Seputar Shalat Tahajjud

Sajadah Muslim ~ Assalamu Alaikum wr wb. Shalat Tahajjud disebut juga shalat malam, artinya hanya sah dikerjakan malam hari dengan aturan khusus. Rasulullah SAW menganjurkan agar “Menghidup-hidupkan Malam” adalah dengan tahajjud yang diambil dari kosa kata “sujud”. Dan sujud itu sendiri menghadapkan diri kehadirat Allah SWT, melalui wiridan, doa-doa, yang terangkum dalam makna dzikir. 


Syarat shalat tahajjud dikerjakan setelah bangun tidur. Sekalipun shalat dua rakaat di malam hari dengan niat shalat tahajjud, tapi tidak dikerjakan setelah bangun malam, maka tidak sah disebut shalat tahajjud, artinya hanya shalat sunnah biasa.

Dan sekalipun dia tidak niat shalat tahajjud, tapi kalau dikerjakan setelah bangun tidur, maka sudah disebut shalat tahajjud, misalnya shalat isya, shalat witir, shalat hajat, dan lain-lain. Kalau dikerjakan setelah bangun tidur, itupun sudah disebut shalat tahajjud. Namun alangkah terpuji kalau dikhususkan niat shalat Tahajjud yang kesemuanya dikerjakan malam hari.
  1. Wasiat Rasulullah SAW kepada Ali bin Abi Thalib dan Fatimah, Fatimah adalah putri Rasulullah SAW dan Ali bin Abi Thalib adalah menantu Rasulullah SAW dan sekaligus sepupu beliau. Wasiat ini khusus seputar tidur dan bangun tidur, yang dua-duanya tidak lepas dari tahajjud. Beliau SAW bersabda kepada mereka dan umumnya untuk umat Islam : “Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda kepada Ali dan Fatimah : ‘Ketika kalian berdua tidur miring, maka (sebelumnya) Takbirlah sebanyak 33 kali, Tasbih sebanyak 33 kali….. ’Dalam riwayat lain untuk takbir 34 kali”
  2. Cara bangun Malam dari Rasulullah SAW, tertuang dalam sabda Nabi SAW : “Rasulullah SAW bersabda : Dua ayat akhir dari surat Al Baqarah….., barangsiapa yang membaca 2 ayat tersebut, maka dia akan tercukupi (kehendaknya) karena berkat ayat tersebut”. (HR. Bukhari dan Muslim).
  3. Rasulullah SAW Bangun Malam, kemudian sabda Nabi SAW melalui Sayyidah Aisyah ra : “Rasulullah SAW mengharapkan aku (Aisyah ra) ketika Rasulullah SAW bangun malam, beliau melakukan wirid : “Tidak ada Tuhan kecuali Allah Yang Maha Esa dan Yang Maha Mengalahkan, Tuhannya langit dan bumi, Tuhannya apa-apa yang ada di antara keduanya, Yang Maha Mulia dan Maha Pengampun”. (HR. Imam Sunni, melalui Aisyah ra).

Waktu Shalat Tahajjud

Shalat Tahajjud adalah shalat sunnah Mu’akkad yang dikerjakan malam hari. Mulai dari ba’da Isya sampai terbit fajar atau menjelang pagi. Ada tiga bagian waktu utama untuk shalat tahajjud :
  1. Waktu sepertiga pertama : Ba’da shalat Isya sampai sekitar jam 10 malam. Adalah waktu yang biasa-biasa saja, tapi kalau shalatnya sesuai bangun tidur tetap namanya tahajjud
  2. Waktu sepertiga kedua. Sekitar mulai jam 10 malam sampai jam 1 malam adalah waktu yang utama.
  3. Sepertiga terakhir, sekitar mulai jam 1 malam  sampai masuk waktu shubuh (terbit fajar) adalah waktu-waktu yang paling utama menunaikan shalat tahajjud.
Waktu tengah malam lebih diterima dan prakteknya lebih kusuk. Andaikan gelombang, maka perjalanan ke tujuan lebih cepat sebab tidak terhambat oleh gelombang-gelombang lain. Aslinya pulsa telepon lebih murah malam hari dibanding siang hari, sebab ringannya beban ke tujuan tanpa gangguan. Allah SWT berfirman : “Mereka sedikit sekali tidur di malam hari, dan di akhir-akhir malam mereka minta ampun (kepada Allah Ta’ala)”. (QS. Adz Dzariyat : 17-18).

Terima Kasih Sudah Membaca: Seputar Shalat Tahajjud

ARTIKEL TERKAIT:

Sebarkan dan Raih Amalan Shalih :
Posted by: Sajadah Muslim
Sajadah Muslim Updated at: 13:45
 
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Sajadah Muslim™ - Copyright © - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger