Keistimewaan dan Kemulian Nabi Muhammad saw bagian 2

14 Orang Dalam Kondisi Dikhitan Sejak Lahir

Tahukah anda siapakah  yang paling  pertama  melakukan khitan? Diterangkan dalam Kitab I’aanah at-Thalibin bahwasanya ada 14  orang nabi yang sudah dikhitan sejak lahir. Mereka adalah Nabi Adam, Nabi  Syits, Nabi Nuh, Nabi Syuaib, Nabi Luth, Nabi Musa, Nabi  Hud,  Nabi Shaleh, Nabi Yusuf, Nabi Zakaria, Nabi Handdlolah, Nabi Yahya, Nabi Sulaiman, dan  Nabi Muhammad. Sejak lahir, kondisi fisik mereka sudah dikhitan. Adapun orang yang paling pertama berkhitan secara biasa adalah Nabi Ibrahim. Waktu ia berkhitan, ia sudah berumur 80 tahun. Kala itu ia menggunakan alat kampak.

Nabi Muhammad Memiliki 65 Sekretaris

Sebagai seorang kepala pemerintahan, Nabi Muhammad menempatkan para sahabat di pos-pos jabatan secara profesional. Sebut saja Zaid bin Tsabit, yang ditugaskan menulis  surat kepada raja-raja, Ali  bin Abi Thalib, yang bertugas  menulis akad-akad perjanjian, al-Mughirah bin  Syu’bah yang bertugas  menulis berbagai kebutuhan Nabi yang  bersifat mendadak. Abdullah Ibnul Arqam, yang mencatat utang-piutang dan akad lainnya  ditengah masyarakat, dan seterusnya. Dalam buku Kuttabun Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Prof. Dr. A’zhami,  merilis 65 nama sahabat yang berhasil ia temukan pada sejumlah  manuskrip  yang belum  ditemukan oleh  ulama sebelumnya.

Kota Yang Banyak Didatangi Para Nabi

Ada satu kota yang banyak didatangi oleh para nabi dan rasul. Untuk hal ini, Allah menjelaskannya dalam al-Quran “Dan  buatlah bagi mereka suatu perumpamaan, yaitu  penduduk  suatu negeri  ketika  para rasul  datang kepada  mereka.” (QS. Yasin ayat 13).  Ayat ini secara  implisit menjelaskan  bahwa para  rasul banyak  mendatangi suatu  negeri atau kota yang terletak di jazirah Arabia. Para ahli tafsir sepakat bahwa kota yang dimaksud adalah kota An-Thokiyaqh Kota tersebut terletak di atas sungai al-Ashi di Suriah.

Nabi Muhammad Juga Pernah Menangis

QS. An-Nisa ternyata bisa membuat Rasulullah menangis. Maklumi Nabi juga manusia. Hal ini terungkap dalam sebuah  hadits dari Abdullah bin Masud, yang menceritakan bahwa  dirinya pernah diminta oleh Nabi untuk membacakan ayat-ayat suci al-Quran. Semula ia menolak, namun karena Nabi  memintanya maka ia pun menuruti permintaan itu. Ia pun membacakan surat an-Nisa hingga ayat ke-41. Namun, sampai di situ, Nabi berkata, “Sudah, cukup”. Maka Nabi  memerah matanya dan meneteskan air mata.

Bagian Daging Yang Disaksi Rasulullah

Suatu hari Rasulullah dihadiahi daging unta oleh seseorang. Kemudian ia memakannya bersama  para sahabat. Saat itu, Abdullah bin Ja’far,  mendengar ucapan Nabi, yang berisi. “Hendaklah (kau makan) daging punggung sebab daging punggung itu termasuk daging yang paling baik. Dan yang lebih baik lagi adalah daging bagian kaki.” Menurut Rasul, daging punggung hewan termasuk  daging yang terbaik. Tapi, yang lebih baik lagi adalah  daging “dzira”, yaitu daging hasta, atau kaki belakang dan depan. Keterangan hadits ini diriwayatkan oleh Abu Nu’aim dari Abdullah bin Ja’far, kemudian diriwayatkan pula oleh Thabrani.

Nabi Melarang Bicara Berbelit-Belit

Di riwayatkan dari Jabir bahwa seseorang telah memuji dan menyinggung Nabi sehingga mulutnya sampai berbusa-busa. Jika berbicara, ia selalu berbelit-belit. Nabi kemudian mengingatkan. “Hendaklah kau sedikit bicara dan jangan menurutkan kehendak setan sebab orang yang berbelit-belit bicara termasuk saudara kandung  setan.”( HR. As-Syirary  dalam Kitab al-Alqab). Hadits ini berisi tentang larangan agar tidak berbelit-belit dalam berbicara. Manusia akan diminta pertanggungjawabannya dari kata-kata yang diucapkannya itu. Allah pun berfirman. “Tiadalah dia bicara melainkan di sisinya Malaikat Raqib dan Malaikat Atid.

Nabi dan Para Rasul Banyak Bertaubat

Bertaubat merupakan perilaku mulia. Bertaubat berarti kembali dari jalan kesesatan menuju jalan yang benar. Allah sangat mencintai orang bertaubat. Karenanya,  baik berbuat  salah atau pun tidak, manusia haruslah selalu mengungkapkan taubatnya. Para nabi dan Rasul selalu bertaubat seperti Nabi Nuh, Ibrahim, Musa, Daud, bahkan Muhammad. Padahal,  mereka adalah manusia mulia di muka bumi. “Demi Allah,  sesungguhnya aku memohon ampunan kepada Allah dan bertaubat kepadanya lebih dari 70 kali dalam  sehari” (HR. Bukhari).  “Sesungguhnya aku memohon ampunan kepada Allah dan bertaubat  kepada-Nya dalam sehari 100 kali.” (HR. Ibnu Majah).

Berapakah Luas Rumah Nabi Muhammad saw ?

Sejarawan As-Samanhudi pernah mengukur luas rumah Nabi Mjuhammad saw. Ternayata, panjang rumah Nabi  dari  timur ke barat yang terletak di arah kiblat  (selatan)  berjumlah  10 2/3  hasta. Dari arah Syam (utara) berjumlah 10,5/12 hasta dan lebarnya  dari  utara  ke selatan (di arah timur dan barat) berjumlah  7 5/8  hasta. Sementara itu, tebal dinding dari  semua sisi berjumlah 1,5 hasta kecuali di sisi timur yang sudah dipugar berjumlah 1 3/8 hasta. Untuk sekedar diketahui. 1 hasta sama dengan sekitar 45 cm. Dari arah utara, sebagaian rumah Nabi bersambung dengan rumah  Fatimah az-Zahra.

Nabi Tak Mengerti Soal Pertanian

Hal ini terungkap dalam sebuah riwayat hadits yang menceritakan ketika Nabi, menyaksikan banyak orang melakukan penerbukan pohan kurma. Kata Nabi. “Menurutku,  jika hal itu tidak dilakukan, niscaya tak apa- apa.” Namun,  ketika  musim  panen  tiba, hasil panen mereka tidaklah baik. Mengetahui hal itu. Nabi bersabda, “Yang aku katakan itu adalah hasil pendapatku saja, sedangkan kalian lebih mengetahui  urusan  dunia kalian, dan aku tidak sedang menyampaikan ajaran dari Allah swt.”

Di Balik Arti Marah Senyum Rasul

Di riwayatkan dari Jabir, ia berpendapat tentang Rasulullah, “Sejak aku masuk Islam, Rasulullah tidak pernah menghindar dariku. Ia tidak melihatku kecuali beliau pasti tersenyum kepadaku.”  Dil Karanji,  dalam bukunya Bagaimana Anda Mendapatkan Teman dan Mempengaruhi Manusia berpendapat bahwa wajah ceria, penuh senyuman alami dan senyum tulus adalah sebaik-baik sarana memperoleh teman. Senyum lebih berharga dibanding sebuah pemberian dan lebih menarik dari  lipstik dan bedak yang menempel di wajah wanita. Senyum  merupakan bukti  cinta tulus dan persahabatan murni.

Siti Khadijah di Mata Rasulullah

Rasulullah bersabda tentang istri yang dicintainya, yaitu Khadijah binti Khuwailid. “Khadijah beriman kepadaku ketika orang-orang mengingkariku. Ia membenarkan  ajaranku ketika orang-orang mendustakanku. Ia adalah perempuan yang selalu  membantu perjuanganku dengan harta kekayaan ketika orang-orang tiada memperdulikanku.” (HR. Ahmad).  Dalam  hadits  lain  disebutkan bahwa. “Sebaik-baik wanita surga adalah Maryam binti Imran dan Khadijah binti Khuwailid.” (HR. Bukhari dan Muslim). Khadijah merupakan  figur wanita pejuang Islam sejati yang mengabdikan hidupnya  untuk  Islam.

Tiga Wasiat Nabi Kepada Abu Hurairah

Abu Hurairah diamanati pesan dari Rasulullah, mengenai tiga hal yang harus ia kerjakan sepanjang hidupnya. “Pertama agar aku berpuasa sebanyak tiga hari pada setiap bulan. Kedua agar aku melakukan shalat Dhuha dua rakaat. Ketiga, agar aku melakukan shalat  Wititr sebelum tidur.” (HR. Bukhari dan Muslim). 

Wasiat pertama berupa mengerjakan puasa Yaumul baidh, yaitu tanggal 14, 15 dan 16,  setiap bulan Hijriyah. Kedua agar dirinya tidak meninggalkan shalat Dhuha dua rakaat. Terakhir agar dirinya tidak lupa menjalankan shalat Witir sebelum ia beranjak ke tempat tidur.

Oleh Uup Gufron
Terima Kasih Sudah Membaca: Keistimewaan dan Kemulian Nabi Muhammad saw bagian 2

ARTIKEL TERKAIT:

Sebarkan dan Raih Amalan Shalih :
Posted by: Sajadah Muslim
Sajadah Muslim Updated at: 17:07
 
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Sajadah Muslim™ - Copyright © - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger