CARA NABI MEMBERI TAHNIAH

Sajadah Muslim ~ Kelihatannya sepele dan tak punya muatan apa-apa tapi sejatinya media yang cukup efektif untuk merekatkan tali silaturrahmi, itulah tahniah atau lebih dikenal istilahnya dengan ucapan selamat. Biasanya tahniah diberikan kepada teman, saudara atau sesama Muslim yang mendapatkan kebahagian atau berita gembira, seperti sahabis menyelesaikan studi (wisuda), baru menikah, ulang tahun, diterima sebagai PNS, berhari raya dan sebagainya. Jika boleh ditegaskan, tahniah merupakan ungkapan selamat dalam bentuk pernyataan yang mengandung doa kepada pihak lain dalam kesempatan yang diliputi kegembiraan. Dalam Islam, tahniah adalah merupakan salah satu akhlak  mullia yang dianjurkan untuk dilakukan oleh kaum muslim. Anjuran ini didasarkan atas firman Allah swt. Dalam QS At-Taubat ayat 21 : “Tuhan mereka menggembirakan mereka dengan memberikan rahmat daripada-Nya, keridhaan dan surga mereka memperoleh di dalamnya kesenangan yang kekal.”


Disyariatkannya tahniah bertujuan untuk memberikan kegembiraan kepada orang lain yang tertentu saja mempunyai dampak sosial, yakni semakin eratnya tali persaudaraan dan rasa saling mencintai diantara sesama Muslim. Disamping itu, tahniah membuahkan pahala bagi orang yang melaksanakannya, sesuai sabda Rasululllah saw, ”Baranga siapa menemui saudaranya  dengan sesuatu yang disukainya guna memberikan kegembiraan  kepadanya, niscaya Allah yang Maha Agung akan memberinya kegembiraan pada hari kiamat.” (HR Tabrani dari Anas bin Malik).
 
Selain orang akan mendapatkan ampunan dari Allah swt, sesuai dengan hadits, ”Sesungguhnya di antara perkara-perkara yang membuahkan ampunan adalah kamu memberikan kegembiraan kepada saudaramu sesama muslim.” (HR. Tabrani dari Hasan bin Ali)

Abdullah Ulwan, seorang cendekiawan dan pendidik Muslim dari Mesir, mengemukakan beberapa prinsif utama dalam melaksanakan tahniah,

Pertama, memperlihatkan rasa turut bergembira kepada orang yang mendapatkan kegembiraan. Di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim, cara seperti ini dicontohkan oleh Rasulullah saw bersama para sahabatnya kepada Ka’ab Bin Malik.

Dalam hadits tersebut diceritakan bahwa dalam Perang Tabuk (630 M), Ka’ab tanpa udzur (alasan yang dibenarkan agama) tidak ikut berperang bersama Rasulullah, sementara kondisi saat itu mengharuskan mengikutinya Rasululllah saw, tapi membiarkan saja. Setelah  lima puluh hari, turun QS. at-Taubah ayat 21 yang menerangkan bahwa Ka’ab telah mendapat taubat dari Allah swt, mendengar berita tentang turunnya ayat tersebut, para sahabat menjabat tangan Ka’ab seraya mengucapkan selamat.” Bergembiralah, Allah menerima taubat-Mu.” Kemudian Ka’ab mendatangi Rasulullah saw di Masjid, dengan wajah yang berseri, maka Rasulullah bersabda, “Bergembiralah dengan hari terbaik yang engkau alami sejak engkau dilahirkan.” (HR.Bukhari dan Muslim)

Kedua, menyampaikan ucapan yang mengandung doa sesuai dengan momentum  yang dihadapi, seperti kelahiran anak, kembali dari medan perang, datang dari ibadah  haji dan sebagainya. Misalnya orang dikaruniai anak. Apabila orang muslim mengetahui bahwa muslim lainnya dikaruniai anak, maka hendaknya ia segera menyampaikan tahniah. Allah swt mencontohkan hal ini dalam al-Qur’an berkenaan dengan kelahiran nabi-nabi, antara lain dalam kisah Ibrahim as (Hud. 69-71). ”Sesungguhnya utusan-utusan Kami (malaikat-malaikat) telah datang kepada Ibrahim dengan membawa kabar gembira, mereka mengucapkan “selamat.” Ibrahim menjawab ,”Selamatlah.”

Begitu pula menyampaikan ucapan selamat kepada orang yang menunaikan ibadah haji, menyampaikan tahniah kepada orang ibadah haji itu merupakan sunnah Rasulullah saw. Di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu as-Sunni dari Abdullah bin Umar diceritakan bahwa seorang sahabat datang kepada Nabi saw, seraya  berkata, ”Ya Rasulullah, sesungguhnya aku bermaksud menunaikan ibadah haji. ”Ucapan Rasululllah waktu itu ”Semoga Allah membekali-Mu dengan ketaqwaan, mengarahkan-Mu  kepada kebaikkan, dan menghindarkan-Mu dari kegelisahan.”

Setelah sahabat itu kembali dari menunaikan ibadah haji, Rasulullah saw mengucapkan, “Semoga Allah menerima ibadah haji-Mu, mengampuni segala dosa-Mu dan menggantikan nafkah-Mu.”

Dianjurkan juga untuk menyampaikan ucapan selamat kepada orang lain yang baru menikah, Rasulullah biasa menyampaikan ucapan selamat dan doa apabila seseorang menikah. ”Semoga Allah swt memberi-Mu berkah dan mempersatukan kalian berdua dalam kebaikkan”. (HR. Abu Daud dan Tirmidzi dari Abu Hurairah)

Demikianlah beberapa butir alasan dan momentum betapa pentingnya memberikan ucapan selamat kepada sesama muslim. Disamping itu kita meneladani sunnah Nabi saw, yang menjadi jembatan bagi kita untuk saling merekatkan  diri serta menumbuhkan rasa kasih sayang dan tali persaudaraan diantara sesama umat.

Sumber : Rahasia Sunnah-Sunnah Nabi
Terima Kasih Sudah Membaca: CARA NABI MEMBERI TAHNIAH

ARTIKEL TERKAIT:

Sebarkan dan Raih Amalan Shalih :
Posted by: Sajadah Muslim
Sajadah Muslim Updated at: 20:17
 
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Sajadah Muslim™ - Copyright © - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger