Kesaksian Bahwa Muhammad Adalah Utusan Allah

Sajadah Muslim ~ Assalamu Alaikum Wr Wb. Orang yang telah mati, akan diuji dalam kuburnya dan ditanya dengan tiga pertanyaan. Jika dia dapat menjawab, maka dia selamat, dan jika tidak, dia akan celaka. 


Salah satu dari pertanyaan itu adalah Siapa Nabimu ? Tidak ada yang bisa menjawabnya kecuali mereka yang diberi taufik oleh Allah SWT untuk melakukan syarat-syarat kesaksian ini semasa di dunia, dan Allah SWT memberikan ketetapan hati dan ilham di dalam kuburnya, sehingga kesaksian ini memberikan manfaat kepadanya di akhirat, pada hari dimana anak dan harta tidak berguna. Syarat-syarat tersebut adalah :
  1. Mentaati Nabi Muhammad SAW dalam setiap perkara yang beliau perintahkan. Allah SWT memerintahkan kita untuk mentaati beliau dengan firman-Nya : “Siapa mentaati Rasul, sungguh dia telah mentaati Allah”. (QS. An-Nisa : 80). “Katakanlah: “Jika kamu mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintaimu”. (QS. Ali Imran : 31). Masuknya seseorang ke dalam surga bergantung pada sejauh mana ketaatannya pada Rasulullah SAW. Beliau bersabda : “Semua umatku akan masuk surga kecuali mereka yang menolak”. Para sahabat lalu bertanya : “Siapakah yang menolak wahai Rasulullah ?” Beliau SAW menjawab : “Siapa saja mentaatiku maka ia masuk surga, dan siapa saja yang tidak taat kepadaku berarti dia telah menolak”. (HR. Bukhari). Siapa saja mencintai Nabi SAW, maka ia harus mentaati beliau, karena ketaatan itu adalah buah dari kecintaan. 
  2. Mempercayai apa yang Beliau sampaikan. Siapa yang mendustakan sesuatu yang telah shahih dari Nabi Muhammad SAW disebabkan oleh keinginan tertentu atau hawa nafsu maka dia telah mendustai Allah SWT dan Rasul-Nya, karena Nabi SAW adalah orang yang terpelihara dari kesalahan dan bohong. “Dia tidak berbicara dari hawa nafsunya”. (An-Najm : 3)
  3. Menjauhi apa yang Beliau larang. Mulai dari dosa yang paling besar yaitu syirik, kemudian dosa-dosa besar, dan perbuatan maksiat, sampai kepada dosa-dosa kecil dan sesuatu yang makruh. Keimanan seorang Muslim bertambah sesuai dengan kadar kecintaannya kepada Rasul SAW. Jika imannya bertambah, maka Allah SWT akan  menjadikannya selalu mencintai perbuatan yang shalih, dan membuatnya benci kepada kekufuran, kefasikan dan kemaksiatan.
  4. Tidak beribadah kepada Allah kecuali sesuai dengan apa yang Allah SWT syariatkan melalui ucapan Nabi-Nya. Segala ibadah pada prinsipnya adalah terlarang keculai yang ada dasar perintahnya, maka tidak boleh beribadah kepada Allah SWT kecuali yang ada dasar perintahnya, maka tidak boleh beribadah kepada Allah SWT kecuali dengan ajaran yang datang dari Rasulullah SAW, Beliau bersabda : “Siapa saja melaksanakan suatu amalan yang tidak ada dasar dari agama kita, maka amalan itu ditolak”. (HR. Muslim).
Ketahuilah bahwa cinta kepada Nabi SAW adalah wajib, akan tetapi tidak cukup hanya dengan kecintaan semata, lebih dari itu beliau harus lebih anda cintai melebihi segala sesuatu termasuk diri anda sendiri. Barangsiapa yang mencintai sesuatu maka ia akan mengutamakannya dan berusaha menirunya. Orang yang benar cintanya pada Nabi SAW yaitu orang yang tampak padanya tanda cinta tersebut pada dirinya. Yang pertama adalah iqtida’ (mengikuti jejak atau tuntunan beliau) dan mempergunakan sunnah beliau, mengikuti perkataan dan perbuatan beliau, serta menjauhi larangan beliau dan beradab pada beliau baik di kala kesulitan maupun kemudahan, ketika semangat maupun dalam keadaan berat. Karena ketaatan dan ittiba’ (sikap mengikuti) adalah buah mahabbah (rasa cinta) dan tanpa keduanya cinta tidaklah benar.
Baca juga : Nabi Muhammad SAW Sebagai Rahmat Bagi Alam Semesta

Tanda-Tanda Kecintaan Terhadap Nabi Muhammad SAW

  1. Banyak menyebut dan Bershalawat pada beliau. Barangsiapa yang menyukai sesuatu maka ia banyak menyebutnya. 
  2. Rindu untuk bertemu dengan beliau. Orang yang mencintai, rindu untuk bertemu dengan orang yang ia cintai.
  3. Mengagungkan dan memuliakan beliau ketika nama beliau disebut. Berkata Ishaq : “Para sahabat Nabi SAW sepeninggal beliau tidak menyebut beliau kecuali dalam keadaan khusyu, gemetar kulit-kulit mereka dan mereka menangis”.
  4. Membenci dan memusuhi apa yang Rasulullah SAW benci dan musuhi serta menjauhi mereka yang menyelisihi sunnah atau tuntunan beliau dan berbuat kebi’dahan baik dari kalangan ahli bi’dah maupun orang-orang yang munafik.
  5. Mencintai orang-orang yang dicintai oleh Nabi SAW baik dari kalangan ahli bait (keluarga), istri-istri, para sahabat beliau dari kalangan Muhajirin dan Anshar, dan sebaliknya memusuhi dan membenci mereka yang dimusuhi dan di cela Nabi SAW.
Terima Kasih Sudah Membaca: Kesaksian Bahwa Muhammad Adalah Utusan Allah

ARTIKEL TERKAIT:

Sebarkan dan Raih Amalan Shalih :
Posted by: Sajadah Muslim
Sajadah Muslim Updated at: 11:13
 
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Sajadah Muslim™ - Copyright © - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger