Cara Nabi Melanggengkan Zikir

Sajadah Muslim ~ Kalau sekarang kita sering kali menjumpai orang biasa berzikir seraya mengucapkan kalimat tasbih, tahmid dan takbir setelah shalat, itu lantaran ketiganya  merupakan amalan yang luar biasa, sebuah amalan yang tidak berat, namun mendatangkan banyak menfaat dan pahala.

Ibnu Qayyim bukunya al- Wabil ash- Shaibi, menulis bahwa manfaat zikir,  antara  lain menjauhkan diri dari kegelisahan dan kesedihan hati, menjadikan hati lapang kian mendekatkan dari pada-Nya, sarana kembali dan berserah diri ke pada-Nya sarana menyelamatkan diri dari azab Allah swt dan masih banyak manfaat lainnya.

Memang kata “Zikir” secara harfiah berarti ingat baik dengan hati maupun dengan lisan. Istilah “zikir”  atau “zikrullah” secara umum diartikan mengingat Allah swt atau menyebut asma Allah. Ini ditegaskan dalam firman- Nya : “Dan ingatlah kepada Tuhan-Mu jika kamu lupa” (QS.Al Kahfi 24) Dengan kata lain, ketika seseorang ingat kepada Allah swt berarti ia merasakan kehadiran Allah dalam kehidupannya dan sebaliknya menjauhkan diri dari lupa kepada-Nya.

Zikir adalah tiang penopang menuju jalan Allah, tak seorangpun bisa mencapai Tuhan kecuali dengan terus  menerus  zikir kepada-Nya. Jadi Zikir adalah puji-pujian kepada Allah yang diucapkan berulang-ulang, bahkan lagi kalangan sufi zikir merupakan metode spiritual dalam mendekatkan diri kepada Allah (taqarrub ila Allah). Zikir pula yang bisa menghantarkan seseorang ketingkat zuhud, salah satu maqam yang harus ditempuh oleh seorang sufi.


Salah satu amalan yang dianjurkan bagi kita untuk melenggangkan zikir adalah memperbanyak  dan mengucapkan kalimat tasbih, tahmid serta takbir sehabis shalat, setelah shalat lima waktu adalah waktu utama dan diharapkan doa bisa terkabul. Dalam satu riwayat , Nabi pernah didatangi sekelompok orang fakir (Miskin) yang gundah karena tidak bisa menyamai ibadahnya orang-orang kaya. Mereka berkata, “Orang-orang kaya akan mencapai derajat tinggi dan kenikmatan yang abadi, sebab mereka menjalankan shalat sebagaimana kami shalat dan menunaikan puasa sebagaimana kami berpuasa. Namun mereka memiliki kelebihan harta hingga bisa melaksanakan ibadah haji dan umrah, berjihad lewat harta dan dapat pula bersedekah”.

Nabi saw menghiburnya seraya bersabda, “Maukah kukatakan sesuatu yang apabila dikerjakan mampu mengejar orang-orang yang mengunggulimu (dalam beribadah, tak akan ada yang melampaui kalian dan derajat kalian akan lebih baik dari orang-orang yang hidup bersama kalian kecuali (mereka) mengerjakan hal yang sama. Ucapkanlah tasbih (Subhanallah), tahmid (Alhamdulillah) dan takbir (Allahu akbar) masing-masing tiga puluh tiga kali setiap selesai shalat.”

Dengan perkataan ini, Rasulullah saw ingin menunjukkan kepada golongan orang-orang miskin tentang amalan-amalan ringan dan mudah dilaksanakan/dilakukkan, namun pahala  dan balasannya sangat besar. Dengan amalan-amalan tersebut mereka bisa mengejar orang-orang yang mengunggulinya (orang-orang kaya) dan tidak seorang kaya melakukan hal yang sama. Dalam riwayat Abu daud disebutkan “Dan menutup bacaan yang keseratus dengan ucapan La ilaha illa Allah wahdahu la syarika lahu (Tiada tuhan selain Allah swt, tiada sekutu bagi- Nya)”

Ucapan tasbih mengandung maksud menafikan atau meniadakan sifat-sifat kekurangan-Nya, membersihkan dan mensucikan-Nya dari sifat-sifat yang tidak layak bagi zat-Nya. Tahmid mengandung penetapan adanya kesempurnaan hanya untuk Allah swt, sedangkan Takbir  menjelaskan bahwasanya Allah Maha Besar dari segala sesuatu dan ketaatan kepada-Nya mendahului segalanya. Adapun ucapan penutup La ilaha illa Alaah wahdahu la Syarika lahu untuk menunjukkan ke Esa an-Nya sebab dia Maha Suci lagi Maha Tunggal.

Memang mengucapkan ketiga kalimat itu merupakan bagian kecil dari zikir karena zikir bukan sekadar melafazkan kalimat-kalimat tersebut, namun siapapun yang melanggengkan kebiasan ini lebih baik (unggul) ketimbang orang yang tidak melakukannya. Seperti disinggung oleh Nabi, orang miskin bisa melampaui orang kaya jika membiasakan zikir dengan kalimat tasbih, tahmid dan takbir, semoga kita bisa meneladani anjuran dan ajaran rasul yang mulia ini. Baca juga Keutamaan Menuntut Ilmu Agama

Sumber : Rahasia Sunnah-Sunnah Nabi Oleh PT Variasari Malindo
Terima Kasih Sudah Membaca: Cara Nabi Melanggengkan Zikir

ARTIKEL TERKAIT:

Sebarkan dan Raih Amalan Shalih :
Posted by: Sajadah Muslim
Sajadah Muslim Updated at: 18:15
 
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Sajadah Muslim™ - Copyright © - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger