Tips Menghafal Al-Qur'an Dengan Cara Kanan

Sajadah Muslim ~ Kita memahami bahwa jika ingin sukses menghafal Al-Qur'an, maka harus mematuhi prosedur baku. Yakni fokus pada satu mushaf, ambil waktu yang tepat, cari tempat yang kondusif, buat schedule yang padat, bekerja keras, disiplin pada waktu. Sementara dibeberapa tempat, untuk mengajak anak-anak TK menghafal Al-Qur'an ada yang fokus mentasmi mereka pada satu surat, mengajarkan ayat per-ayat  hingga mereka fasih dan hafal.


Ketika di rumah, orang tua juga diharuskan berkomitmen untuk mentasmi anaknya sehari 15 kali. Yakni 5 kali setelah subuh, 5 kali setelah maghrib, dan 5 kali sebelum anak  tidur. Semua itu disebut dengan metode  menghafal Al-Qur'an dengan metode kiri.

Ada cara lain yang tak kalah dahsyatnya yakni menghafal Al-Qur'an dengan cara kanan. Seorang teman berkisah tentang anak didiknya yang hafalan Al-Qur'an melesat dengan cara kanan. Awalnya, anak didiknya itu diprediksi akan mampu menghafal Al-Qur'an dalam lima tahun. Mengingat kemampuan menhafalnya yang kurang cepat. Namun anak didiknya itu adalah seorang dermawan. Ketika itu dia menjadi satu-satunya santri yang menyumbang untuk proyek pembangunan tower di pesantrennya.

Besarnya sumbangan membuat ustadznya  bertanya-tanya dari mana dia punya uang sebanyak itu. Ternyata uang yang dia sumbangkan  adalah tabungan selama ia di sekolahnya dulu. Ia pun  juga menjadi satu-satunya santri yang wakaf tanah. Selain dermawan ia juga santri yang berakhlak baik. Mengayomi santri-santri yang lebih kecil, tak pernah menolak jika ada santri lain yang meminta bantuannya. Wallahu a'lam, sikapnya ini mempengaruhi percepatannya dalam menghafal Al-Qur'an. Belum genap setahun ia mampu menyelesaikan hafalan 23 juz.

Ada lagi kisah unik yang bisa mempercepat proses menghafal Al-Qur'an. Seorang siswi punya koleksi barbie yang banyak sekali. Segala jenis barbie dia punya. Tapi sekolah mengimbau agar anak-anak dijauhkan dari televisi, game dan gambar/tokoh  kartun khayalan. Tujuannya tidak lain untik membentuk karakter generasi khoiru ummah, generasi umat yang terbaik. Mengingat tayangan TV tidak ada yang layak ditonton, game juga sering membuat anak-anak lalai, dan gambar/tokoh  kartun yang seringkali mengisahkan kehidupan orang dewasa ala barat.

Maka, siswi tersebut akhirnya membuang semua koleksi boneka barbie. Ya, semuanya ia buang. Tidak ia berikan ke anak lain karena berarti juga bisa merusak anak lain. Tidak  juga ia jual ke situs jual beli barang bekas yang populer di dunia cyber. Siswi tersebut kemudian menjadi siswi yang termasuk cepat hafalannya. Wallahu a'lam, gambar/tokoh kartun favorit bisa jadi menghambat  proses menghafal Al-Qur'an.

Ada baiknya, anak-anak  dikenalkan dengan tokoh-tokoh Islam seperti Muhammad al Fatih, Ibnu Sina, Imam Syafii. Beliau-beliau ini adalah sosok yang mulia, memberikan sumbangsih yang sangat besar bagi peradaban Islam, dan yang tidak kalah pentingnya beliau-beliau itu hafal Al-Qur'an di usia yang masih sangat belia. Inilah sosok yang harus kita kenalkan kepada anak-anak kita. Apalagi jika ingin anaknya menjadi penghafal Al-Qur'an dan penjaga Islam yang terpercaya.
Akhirnya, memang hanya orang-orang pilihan yang bisa menjadi penghafal Al-Qur'an. Mereka adalah orang-orang yang hatinya bersih. Generasi penghafal Al-Qur'an kini telah tersebar dimana-mana. Pesantren tahfidz, sekolah Islam terpadu yang mengedepankan tahfidz juga tersebar dimana-mana. Jika dulu orang tua ingin anaknya seperti Einstein maka sekarang orang tua ingin anak-anaknya seperti Imam Syafii Hafal seluruh Al-Qur'an di usia dini.

Sekarang adalah era kebangkitan generasi penghafal Al-Qur'an. Ijazah pun tak begitu diperlukan. Banyak universitas favorit yang mencari penghafal Al-Qur'an untuk masuk tanpa tes. Penghargaan yang memang pantas, karena penghafal Al-Qur'an adalah anak yang cerdas. Generasi penghafal Al-Qur'an pun ada di mana-mana. Tersebar di seluruh penjuru dunia. Menggeser generasi-generasi yang jauh dari Al-Qur'an.

Dengan Al-Qur'an yang tersimpan di dada, semoga mendorong penghafal Al-Qur'an  untuk mengamalkannya. Generasi penghafal dan pecinta Al-Qur'an, faqqih fididiin, terdepan dalam saintek, berjiwa pemimpin, dan inovatif. Merekalah generasi khoiru ummah, generasi terbaik yang akan menata dunia dengan peradaban terbaik. Peradaban yang penuh kemuliaan, kehormatan, dan keridhoan Allah.

Namun diluar sana ada juga pemandangan yang tak sedap dipandang. Anak-anak sibuk main game diwarnet, duduk bergerombol laki-laki, perempuan. Bahkan tak jarang terdengar kabar anak sekolah yang pacaran bahkan hamil. Inilah jurang yang curam. Jangan sampai anak kita tergerus arus kehidupan yang sekuler-liberal. Jaga anak kita agar berada di tempat yang aman. Sibukkan mereka dengan aktivitas keagamaan seperti menghafal Al-Qur'an, mengikuti pembinaan agama Islam, dan mengajak mereka dalam aktivitas amar ma'ruf  nahi munkar.

Mari mengajak anak-anak kita untuk akrab dengan Al-Qur'an. Terbiasa mendengarkan dan menghafalkan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur'an. Ketika Al-Qur'an sudah masuk dalam kehidupan anak, akan mempengaruhi cara berpikir anak menjadi lebih berkualitas dan indah. Berbahagialah para orang tua memiliki anak salih yang cinta Al-Qur'an. Sungguh ini adalah kekayaan yang tak ternilai harganya............!!!!!!

Oleh Eep Khunaefi
Terima Kasih Sudah Membaca: Tips Menghafal Al-Qur'an Dengan Cara Kanan

ARTIKEL TERKAIT:

Sebarkan dan Raih Amalan Shalih :
Posted by: Sajadah Muslim
Sajadah Muslim Updated at: 14:15
 
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Sajadah Muslim™ - Copyright © - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger