Praktek Shalat Tahajjud

Sajadah Muslim ~ Assalamu Alaikum wr wb. Praktek shalat tahajjud dengan dua rakaat dan sekali salam. Gunakan surat-surat (yang dibaca Ba’da Al Fatihah) surat yang dikuasai. Paling banyak 12 rakaat.

Berdiri Menghadap Kiblat Disertai Niat

Sunnah melafazkan niat di mulut dan wajib menggerakkan niat dalam hati. Adapun niat shalat tahajjud : USHALLISUNNATA TAHAJJUDI RAK’ATA-INI LIL-LAAHITA’AALA.  Artinya : “Aku niat shalat sunnah tahajjud dua rakaat karena Allah Ta’ala”.

Melakukan Takbiratul Ihram

Takbiratul Ihram adalah takbir pertama dalam shalat yang di dalam hati disertai gerakan niat. Posisi kedua lengan diangkat ke atas, telapak menghadap kiblat, kedua ibu jari (jempolan) disentuhkan anak telinga (tidak wajib). Lalu diturunkan ke bawah sambil mengucapkan “Allahu Akbar”. Dan sampai ditempatnya, telapak tangan kanan di atas tangan kiri. Setelah itu berdoa dengan doa Iftitah.

Membaca Doa Iftitah

Lafaz doa iftitah sebagai berikut : “ALLAHU AKBAR KABIRAA ; WAL HAMDULILLAHI KATSIIRA ; WA SUB-HAANALLAHI BUKRATAWWA-ASHILA ; INNII WAJJAHTU WAJHIYA LILLADZII FATHARASSAMAAWAATI WAL ARDLA HANIIFAMMUSLIMAW WAMAA ANAA MINAL MUSYRIKIIN ; INNA SHALAATI WA NUSUKII WAMAH-YAAYA WAMAMAATI LILLAAHI RABBIL AALAMIIN ; LAASYARIIKALAHUU WA BIDZAALIKA UMIRTU WA ANAA MINAL MUSLIMIN”. Artinya : “Allah Maha Besar Sebesar-besar-Nya, segala puji bagi Allah yang sebanyak-banyak-Nya, dan meMahasucikan (Allah) tiap-tiap pagi maupun petang. Sesungguhnya aku menghadapkan hatiku kepada Dzat yang menciptakan langit dan bumi, (menghadap) dalam keadaan lurus sepasrah-pasrahnya, dan aku bukan tergolong orang-orang musyrik. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, matiku, semuanya karena Allah Ta’ala Tuhan yang menguasai segala alam. Untuk Dia tiada sekutu yang menandingi, yang dengan demikian (aku tidak diperintah bersikap musyrik, melainkan) aku diperintah (memasrahkan diri) dan aku termasuk golongan orang-orang muslim”.

Membaca Surat Al Fatihah

Setelah mmebaca doa iftitah kemudian dilanjutkan mengucapkan Surat Al Fatihah sebagai berikut : “BISMILLAHIRRAH-MAANIRRAHIIM. ALHAMDULILLAAHI RABBIL AALAMIIN. ARRAHMAANIRRAHIIM. MAALIKI YAUMIDDIIN IYYAAKANA’BUDU WA-IYYAAKA NASTA’IIN. IHDINASH-SHIRAATHAL MUSTAQIIM. SHIRAATHAL-LADZIINA AN-‘AMTA ‘ALAIHIM GHAIRIL MAGH-DLUUBI ‘ALAIHIM WALADHDHAAALIIN. AAAMIIN”. Artinya : “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala Puji bagi Allah, Tuhan yang Menguasai segala alam. Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Yang Merajai Hari kemudian. Kepada-Mu kami menyembah dan kepada-Mu kami minta pertolongan. Tunjukkanlah kami ke jalan yang lurus, sebagaimana Engkau sudah menunjukkan jalan orang yang sudah Engkau beri nikmat, bukan jalannya orang-orang yang Engkau murkai dan jalannya orang-orang yang tersesat”.

Membaca Surat Ba’da Al Fatihah

Gunakanlah surat yang mudah dan lebih terkuasai. Rakaat pertama dicontohkan surat Al Kafiruun : “QUL YAA-AYYUHAL KAAFIRUUN ; LAA A’BUDUMAA TA’BUDUUN ; WALAA ANNTUM ‘AABIDUUNA MAA-A’BUD ; WALAA ANA’AABIDUMMAA ‘ABATTUM ; WALAA ANNTUM ‘AABIDUUNA MAA A’BUD ; LAKUK DIINUKUM WALIYA DIIN”. Artinya : “Katakanlah (wahai Muhammad) Wahai orang-orang kafir, aku (Muhammad) tidak akan menyembah apa-apa yang kamu sembah, dan kamu tidak akan menyembah apa yang aku sembah, aku tidak pernah menyembah apa yang kamu sembah, dan kamu pun tidak pernah menyembah apa yang aku sembah, bagimu adalah agamamu dan bagiku adalah agamaku”. (QS. Al Kafirun : 1-6).

Lakukan Ruku

Kemudian ruku seraya mengucapkan “Allahu Akbar”. Posisi kepala lurus dengan punggung, pandangan mata ke tempat sujud dan kedua telapak tangan disentuhkan dua lutut. Kemudian berdoa sebagai berikut : “SUBHAANARABBIYAL ADHIIMIWABIHAMDIH” sebanyak tiga kali. Artinya : “Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung dan segala puji untuk-Nya”.

Lakukan I’tidal

I’tidal adalah bangun dari ruku (posisi berdiri) seraya mengucapkan : “SAMI’ALLAHU LIMAN HAMIDAH” Artinya : “Allah Maha Mendengarkan kepada orang yang memuji-Nya”. Kemudian berdoa (doa I’tidal) : ‘RABBANAA LAKAL HAMDU MIL-USSAMAAWAATI WAMIL-ULARDLI WAMIL-U MAASYIKTA MIN SYAI-IMMBA’DU”. Artinya : “Tuhan kami, untuk-Mu-lah segala puji sepenuh langit dan bumi, dan sepenuh segala sesuatu yang Engkau kehendaki setelah itu”.

Melakukan Sujud

Dari I’tidal kemudian sujud seraya mengucapkan “Allahu Akbar” tanpa mengangkat dua tangan layaknya takbir sebelumnya. Perbedaan laki-laki dan wanita, untuk laki-laki kedua lengan di luar lutut, antara bokong dan kaki ada jarak. Dan untuk wanita kedua lengan di dalam lutut sambil menghimpit sesuatu agar tidak bergerak. Hanya itu tujuan membedakan. Adapun doa dalam sujud sebagai berikut : “SUB-HAANA RABBIYALA’ALAA WABIHAMDIHI  3X”. Artinya : “Maha Suci Tuhanku yang Maha Tinggi, dan segala puji untuk-Nya”.

Lakukan Duduk di Antara Dua Sujud

Dari sujud kemudian bangun dari sujud menuju duduk di antara dua sujud seraya mengucapkan “Allahu Akbar” tanpa mengangkat tangan. Telapak kaki kiri diduduki pantat dan jemari kanan menghadap ke kiblat. Doa yang diucapkan sebagai berikut : RABBIGH FIR LII WAR HAM NII WAJBUR NIIWAR FA’NII WAR ZUQ NII WAH DINII WA’AAFINII WA’FU’ANNII”. Artinya : “Tuhan, ampunilah aku, rahmatilah aku, luaskan hatiku, angkat derajatku, luaskan rezikiku, dan tunjukkan aku dan ampunilah aku yakni pengampunan dari-Mu untukku”.

Melakukan Sujud Yang Kedua

Dari duduk antara dua sujud kemudian sujud lagi (sujud kedua), di mana tata cara maupun doanya sama dengan sujud yang pertama.

Berdiri Untuk Rakaat Kedua

Dari sujud kedua kemudian berdiri masuk pada rakaat kedua seraya mengucapkan “Allahu Akbar”. Boleh sambil mengangkat kedua tangan atau tidak usah mengangkat kedua tangan. Lalu membaca lagi surat Al Fatihah seperti pada rakaat pertama, setelah itu dilanjutkan dengan membaca surat ba’da Al Fatihah yang dikuasai seperti surat Al Ikhlas : “QUL HUWALLAAHU AHAD. ALLAAHUSH SHAMAD. LAMYALID WALAM YUULAD. WALAM YAKUL-LAHU KUFUWAN AHAD”. Artinya : “Katakanlah (wahai Muhammad) bahwa Dialah Allah Yang Maha Esa. Dia tempat mengadu. Dia tidak memiliki anak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatupun yang menyerupai-Nya”. (QS. Al Ikhlas : 1-4). Setelah itu ruku, I’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, sujud kedua, lalu duduk tahiyat akhir.

Duduk Tahiyat Akhir

Cara duduk, pantat menyentuh alas shalat, kaki kiri menyamping kanan, dan kaki kanan tetap yang jemarinya (sebagian) harus ada yang menghadap kiblat (ditekuk). Nanti pada saat tasyahud sampai pada “Asyhadu anlaa ilaaha il-lallah…. (dst) sampai Illallaah… jari telunjuk tangan kanan ditudingkan ke depan. Lafaz doa Tahiyat Akhir sebagai berikut : “ATTAHIYYATUL MUBAARAKATUSH SHALAWAATUTH THAYYIBAATU LILLAAH. ASSALAAMU’ALAIKA AYYUHAN-NABIYYU WARAHMATULLAAHI WABARAKAATUH. ASSALAAMU’ALAINAA WA’ALAA IBAA-DILLAAHISH SHAALIHIIN ASY HADU ANLAA ILAAHA ILLALLAAH….. WA ASY HADU ANNAA MUHAMMADARRASUU-LULLAAH. ALLAAHUMMA SHALLI ‘ALLA SAYYIDINAA MUHAMMAD. WA’ALAA AALI SAYYIDINAA MUHAMMAD. KAMAA SHALLAITA ‘AALA SAYYIDINA IBRAHIM WA’ALAA AALI SAYYIDINA IBRAHIM. WABAARIK ALAA SAYYIDINAA MUHAMMAD WA’ALAA AALI SAYYIDINA MUHAMMAD. KAMAA BAARAKTA’ALAA SAYYIDINAA IBRAHIM WA’ALAA AALISAYYIDINA IBRAHIM. FIL’AALAMIINA INNAKA HAMIIDUMMAJIID”. Artinya : “Segala penghormatan, keberkatan, kesejahteraan dan kebagusan adalah untuk Allah. Keselamatan dan kesejahteraan serta berkah Allah adalah untukmu wahai Muhammad. Keselamatan adalah untuk kami dan untuk para hamba-hamba Allah yang shaleh (umat Islam). Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah, limpahkanlah kesejahteraan kepada Nabi Muhammad sebagaimana Engkau telah mensejahterahkan Nabi Ibrahim dan keluarganya Nabi Ibrahim. Ya Allah, berilah keberkahan kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad sebagaimana Engkau telah memberkati Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya hanya Engkaulah Dzat Yang Maha Terpuji dan Maha Mulia di seluruh jagad alam ini”.

Lakukan Salam

Salam adalah penutup shalat yang dikerjakan sesuai tasyahud (tahiyat akhir). Salam sambil menoleh ke kanan (wajib) dan salam kedua sambil menoleh ke kiri (hukumnya sunnah). Adapun lafaz salam shalat yang disepakati kebanyakan ulama sebagai berikut : “ASSALAAMU ‘ALAIKUMWARAHMATULLAAHI”. Artinya : “Keselamatan dan Rahmat Allah untuk kalian semua”

Sekian, Wassalamu Alaikum wr wb.

Terima Kasih Sudah Membaca: Praktek Shalat Tahajjud

ARTIKEL TERKAIT:

Sebarkan dan Raih Amalan Shalih :
Posted by: Sajadah Muslim
Sajadah Muslim Updated at: 13:46
 
Comments
1 Comments

+ komentar + 1 komentar

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Sajadah Muslim™ - Copyright © - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger