Membahas Tentang Seputar Ilmu Agama Islam

Khutbah Jumat: Keutamaan Bulan Sya'ban

MUKKADIMAH

Kaum Muslimin Sidang Jumat yang Berbahagia

Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan keutamaan-keutamaan seperti bulan Sya'ban karena dekatnya bulan Ramadan.

Shalawat dan salam kita sampaikan kepada nabi kita Muhammad SAW titik serta kepada sekalian sahabat dan keluarganya.

Kemudian daripada itu marilah kita meningkatkan iman dan taqwa kita kepada Allah SWT demi kebahagiaan kita di dunia dan di akhirat.


Kaum Muslimin Sidang Jumat yang Berbahagia

Bagi kaum muslimin pengarahan dan tuntunan Allah SWT tentang persoalan waktu amat penting kita perhatikan. dalam Alquran surat At Taubah ayat 36 Allah SWT berfirman:

"Sesungguhnya bilangan bulan pada di sisi Allah SWT adalah dua belas bulan dalam ketetapan Allah di waktu dia menciptakan langit dan bumi diantaranya bulan haram".

Dari ayat ini kita dapat memahami bahwa ada bulan yang memiliki keutamaan dibandingkan dengan bulan lainnya. Adapun yang dimaksud bulan haram yang 4 itu adalah Zulkaidah, Zulhijjah, Muharram dan Rajab. Bulan haram maksudnya adalah bulan yang dilarang untuk berperang.

Dalam ajaran Islam bulan Ramadhan adalah penghulu sekalian bulan, oleh karena di dalamnya Alquran diturunkan dan dalam Ramadhan diwajibkan umat Islam untuk berpuasa. Bulan Sya'ban yang dekat dengan bulan Ramadhan memiliki banyak keutamaan keutamaan. Keutamaan itu adalah:

Pertama

Ada ulama yang berpendapat bahwa firman Allah yang terdapat pada surat ad-dukhan ayat 3 yaitu:
Artinya: "Sesungguhnya kami telah menurunkan malam penentuan itu pada malam yang diberkati".

Yang mereka maksud dengan malam yang diberkati adalah malam Nisbu Sya'ban. pada ayat keempat dari surat Ad-Dukhan berbunyi:

"Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah ".

yang dimaksud dengan urusan yang penuh hikmah seperti rezeki, umur dan peristiwa-peristiwa alam.
Walaupun demikian jumhur ulama berpendapat bahwa malam penentuan atau Lailatul Qadar adalah yang terdapat dalam bulan Ramadan. Mahmud syaltut berpendapat bahwa Nisfu Sya'ban itu penting karena dekatnya bulan Ramadan.

Dan memang cukup banyak hadis yang menjelaskan tentang keutamaan malam Nisfu Sya'ban, yang akan kami jelaskan kemudian.

Kaum Muslimin Sidang Jumat yang Berbahagia

Kedua

Firman Allah SWT yang terdapat dalam surat Asy Syura ayat 19 dan 20 adalah cocok dengan suasana bulan Sya'ban sesuai firman Allah swt:

"Allah Maha lembut terhadap hamba-hambaNya, Dia memberi rezeki kepada siapa yang dikehendakiNya. Dan Dialah yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa ".

Beraneka macam penafsiran dan interprestasi ulama kepada bagian ayat bahwa Allah Maha Lembut kepada hamba-hambaNya. Adapun pendapat-pendapat itu adalah:

Allah Maha Lembut kepada hamba-hambaNya berarti Allah memberi mereka rezeki.

Allah Maha Lembut kepada hamba-hambaNya berarti Allah mengasihani orang-orang yang mengasihani dirinya.

Allah Maha Lembut kepada hamba-hambaNya berarti Allah mengasihani hamba-hambaNya yang bertaubat dan minta ampunan.

Allah Maha lembut kepada hamba-hambanya. Allah SWT berbuat baik kepada mereka karena Allah SWT tidak menghabiskan mereka Padahal mereka berbuat dosa dan Allah Subhanahu Wa Ta'ala tetap memberi rezeki padahal Ia berbuat maksiat.

Dan pada ayat 20 dari surat Asy Syura Allah SWT berfirman:

Artinya: "Barangsiapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan kami tambah kepentingan itu baginya dan barangsiapa yang menghendaki keuntungan di dunia kami berikan kepadanya ".

Pada ayat ini secara halus mengarahkan kita untuk lebih banyak beramal ukhrawi, terutama karena sudah dekatnya bulan suci Ramadhan.

Kaum Muslimin Sidang Jumat yang Berbahagia

Ketiga

Rasulullah SAW banyak berpuasa dalam bulan Sya’ban. Dalam sebuah hadits riwayat Bukhari Muslim disebutkan:

"Adalah Rasulullah SAW berpuasa kebanyakan dalam bulan Sya'ban, Aisyah berkata: Saya tidak melihat Rasulullah menyempurnakan puasa satu bulan penuh kecuali bulan Ramadhan. dan saya tidak pernah melihat beliau puasa dalam satu bulan lebih banyak dari bulan Sya’ban ". 

Memang ada juga Hadis yang menyatakan bahwa beliau puasa 3 hari awal Sya'ban, 3 hari pertengahan dan 3 hari pada akhir Syahban.

Keempat

Amal-amal hamba  diangkat menghadap Allah SWT dalam bulan Sya'ban. Dalam sebuah hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Abu Daud beliau bersabda:

"Bahwa di dalam bulan Sya'ban itu amal-amal diangkat menghadap Allah Rabbal Alamin. maka saya senang amalku diangkat dan saya berpuasa ".

Kaum Muslimin Sidang Jumat yang Berbahagia

Kelima

Dalam sebuah hadis diriwayatkan oleh Muslim dijelaskan bahwa malam nifsu Sya'ban  itu Allah SWT menurunkan Rahmat kepada hambaNya, hadisnya sebagai berikut:

"Allah SWT menciptakan 100 Rahmat. Allah SWT memohon di sisinya 99. dan menurunkan ke bumi 1 Rahmat. dan dari Rahmat yang satu itulah seluruh makhluk sayang menyayangi".

Dalam hadis yang lain ada disebutkan bahwa Rahmat yang 99 itu nanti akan diberikan oleh Allah kepada hambaNya di hari kemudian. Justru itu kita harus menghindari diri dari syirik, kufur dan zalim dan kita wajib meningkatkan iman dan amal shaleh.

Keenam

Malam Nisfu Sya'ban pintu langit dibuka dan 300 pintu Rahmat dibuka. Dalam sebuah hadis yang sanadnya diriwayatkan oleh Abu Hurairah beliau bersabda:

"Jibril telah datang pada saya pada malam Nisfu Sya'ban dan berkata Wahai Muhammad malam ini dibuka pintu langit dan pintu Rahmat, maka bangunlah dan shalatlah dan Angkatlah kepala dan kedua tanganmu ke langit, maka saya berkata: Ya Jibril malam apa ini? maka ia berkata malam ini di buka 300 pintu Rahmat. maka Allah mengampuni bagi semua orang yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu".

Bila kita periksa hadits ini dengan teliti maka ibadah kita bersifat pribadi kita bangun, salat dan berdoa.

Kaum Muslimin Sidang Jumat yang Berbahagia

Jadi untuk menyambut dan beramal pada malam Nisfu Sya'ban atau 15 Sya'ban, tidak boleh ada keramaian, tidak boleh ada shalat Islam dalam shalat dari menghadap Masjidil Aqsha berubah menghadap ke Ka'bah. Ini terjadi pada waktu dzuhur 15 Sya'ban tahun kedua Hijriyah, Shalat dzuhur dipimpin oleh Rasulullah SAW bertempat di Masjid Kiblaitain. 

Marilah kita sambut bulan Sya'ban dan nifsu Sya'ban sesuai dengan sunah Rasulullah SAW Semoga Allah meridhai kita, amin ya robbal alamin.

PENUTUP

Oleh Drs. KH. Marwan Aidid

Khutbah Jumat: Ibadah Haji

MUKKADIMAH

Kaum Muslimin Sidang Jum’at Yang Berbahagia

Puji dan syukur kita persembahkan kehadirat Allah SWT, Tuhan yang telah mewajibkan ibadah haji kepada kaum Muslimin agar kita menjadi orang-orang yang tunduk dan patuh kepada-Nya dalam senang dan duka.


Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Besar Muhammad SAW, serta kepada sekalian sahabat dan keluarganya dan semua pengikutnya yang baik sampai kepada hari kiamat, hari yang dahsyat, yang mengguncangkan hati dan penglihatan.

Selanjutnya marilah memperbaiki takwa kita kepada Allah SWT, demi untuk keselamatan kita di dunia dan di akhirat.

Kaum Muslimin Sidang Jum’at Yang Berbahagia

Umat Islam wajib menunaikan ibadah haji sekali seumur hidup, adalah berdasarkan Al-Qur’an dan hadis Nabi Muhammad SAW, dalam Al-Qur’an surat Al-Imran ayat 97 Allah berfirman:

“Dan Allah SWT mewajibkan kepada umat manusia untuk berhaji ke Baitullah bagi orang yang mampu berangkat ke sana”.

Dalam ayat ini ada kata kunci, yang menjadi syarat siapa yang sudah wajib haji dan siapa yang belum. Kata kunci itu adalah Isthata’a, yang artinya mampu pergi ke Baitullah.

Seseorang baru disebut mampu apabila:
  1. Memiliki kesehatan yang baik, agar dapat melakukan ibadah haji dengan baik.
  2. Memahami manasik haji, yaitu tata cara pelaksanaan ibadah haji.
  3. Mampu membiayai perjalanan pergi, pulang, dan biaya bagi keluarga yang ditinggalkan. Perlu ditambahkan bahwa biaya pergi haji tidak diperkenankan menjual satu-satunya sumber kehidupan, agar tidak sengsara setelah menunaikan ibadah haji.
  4. Aman dalam perjalanan dan keluarga yang ditinggalkan.

Kaum Muslimin Sidang Jum’at Yang Berbahagia

Adapun sabda Rasulullah SAW, yang mejadi dasar wajibnya haji adalah hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari Muslim:

“Islam dibangun di atas lima dasar: yaitu bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang wajib disembah selain Allah SWT, dan Muhammad SAW itu adalah utusan Allah SWT, mendirikan shalat, mengeluarkan zakat, menunaikan ibadah haji dan puasa Ramadhan”.

Berhubung karena ibadah haji hanya sekali seumur hidup, maka bagi orang yang sudah mempunyai kemampuan, maka sebaiknya segerakan berangkat. Sebab kapan sudah mampu dan niat itu berarti panggilan haji sudah datang. Dalam sebuah hadis Rasulullah SAW riwayat Ahmad Baihaqi, beliau bersabda:

“Barangsiapa yang ingin pergi haji, maka hendaklah ia bersegera. Karena sesungguhnya kadang-kadang sakitlah yang sakit, dan terkadang kendaraan hilang dan ada-ada saja urusan yang muncul”.

Atau di dalam hadis yang lain riwayat Ahmad dan Baihaqi yang artinya: “Segeralah berangkat haji karena salah seorang dari kalian tidak tahu akan diperhadapkan kepadanya (bermacam-macam halangan)”.

Kaum Muslimin Sidang Jum’at Yang Berbahagia

Dalam pelaksanaan ibadah haji, jamaah haji Indonesia pada umumnya mengambil haji Tamattu dan hanya sedikit sekali yang haji Ifrad atau Qiram. Haji Tamattu artinya haji bersenang-senang, karena begitu kita selesai umrah (yang hanya membutuhkan waktu paling lama tiga jam), kita sudah kembali berpakaian biasa.

Bila kita ambil haji ifrad harus terus berpakaian ihram sampai tanggal 10 Zulhijjah. Bagi orang yang berhaji Tamattu dan Qiram wajib membayar Dam, yang sebaiknya telah selesai sebelum melakukan wuquf dan paling lambat dam ditunaikan hari Idul Adha.

Kaum Muslimin Sidang Jum’at Yang Berbahagia

Yang membedakan antara ibadah Umrah dan Haji adalah ibadah Umrah hanya di Masjidil Haram saja, sedangkan ibadah Haji ada Wuquf pada tanggal 9 Zulhijah bahkan wuquf inilah yang menjadi puncak manasik Haji. Rasulullah SAW bersabda:

Artinya: “Bahwa Haji itu adalah wuquf di Arafah”.

Puncak ayat suci Al-Qur’an adalah yang terdapat dalam surat Al-Hujurat ayat 13:

“Dan kami jadikan kamu berbangsa dan bersuku supaya kamu kenal-mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu ialah siapa yang paling bertakwa”.

Ayat ini walapun berlaku umum dan universal, tetapi isyaratnya adalah ditujukan kepada umat Islam yang sedang wuquf di Arafah. Mereka berkemah di padang Arafah yang terdiri dari bermacam-macam suku bangsa dan warna kulit. Orang berpangkat, orang kaya raya dan rakyat biasa semua pakaiannya sama yaitu dua lembar kain putih tidak berjahit bagi pria, dan bagi wanita berpakaian putih tanpa perhiasan tanpa bedak dan parfum. Mereka diperkenankan memakai pakaian putih berjahit dengan tidak berbedak dan wangi-wangian khusyu tawaduh dan patuh memohon ampunan atas segala dosa dan kesalahan yang mereka perbuat kepada Allah SWT yang Maha Perkasa.

Sesungguhnya inilah puncak dan ukhuwah Islamiyah bagi orang-orang bertakwa kepada Allah SWT, dan disini pula letak puncak martabat manusia. Bahkan kata sebagian Ulama Wuquf di Arafah adalah general repitisi atau gladi awal yaitu berkumpulnya manusia di padang Mahsyar. Sehingga kita tidak akan kaku dan kaget dalam pengadilan Qadhi Rabbun Jalil di padang Mahsyar dan kelak suasana yang begitu khusyu dan sakral dipadu pula dengan talbiyah yang berbunyi:

“Kami sambut panggilan-Mu Ya Allah, kami sambut perintah-Mu Ya Allah SWT, tiada sekutu bagi-Mu, kami sambut panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji , nikmat dan segenap kerajaan adalah milik-Mu, tiada sekutu bagi-Mu”.

Kaum Muslimin Sidang Jum’at Yang Berbahagia

Setelah kita menunaikan ibadah haji, hendaknya iman, ibadah, ilmu dan akhlak kita pupuk dan kita tingkatkan untuk mencapai Mutaqien. Karena kita umat Islam yang telah menunaikan ibadah haji, pada hakekatnya adalah duta-duta bangsa dan simbol umat Islam dan kebangsaan masyarakat Indonesia, yang sejalan dengan sabda Rasulullah SAW riwayat Ahmad dan Thabrani:

Artinya: “Haji mabrur pahalanya tiada lain selain syurga”.

Menurut Rasulullah SAW. Akhlak haji mabrur yang paling manonjol adalah:

Artinya: “Selalu memberikan makan kepada yang berhak dan ucapannya lemah lembut”.

Haji mabrur adalah istilah hadis, sedang istilah Al-Qur’an adalah mukhbitin. Mukhbitin adalah memiliki empat sifat, seperti yang disebut oleh Allah SWT dalam surat Al-Haj’ ayat 34-35:

“Dan gembirakanlah Mukhbitin yaitu orang yang apabila disebut nama Allah SWT, hatinya bergetar, sabar menghadapi kesulitan, penegak-penegak shalat dan membelanjakan hartanya yang kami berikan kepada mereka”.

Mudah-mudahan ibadah Haji yang akan dikerjakan oleh kaum Muslimin membuahkan Haji mabrur dan Mukhbitin yakni orang yang tunduk dan patuh kepada Allah SWT. Amin Ya Rabbal Alamin.

PENUTUP

Oleh Drs. KH. Marwan Aidid

Khutbah Jumat: Amanah

MUKKADIMAH

Kaum Muslimin Sidang Jum’at yang Berbahagia

Kita bersyukur dan memuji kehadirat Allah SWT yang telah memberikan taufiq dan hidayat serta nikmat dan karunia-Nya kepada kita sekalian. Kemudian kita susul dengan sholawat dan taslim kepada Nabi Besar Muhammad SAW, serta kepada sekalian sahabat dan keluarganya.


Selanjutnya marilah kita memperbaiki taqwa kita kepada Allah SWT mudah-mudahan menjadi taqwa yang sebaik-baiknya dan kita tidak amati sebelum menjadi Muslimin yang hakiki.

Kaum Muslimin Sidang Jum’at yang Berbahagia

Sebagai pengantar dan pendahuluan saya akan membaca sebuah hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Al Bazzar:

“Ada tiga yang selalu tergantung di Arasy. Silahturahim berkata sesungguhnya saya selalu menggantungkan diri kepadamu agar saya tidak diputuskan dan amanah berkata: sesungguhnya saya mohon pertolonganmu agar saya tidak dikhianati dan nikmat berkata: Ya Allah saya telah menggantungkan diri padamu agar saya tidak dikufuri”.

Yang kita ingin garis bawahi dari hadis ini adalah amanah yang bermohon kepada Allah agar tidak dikhianati.

Kaum Muslimin Sidang Jum’at yang Berbahagia

Amanat yang terdapat dalam Al-Qur’an dan hadis dapat dibagi atas tiga macam:

1. Amanah dalam arti kewajiban agama kepada Allah SWT seperti iman dan ibadah.

Amanah dalam arti kewajiban kita beribadah kepada Allah SWT terdapat dalam surat Al-Ahzab AYAT 72 :

“Sesungguhnya kami telah memberikan amanat kepada langit bumi dan gunung-gunung maka mereka menolak dan takut untuk tidak melaksanakannya. Dan amanat itu dipikul oleh manusia, sesungguhnya manusia itu bersifat dzalim dan jahil”.

Semua ulama sepakat bahwa yang dimaksud dengan amanat dalam ayat ini adalah kewajiban beribadah kepada Allah yang wajib dikerjakan oleh manusia. Pada akhir ayat ini Allah menyebut manusia dzalim. Maksudnya adalah bahwa manusia lalai dan malas menjalankan kewajibannya kecuali orang-orang yang beriman dan bertakwa. Sedangkan yang dimaksud dengan bodoh adalah bahwa sesungguhnya ibadah itu adalah untuk kepentingan manusia sendiri, baik di dunia maupun di akhirat. Dalam Al-Qur’an surat Al-Jatsiah ayat 15, Allah berfirman:

“Barangsiapa yang berbuat baik, maka pahalanya adalah untuk dirinya sendiri, dan barangsiapa yang berbuat kejahatan maka itu akan menimpa dianya sendiri, kemuliaan kepada Tuhan kamu dikembalikan”.

2. Amanat yang kedua adalah amanat dalam arti tugas atau kewajiban yang wajib dilaksanakan oleh manusia.

Tugas dan kewajiban itu bisa datang dari negara, pemerintah atasan atau sesama manusia. Dalam Al-Qur’an surat An-Nisa’: 58, Allah berfirman:

“Sesungguhnya Allah SWT memerintahkan kamu sekalian untuk menyampaikan amanah kepada orang yang berhak”.

Maksud dari pada ayat ini adalah bahwa kita diserahi tugas dan tanggung jawab untuk memimpin rakyat disuatu desa, maka kita wajib menjadi pelayan melindungi dan mensejahterahkan rakyat di desa tersebut, bila tidak kita telah mengkhianati amanah yang telah diberikan kepada kita.

Kaum Muslimin Sidang Jum’at yang Berbahagia

Dalam sebuah hadis Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Tanda orang munafik ada tiga: apabila ia berbicara ia bohong, dan apabila ia berjanji ia ingkar, dan apabila ia diberikan amanah dia khianati, walaupun ia shalat, puasa dan menganggap dirinya Muslim”.

Ada dua sifat dan keadaan yang amat jelek. Adapun kedua sifat itu dan keadaan itu adalah lapar dan khianat. Bila orang lapar sulit tidur, dan apabila orang berkhianat maka ia akan dikucilkan oleh masyarakat sekitarnya. Dengan kedua sifat yag dimiliki oleh manusia ini Nabi Muhammad SAW memohon kepada Allah dalam do’anya:

“Ya Allah sesungguhnya saya berlindung kepadamu dari lapar, karena lapar adalah sejelek-jeleknya keadaan dibawah tidur, dan saya berlindung pula dari padaMu dari sifat khianat, karena khianat itu adalah sifat batin yang paling jelek.”

3. Amanah dalam arti titipan

Bila ada teman yang mau berpergian, biasanya kita titip surat, titip salam atau oleh-oleh untuk disampaikan kepada seseorang, bisa pula sebaliknya yang terjadi yaitu karena teman mau berpergian, barangnya dititip pada kita. Dari peristiwa inilah para ahli fiqih mengambil suatu dasar dari Al-Madiah (titipan) sebagai rujukan pada surat Al-Maidah ayat (2): 

“Dan hendaklah kamu bertolong-tolongan dalam bidang sosial dan agama”.

Bila kita menitip surat, barang atau salam kepada seseorang untuk disampaikan kepada keluarga kita di suatu tempat, itu berarti bahwa kita percaya pada teman tersebut, kita menaati dia.

Begitu pula bila kita menaati seseorang yang mau berangkat menitipkan barangnya pada kita itu berarti bahwa kita terpercaya dan dianggap amanah oleh teman tersebut.

Saling mempercayai yang seperti ini, penting kita jaga dan pelihara. Dalam hal yang seperti ini Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Al-Bazzar:

“Tidak ada Agama bagi orang yang tidak memegang amanah”.

Kaum Muslimin Sidang Jum’at yang Berbahagia

Alangkah nyamannya suatu kehidupan pada masyarakat bila para pemimpin melaksanakan amanah dalam memimpin rakyatnya dan begitu pula bila anggota masyarakat satu sama lain saling memercayai dan saling tolong-menolong dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pada akhirnya marilah kita sekalian melaksanakan amanah yang ada di atas pundak kita masing-masing, apakah itu amanah Allah dan Rasul-Nya atau amanah sesama manusia dalam segala bentuk dan jenisnya. Semoga kita berbahagia di dunia dan di akhirat, amin ya rabbal alamiin.

PENUTUP

Oleh Drs. KH. Marwan Aidid

Khutbah Jumat: Islam dan Rukun-Rukunnya

MUKKADIMAH

Kaum Muslimin Sidang Jum’at Yang Berbahagia 

Puji syukur kita persembahkan kehadirat Allah SWT yang senantiasa memenangkan Islam dan mengalahkan yang bathil.

Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Besar Muhammad SAW serta kepada sekalian sahabat dan keluarganya.


Kemudian dari pada itu marilah kita meningkatkan iman dan takwa kita kepada Allah SWT demi untuk kebahagiaan kita di dunia dan di akhirat.

Kaum Muslimin Sidang Jum’at Yang Berbahagia

Islam adalah nama agama yang dibawa oleh Nabi Besar Muhammad SAW. Nama Islam langsung diberikan oleh Allah SWT, dalam Al-Qur’an surat Al-Maidah ayat 3:

“Dan saya ridhai Islam sebagai agamamu”.

Begitu orang-orang yang memeluk Islam, langsung Allah SWT yang memberinya nama. Dalam surat Al-Hajj ayat 78 Allah berfirman:

“Dialah Allah SWT memberikan nama Al-Muslimin kepada kamu dari dahulu dan didalam Al-Qur’an ini supaya Rasul Muhammad SAW itu menjadi solusi atas dirimu”.

Kaum Muslimin Sidang Jum’at Yang Berbahagia 

Bahkan Allah dalam Al-Qur’an dengan tegas mengatakan bahwa agama disisi Allah hanyalah Islam. Dan merugilah orang yang tidak memilih Islam sebagai agamanya.

Dalam surat Ali Imran ayat 19 dan ayat 85 Allah berfirman:

“Sesungguhnya agama di sisi Allah adalah Islam. Maka barangsiapa yang mencari agama selain Islam, maka tidak akan diterima dan ia di akhirat termasuk orang yang merugi”.

Menurut ayat ini setelah Nabi Muhammad SAW diangkat menjadi Nabi dan Rasul maka satu-satunya agama yang diridhai oleh Allah SWT adalah Islam. Periode risalah Nabi-Nabi terdahulu seperti Nuh, Ibrahim, Musa, Isa dan lain-lain sudah lewat, laksana kita menunggu kereta api maka kereta Nabi-Nabi yang lain sudah lewat dan gerbang kereta api Nabi Muhammad SAW akan lewat terus menerus sampai datang hari kiamat. Itulah sebabnya Allah SWT berfirman dalam surat Ali Imran ayat 110:

“Dan andai kata ahlul kitab beriman kepada Nabi Muhammad SAW, maka adalah lebih baik bagi mereka itu”.

Agama Islam sebagai agama terakhir dan yang paling sempurna, diberi rambu-rambu oleh Allah SWT agar tidak dipaksakan, karena sesuatu yang dipaksakan akan menurun nilainya. Hal ini dengan tegas di firmankan oleh Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 256 yang berbunyi:

“Tidak ada paksaan dalam agama”.

Prinsip ini dipegang teguh oleh Nabi Muhammad SAW dalam segala kondisi dan situasi. Ketika beliau pindah ke Madinah ada sahabat ansar yang anaknya bukan Islam. Nabi Muhammad SAW didatangi oleh Jibril membawa ayat ini bahwa agama Islam tidak boleh dipaksakan karena agama yang mulia. Ketika Nabi Muhammad SAW menaklukkan kota Mekkah pada tahun kedelapan hijiriah, beliau tidak memaksakan Islam, bahkan ketika beliau berpidato dihadapan orang Quraisy Mekkah yang sudah tak berdaya Nabi Muhammad SAW mengatakan kepada mereka pergilah dan kamu bebas beragama. Sedikitpun Islam tidak dipaksakan, dan dengan sikap Nabi yang demikian menghormati orang lain dengan ikhlas seluruh penduduk Mekkah, termasuk Abu Sofyan raja orang Quraisy, juga masuk Islam atas keikhlasan.

Kaum Muslimin Sidang Jum’at Yang Berbahagia 

Adapun rukun agama Islam, atau pokok-pokok ibadah dalam Islam ada lima, berdasarkan hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Muslim:

“Islam adalah engkau bersaksi bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah SWT dan engkau menegakkan shalat dan mengeluarkan zakat, dan engkau berpuasa dalam bulan Ramadhan dan engkau pergi haji bila engkau mampu”.

Rukun Islam yang pertama mengucapkan dua kalimah syahadat, adalah merupakan kesimpulan dari rukun iman yang enam. Adapun rukun iman yang enam itu adalah: beriman kepada Allah, beriman kepada Malaikat, beriman kepada kitab-kitab Allah, beriman kepada Rasul-Rasul, beriman kepada hari kemudian, dan beriman kepada takdir baik dan takdir buruk.

Jadi, kalimat syahadat dalam Islam adalah perpaduan antara beriman kepada Allah dan beriman kepada Rasul-Rasul. Beriman kepada Rasul-Rasul kemudian dipertajam menjadi beriman kepada Rasul yang membawa agama Islam, yaitu Nabi Muhammad SAW.

Kita wajib beriman kepada Allah, karena Allah adalah Rabbul Alamin. Pencipta alam semesta dan pencipta manusia. Dialah yang mempersiapkan segala fasilitas untuk hidup yang nyaman. Dia telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya lalu diberi tempat yang mulia baik di dunia maupun di akhirat.

Berbicara tentang dalilnya kita beriman kepada Allah dan Nabi Muhammad SAW sebagai utusan Allah SWT, dapat kita lihat dalilnya dalam surat Al-Fath ayat 28-29 yang berbunyi:

“Bahwa Muhammad itu adalah pesuruh Allah SWT”.

Allah SWT menempatkan dua kalimat syahadat ini dalam surat Al-Fath. Fath artinya kemenangan. Hikmahnya adalah bahwa barangsiapa yang bersaksi kepada ke-Tuhanan Allah dan ke-Rasulan Muhammad, pasti akan diberikan kemenangan oleh Allah SWT.

Kaum Muslimin Sidang Jum’at Yang Berbahagia

Rukun Islam yang kedua adalah shalat lima waktu. Salah satu tujuan shalat lima waktu adalah untuk berzikir kepada Allah untuk memperhubungkan kita dengan Allah SWT, dalam Al-Qur’an surat Taha ayat 14 Allah SWT berfirman:

“Dan tegakkanlah shalat untuk mengingat kepada-Ku”.

Bila kita berzikir atau beribadah kepada Allah, maka Allah SWT juga akan mengingat kita. Dan bila Allah mengingat kita berarti kita akan ditolong oleh Allah dan bila Allah SWT menolong kita tidak ada yang mampu mengalahkan kita seperti firman-Nya dalam surat Ali-Imran ayat 160:

“Apabila Allah SWT menolong kamu, maka tidak ada yang mampu mengalahkan kamu”.

Jadi shalat adalah ibadah, tetapi memiliki hikmah dan manfaat yang banyak antara lain agar kita ditolong oleh Allah dalam peran kita sebagai umat  yang terbaik.

Kaum Muslimin Sidang Jum’at Yang Berbahagia

Rukun Islam yang ketiga adalah mengeluarkan Zakat, tentang mengeluarkan zakat, Allah SWT memberikan jaminan kepada umat Islam yang membayar zakatnya dengan firman-Nya dalam surat Al-Mukminun ayat 1-3 yang berbunyi:

“Pasti berbahagialah orang-orang beriman yang khusyu shalatnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari perbuatan yang tidak berguna dan orang-orang yang menunaikan zakat”.

Karena dengan mengeluarkan zakat, harta kita, jiwa kita jadi bersih, kita dicintai oleh Allah SWT karena kita mengerjakan perintahnya, dan kita juga dicintai oleh sesama Muslim karena mereka kita bantu dengan materi yang halal dalam menopang hidup mereka.

Rukun Islam yang keempat adalah Puasa Ramadhan, puasa ramadhan diwajibkan oleh Allah SWT kepada umat Islam berdasarkan firman-Nya dalam Al-Qur’an .

“Salah satu tujuan puasa adalah agar bertakwa, orang yang bertakwa disebut Muttaqin”.

Dan bila kita sudah Muttaqin berarti kita sudah berhak atas janji Allah dalam surat Ali-Imran ayat 133 yang berbunyi:

“Dan Syurga yang luasnya sama dengan langit dan bumi dipersiapkan oleh Allah SWT bagi orang-orang yang Muttaqin”.

Hikmah dari puasa Ramadhan adalah agar kita sehat seperti sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Abu Nuaim:

“Berpuasalah kamu supaya kamu sehat”.

Bila dilaksanakan dengan baik sesuai dengan petunjuk Allah dan Rasul-Nya, maka kesehatan yang kita dapat adalah kesehatan rohani dan jasmani. Dan masih banyak lagi hikmah puasa yang tidak sempat kami sampaikan karena keterbatasan waktu.

Kaum Muslimin Sidang Jum’at Yang Berbahagia

Rukun Islam yang kelima adalah menunaikan Ibadah Haji bagi yang mampu. Haji di fardhukan oleh Allah SWT berdasarkan firman-Nya dalam surat Ali Imran ayat 97:

“Dan Allah SWT mewajibkan kepada manusia untuk haji ke Baitullah bagi yang mampu untuk berjalan ke sana”. 

Jadi, yang diwajibkan hanya yang ke istithaah yaitu: yang punya biaya, sehat, tahu manasik dan aman dalam perjalanan.

Balasan yang dijanjikan Rasulullah SAW bagi mereka yang melaksanakan ibadah hajji dengan biaya halal, melaksanakan manasik dengan baik dan setelah kembali ke tanah air, iman ibadah dan akhlaknya bertambah baik, adalah syurga sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim:

“Haji mabrur, tidak ada balasannya melainkan syurga”.

Kaum Muslimin Sidang Jum’at Yang Berbahagia

Setelah kami jelaskan tentang Islam dan rukun-rukunnya, jelaslah ajaran Islam benar-benar ingin memberikan keselamatan dan kebahagiaan kepada ummatnya, baik di dunia maupun di akhirat.

PENUTUP

Oleh Drs. KH. Marwan Aidid

Khutbah Jumat: Keutamaan hari Jumat

MUKKADIMAH

Kaum Muslimin Sidang Jumat yang Berbahagia

Kita mempersembahkan syukur dan puji kepada Allah SWT yang telah menjadikan hari Jumat sebagai penghulu sekalian hari karena berkumpulnya banyak kebajikan dan keutamaan di dalamnya.

Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya sahabat-sahabatnya, pengikut-pengikutnya dan kepada kita sekalian hingga datangnya hari kiamat yang dahsyat.

Kemudian dari pada itu marilah kita memperbaiki taqwa kita kepada Allah SWT mudah-mudahan menjadi takwa yang sebaik-baiknya.


Adapun uraian khutbah kita pada hari ini adalah keutamaan hari Jum’at sebagai landasannya. Allah SWT menyebutkan dalam Al-Qur’an surat Al-Jumu'ah ayat 9 yang berbunyi:

"Wahai sekalian orang-orang yang beriman apabila engkau dipanggil untuk mengerjakan salat pada hari Jum’at maka bersegeralah kamu untuk berdzikir kepada Allah dan Tinggalkanlah jual beli".

Kalimat bersegeralah kamu untuk berdzikir kepada Allah dapat diartikan bersegeralah kamu untuk mengerjakan salat Jum’at, tetapi dapat juga diartikan bersegeralah kamu untuk mendengarkan khutbah Jum'at.

Kaum Muslimin Sidang Jumat yang Berbahagia

Dalam sebuah hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Ibnu Majah. Di Sebutkan 5 ada keutamaan hari Jumat yaitu:

"Pada hari Jum’at Allah menciptakan Adam dan Allah menurunkan ke bumi dan pada hari Jum’at Allah mewafatkan Nabi Adam dan pada hari Jum’at terdapat suatu zakat. Doa seorang hamba amat Makmur asal tidak meminta yang haram dan pada hari Jum’at dan tidak datangnya hari kiamat".

keutamaan lainnya dari hari Jumat adalah seperti yang disebarkan oleh Nabi Muhammad SAW:

"Barangsiapa yang berwudhu dengan sempurna kemudian pergi salat Jum’at, ia diam dan mendengarkan khotbah, diampuni dosanya sampai hari Jumat yang akan datang".

Dalam sebuah hadits lain yang diriwayatkan oleh Ahmadi, nadanya berbunyi: "barangsiapa yang mandi pada hari Jum’at lalu memakai parfum dan berpakaian yang terbaik maka salat Jumatnya itu menjadi penghapus dosa sampai hari Jumat yang datang".

Kaum muslimin sidang Jumat yang berbahagia keutamaan lainnya dari hari Jumat utamanya salat Jum’at adalah seperti hadis Nabi yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas:

"Shalat Jum’at itu adalah hajinya orang orang miskin".

Seperti kita Maklumi bahwa salah satu syarat utama untuk pergi haji adalah kemampuan ekonomi, baik untuk biaya perjalanan maupun untuk biaya keluarga yang ditinggalkan. Agama Islam adalah agama yang memudahkan umatnya melakukan syariatnya. Jadi bila tak mampu mendapatkan biaya, maka salat Jumat adalah jalan keluarnya.

Bahkan dalam hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Ibnu Zanzawi beliau bersabda:

"Shalat Jumat itu saya lebih suka dari Haji sunat".

Yang dimaksud dengan Haji sunat adalah yang kedua ketiga dan seterusnya, karena haji itu hanya wajib Satu kali.

Kaum Muslimin Sidang Jumat yang Berbahagia

Shalat Jum’at dan khutbah Jum’at adalah ibadah. Sering kita melihat pada saat khotib berkhotbah ada jamaah yang berbicara atau menegur jamaah lainnya agar diam. Nabi Muhammad SAW menegaskan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Muslim bahwa:

"Apabila engkau berkata kepada temanmu diam, maka shalat mu sudah sia-sia (maksudnya pahala Jum’at kita hilang)”.

Dalam sebuah hadis Nabi riwayat Turmudzi dan Nasa'I, Nabi Muhammad SAW mengatakan bahwa barangsiapa yang sia-sia maka tidak ada Jumat baginya.

Adapun amal-amal yang afdhalnya kita kerjakan pada hari Jumat adalah saat malam Jumat adalah membaca surat alkahfi. dalam sebuah hadis Nabi SAW riwayat Nasa'i Baihaqi dan Hakim beliau bersabda: 

"Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari Jumat Allah menyinarinya dengan cahaya antara dua Jumat".

Dan dalam sebuah hadits lain yang diriwayatkan oleh Hakim dan Baihaqi yang artinya: "Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada malam Jum’at cahaya antara dirinya sampai ke Ka'bah".

Juga Rasulullah SAW dalam sebuah hadits riwayat Ibnu Majah memerintahkan umatnya untuk banyak bershalawat kepada beliau:

"Perbanyaklah Shalawat kepada saya setiap hari Jum’at, karena disaksikan oleh malaikat". 

Mengucapkan Shalawat kepada Nabi Muhammad SAW adalah perintah Allah SWT dalam Alquran surat al-ahzab ayat 56:

"Wahai sekalian orang-orang yang beriman bershalawatlah dan bersalam kepada nabi".

Kaum Muslimin Sidang Jumat yang Berbahagia

Amalan terakhir yang kami ingin sampaikan pada khotbah kita pada hari ini adalah agar  pada hari ini adalah agar pada hari Jumat kita banyak berdoa kepada Allah SWT sesuai dengan hadis nabi riwayat Tirmidzi bahwa Bila seorang hamba bermohon kepada Allah pada hari Jum’at, akan makbul. dan apa sebaiknya yang kita minta kepada Allah? dalam kitab Tanwirul Qulub bahwa doa yang sebaiknya kita Mohon adalah afiat dunia dan akhirat. Doa yang paling disenangi oleh Allah dari hambanya adalah bila memohon sehat wal afiat.

Akhirnya marilah kita jadikan salat Jum’at ini sebagai bentuk ketundukan kita kepada Allah SWT. Amin ya rabbal alamin.

PENUTUP

Oleh Drs. KH. Marwan Aidid

Back To Top