Sunnah Nabi Menjenguk Orang Sakit

Sajadah Muslim ~ Nabi Muhammad saw adalah manusia yang sangat sabar, meski sering dicaci-maki oleh orang-orang kafir, beliau tetap tabah. Bukan hanya itu beliau juga sering diludahi saat berdakwah. Tetapi ketika orang yang suka meludahi Nabi itu diterpa sakit, beliau menjenguknya, bahkan beliau adalah orang yang paling pertama kali menjenguknya ketika ia sakit. Karena perilaku Nabi yang mulia inilah orang itupun masuk Islam.


Apa yang tersuat dari  hal  tersebut diatas adalah sebuah anjuran bahwa menjenguk orang sakit itu penting dilakukan,.sebab hikmahnya  sangatlah banyak, Kepada musuh atau orang yang kita benci sekalipun, perbuatan ini bisa melembutkan hati mereka untuk berkawan lebih baik dengan kita. Kepada sahabat atau orang yang kita cintai, perbuatan ini bisa menguatkan tali persaudaraan yang telah terjalin.

Dalam satu hadits yang diriwayatkan oleh Ali bin Abi Thalib, Nabi bersabda, ”Tidaklah seorang muslim menjenguk orang muslim di pagi hari, sehingga  tujuh puluh ribu malaikat akan berdoa untuknya sampai sore. Dan jika dia menjenguk  di sore hari, maka tujuh puluh ribu malaikat akan berdoa untuknya sampai pagi hari. Dan dia akan memetik buahnya di surga.”

Hadits di atas menunjukan kepada kita bahwa menjenguk orang sakit itu akan mendapatkan keberkahan dari Allah, karena tujuh puluh ribu malaikat akan mendoakan kita. Jika kita berkunjung pada pagi hari, maka para malaikat  itu akan mendoakan  kita sampai pagi harinya lagi.

Ibnu Baththal berpendapat bahwa menjenguk orang sakit hukumnya wajib dalam arti kifayah, seperti memberi makan orang yang lapar dan melepaskan tawaran, dan boleh jadi mandub (sunah) untuk menyambung kekeluargaan dan kasih sayang.

Menurut jumhur ulama, pada asalnya hukum menjenguk orang sakit adalah sunnah, tetapi kadang-kadang bisa menjadi wajib bagi kasus-kasus tertentu.

Yusuf al-Qaradhawi di dalam fatwa-fatwa kontenporer menulis bahwa hukum menjenguk orang sakit adalah fardhu kifayah, artinya jangan sampai tidak ada seorangpun yg menjenguk si sakit. Dengan demikian, wajib bagi masyarakat Islam ada yang mewakili mereka untuk menanyakan keadaan si sakit dan menjenguknya, serta mendoakannya agar sembuh dan sehat.

Demikian ulama berbeda pendapat soal hukum menjenguk orang sakit. Perbedaan pendapat para ulama tersebut, bila dilihat lebih jauh sebenarnya berangkat dari tafsir mereka atas dua sabda Nabi:

Pertama, hadits yang diriwayatkan oleh muttafaq ‘alaih dari Abu Hurairah ra. Bahwa Nabi bersabda, “Hak orang muslim atas muslim lainnya ada lima: manjawab salam, menjenguk yang sakit, mengantarkan jenazahnya, mendatangi undangannya, dan mendoakan ketika bersin.”

Kedua, hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari dari Abu Musa al-Asy’ari bahwa Nabi bersabda, “Berilah makan orang yang lapar, jenguklah orang yang sakit, dan tolonglah orang yang kesusahan.”

Menurut sebagian orang, dua hadits di atas dianggap masih bersifat global, sehingga para ulama pun menafsirkan hukum menjenguk orang sakit dengan berbeda-beda: ada yang wajib, sunnah, fardhu kifayah dan sebagainya.

Ada beberapa hal yang harus kita perhatikan ketika menjenguk orang sakit. Ini penting kita terapkan agar orang sakit yang kita kunjungi mendapatkan ‘obat tambahan’ dari kita, selain dari dokter.

Hendaknya tidak lama dan mencari waktu yang tepat untuk berkunjung, dan hendaknya tidak menyusahkan si sakit, bahkan berupaya untuk menghibur dan membahagiakannya.

Hendaknya, mendekat kepada si sakit dan menanyakan keadaan dan penyakit yang dirasakannya, seperti mengatakan: “bagaimana keadaanmu?”

Mendoakan si sakit agar cepat sembuh. Ibnu Abbas telah meriwayatkan bahwa Nabi menjenguk orang sakit, maka beliau mengucapkan: “tidak apa-apa, sehat (bersih) Insya Allah”. (HR. Bukhari). Dan berdoa tiga kali sebagaimana dilakukan oleh Nabi.

Mengusap si sakit dengan tangan kanannya dan berdoa: “Hilangkanlah kesengsaraan (penyakitnya) Wahai Tuhan bagi manusia, sembukanlah, Engkau Maha Penyembuh, tiada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit.” (Muttafaq ‘alaih).

Mengingatkan si sakit untuk bersabar atas takdir Allah dan jangan mengatakan “tidak akan cepat sembuh”, dan hendaknya tidak mengharapkan kematiannya sekalipun penyakitnya sudah kronis.

Sumber : Rahasia Sunnah-Sunnah Nabi
Terima Kasih Sudah Membaca: Sunnah Nabi Menjenguk Orang Sakit

ARTIKEL TERKAIT:

Sebarkan dan Raih Amalan Shalih :
Posted by: Sajadah Muslim
Sajadah Muslim Updated at: 19:48
 
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Sajadah Muslim™ - Copyright © - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger