Membahas Tentang Seputar Ilmu Agama Islam

Khutbah Jumat: Sabar Menghadapi Musibah

MUKKADIMAH

Kaum Muslimin Sidang Jumat yang berbahagia

Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah menciptakan hidup dan mati untuk mengetahui siapa diantara kita yang paling baik amal perbuatannya.

Shalawat dan salam kita sampaikan kepada Nabi Muhammad SAW, serta kepada sekalian sahabat dan keluarganya.


Kaum Muslimin sidang Jumat yang berbahagia

Manusia adalah makhluk Allah SWT yang paling mulia, baik dari bentuk tubuhnya, kekuatan rohaninya, kecerdasan dan ruh yang diberikan oleh Allah SWT begitu pula bahwa alam dengan segala isinya telah lebih dahulu diciptakan oleh Allah SWT, sehingga terkesan bahwa makhluk manusia amat disayangi oleh Allah SWT. Alam dan segala isinya adalah objek sedangkan manusia adalah subjek nya. Hal ini dapat kita pahami dari firman Allah SWT surat al-baqarah ayat 29:

"Dan dialah Allah SWT yang telah menciptakan segala sesuatu di bumi untuk kamu".

Bila dilihat dari urutannya maka yang pertama diciptakan oleh Allah SWT adalah benda mati lalu binatang bersel satu, binatang bersel banyak, tumbuh-tumbuhan, binatang, dan yang terakhir adalah manusia. Akan tetapi sama sekali tidak dapat dipastikan bahwa Allah tidak akan menciptakan makhluk baru karena Allah SWT sudah menjelaskan dalam Alquran surat al-qasas ayat 68:

"Dan Tuhanmu menciptakan apa yang dia kehendaki memilih-Nya".

Ayat ini mendorong manusia sebagai Khalifah Allah SWT dimuka bumi untuk membuat persilangan persilangan baik dalam bidang pertanian maupun hewan. Semua ini tidak terlepas dari posisi dan status manusia sebagai Khalifah Allah SWT di muka bumi.

Dengan posisi manusia yang demikian Mulia, maka Manusia adalah satu-satunya makhluk yang akan dimintai pertanggungjawaban di hari kemudian, bahkan kita akan menghadapi pengadilan di padang mahsyar bahwa hidup manusia tidak berakhir di dunia dapat kita baca dari firman Allah SWT surat al-mu'minun ayat 115:

"Apakah kamu menyangka bahwa Kami menciptakan kamu dengan sia-sia, dan bahwa sesungguhnya Kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami".

Dalam kalimat "menciptakan kamu dengan sia-sia", mengandung makna bahwa manusia akan diberikan kewajiban, cobaan dan ujian baik kepada Allah SWT maupun kepada sesama manusia. Dan pada kalimat "dan Sesungguhnya kamu tidak akan dikembalikan kepada kami" mengandung makna bahwa di hari kemudian Allah SWT akan melakukan pengadilan kepada hamba-hambanya. Bagi hamba yang mensyukuri nikmat akan ditempatkan dalam surga dan bagi mereka yang kufur nikmat akan dimasukkan ke dalam neraka.

Kaum Muslimin Sidang Jumat yang Berbahagia

Manusia dalam hidupnya di dunia akan menghadapi cobaan dan ujian berupa kesulitan dan kesedihan bahaya dan kematian salah satu anggota keluarga. Hal ini dijelaskan oleh Allah SWT dalam surat al-baqarah ayat 155:

"Kami pasti akan menguji kamu dari ketakutan, kelaparan, kekurangan harta benda, kematian dan kekurangan buah-buahan. Dan gembirakanlah orang-orang yang bersabar". 

Ujian dan cobaan yang disebutkan dalam ayat ini memang faktual dan terjadi pada seluruh umat manusia di setiap tempat dan waktu. Dari lima macam cobaan yang disebutkan dalam ayat  tadi, ada sesuatu yang sifatnya final artinya tidak bisa diatasi tetapi cobaan-cobaan lainnya seperti kelaparan sifatnya sementara dan dapat diatasi. Itulah sebabnya sehingga cobaan kematian diberi jalan keluar langsung. Dalam hal ini Allah SWT berfirman "dan gembirakanlah orang-orang yang bersabar".

Pada ayat 156 Allah SWT berfirman:

"Yaitu orang-orang yang Apabila ditimpa musibah mereka berkata sesungguhnya kita dari Allah dan kembali kepada Allah SWT".

Dari ayat ini dapat kita pahami bahwa yang dapat menghibur kita bila ditimpa musibah kematian adalah iman kepada Allah. Bila terdapat salah satu keluarga kita yang wafat hendaklah kita segera mengingat Allah, dan mengembalikan segala sesuatunya kepada Allah. Yang menerima kematian hendaknya hati dan iman kita dan bukan otak atau pikiran kita.

Dalam Alquran surat Ar-Raad ayat 28 Allah SWT berfirman:

"Hanya dengan mengingat Allah SWT hati kamu akan tenang".

Yang diperintahkan oleh Allah SWT untuk menghibur orang yang ditimpa musibah adalah: Nabi besar kita Muhammad SAW peringatan, ajaran dan hiburannya hendaknya kita ikuti dengan sebaik-baiknya karena beliau yang lebih paham tentang Ilmu Tafsir Alquran, beliaulah yang lebih mengetahui Islam.

Dalam sebuah hadis Rasulullah SAW, yang diriwayatkan oleh Bukhari Muslim, Ada disebutkan bahwa salah seorang putri Rasulullah mengirim utusan kepada Rasulullah SAW yang memberitakan Kepada beliau bahwa anak salah seorang sahabatnya telah meninggal dunia, maka berkata Rasulullah SAW kepadanya bahwa sampaikan kepadanya (sahabat yang meninggal putranya):

"Sesungguhnya yang diambil oleh Allah miliknya dan baginya berpuasa atas semua pemberiannya dan perintahkan dia agar bersabar dan penuh perhitungan ".

Dari hadits ini dapat dipahami bahwa nyawa itu milik Allah dan Allah juga lah yang mampu berbuat semaunya kepada kita, sedangkan setiap manusia memiliki ajal karena itu hendaklah kita bersabar dan Muhasabah (penuh perhitungan). Maksudnya jangan kita mengalami kerugian yang kedua kalinya.

Kaum Muslimin Sidang Jumat yang Berbahagia

Disamping musibah karena kematian masih ada musibah karena kesulitan-kesulitan yang lain. Hal ini tercermin dalam firman Allah surat al-baqarah ayat 177:

"Dan orang-orang yang sabar pada waktu kesulitan ekonomi, menderita karena sakit dan dalam peperangan".

Dari ayat tersebut dapat dipahami bahwa di samping macam-macam cobaan yang disebut pada ayat 155 dari surat al-baqarah juga terdapat pada surat al-baqarah ayat 177 adalah kesulitan ekonomi, sakit dan peperangan.

Bahwa sabar, tabah, teguh dalam menghadapi musibah atau cobaan balasannya tidak lain kecuali surga. Dalam surat Al-Insan ayat 12 Allah SWT berfirman:

"Dan Allah SWT membalas kesabaran mereka dengan surga dan Sutra".

Karena itu marilah kita meningkatkan kesabaran kita dalam semua segi terutama sabar dan tabah menjalankan ibadah kepada Allah SWT. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan petunjuk kepada kita semua, amin ya rabbal alamin.

PENUTUP

Oleh Drs. KH. Marwan Aidid

Labels: Kumpulan Khutbah Jumat

Thanks for reading Khutbah Jumat: Sabar Menghadapi Musibah. Please share...!

0 Comment for "Khutbah Jumat: Sabar Menghadapi Musibah"

Back To Top