Keadaan Mayit Setelah Bangkit Dari Kubur

Keadaan Mayit Setelah Bangkit Dari Kubur ~ Bahwasanya keadaan mayit sesudah dibangkitkan dari kubur itu keadaannya berbeda-beda menurut amal perbuatannya, apabila pada masa hidupnya berkelakuan baik, maka ia akan bernasib baik (memperoleh kebahagiaan) dan sebaliknya apabila ia pada masa hidupnya melakukan amal keburukkan, maka ia akan bernasib buruk pula (memperoleh kesengsaraan).


Dalam suatu hadits diceritakan: “Sesungguhnya mayit itu akan dibangkitkann dari kuburnya, mereka dalam berdiri tegak di atas tempat mereka dibangkitkan selama empat puluh tahun, tidak makan dan minum, tidak duduk serta tidak berbicara.

Rasulullah SAW, pernah ditanya;  Ya Rasulullah dengan apa untuk bisa mengetahui orang-orang mu’min pada hari kiamat? Maka nabi Saw menjawab; Sesungguhnya umatku itu putih wajahnya akibat dari bekas wudhu.

Telah diterangkan dalam sebuah hadits; Ketika terjadi hari kiamat. Allah Swt. Membangkitkan para makhluk dari kuburnya. Kemudian datanglah Malaikat ke kuburannya, selanjutnya para Malaikat membersihkan debu yang melekat pada orang-orang mu’min kecuali tempat sujudnya. Kemudian ada pemanggil yang memanggil. Debu itu bukanlah debu kubur, mereka tetapi debu itu adalah mihrab (kiblat) mereka, tinggalkan debu itu pada mereka sehingga mereka lewat shirathal dan masuk surga, agar setiap orang yang melihat kepada mereka mengetahui, bahwa mereka adalah pelayanku dan hambaku.

Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah ra, ia berkata. Rasulullah Saw bersabda; Ketika hari kiamat terjadi, dan dibangkitkan apa yang ada didalam kubur, maka Allah Swt, memberi wahyu kepada Malaikat Ridwan; “Ya Ridwan, sesungguhnya Aku mengeluarkan orang-orang yang berpuasa dari kuburnya (dalam keadaan) lapar dan haus, sambutlah mereka dengan makanan panggang dan buah-buahan dari surga, kemudian Malaikat Ridwan memanggil-manggil ; “Wahai Ghilman  dan wahai Wildan (yaitu pelayan surga yang terdiri dari anak-anak yang belum sampai akhil baligh), kemudian mereka datang dengan membawa nampan dari nur (cahaya) mereka berkumpul mengelilingi Malaikat Ridwan, jumlah mereka itu lebih banyak dari pada hitungannya tetesan air hujan dan bintang-bintang di langit serta daun-daun pepohonan.

Mereka semua membawa buah-buahan yang banyak (beraneka) makanan, minyak samin dan minuman yang lezat. Mereka menjemput  ahli puasa dan memberikan makanan pada ahli puasa  seraya berkata: Makan dan minumlah dengan nikmat dengan apa yang pernah kamu dahulukan dalam beberapa hari yang telah lewat atapun yang telah kamu kerjakan.

Dan diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra, ia berkata: Rasulullah Saw bersabda: Ada tiga orang, dimana para Malaikat akan menyelamatkan ketiga orang ini pada hari dikeluarkannya para makhluk dari kuburnya, mereka itu adalah: Yang pertama orang  Yang mati syahid, kedua orang-orang yang berpuasa di bulan Ramadhan dan yang ketiga orang-orang yang berpuasa di hari Arafah.

Dari Aisyah ra; Sesungguhnya di dalam surga itu terdapat istana  yang terbuat dari intan dan yagut,  dari zamrut dan dari emas, serta dari perak. Aku bertanya; Ya Rasulullah, untuk siapakah istana itu? Rasulullah Saw menjawab; Yaitu diperuntukkan bagi orang-orang yang berpuasa pada hari Arafah. Kemudian Rasulullah Saw bersabda ; “Wahai Aisyah, sesungguhnya hari-hari yang lebih disukai oleh Allah Swt, adalah hari Jum’at dan hari Arafah, karena apa yang pada hari itu adalah rahmat. Dan sesungguhnya hari-hari yang paling dibenci Iblis adalah hari Jum’at dan hari Arafah wahai Aisyah, barang siapa yang pagi-pagi berpuasa hari Arafah, maka Allah swt, akan membuka padanya tiga puluh pintu kebaikan, dan Allah Swt akan mengunci darinya tiga puluh pintu keburukkan. Ketika berbuka dengan meminun air, maka Allah mengampuni kepadanya dalam setiap keringat di tubuhnya, seraya keringat itu berdo’a ; Ya Allah, berilah rahmat dia sampai terbitnya fajar.

Dan dalam hadits yang lain diterangkan; Orang yang berpuasa sama keluar dari kuburnya, dan dapat diketahui dengan bau mulut mereka akibat dari puasanya, mereka disambut dengan beberapa hidangan dan beberapa kendi. Kemudian dikatakan kepada mereka; Makanlah, kamu  benar-benar lapar di waktu orang-orang sama kenyang, dan minumlah, kamu benar-benar haus di waktu orang sama segar tenggorokkannya, dan beristirahatlah kamu. Kemudian mereka sama beristirahat dan sambil makan dan minum, sedang semua manusia masih dalam hisab.

Dan diterangkan dalam hadits yang lain, bahwa orang-orang yang mati dan di kuburkan di dalam kuburnya, maka jasadnya akan hancur atau busuk. Akan tetapi dari itu  semua terdapat 10 (sepuluh) orang yang jasadnya tidak akan hancur di dalam kuburnya, yaitu :
  • Jasadnya para Nabi
  • Jasadnya orang yang ahli perang (di jalan Allah)
  • Jasadnya orang yang alim
  • Jasadnya orang yang mati syahid
  • Jasadnya orang yang hafal Al-Qur’an
  • Jasadnya imam atau pemimpin yang adil
  • Jasadnya orang yang adzan
  • Jasadnya orang perempuan yang mati di dalam upaya melahirkan
  • Jasadnya orang yang dibunuh dengan aniaya
  • Jasadnya orang yang mati pada hari Jum’at atau malamnya
Dari keterangan hadits di atas, maka jelaslah bahwa orang yang senantiasa berpegang pada tali Allah, mereka akan selamat dari adzab-Nya di dalam kubur maupun di akhirat nanti.

Terdapat keterangan dalam hadits, dan Rasulullah Saw, “Bahwasanya pada hari kiamat kelak semua manusia akan dikumpulkan dalam keadaan telanjang dan tidak memakai alas kaki sebagaimana pada waktu dilahirkan dari rahim ibunya. Kemudian Aisyah ra bertanya; Apakah laki-laki dan perempuan bersama-sama? Maka Rasulullah Saw menjawab; Ya bersama-sama. Maka Aisyah berkata; Aduh jelek sekali, sebagian mereka dapat melihat terhadap sebagian yang lain. Kemudian Rasulullah Saw meletakkan tangannya di atas bahunya, seraya bersabda Wahai putrinya Abu Quhafah, pada hari itu semua manusia sama sibuk dengan dirinya sendiri, sehingga tidak sempat untuk melihat, pandangan mereka semua sama tertuju ke langit, mereka berdiri di makhsyar dengan lamanya kira-kira 40 (empat puluh) tahun. Yang mereka tidak makan dan tidak minum, dan setiap dari mereka berkeringat sampai pada malu kepada Allah Swt. Dari mereka ada yang berkeringat sampai pada kedua telapak kakinya, dan mereka ada yang berkeringat sampai pada kedua betisnya, dan dari mereka ada yang berkeringat sampai pada perutnya, diantara mereka ada yang  berkeringat sampai pada wajahnya. Dan keringat itu tetap ada sepanjang mereka berdiri di padang makhsyar, kemudian Aisyah ra bertanya; Ya Rasulullah adakah seseorang yang dikumpulkan itu dengan meminum pada hari kiamat? Lalu Rasulullah saw menjawab; Ada, mereka itu adalah para Nabi dan keluarganya, orang yang berpuasa pada bulan Rajab, sya’ban dan pada bulan Ramadhan dengan berturut-turut. Dan seluruh manusia pada waktu itu sama dalam keadaan lapar kecuali para Nabi dan keluarganya, juga termasuk orang-orang yang berpuasa pada bulan Rajab, Sya’ban dan bulan Ramadhan. Kerena mereka itu sesungguhnya sama kenyang, tidak lapar dan tidak haus.

Oleh Abu Khalid, MA
Terima Kasih Sudah Membaca: Keadaan Mayit Setelah Bangkit Dari Kubur

ARTIKEL TERKAIT:

Sebarkan dan Raih Amalan Shalih :
Posted by: Sajadah Muslim
Sajadah Muslim Updated at: 17:26
 
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Sajadah Muslim™ - Copyright © - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger