutnya Bilal berseru : AAKHIRU SUNNATAT TAROOWIIHI ROK’ATAINI JAAMI’ATAN ROHIMAKUMULLAAHU. Artinya : “Akhirnya shalat sunnat tarawih itu dua rakaat yang dikerjakan dengan berjamaah semoga Allah member rahmat kepada kamu sekalian”. Dan para jamaah menjawab : LAA ILAAHA ILLAALLAAHU MUHAMMADUN RASULULLAAHI SHOLLALLAAH ‘ALAIHI A SALLAMA. Kemudian Bilal berseru : ASH SHLAATUJAAMI’AH, selanjutnya Imam dan para jamaah bangkit berdiri untuk mengerjakan shalat Tarawih yang terakhir.
  22. Setelah selesai, Imam membaca doa Tarawih.
Baca juga : Puasa Dalam Islam

Lafadz Niat Shalat Sunnah Tarawih

USHOLLI SUNNATAT TAROOWIIHI ROK’ATAINI LILLAAHI TA’AALAA. ALLAAHU AKBARU. Artinya : “saya berniat shalat sunnah Tarawih dua rakaat, karena Allah Ta’ala. Allahu Akbar”.
Baca juga : Niat Puasa Ramadhan

Bilangan Rakaat Shalat Sunnah Tarawih

Berdasarkan hadist Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari yang bersumber dari Aisyah ra, bahwa dia berkata : “Tidaklah Nabi SAW menambah shalat di dalam Ramadhan dan tidak pada lainnya dari sebelas rakaat”. Berdasarkan hadist tersebut, bahwa shalat Tarawih yang dikerjakan oleh Rasulullah SAW adalah sebelas rakaat. Yakni shalat tarawihnya delapan rakaat dan tiga rakaat shalat witir. Dan Umar bin Khatab mengerjakan dua puluh rakaat dan shalat witir tiga rakaat, jadi jumlahnya dua puluh tiga rakaat. Demikianlah tentang bilangan rakaat shalat tarawih, silahkan anda memilih menurut kemantapan hati anda untuk mengerjakannya, namun perlu diingat shalat yang yakin diterima oleh Allah adalah shalat yang khusyu.
Baca juga : Zakat Dalam Islam
Terima Kasih Sudah Membaca: Tata Cara Shalat Tarawih Di Bulan Ramadhan

ARTIKEL TERKAIT:

Sebarkan dan Raih Amalan Shalih :
Posted by: Sajadah Muslim
Sajadah Muslim Updated at: 16:05
 
Comments
1 Comments

+ komentar + 1 komentar

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Sajadah Muslim™ - Copyright © - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger