Membahas Tentang Seputar Ilmu Agama Islam

Penentuan Awal Ramadhan Dalam Islam

Sajadah Muslim ~ Ramadhan ialah bulan dimana seluruh umat Islam melaksanakan Ibadah Puasa dan menahan hawa nafsu dari perbuatan yang melanggar akidah Islam itu sendiri. Bulan Ramadhan ini merupakan bulan kesembilan dari 12 bulan kalender hijriah (sistem penanggalan Islam yang diawali dari hijrahnya Nabi SAW ke Madinah). Dalam penentuan kapan datangnya awal Ramadhan di Indonesia selalu terjadi perselisihan, ini dikarenakan terjadi perbedaan pendapat penentuan 1 Ramadhan antara Pemerintah dan Ormas-Ormas Islam lainnya.


Dalam menentukan awal Ramadhan, Nabi SAW sudah mengajarkan kepada umatnya diantaranya :
  1. Ru'yatul hilal atau melihat bulan sabit.
  2. Persaksian atau kabar tentang ru'yatul hilal.
  3. Menyempurnakan bilangan hari bulan Sya'ban menjadi 30 hari.

Ru'yatul Hilal

Ru'yatul hilal ialah melihat hilal atau bulan sabit dengan mata. Hilal merupakan fase paling awal dari kemunculan bulan. Oleh karena itu hilal berupa garis tipis yang dapat dilihat dengan mata telanjang. Namun para ulama membolehkan menggunakan teropong atau alat bantu lainnya untuk membantu melihat hilal.

Firman Allah : “Mereka bertanya kepadamu tentang hilal. Katakanlah: “Hilal itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadat) haji…...” (QS. Al Baqarah : 189).

Firman Allah : ”Karena itu, barangsiapa di antara kamu menyaksikan (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan tersebut.” (QS. Al Baqarah : 185).

Hadits dari Abi Hurairah radhiallahu ‘anhu, ia berkata :

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda : “Berpuasalah kalian karena melihatnya (hilal) dan berbukalah karena melihatnya (hilal bulan Syawal). Jika kalian terhalang awan, maka sempurnakanlah Sya’ban tiga puluh hari.” (HSR. Bukhari 4/106, dan Muslim 1081)

"Bershaumlah kalian berdasarkan ru'yatul hilal dan beridul fitrilah kalian berdasarkan ru'yatul hilal. Jika (hilal) terhalangi atas kalian, maka tentukanlah untuk (bulan tersebut menjadi) tiga puluh". (HR. Muslim : 1080 & Abu Dawud : 2320).

Persaksian atau Kabar Tentang Ru’yatul Hilal

Kenyataan yang terjadi pada masa Rasulullah SAW, bahwa beliau memerintahkan puasa langsung setelah datang kepada beliau persaksian seorang muslim tanpa menanyakan asal si saksi, apakah dia melihatnya di daerah mathla' yang sama dengan beliau atau berjauhan. Sebagaimana dalam hadits :

"Datang seorang Badui ke Rasulullah SAW seraya berkata : Sesungguhnya aku telah melihat hilal. (Hasan, perawi hadits menjelaskan bahwa hilal yang dimaksud sang badui yaitu hilal Ramadhan). Rasulullah SAW bersabda : Apakah kamu bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah ? Dia berkata: Benar. Beliau meneruskan pertanyaannya seraya berkata: Apakah kau bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah? Dia berkata: Ya benar. Kemudian Rasulullah memerintahkan orang-orang untuk berpuasa besok." (HR Abu Daud 283/6).

“Manusia sedang melihat-lihat (munculnya) hilal. Aku beritahukan kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bahwa aku melihatnya. Maka beliau berpuasa dan memerintahkan manusia untuk berpuasa.” (HR. Abu Dawud 2342, Ad-Darimi 2/4, Ibnu Hibban 871, Al-Hakim 1/423 dan Al-Baihaqi, sanadnya Shahih sebagaimana diterangkan oleh Al-Hafidh Ibnu Hajar dalam At-Talkhisul Kabir 2/187)

Menyempurnakan Bulan Sya’ban Menjadi 30 Hari

Menyempurnakan bilangan bulan Sya'ban menjadi 30 hari dilakukan apabila langit benar-benar tertutup dan hilal tidak dapat terlihat karena terhalangi oleh awan, kabut atau semacamnya. Pada saat seperti itu kta menyempurnakan bilangan hari menjadi 30, baru kita berpuasa. Hal ini juga termasuk menyempurnakan bilangan hari bulan Ramadhan dalam penentuan 1 Syawal.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila bulan telah masuk kedua puluh sembilan malam (dari bulan Sya’ban). Maka janganlah kalian berpuasa hingga melihat hilal. Dan apabila mendung, sempurnakanlah bulan Sya’ban menjadi tiga  puluh hari.”

Dikutip dari Berbagai Sumber
Labels: Pendidikan Islam, Puasa Zakat

Thanks for reading Penentuan Awal Ramadhan Dalam Islam. Please share...!

0 Comment for "Penentuan Awal Ramadhan Dalam Islam"

Back To Top