Hakikat Taubat

Sajadah Muslim ~ Taubat itu tidaklah sekedar diucapkan secara lisan saja tanpa disertai hati yang tulus penuh penyesalan dan tanpa upaya untuk beri’tikad baik. Karena taubat itu akan diterima oleh Allah bila telah memenuhi syarat-syaratnya. Hal ini sebagaimana yang telah dijelaskan oleh Al Imam An Nawawi dalam kitabnya Riyadhush Shalihin : "Para ulama mengatakan : Bertaubat dari setiap dosa hukumnya wajib, jika maksiat (dosa) itu antara hamba dengan Allah, yang tidak ada sangkut pautnya dengan hak manusia, maka syaratnya ada tiga yaitu pertama hendaknya dia menjauhi maksiat tersebut, kedua hendaknya dia menyesali perbuatan tersebut, ketiga hendaknya dia bertekad untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut selama-lamanya. Jika hilang salah satu syarat-syarat tersebut di atas, maka tidak sah taubatnya".

Jika maksiat tadi berkaitan dengan manusia, maka syaratnya ada empat. Yaitu ketiga syarat di atas dan ditambah yang keempat, hendaknya dia membebaskan diri (mengembalikan) hak orang tersebut. Jika berupa harta atau sejenisnya, maka dia harus mengembalikannya. Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin menambahkan syarat berikutnya, yakni hendaknya taubat itu dilakukan pada waktu-waktu masih diterimanya taubat yaitu selama nyawa masih belum sampai di kerongkongan (sakratul maut) dan selama matahari belum terbit dari barat (menjelang hari kiamat).

Allah SWT berfirman : “Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang melakukan kejelekan yang hingga apabila datang ajal kepada salah seorang di antara mereka, ia mengatakan : Sesungguhnya aku bertaubat sekarang”. (QS. An Nisa : 18)
 
Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya Allah menerima taubat seorang hamba selama nyawa belum sampai kerongkongan”. (HR. At Tirmidzi No. 3537 dari Sahabat Ibnu Umar ra). Dan sabdanya : “Barangsiapa yang bertaubat sebelum matahari terbit dari barat, maka Allah akan menerima taubatnya. (HR. Muslim No. 2703).

Sebenarnya hakikat taubat itu dapat mendorong orang yang bertaubat untuk memulai dan memperbanyak amalan-amalan shalih. Oleh karena itulah Allah banyak menggandengkan taubat dengan amal shalih di dalam Al-Quran. Diantaranya firman Allah SWT : "Dan orang yang bertaubat dan mengerjakan amalan shalih, maka sesungguhnya dia itulah yang bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya". (QS. Al Furqan : 71).

Terima Kasih Sudah Membaca: Hakikat Taubat

ARTIKEL TERKAIT:

Sebarkan dan Raih Amalan Shalih :
Posted by: Sajadah Muslim
Sajadah Muslim Updated at: 17:35
 
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Sajadah Muslim™ - Copyright © - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger