Membahas Tentang Seputar Ilmu Agama Islam

Sunnah Nabi Mencukur Rambut Dan Memotong Kuku

Sajadah Muslim ~ Diantara beberapa hal yang dianjurkan oleh Rasulullah saw terkait dengan kebersihan dan kerapian adalah memotong kuku dan mencukur serta merapikan rambut, sebut saja sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik ra, ia berkata, “Kita diberi batas waktu dalam mencukur kumis, memotong kuku, membersihkan bulu ketiak dan mencukur rambut kemaluan. Janganlah kita biarkan lebih dari 40 hari.” (HR.Muslim).

Hadits diatas dengan jelas menyebutkan bahwa Rasululllah saw, menganjurkan kepada para sahabatnya agar memotong kuku, serta merapikan kumis, bulu ketiak  dan rambut kemaluan, sekurang-kurangnya 40 hari sekali, bahkan lebih baik lagi setiap seminggu sekali kita memotong atau merapikannya.


Selain tidak rapi, jika kuku dan rambut itu dibiarkan panjang, apalagi tak terurus, maka akan menjadi sumber berbagai penyakit. Kuku misalnya, jika dipanjangkan akan menyulitkan pembersihan kuman di-sela-sela ujung jari kita karena terhalang dengan panjang kuku.Ketika tangan kita digunakan untuk mengambil makanan, dan kemudian makanan tersebut kita makan, bisa jadi kuman-kumannya ikut terbawa pada ujung kuku kita. Selain alasan untuk kesehatan, Rasulullah saw, menganjurkan agar kita merawat rambut, kumis maupun janggut, karena beliau tidak menyukai umat yang senang berpenampilan seperti orang musyrik. Sebagaimana diriwayatkan dari Ibnu Umar ra, ia berkata, Rasulullah saw,telah bersabda, ”janganlah kamu meniru orang-orang musyrik, cukurlah kumis dan rapihkan jenggot”. (HR.Bukhari Dan Muslim). Hadits tersebut sekaligus menunjukkan bahwa orang-orang musyrik dulu identik dengan penampilan urakan, seperti membiarkan kumis dan janggutnya terurai tak beraturan dan tak terurus. Maka Rasululllah saw melarang kaum umat Islam untuk berprilaku seperti orang-orang  musyrik tersebut.

Mengenai hal yang serupa, hadits diriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra, menyebutkan bahwa Rasulullah saw, bersabda, ”Berpenampilan bedalah dari orang-orang musyrik, panjangkanlah jenggot, cukurlah kumis”..Dan jika Ibnu Umar menunaikan haji atau umrah, maka ia menggenggam jenggotnya, dan sisanya ia potong.” (HR.Bukhari). Lebih jelas lagi, hadits diatas pula mengilustrasikan bagaimana sahabat Nabi bernama Ibnu Umar memotong jenggotnya dengan cara menggenggam, kemudian memotong sisanya. Setidaknya, demikian standar kerapiahan yang dianjurkan oleh Rasulullah saw, yaitu sekitar satu genggaman tangan dari dagu.

Selain itu rambut maupun kuku sesuai dengan fitrahnya akan selalu memanjang dan terus memanjang, karena sifatnya ia hidup seiring dengan perkembanagan organ tubuh yang lain. Hal ini juga sekaligus menunjukkan adanya proses peremajaan pada  tumbuh dan memanjangnya kuku serta rambut kita. Pangkal rambut tentu akan lebih muda dan sehat dibandingkan ujungnya, maka setiap semakin panjang ujung rambut atau kuku hendaknya harus dipotong, karena akan digantikan dengan yang lebih baru. Mengenai fitrah ini, Abu Hurairah ra telah bercerita aku pernah mendengar Rasulullah saw bersabda, ”Lima perkara yang termasuk fitrah adalah khitan, mencukur bulu kemaluan, memotong kumis, memotong kuku, dan mencabut bulu ketiak.” (HR.Bukhari).

Menyisir  Rambut   

Menyisir serta meminyaki rambut, menggunting atau merapikan kumis bagi laki-laki serta memelihara jenggot secara wajar (tidak mengguntingnya terlalu tipis atau membiarkannya sangat panjang atau lebat) adalah ajuran dari Rasulullah saw sebagaimana diriwayatkan oleh Malik dari Atha bin Yasar ra, bahwa seorang laki-laki datang menghadap kepada Rasululllah saw, dengan rambut dan jenggot yang kerinting dan acak-acak (tidak disisir rapi), maka Nabi saw mengisyaratkan kepadanya agar merapikan rambutnya itu. Tidak lama kemudian orang tersebut dating lagi dalam keadaan rapi dan Nabi pun bersabda, ”Bukankah yang seperti ini lebih baik dari pada jika seseorang  dari kalian datang dengan rambut yang acak-acakakan seperti setan.”?

Selain menyisir, Rasulullah saw juga ternyata memperhatikan penampilan bagi  rambut seorang laki-laki, ia menganjurkan untuk menyemir rambut sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra dari Nabi saw, beliau bersabda, ”Orang-orang Yahudi dan orang-orang Nasrani tidak pernah menyemir (rambut mereka), maka berpenampilan bedalah dari mereka.” (HR.Bukhari) .Tapi ada riwayat yang menyatakan larangan untuk menyemir rambut dengan warna hitam, dan boleh menggunakan selainnya.

Mencukur Rambut

Adapun mencukur rambut sebagai ekspresi dari sikap frustrasi karena tertimpa musibah, tidak diperbolehkan dalam umat Islam. Dalam sebuah riwayat diceritakan bahwa Abu Musa ra pernah  jatuh sakit keras sehingga ia pingsan  dipangkuan seorang wanita yang merupakan anggota keluarganya, lalu ia tidak dapat menolak sedikitpun dari wanita itu. Ketika ia sadar ia berkata, ”Aku terlepas  diri dari apa  yang Rasulullah saw berlepas diri dari orang-orang yang mengeraskan suara ketika tertimpa musibah, orang yang mencukur rambutnya, dan orang yang merobek pakaiannya (Pada saat tertimpa musibah).” Ekspresi ketika kita menghadapi musibah, seperti karena ditinggal mati orang-orang yang kita cintai, dan lain sebagainya, tidak boleh berlebihan, apalagi sampai menganiaya diri kita sendiri.

Sedangkan bagi seorang wanita, tidak diperbolehkan mencukur rambutnya kecuali karena suatu hal yang mengharuskan untuk itu. Dan tidak juga diperbolehkan menyambung rambut baik dengan rambutnya sendiri maupun rambut orang lain, bahkan Ibnu Hazm mengatakan, bahwa menyambung rambut merupakan salah satu perbuatan dosa besar, dari Ali bin Thalib ra, ia berkata, “Rasulullah saw telah melarang wanita mencukur  rambutnya.” (HR Tirmidzi dan an- Nasa’i).

Dari Asma binti Abu Bakar Shidiq, dia menceritakan pernah ada seorang wanita datang kepada Rasulullah saw seraya bertanya, ”Wahai rasulullah, aku mempunyai seorang putri yang terserang penyakit, sehingga rambutnya rontok, apakah berdosa jika menyambungnya? Beliau menjawab, ”Allah swt melaknat wanita yang menyambung rambutnya dan wanita yang meminta disambungkan rambutnya.” (HR.Bukhari dan Muslim) Wallahu alam bilshawab. Baca juga : Cara Nabi Berpakaian

Sumber : Rahasia Sunnah-Sunnah Nabi
Labels: Pendidikan Islam, Seputar-Islam, Sunnah Nabi

Thanks for reading Sunnah Nabi Mencukur Rambut Dan Memotong Kuku. Please share...!

0 Comment for "Sunnah Nabi Mencukur Rambut Dan Memotong Kuku"

Back To Top