Adab-Adab Mendatangi dan Meningkalkan Shalat Berjamaah

 
  1. Hendaknya ia tidak merapatkan (saling bertaut) antar jari-jemarinya, karena Rasulullah SAW bersabda : “BIla seseorang diantara kamu telah mengambil air wudhu dan menyempurnakan kemudian sengaja keluar menuju masjid (untuk shalat) dan tidak menautkan jari-jemarinya, ia benar-benar dalam shalat”. (HR. Abu Dawud)
  2. Demikian pula hendaknya ia dalam keadaan bersih dan bagus dengan memakai pakaian yang indah, karena Islam telah memberi wasiat kepada para pengikutnya agar selalu baik, pandangannya dan mulia keadaannya, semua ini merupakan bagian dari adab-adab menunaikan shalat. Allah SWT berfirman : “Hai Anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan”. (QS. Al-Araf : 31).
  3. Di antara adab mendatangi shalat berjamaah yang lainnya adalah seseorang hendaknya keluar dalam keadaan bersih dan suci dari segala sesuatu yang mencacatkannya. Maka disyariatkan untuk membersihkan mulut dan gigi. Dari Abi Umamah, Nabi SAW bersabda : “Bersiwaklah kalian, sesungguhnya siwak merupakan pembersih mulut dan mendatangkan keridhaan Rabbmu. Jibril tidak datang kepadaku kecuali berwasiat kepadaku untuk melakukan siwak, hingga aku takut siwak diwajibkan kepadaku dan umatku. Bila tidak karena takut akan memberatkan umatku niscaya aku mewajibkannya pada mereka”. (HR. Ibnu Majah).
  4. Hendaknya berjalan menuju masjid dengan tidak tergesa-gesa tapi berjalan dengan penuh ketenangan. Imam Muslim dalam shahihnya, meriwayatkan dari Abu Hurairah, Nabi bersabda : “Bila shalat telah dikumandangkan iqamat janganlah kamu mendatanginya dengan berlari, datangilah dengan berjalan, hendaknya kamu tenang, maka bila kamu masih mendapati shalat, shalatlah dan yang tak kamu dapatkan sempurnakanlah”.
  5. Di antara adab-adab shalat yang lain adalah tatkala keluar dari rumah supaya mengucapkan doa seperti yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam sunnahnya, dari Anas bin Malik, Nabi bersabda : “Apabila seseorang telah keluar dari rumahnya kemudian berdoa : “Bismillahi tawakaltu ‘alallah laa haula walaal quwwata illa billahi”, ketika itu dikatakan : Kamu telah diberi petunjuk, dipelihara dan dijaga, maka syaitan menjauh darinya, kemudian syaitan menjauh darinya, kemudian syaitan yang lain berkata : Bagaimana kamu (berbuat) dengan lelaki yang telah diberi petunjuk dan telah dijaga serta dipelihara ?”.
  6. Setiba di masjid, dengan mendahulukan kaki kanan (ketika memasukinya) dan berdoa dengan doa yang masyur, seperti yang diriwayatkan oleh Fatimah binti Nabi SAW, ia berkata : "Apabila beliau masuk masjid, beliau berdoa : “Ya Allah, bukalah pintu-pintu rahmat-Mu untukku”. (HR. Muslim). Sedangkan jika keluar dari masjid beliau membaca : “Ya Allah, sesungguhnya aku minta kepada-Mu dari karunia-Mu”. (HR. Ibnu Majah).
Sesampainya di masjid sebelum duduk terlebih dahulu melaksanakan shalat Tahiyatul Masjid, seperti sabda Nabi SAW : “Apabila seseorang telah masuk ke dalam masjid shalatlah dua rakaat sebelum duduk”. (HR. Muslim).

Baca juga : 
Kemudian mencari tempat duduk di shaf awal sebelah kanan yang masih longgar (dengan tidak berdesakkan). Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya Allah dan para malaikat mendoakan orang yang duduk di shaf sebelah kanan”. Senantiasa sibuk dan membaca hati berdzikir kepada Allah, tidak melangkahi orang lain, tidak menggeser orang lain dari tempat duduknya atau mempersempit (mendesak) shaf orang lain, tidak meludah, berdahak, tidak menepuk atau menelusupkan jari-jemarinya serta menjalankan semua yang tidak sesuai dengan ketentuan masjid dan hak-hak Allah.
Terima Kasih Sudah Membaca: Adab-Adab Mendatangi dan Meningkalkan Shalat Berjamaah

ARTIKEL TERKAIT:

Sebarkan dan Raih Amalan Shalih :
Posted by: Sajadah Muslim
Sajadah Muslim Updated at: 16:19
 
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Sajadah Muslim™ - Copyright © - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger