FADHILAH PUASA HARI SENIN KAMIS

Sajadah Muslim ~ Diantara puasa sunnah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah saw adalah puasa sunnah hari Senin dan Kamis, jika dihubungkan dengan waktu puasa hari senin dan kamis adalah puasa yang terdapat disetiap pekan. Setidaknya ada dua hadits yang menegaskan tentang puasa hari Senin dan hari Kamis.

Pertama hadits dari Abu Hurairah ra yang meriwayatkan bahwa Nabi saw paling sering berpuasa hari Senin dan Kamis, ketika hal itu ditanyakan kepadanya beliau menjawab “Seluruh amal dibentangkan pada hari Senin dan hari Kamis dan itulah Allah mengampuni setiap muslim atau mukmin kecuali yang melakukan dosa secara terang-terangan, Allah berkata “Tundalah untuk-Nya”. (HR Ahmad dengan Sanad sahih)


Kedua hadits dari Abi Qatadal al-Anshariy ra bahwa Rasululllah saw pernah ditanya tentang puasa pada hari hari Arafah, beliau menjawab Puasa itu menghapus dosa setahun yang lalu dan tahun yang akan datang. Dan beliau ditanya tentang puasa Asyura, beliaupun menjawab puasa itu menghapus dosa tahun yang lalu, beliau ditanya lagi tentang puasa hari senin. Lalu beliau pun menjawab, pada hari itu adalah hari dimana aku dilahirkan, aku dijadikan seorang utusan (Rasul) dan pada hari itu pula aku menerima wahyu”. (HR Muslim).
Alasan Nabi saw berpuasa di hari senin dan hari Kamis, sebagaimana disebutkan dalam buku sahabat bertanya Rasululllah menjawab, karya Salman Nashif ad-dahduh (2004), adalah karena ia dilahirkan pada hari senin, bulan Rabi’ul Awal dan pada hari itu juga Al-Qur’an turun, tepatnya pada tanggal 17 Ramadhan, kelahiran dan turunnya Al-Qur’an  merupakan peristiwa besar. Keduanya tidak terjadi karena faktor bertepatan saja, melainkan keutamaan hari senin itu sendiri. Selain itu seluruh amalan dipersembahkan bagi Allah swt pada hari Senin dan hari Kamis.

Dengan mencermati dua hadits diatas dan argumentasi yang cukup jelas, maka melaksanakan puasa hari senin dan hari Kamis itu secara kontinyu, bahkan mentradisikannya yang merupakan keutamaan yang sangat terpuji. Memang kita semua tahu bahwa ibadah ini merupakan amalan sunnah semata, yang berarti suatu amal ibadah yang apabila dilaksanakan akan mendapatkan pahala dan bila ditinggalkan berimplikasi berdosa.
Oleh karena itu dengan melaksanakan amalan ibadah puasa ini, menimbulkan nilai ketaatan dan keimanan kepada Allah semakin bertambah. Hanya saja yang perlu diperhatikan ketika melakukan puasa harus dengan hati yang ikhlas dan hanya mencari ridha Allah swt semata, bukan untuk tujuan lain seperti ingin mendapatkan kenaikkan pangkat, mendapatkan sanjungan atau lainnya. Jika tujuannya sekadar ingin dipuji atau karena jabatan, maka puasa yang selama ini dilakukan terasa sia-sia saja, bahkan mendapatkan rasa lapar dan dahaga semata. (HR. Nasa’I dan Ibnu Majjah)

Dengan membiasakan berpuasa hari senin dan hari Kamis bisa menjadikan seorang hamba semakin dekat kepada Sang Khaliq bukan itu saja, puasa sunnah hari senin dan Kamis juga merupakan ikatan janji seorang muslim kepada Allah swt dimana ketaatan kepada-Nya akan terus berlangsung, tidak hanya pada bulan suci Ramadhan saja, sebab kehidupan secara keselurahan adalah ibadah. Puasa sunnah menjadi sebab timbulnya kecintaan kepada Allah swt kepada hamba-Nya serta terkabulnya doa, terhapusnya kesalahan- kesalahan, berlipat gandanya kebaikkan serta tingginya derajat kita nantinya. Baca juga Makna Kalimat Syahadat

Adapun hikmah dan manfaatnya berpuasa hari Senin dan Kamis adalah sebagai berikut : Pada hari kiamat kelak, orang yang melakukan puasa akan masuk surga melalui pintu khusus, ini ditegaskan dalam hadits Nabi saw, yang berbunyi : “Di surga ada pintu bernama rayyan, hanya orang-orang yang berpuasa saja yang dapat masuk melalui pintu itu selain orang yang berpuasa tidak ada yang dapat memasukinya”. (HR.Bukhari-Muslim)

Puasa dapat membetengi seseorang dari panas api neraka, sebagaimana hadits Nabi saw, “Puasa adalah benteng yang membetengi seseorang dari api neraka  yang sangat membara“. (HR.Ahmad dan Baihaqi).

Puasa dapat mensucikan jiwa seseorang yang menjalankannya, hadits Nabi saw, ”segala sesuatu itu ada zakatnya, sedangkan zakat jiwa itu berpuasa. Dan puasa itu separuh dari kesabaran”.(HR.Ibnu Majjah)

Melihat dari beberapa hikmah dan keutamaan diatas, jelas bahwa seseorang yang melakukan puasa karena mencari ridha Allah swt, maka pahala yang diberikan Allah kepadanya sangat berlipat ganda yang berarti pahala yang diberikan kepada hamba-hamba-Nya yang taat berpuasa itu tidak dapat diperkirakan besarnya. Sebab puasa itu hanyalah untk Allah sendiri dan Allah sendiri pulalah  yang akan memberikan balasannya, semoga kita bisa meneladani apa yang diperbuat dan diisyaratkan oleh Nabi saw agar kita dapat menggapai hikmah-hikmahnya hingga kehidupan kita akan jauh lebih bermakna. Amin

Sumber : Rahasia Sunnah-Sunnah Nabi Oleh PT Variasari Malindo
Terima Kasih Sudah Membaca: FADHILAH PUASA HARI SENIN KAMIS

ARTIKEL TERKAIT:

Sebarkan dan Raih Amalan Shalih :
Posted by: Sajadah Muslim
Sajadah Muslim Updated at: 17:16
 
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Sajadah Muslim™ - Copyright © - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger